Seorang pekerja industri makanan Indonesia menggunakan thermometer inframerah dengan probe untuk mengukur suhu makanan di dapur produksi.

PCE-IR 90-ICA – Food Thermometer Infrared & Probe | Monitoring Suhu Presisi

Daftar Isi

Dalam industri pangan, pengendalian suhu menjadi salah satu faktor kritis yang menentukan keamanan produk, kualitas produksi, dan kepatuhan terhadap standar regulasi. Banyak proses seperti pengolahan makanan, penyimpanan dingin, distribusi, hingga penyajian membutuhkan pemantauan suhu yang akurat dan cepat. Ketika suhu tidak terkontrol dengan baik, risiko kontaminasi mikrobiologis dapat meningkat, yang pada akhirnya dapat memicu kerusakan produk atau bahkan membahayakan konsumen.

Masalahnya, di lapangan sering terjadi keterbatasan alat ukur suhu yang hanya mampu mengukur permukaan atau membutuhkan kontak langsung dengan bahan. Pada proses produksi cepat atau pemeriksaan higienitas, metode konvensional ini dapat memperlambat pekerjaan dan meningkatkan risiko kesalahan pengukuran. Oleh karena itu, dibutuhkan alat pengukur suhu yang fleksibel—dapat mengukur secara non-kontak sekaligus penetrasi—agar teknisi, auditor mutu, dan operator produksi dapat melakukan verifikasi suhu secara cepat dan akurat.

Perangkat seperti Condition Monitoring Contact / Non-Contact Food Thermometer PCE-IR 90-ICA dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut. Dengan kombinasi sensor inframerah dan probe penetrasi, alat ini memungkinkan pengukuran suhu makanan secara komprehensif baik dari permukaan maupun inti bahan.

Deskripsi Singkat PCE-IR 90-ICA

PCE-IR 90-ICA merupakan termometer makanan profesional yang menggabungkan dua metode pengukuran suhu dalam satu perangkat portabel: pengukuran inframerah tanpa kontak dan pengukuran penetrasi menggunakan probe. Kombinasi ini memungkinkan pengguna melakukan pemeriksaan suhu secara cepat pada permukaan sekaligus memastikan suhu inti bahan secara akurat.

Perangkat ini dirancang untuk aplikasi pemantauan kondisi (condition monitoring) pada industri pangan. Dengan rentang pengukuran yang luas dari -40 hingga 300 °C, alat ini dapat digunakan dalam berbagai skenario mulai dari pemeriksaan bahan baku dingin hingga proses pemanasan atau pengolahan makanan.

Selain kemampuan pengukuran ganda, perangkat ini dilengkapi dengan Bluetooth untuk transfer data, timer dan stopwatch, serta indikator LED yang memberikan informasi kondisi suhu secara visual. Produk ini juga tersedia dengan sertifikat kalibrasi ISO, sehingga mendukung kebutuhan audit mutu atau sistem manajemen kualitas.

Fungsi & Kegunaan Produk

Fungsi utama alat

PCE-IR 90-ICA berfungsi sebagai alat pengukur suhu makanan dengan dua metode:

  • Pengukuran suhu permukaan menggunakan sensor inframerah

  • Pengukuran suhu inti menggunakan probe penetrasi

Mode pengukuran

1. Pengukuran Non-Contact (Infrared)

Sensor inframerah memungkinkan pengukuran suhu permukaan tanpa kontak langsung dengan objek.

Kegunaan di lapangan:

  • Pemeriksaan suhu makanan di area produksi

  • Monitoring suhu pada conveyor atau meja proses

  • Verifikasi suhu permukaan bahan sebelum pengolahan

2. Pengukuran Contact (Penetration Probe)

Probe penetrasi digunakan untuk mengukur suhu inti makanan.

Kegunaan di lapangan:

  • Mengukur suhu inti daging atau makanan matang

  • Verifikasi suhu pasteurisasi atau pemanasan

  • Audit keamanan pangan pada produk jadi

Skenario penggunaan

Sebelum pekerjaan:

  • Memastikan alat dalam kondisi siap pakai

  • Memeriksa status baterai dan koneksi Bluetooth

Saat pengukuran:

  • Memilih sensor inframerah atau probe

  • Mengarahkan sensor atau memasukkan probe ke bahan

  • Membaca hasil pengukuran pada layar

Setelah pengukuran:

  • Menyimpan atau mentransfer data melalui Bluetooth

  • Membersihkan probe setelah digunakan

Bidang / Industri Pengguna

Alat ini banyak digunakan dalam berbagai sektor yang membutuhkan kontrol suhu pangan:

  • Industri pengolahan makanan – untuk monitoring suhu proses produksi

  • Industri restoran dan catering – memastikan suhu penyajian makanan

  • Laboratorium pengujian pangan – verifikasi suhu sampel

  • Auditor keamanan pangan – pemeriksaan kepatuhan HACCP

  • Gudang cold storage – kontrol suhu produk beku

  • Distribusi makanan – monitoring suhu selama transportasi

Keunggulan / Highlights

Beberapa fitur penting yang mendukung penggunaan alat ini di lapangan antara lain:

  • Kombinasi dua metode pengukuran dalam satu perangkat

  • Membantu teknisi melakukan pemeriksaan suhu lebih cepat

  • Meminimalkan risiko kesalahan pengukuran suhu inti

  • Mendukung dokumentasi pengukuran melalui Bluetooth

  • Desain portabel yang mudah dibawa saat inspeksi

  • Timer dan stopwatch membantu proses monitoring waktu pemanasan

  • LED indikator membantu identifikasi kondisi suhu secara visual

  • Probe penetrasi memudahkan pengujian inti bahan makanan

  • Sertifikat kalibrasi ISO mendukung kebutuhan audit mutu

Fitur-fitur tersebut membantu operator dan teknisi melakukan pemantauan suhu secara lebih sistematis tanpa memperlambat proses produksi.

Perbandingan / Posisi Produk

MetodeDampak ke materialKecepatanRepeatabilityKesesuaian commissioning
Termometer analog konvensionalKontak langsungLambatSedangTerbatas
Termometer digital probeKontak langsungSedangBaikBaik
Infrared thermometer biasaNon-contactSangat cepatBaikBaik
PCE-IR 90 (IR + probe)Contact & non-contactCepatBaikSangat cocok

Pendekatan kombinasi seperti pada PCE-IR 90 memberikan fleksibilitas lebih tinggi dibanding alat yang hanya menggunakan satu metode pengukuran.

Spesifikasi Teknis

ParameterNilai
Infrared measurement range-40 … 300 °C (-40 … 572 °F)
Resolution0.1 °C / °F
Accuracy (0 … 65 °C)±1 °C
Accuracy (<0 °C)±2.5 °C
Accuracy (>65 °C)±1.5 %
Spot ratio2:1
Response time<500 ms
Probe typeResistance temperature sensor
Probe length100 mm
Probe measurement range-40 … 300 °C
Probe resolution0.1 °C / °F
Probe accuracy (-40 … 200 °C)±1 °C
Probe accuracy (>200 °C)±1.5 °C
Emissivity0.95 fixed
InterfaceBluetooth
Charging interfaceMicro USB
Additional functionsTimer, stopwatch
Power supply4.2 V 1300 mAh battery
Charging supply5 V DC / 1 A
Operating conditions0 … 50 °C, <85 % RH
Dimensions176 x 55 x 40 mm
Weight185 g

Spesifikasi ini menunjukkan bahwa perangkat dirancang untuk penggunaan industri dengan kombinasi kecepatan respons dan fleksibilitas pengukuran.

Tata Cara Pemakaian

Berikut langkah penggunaan secara umum:

  1. Persiapan alat
    Nyalakan perangkat dengan menekan tombol power selama sekitar dua detik.

  2. Pemilihan mode sensor
    Gunakan tombol pengaturan untuk memilih sensor inframerah atau probe.

  3. Proses pengukuran

    • Arahkan sensor inframerah ke objek

    • Atau masukkan probe ke dalam bahan makanan

  4. Pembacaan hasil
    Nilai suhu akan muncul pada layar digital.

  5. Penggunaan timer (opsional)
    Aktifkan timer untuk memantau waktu proses pemanasan.

  6. Transfer data
    Aktifkan Bluetooth untuk mengirim data ke perangkat mobile.

  7. Penyimpanan alat
    Bersihkan probe dan simpan perangkat pada tempat yang aman.

Cara Kerja / Metode Pengukuran

Alat ini menggunakan dua jenis sensor suhu:

Sensor inframerah

Sensor inframerah mendeteksi energi radiasi panas yang dipancarkan oleh permukaan objek. Energi tersebut kemudian diubah menjadi nilai suhu yang ditampilkan pada layar.

Karakteristik:

  • Tidak memerlukan kontak langsung

  • Cocok untuk pengukuran cepat

  • Ideal untuk pemeriksaan permukaan makanan

Sensor probe penetrasi

Probe menggunakan sensor suhu resistansi yang mendeteksi perubahan resistansi akibat perubahan suhu.

Karakteristik:

  • Mengukur suhu inti bahan

  • Memberikan hasil yang lebih representatif untuk produk makanan

  • Cocok untuk verifikasi proses pemanasan atau pendinginan

Kelengkapan Produk

Isi paket produk meliputi:

  • 1 unit infrared thermometer PCE-IR 90

  • Kabel pengisian micro USB

  • Charging station

  • Tas transport

  • Manual penggunaan

Manfaat bagi Pengguna

Penggunaan alat ini memberikan berbagai manfaat praktis di lapangan:

  • Mempercepat proses pemeriksaan suhu makanan

  • Membantu menjaga konsistensi kualitas produk

  • Mendukung dokumentasi proses kontrol suhu

  • Mengurangi risiko kesalahan pengukuran

  • Memudahkan audit keamanan pangan

  • Mengoptimalkan proses monitoring produksi

FAQ

Apakah alat ini hanya untuk makanan?

Tidak. Meskipun dirancang untuk aplikasi pangan, alat ini juga dapat digunakan untuk berbagai pengukuran suhu permukaan lain.

Apakah pengukuran inframerah bisa menggantikan probe?

Pengukuran inframerah cocok untuk permukaan. Untuk memastikan suhu inti makanan, probe tetap diperlukan.

Apakah alat ini membutuhkan kalibrasi rutin?

Seperti alat ukur lainnya, kalibrasi berkala direkomendasikan untuk menjaga akurasi pengukuran.

Apakah data bisa disimpan?

Perangkat dapat mentransfer data melalui Bluetooth ke perangkat mobile untuk analisis lebih lanjut.

Apakah aman digunakan di lingkungan produksi?

Perangkat dirancang untuk digunakan oleh tenaga profesional dalam kondisi lingkungan yang sesuai spesifikasi.

Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pengendalian suhu dalam berbagai proses produksi dan pengujian pangan. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas tinggi seperti PCE-IR 90-ICA Food Thermometer serta perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda meningkatkan akurasi pemantauan suhu, memastikan kualitas produk tetap konsisten, dan memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku.

Jika Anda ingin meningkatkan efisiensi monitoring suhu dalam proses produksi atau pengujian pangan, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi instrumen yang tepat.

Rekomendasi Thermometer Unggulan untuk Kebutuhan Anda

Referensi

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.