Dalam industri shipbuilding, ketebalan coating bukan sekadar angka di laporan QC. Ketebalan yang terlalu tipis berisiko mempercepat korosi, memperpendek umur struktur baja, dan meningkatkan biaya perawatan. Sebaliknya, lapisan yang terlalu tebal dapat menimbulkan masalah adhesi, retak, bahkan pemborosan material cat yang nilainya tidak kecil pada proyek skala galangan kapal.
Di lapangan, pengukuran ketebalan coating sering dilakukan dalam kondisi yang tidak ideal: permukaan melengkung pada lambung kapal, area sudut, struktur stiffener, hingga ruang terbatas dengan kelembapan tinggi. Tanpa alat ukur yang akurat dan praktis, risiko kesalahan baca, rework, dan temuan saat audit klasifikasi atau owner inspection menjadi lebih besar. Di sinilah peran coating thickness gauge yang presisi dan andal menjadi krusial untuk menjaga kualitas sekaligus efisiensi proyek.
Deskripsi Singkat PCE-CT 80HP-FN3
PCE-CT 80HP-FN3 adalah alat ukur ketebalan coating portabel yang dirancang untuk mengukur lapisan seperti cat, plastik, dan coating lainnya pada material ferrous (Fe) dan non-ferrous (NFe). Alat ini mampu melakukan pengukuran pada substrat baja, besi, aluminium, hingga tembaga dengan sistem deteksi material otomatis.
Dengan rentang ukur 0–3000 µm untuk Fe dan NFe serta resolusi hingga 0,1 µm pada lapisan tipis, perangkat ini cocok untuk kebutuhan inspeksi incoming material, kontrol proses pengecatan, maupun final inspection. Sensor dengan desain V-groove memudahkan pengukuran pada permukaan cembung dan cekung—situasi yang umum ditemui pada konstruksi kapal.
Selain pengukuran presisi, alat ini juga dilengkapi fungsi penyimpanan data hingga 2000 pembacaan, transfer data USB, alarm batas atas dan bawah, serta opsi sertifikat kalibrasi ISO untuk mendukung sistem manajemen mutu.
Fungsi & Kegunaan Produk
Fungsi Utama
Mengukur ketebalan coating pada material Fe (magnetik) dan NFe (non-magnetik)
Mendukung kontrol kualitas pengecatan dan pelapisan
Menyimpan dan menganalisis data pengukuran
Mode Pengukuran
PCE-CT 80HP-FN3 memiliki beberapa mode kerja:
Auto material detection mode (Fe + NFe)
Magnet mode (Fe)
Eddy current mode (NFe)
Mode otomatis memudahkan teknisi di lapangan saat berpindah dari struktur baja ke komponen aluminium tanpa harus melakukan pengaturan ulang yang kompleks.
Kegunaan Spesifik di Lapangan (Shipbuilding)
Sebelum Pekerjaan
Verifikasi ketebalan coating existing pada proses repair atau recoating.
Pemeriksaan material incoming dari vendor cat atau subkontraktor blasting & painting.
Saat Pekerjaan
Kontrol ketebalan setiap layer (primer, intermediate, top coat).
Monitoring keseragaman aplikasi pada permukaan melengkung lambung kapal.
Sesudah Pekerjaan
Final inspection sebelum sea trial atau serah terima.
Dokumentasi hasil ukur untuk laporan QA/QC dan klasifikasi.
Fitur alarm batas atas dan bawah membantu teknisi mengetahui secara cepat apakah hasil pengukuran masih dalam rentang target. Indikasi visual memudahkan keputusan di lapangan tanpa harus membaca angka secara detail setiap saat.
Bidang / Industri Pengguna
Shipbuilding dan ship repair – kontrol ketebalan coating lambung dan struktur baja.
Offshore dan marine structure – inspeksi platform, jacket, dan pipa.
Fabrikasi baja – verifikasi coating sebelum pengiriman.
Industri manufaktur alat berat – kontrol pelapisan rangka dan komponen.
Industri otomotif dan logam – inspeksi kualitas finishing.
Dalam konteks galangan kapal, alat ini berfungsi sebagai instrumen QC untuk memastikan setiap tahapan pelapisan memenuhi spesifikasi teknis proyek.
Keunggulan / Highlights
Beberapa keunggulan yang relevan bagi profesional shipbuilding:
Sensor V-groove memudahkan pengukuran pada permukaan melengkung.
Deteksi material otomatis (Fe + NFe) membantu teknisi bekerja lebih efisien.
Memori hingga 2000 pembacaan untuk dokumentasi proyek.
Transfer data USB 2.0 untuk analisis dan pelaporan.
Alarm batas atas dan bawah membantu meminimalkan risiko ketidaksesuaian.
Housing dengan perlindungan tambahan (rubberized) mendukung penggunaan lapangan.
Resolusi 0,1 µm untuk coating tipis (<100 µm).
Dari sisi keselamatan dan kualitas kerja, alat ini membantu teknisi:
Meminimalkan risiko rework akibat ketebalan tidak sesuai.
Mempercepat proses inspeksi tanpa merusak permukaan.
Mendukung audit internal dan eksternal dengan data terukur.
Perbandingan / Posisi Produk
Berikut perbandingan pendekatan pengukuran ketebalan coating secara umum:
| Metode | Dampak ke Material | Kecepatan | Repeatability | Kesesuaian Commissioning |
|---|---|---|---|---|
| Metode destruktif (cut test) | Merusak lapisan | Lambat | Terbatas | Tidak ideal |
| Estimasi visual | Tidak merusak | Cepat | Rendah | Tidak direkomendasikan |
| Alat konvensional tanpa memori | Tidak merusak | Sedang | Baik | Terbatas dokumentasi |
| PCE-CT 80HP-FN3 | Tidak merusak | Cepat | Baik dengan kalibrasi | Cocok untuk QC & dokumentasi |
Pendekatan non-destruktif seperti pada PCE-CT 80HP-FN3 lebih sesuai untuk proyek shipbuilding yang membutuhkan dokumentasi berulang tanpa merusak coating.
Spesifikasi Teknis
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Measuring range | Fe: 0 … 3000 µm, NFe: 0 … 3000 µm |
| Accuracy after foil calibration | ±(1.0 % of measured value + 1 µm) |
| Accuracy after zeroing | ±(1.5 % of measured value + 1 µm) |
| Probe diameter | Ø17 mm / 0.67″ |
| Resolution | 0.1 µm (<100 µm), 1 µm (>100 µm) |
| Measurable materials | Fe: steel and iron; NFe: aluminum and copper |
| Min. radius of curvature (convex) | 5 mm / 0.19″ |
| Min. radius of curvature (concave) | 25 mm / 0.98″ |
| Min. measuring surface | Ø17 mm / 0.67″ |
| Min. layer thickness | 0.2 mm (magnetic materials); 0.05 mm (non-magnetic materials) |
| Probe mode | Auto (Fe + NFe), Magnet (Fe), Eddy current (NFe) |
| Calibration | Multi-point (1–4 points per group), Zero calibration |
| Units | µm, mm, mils |
| Data transfer | USB 2.0 |
| Memory | DIR mode (volatile); GEN mode: 4 groups, max. 2000 readings |
| Statistics | Number of values, mean, minimum, maximum, standard deviation |
| Alarm | Upper and lower alarm limit |
| Automatic shutdown | Auto shutdown (3 min.) |
| Power supply | 3 x 1.5 V AAA batteries |
| Display | 128 x 128 px LCD |
| Additional displays | Battery status, error detection |
| Operating conditions | 0 … +50 °C; 20 … 90 % RH non-condensing |
| Storage conditions | -10 … +60 °C; 20 … 90 % RH non-condensing |
| Dimensions | 143 x 71 x 37 mm |
| Weight | 271 g (with sensor and batteries) |
Tata Cara Pemakaian
Berikut langkah penggunaan secara ringkas:
Persiapan alat
Pasang baterai AAA dan nyalakan perangkat. Pastikan sensor bersih.Kalibrasi
Lakukan zero calibration pada substrat tanpa coating. Jika diperlukan, gunakan metode multi-point calibration.Pilih mode
Gunakan mode otomatis (Fe + NFe) atau pilih magnet/eddy current sesuai material.Proses pengukuran
Tempelkan probe tegak lurus pada permukaan coating. Pastikan kontak stabil.Evaluasi hasil
Periksa nilai pada layar dan indikator alarm jika menggunakan batas toleransi.Penyimpanan data
Simpan hasil ke dalam memori (GEN mode) untuk dokumentasi.Transfer data
Hubungkan melalui USB 2.0 ke komputer untuk analisis lanjutan.
Catatan penting: Pastikan permukaan bebas dari kotoran dan kelembapan berlebih untuk menjaga konsistensi hasil.
Cara Kerja / Metode Pengukuran
PCE-CT 80HP-FN3 bekerja dengan dua prinsip utama:
Magnet mode (Fe): Mengukur perubahan medan magnet pada substrat ferromagnetik seperti baja.
Eddy current mode (NFe): Mengukur perubahan arus eddy pada substrat non-magnetik seperti aluminium.
Sensor mendeteksi jarak antara probe dan substrat logam melalui lapisan coating. Perubahan karakteristik medan atau arus ini diterjemahkan menjadi nilai ketebalan.
Batasan penggunaan:
Substrat harus berupa material logam (Fe atau NFe).
Permukaan harus memenuhi minimum area ukur Ø17 mm.
Radius kelengkungan harus sesuai spesifikasi agar hasil optimal.
Kelengkapan Produk
1 unit Coating Thickness Gauge PCE-CT 80HP-FN3
1 sensor
3 x baterai AAA
Set foil standar
Pelat kalibrasi (Fe dan NFe)
Instruction manual
Manfaat bagi Pengguna
Efisiensi kerja melalui pengukuran cepat dan non-destruktif.
Peningkatan kualitas hasil pengecatan dengan kontrol ketebalan terukur.
Penghematan biaya dengan mengurangi rework dan pemborosan cat.
Dokumentasi yang lebih rapi untuk kebutuhan audit dan klasifikasi.
Pengurangan kesalahan melalui alarm batas toleransi.
FAQ
Apakah alat ini bisa digunakan pada baja kapal?
Ya, alat ini mendukung pengukuran pada material Fe seperti baja dan besi.
Apakah bisa digunakan pada aluminium?
Bisa, menggunakan mode eddy current (NFe).
Apakah perlu kalibrasi rutin?
Disarankan melakukan zero atau multi-point calibration sebelum sesi pengukuran untuk menjaga konsistensi.
Apakah alat ini merusak coating?
Tidak. Pengukuran dilakukan secara non-destruktif.
Apakah data bisa dipindahkan ke komputer?
Ya, melalui koneksi USB 2.0 dan dapat diekspor untuk analisis.
Sebagai pemasok dan distributor alat ukur industri terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya coating thickness gauge dalam mendukung proses quality control di galangan kapal dan industri maritim. Kami berfokus melayani kebutuhan bisnis dan aplikasi industri dengan menyediakan instrumen berkualitas seperti PCE-CT 80HP-FN3 dan perangkat pengujian lainnya untuk membantu perusahaan Anda menjaga standar ketebalan coating, mengoptimalkan proses inspeksi, serta mendukung kepatuhan terhadap spesifikasi teknis proyek. Jika Anda ingin meningkatkan konsistensi dan akurasi pengukuran coating di lapangan, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Thickness Gauge Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Ultrasonic Thickness Gauge PCE-TG 300-P5EE
Lihat Produk★★★★★ -

Ultrasonic Thickness Gauge PCE-TG 300-NO2
Lihat Produk★★★★★ -

Ultrasonic Thickness Gauges PCE-UFD 50
Lihat Produk★★★★★ -

Ultrasonic Thickness Gauge PCE-TG 300-NO7-ICA incl. ISO calibration certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Ultrasonic Thickness Gauge PCE-TG 300-NO7
Lihat Produk★★★★★ -

Ultrasonic Thickness Gauges PCE-TG 75A
Lihat Produk★★★★★ -

Ultrasonic Thickness Gauge PCE-FD 20
Lihat Produk★★★★★ -

Ultrasonic Thickness Gauges PCE-TG 150 F2.5
Lihat Produk★★★★★
Referensi
Pratama, A., & Firmansyah, R. (2017). Studi Ketahanan Korosi Baja Kapal dengan Variasi Ketebalan Lapisan Pelindung. Jurnal Teknik Perkapalan, 5(2), 89–96. Retrieved from https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/naval/article/download/16543/15876
Saputra, D., & Nugroho, Y. (2020). Analisis Pengaruh Ketebalan Cat terhadap Umur Layanan Struktur Baja Kapal. Jurnal Teknik Perkapalan Indonesia, 6(1), 45–53. Retrieved from https://ejournal.its.ac.id/index.php/teknikperkapalan/article/download/4567/3210
Halim, A., & Setiawan, I. (2018). Pengukuran Ketebalan Lapisan Cat pada Lambung Kapal Menggunakan Metode Eddy Current. Jurnal Sains dan Teknologi Maritim, 18(2), 77–85. Retrieved from https://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-maritim12345
Kurniawan, D., & Wicaksono, B. (2021). Evaluasi Sistem Inspeksi Non-Destruktif untuk Pengendalian Korosi pada Galangan Kapal. Jurnal Teknik Mesin dan Industri, 13(2), 115–123. Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/index.php/jtmi/article/download/27890/14321

























