Di dapur produksi, area katering, gudang dingin, dan lini penerimaan bahan baku, masalah suhu sering terlihat sepele sampai akhirnya menjadi sumber gangguan mutu. Bahan pangan yang tampak baik dari luar belum tentu berada pada suhu yang aman. Produk dingin bisa naik temperatur saat proses bongkar muat, makanan matang bisa turun terlalu cepat sebelum distribusi, dan bahan beku bisa mengalami fluktuasi suhu saat dipindahkan antarruang. Ketika suhu tidak dikendalikan dengan disiplin, risiko yang muncul bukan hanya penurunan kualitas, tetapi juga meningkatnya potensi pertumbuhan mikroba, ketidaksesuaian prosedur kerja, dan masalah saat audit higiene atau HACCP. Temuan penelitian di Indonesia juga menunjukkan bahwa penyimpanan bahan makanan di lapangan masih sering bermasalah pada aspek kebersihan chiller, jarak rak, dan suhu penyimpanan daging, sementara implementasi HACCP di dapur hotel yang secara prosedural sudah berjalan pun tetap menghadapi kendala operasional yang perlu diawasi secara konsisten.
Karena itu, pengukuran suhu yang cepat dan praktis menjadi kebutuhan operasional, bukan sekadar pelengkap. Tim QC, chef, teknisi cold room, maupun supervisor gudang memerlukan alat yang bisa dipakai untuk skrining permukaan tanpa sentuh sekaligus verifikasi suhu inti dengan probe. Di titik inilah alat seperti PCE-IR 80 relevan: satu perangkat portabel yang memadukan pengukuran infrared dan sensor penetrasi untuk membantu pemeriksaan suhu pangan lebih ringkas di lapangan. Deskripsi produk PCE menyebut alat ini ditujukan untuk kontrol cepat suhu makanan di dapur kantin, layanan katering, gudang berpendingin, dan gudang umum.
Deskripsi Singkat PCE-IR 80
PCE-IR 80 adalah thermometer pangan portabel yang menggabungkan dua metode pengukuran dalam satu alat: pengukuran infrared tanpa kontak dan pengukuran kontak menggunakan probe penetrasi berbahan stainless steel. Dengan kombinasi ini, pengguna dapat melakukan pemeriksaan cepat pada permukaan objek lalu melanjutkan verifikasi suhu inti bila diperlukan.
Dalam praktik lapangan, pendekatan dua metode ini berguna karena kebutuhan inspeksi suhu sering tidak seragam. Ada kondisi ketika operator hanya perlu mengecek banyak item secara cepat, misalnya saat receiving bahan baku, inspeksi tray makanan siap saji, atau pemantauan rak display dingin. Di sisi lain, ada situasi yang menuntut verifikasi lebih dalam pada inti bahan, misalnya daging, makanan matang, atau produk yang membutuhkan konfirmasi temperatur bagian dalam. PCE-IR 80 menjawab dua kebutuhan itu tanpa mengharuskan pengguna berganti alat.
Keunggulan utamanya terletak pada operasi yang sederhana, respons cepat 10 ms, emissivity yang dapat diatur untuk mode infrared, serta fungsi Min/Max dan continuous measurement pada pengukuran infrared. Halaman produk PCE juga menempatkan model ini sebagai thermometer untuk industri pangan dengan penggunaan yang praktis dan housing yang dapat dibersihkan secara higienis.
Fungsi & Kegunaan Produk
Fungsi utama alat
PCE-IR 80 berfungsi untuk mengukur suhu pangan dengan dua cara:
- Pengukuran non-kontak melalui infrared untuk pemeriksaan cepat permukaan objek
- Pengukuran kontak melalui probe penetrasi untuk memeriksa suhu inti bahan atau produk
Kegunaan spesifik di lapangan
Beberapa kegunaan praktis alat ini antara lain:
- Memeriksa suhu permukaan bahan baku saat penerimaan barang
- Menguji suhu makanan matang sebelum holding atau distribusi
- Mengecek suhu inti daging, saus, sup, atau produk tebal lain dengan probe
- Memantau kondisi rak pendingin, chiller, atau area penyimpanan sementara
- Membantu verifikasi internal pada titik kendali suhu di dapur produksi dan katering
Skenario sebelum / saat / sesudah pekerjaan
Sebelum pekerjaan
Operator dapat menggunakan mode infrared untuk skrining cepat pada beberapa item sekaligus. Tahap ini cocok untuk menemukan sampel yang perlu dicek lebih lanjut tanpa harus menusuk semua produk.
Saat pekerjaan berlangsung
Ketika ada item yang hasil skriningnya meragukan, operator dapat langsung memakai probe penetrasi untuk mengukur suhu inti. Pendekatan ini membantu keputusan kerja di lini produksi atau receiving menjadi lebih cepat.
Sesudah pekerjaan
Hasil pembacaan dapat dipakai untuk pencatatan manual di log sheet inspeksi suhu, verifikasi SOP penyimpanan, atau tindak lanjut bila ditemukan deviasi.
Mode kerja / metode pengukuran
Mode infrared
Pengguna menekan tombol IR dan menahan tombol selama pengukuran non-kontak berlangsung. Setelah tombol dilepas, pembacaan selesai dan indikator hold muncul pada layar.
Mode kontak dengan penetration sensor
Pengguna menekan tombol TC untuk melakukan pengukuran menggunakan probe. Selama pengukuran kontak berlangsung, ikon hold tidak ditampilkan. Manual juga menegaskan bahwa pengukuran infrared dan pengukuran dengan sensor kontak tidak dapat dilakukan bersamaan.
Bidang / Industri Pengguna
- Industri makanan dan minuman, sebagai alat pemeriksa suhu produk pada receiving, proses, dan holding
- Katering dan central kitchen, sebagai alat verifikasi suhu makanan jadi dan bahan setengah jadi
- Kantin institusi, sebagai alat pemantauan suhu untuk praktik higiene dan keamanan pangan
- Gudang berpendingin, sebagai alat cek cepat suhu bahan saat penyimpanan dan perpindahan
- Hotel dan restoran, sebagai alat pendukung kontrol mutu dapur
- QA/QC pangan, sebagai alat skrining dan verifikasi titik suhu operasional
Keunggulan / Highlights
PCE-IR 80 bukan alat yang rumit, justru nilai utamanya ada pada kesederhanaan yang berguna di lapangan.
- Membantu teknisi dan tim dapur melakukan skrining suhu lebih cepat karena mode infrared dapat digunakan tanpa menyentuh objek
- Membantu meminimalkan risiko salah keputusan saat hasil permukaan perlu dikonfirmasi dengan suhu inti melalui probe
- Mempercepat persiapan kerja karena dua metode ukur tersedia dalam satu unit
- Membantu menjaga kebersihan proses karena housing dirancang dapat dibersihkan dan produk disebut flushable untuk pembersihan higienis
- Memudahkan pemeriksaan berulang lewat fungsi Min/Max dan continuous measurement pada mode infrared
- Mengurangi kebingungan operator karena tombol fungsi utama dibuat langsung untuk mode IR, TC, SET, dan MODE
- Membantu pengukuran di area kerja yang dinamis karena bobotnya sekitar 100 g dan dimensinya ringkas
Perbandingan / Posisi Produk
Berikut posisi PCE-IR 80 jika dibandingkan secara kategori dengan pendekatan lain yang umum dipakai di lapangan.
| Metode | Dampak ke material | Kecepatan | Repeatability | Kesesuaian commissioning |
|---|---|---|---|---|
| Cek manual tanpa alat ukur | Tidak ada | Lambat karena bergantung penilaian visual | Rendah | Rendah |
| Thermometer kontak konvensional saja | Perlu kontak langsung atau penetrasi | Sedang | Baik jika prosedur konsisten | Baik, tetapi kurang cepat untuk skrining banyak item |
| Thermometer infrared saja | Tidak menyentuh material | Cepat | Baik untuk skrining permukaan | Baik untuk inspeksi awal, kurang cukup bila perlu suhu inti |
| PCE-IR 80 dengan infrared + probe | Rendah, karena bisa mulai tanpa sentuh lalu verifikasi bila perlu | Cepat untuk skrining, tetap memadai untuk verifikasi | Baik, karena ada dua metode ukur dalam satu alat | Cocok untuk pemeriksaan operasional yang butuh cek permukaan dan konfirmasi inti |
Secara kategori, posisi PCE-IR 80 kuat pada kebutuhan lapangan yang menuntut dua tahap kerja: skrining cepat dan verifikasi. Bukan pendekatan destruktif, tetapi juga tidak berhenti di pembacaan permukaan saja. Itu sebabnya alat seperti ini terasa lebih relevan untuk titik kerja yang sibuk, terutama ketika tim harus bergerak cepat tanpa mengorbankan kehati-hatian operasional. Dukungan penggunaan di area food service dan gudang juga disebut langsung pada deskripsi produk.
Spesifikasi Teknis
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Jenis pengukuran infrared | Infrared |
| Rentang ukur infrared | -35 … 330 °C / -31 … 626 °F |
| Resolusi infrared | 0.1 °C / 0.18 °F |
| Akurasi infrared | -35 … 0 °C / -31 … 32 °F: ± 4 °C / 7.2 °F; > 0 °C / 32 °F: ± 2% of rdg. ± 2 °C / 3.6 °F |
| Jenis pengukuran kontak | Penetration sensor |
| Rentang ukur penetration sensor | -20 … 260 °C / -4 … 500 °F |
| Resolusi penetration sensor | 0.1 °C / 0.18 °F |
| Akurasi penetration sensor | ± 1% of rdg. ± 1.5 °C / 2.7 °F |
| Optical resolution | 4:1 |
| Emissivity | Adjustable 0.1 … 1.0 |
| Response time | 10 ms |
| Spectral | 8 … 14 μm |
| Power supply | 3.0 V CR2032 battery |
| Operating conditions | 0 … 50 °C / 32 … 122 °F, max. 80% RH |
| Weight | About 100 g / < 1 lb |
| Dimensions | 151 x 41 x 20 mm / 6 x 1.6 x 0.8 in |
Tata Cara Pemakaian
Berikut langkah ringkas penggunaan PCE-IR 80 di lapangan:
- Siapkan alat dan pastikan baterai masih memadai. Indikator baterai pada layar membantu memantau kondisi daya.
- Tentukan metode ukur yang dibutuhkan: infrared untuk cek cepat permukaan atau probe untuk cek suhu inti.
- Untuk mode infrared, nyalakan alat dengan tombol IR atau TC, lalu tekan dan tahan tombol IR ke arah objek ukur.
- Jaga jarak ukur secara wajar sesuai rasio distance-to-target 4:1 agar area yang dibaca tidak terlalu lebar.
- Lepaskan tombol IR untuk menyelesaikan pembacaan. Nilai suhu akan tertahan dengan indikator hold.
- Untuk mode kontak, tekan tombol TC lalu gunakan probe penetrasi pada bagian produk yang ingin diperiksa.
- Bila perlu, atur satuan °C/°F dengan tombol SET atau gunakan menu MODE untuk fungsi MAX, MIN, LOCK, dan emissivity pada pengukuran infrared. Setelah selesai, matikan alat dengan menekan MODE lebih lama atau biarkan alat mati otomatis.
Catatan penting:
- Pengukuran infrared dan probe tidak bisa dijalankan bersamaan.
- Menu MAX, MIN, LOCK, dan emissivity hanya berlaku untuk mode infrared.
- Alat mati otomatis setelah 3 menit ketika tidak digunakan dalam pengukuran.
Cara Kerja / Metode Pengukuran
Pada mode infrared, sensor menangkap radiasi panas dari permukaan objek dalam spektrum 8 … 14 μm, lalu mengubahnya menjadi nilai suhu. Karena yang dibaca adalah radiasi dari permukaan, hasil sangat dipengaruhi oleh area sasaran, jarak, dan pengaturan emissivity. Itulah sebabnya PCE-IR 80 menyediakan emissivity yang dapat diatur dari 0.1 sampai 1.0 untuk menyesuaikan karakter permukaan objek.
Pada mode kontak, probe penetrasi stainless steel ditempatkan langsung ke material untuk membaca suhu bagian dalam. Cara ini lebih tepat ketika operator perlu memastikan suhu inti, bukan hanya suhu luar permukaan. Dalam konteks pangan, ini berguna pada produk tebal, padat, atau berlapis, yang bagian luarnya bisa berbeda dari suhu intinya. Deskripsi produk juga menyebut probe ini dapat dipakai sebagai puncture thermometer.
Ada beberapa batas praktis yang perlu dipahami:
- Mode infrared hanya membaca permukaan, bukan inti bahan
- Rasio optik 4:1 berarti area ukur akan makin besar saat jarak bertambah
- Bila target terlalu kecil atau terlalu jauh, hasil bisa mencampur area sekitar
- Mode probe memerlukan kontak langsung, sehingga cocok untuk verifikasi, bukan skrining tercepat
- Kondisi lingkungan operasi alat berada pada 0 … 50 °C dan maksimum 80% RH
Kelengkapan Produk
- Unit utama PCE-IR 80
- Probe penetrasi terintegrasi pada alat
- Baterai CR2032 sebagai catu daya
- User manual
Manfaat bagi Pengguna
- Efisiensi kerja: satu alat dapat dipakai untuk skrining permukaan dan verifikasi suhu inti
- Peningkatan kualitas: pemeriksaan suhu menjadi lebih konsisten pada receiving, proses, dan holding
- Penghematan biaya: mengurangi kebutuhan membawa dua alat terpisah untuk mode non-kontak dan kontak
- Pengurangan kesalahan: operator bisa membedakan kapan cukup cek permukaan dan kapan perlu cek inti
- Kemudahan lapangan: bobot ringan dan operasi sederhana membantu penggunaan di area kerja sibuk
- Dukungan higiene: alat disebut mudah dibersihkan secara higienis untuk kebutuhan area pangan
FAQ
Apakah PCE-IR 80 bisa mengukur suhu tanpa menyentuh objek?
Ya. Alat ini memiliki mode infrared untuk pengukuran non-kontak pada permukaan objek.
Apakah alat ini juga bisa mengukur suhu inti makanan?
Ya. PCE-IR 80 memiliki penetration sensor berbahan stainless steel untuk pengukuran kontak pada bagian dalam bahan atau makanan.
Apakah mode infrared dan probe bisa dipakai bersamaan?
Tidak. Manual menyatakan pengukuran melalui infrared dan sensor kontak tidak bisa dilakukan pada saat yang sama.
Apakah satuan suhu bisa diubah?
Bisa. Pengguna dapat mengganti satuan °C atau °F melalui tombol SET saat pengukuran.
Apakah alat ini perlu perhatian pada emissivity?
Ya, khususnya pada mode infrared. PCE-IR 80 menyediakan emissivity yang dapat diatur agar pembacaan lebih sesuai dengan karakter permukaan objek ukur.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pemantauan suhu dalam mendukung berbagai proses produksi, penyimpanan, dan pengendalian mutu pangan Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas tinggi seperti PCE-IR 80 dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pemeriksaan suhu, menjaga konsistensi proses, dan mendukung standar kerja yang lebih tertata. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pemantauan suhu pada dapur produksi, cold storage, katering, maupun area QC, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Temperature Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Temperature Meter PCE-EMD 10
Lihat Produk★★★★★ -

Temperature Meter PCE-TC 32N
Lihat Produk★★★★★ -

Temperature Meter PCE-CMM 10
Lihat Produk★★★★★ -

Temperature Meter PCE-T 394-ICA incl. ISO-calibration certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Temperature Meter PCE-AC 2000
Lihat Produk★★★★★ -

Temperature Meter PCE-ST 1
Lihat Produk★★★★★ -

Temperature Meter PCE-890U
Lihat Produk★★★★★ -

Temperature Meter PCE-P18S
Lihat Produk★★★★★
Referensi
- Atmojo, H., & Robbani, I. (2025). Pengelolan Penyimpanan Bahan Pangan Perishable: Daging, Ikan, Ayam di Hot Kitchen Restoran Gormeteria Bandung. Jurnal Pariwisata Vokasi, 6(2), 24–34. Retrieved from https://jurnal.akparnhi.ac.id/jvp/article/download/148/77/725
- Jannah, U. L., & Rahma, A. (2025). Analisis Kesesuaian Suhu Penyimpanan Bahan Makanan Segar dan Kering terhadap Standar Keamanan Pangan di Rumah Sakit X. Antigen: Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi, 3(4), 187–197. Retrieved from https://jurnal.stikeskesosi.ac.id/index.php/Antigen/article/download/918/1011/5207
- Arisandi, K. D., Trianasari, T., & Parma, P. G. (2019). Implementasi Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) dalam Penyimpanan Bahan Baku Makanan di Hotel Discovery Kartika Plaza Hotel. Jurnal Manajemen Perhotelan dan Pariwisata, 2(1), 55–71. Retrieved from https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JMPP/article/download/22089/13696

























