Di bengkel manufaktur komponen otomotif maupun area maintenance pabrik, banyak masalah muncul bukan karena mesin “tidak jalan”, tetapi karena gejala kecil yang luput terlihat: belt yang mulai slip, kopling yang sesekali “hunting”, fan yang tidak seimbang, atau roller yang mulai mengalami run-out. Pada kecepatan tinggi, mata manusia cenderung menangkap gerak sebagai blur. Akibatnya, inspeksi visual sering bergantung pada intuisi, pengalaman, atau bahkan “coba-coba” (stop mesin, bongkar, pasang, lalu uji lagi). Ini memakan waktu, menambah risiko downtime, dan membuka peluang kesalahan diagnosis.
Masalah lain yang sering berjalan beriringan adalah verifikasi indikasi fluoresen: misalnya pelacakan kebocoran menggunakan dye fluoresen pada sistem pendingin/AC, atau pemeriksaan indikasi retak permukaan pada proses NDT berbasis fluoresen. Tanpa sumber UV yang tepat dan kontrol pencahayaan yang stabil, indikasi bisa terlihat samar, tidak konsisten antar-operator, dan sulit didokumentasikan. Jika dua masalah ini dibiarkan, dampaknya nyata: kualitas hasil assembly menurun, komponen gagal lebih cepat, rework meningkat, dan keputusan QC menjadi tidak seragam.
Di titik inilah alat ukur/alat bantu inspeksi seperti UV stroboscope menjadi relevan: bukan sekadar “lampu”, melainkan instrumen untuk “membekukan” gerakan berulang, mengunci fase pengamatan, dan sekaligus menyediakan spektrum UV yang mendukung inspeksi berbasis fluoresen—tanpa harus selalu menghentikan proses.
Deskripsi Singkat PCE-LES 303UV-365
PCE-LES 303UV-365 adalah UV stroboscope portabel dengan 3 LED UVA berdaya tinggi pada spektrum 365–370 nm, dirancang untuk membantu analisis gerak mesin berputar secara cepat dan presisi. Intensitas UV-nya mencapai 1731 μW/cm² pada jarak 30 cm, sehingga memadai untuk kebutuhan inspeksi visual pada area kerja yang menuntut pencahayaan UV stabil.
Stroboscope ini memungkinkan pengaturan frekuensi flash dalam satuan FPM dan Hz, dilengkapi pengaturan pulse width (durasi kilatan) dan phase shift -360° sampai +360° untuk menggeser titik pengamatan tanpa mengubah posisi operator secara berlebihan. Ukurannya pocket size, ditenagai baterai isi ulang (mains-independent), serta mendukung trigger input dan output untuk sinkronisasi dengan sinyal eksternal.
Dalam konteks otomotif dan industrial maintenance, perangkat ini berguna ketika Anda perlu mengamati komponen bergerak (pulley, fan, shaft, coupling, conveyor) secara aman dan informatif, sekaligus membantu inspeksi indikasi fluoresen berbasis UVA—misalnya pelacakan kebocoran dye fluoresen atau pemeriksaan indikasi permukaan pada prosedur tertentu.
Fungsi & Kegunaan Produk
PCE-LES 303UV-365 bisa dipakai untuk apa? Fokusnya ada pada dua kebutuhan lapangan yang sering tumpang tindih: “melihat gerak” dan “melihat indikasi”.
Jenis pengukuran/observasi yang didukung
Observasi gerak putar dengan efek “freeze motion” melalui pengaturan frekuensi flash dalam FPM atau Hz.
Pengamatan indikasi fluoresen pada spektrum UVA 365–370 nm dengan intensitas tinggi pada jarak kerja tertentu.
Sinkronisasi flash dengan sinyal eksternal menggunakan trigger input (mode input trigger), termasuk pilihan edge (rising/falling) untuk mengunci momen pengamatan.
Dokumentasi inspeksi berbasis rute (route measurement) untuk pola pemeriksaan berulang pada beberapa mesin/titik.
Kondisi penggunaan yang umum
Area maintenance dengan akses terbatas, di mana menghentikan mesin berarti downtime besar.
Line produksi dengan inspeksi berulang (shift-to-shift), sehingga butuh cara observasi yang konsisten.
Workshop otomotif/komponen yang memerlukan verifikasi belt slip, wobble pada pulley, atau kestabilan fan.
Pemeriksaan indikasi fluoresen yang membutuhkan UV stabil dan terarah.
Masalah nyata yang diselesaikan (contoh praktis)
Mendeteksi belt slip secara visual dengan “membekukan” gerak belt dan pulley pada frekuensi tertentu, sehingga perubahan kecil lebih mudah terlihat.
Mengamati run-out/ketidakselarasan shaft-coupling tanpa harus menebak dari getaran saja (strobe membantu memvalidasi secara visual).
Inspeksi fan blade: melihat apakah ada blade yang deform/berbeda fase, atau ada tanda getaran periodik yang terulang.
Verifikasi indikasi fluoresen (misalnya dye kebocoran atau residu fluoresen) dengan spektrum UVA 365–370 nm yang sesuai dan intensitas terukur pada jarak kerja.
Bidang / Industri Pengguna
Industri otomotif (assembly, workshop, supplier komponen)
Manufaktur & fabrikasi (rotating machinery, conveyor, finishing line)
Maintenance & inspection (condition monitoring, predictive maintenance)
Energi & utilitas (pompa, blower, fan, motor)
Food & beverage (konveyor, motor gearbox, mesin pengisian—selama prosedur keselamatan dipenuhi)
Pendidikan & pelatihan teknik (praktikum rotating machinery dan inspeksi visual)
Keunggulan / Highlights
UVA 365–370 nm dengan 3 LED berdaya tinggi untuk inspeksi berbasis UV yang konsisten.
Intensitas UV tinggi: 1731 μW/cm² pada jarak 30 cm (memberi jarak kerja yang realistis untuk inspeksi).
Frekuensi flash dapat diatur dalam FPM maupun Hz untuk menyesuaikan kebiasaan kerja tim maintenance/QC.
Phase shift -360° sampai +360° untuk “memutar” titik pengamatan tanpa memindahkan posisi inspeksi secara signifikan.
Pulse width dapat diatur (0,01–1% dari durasi) untuk mengelola ketajaman “freeze” sekaligus intensitas kilatan.
Pocket size, ringan (284 g), dan baterai isi ulang—praktis untuk inspeksi mobile.
Trigger input/output untuk sinkronisasi dengan sensor eksternal (NPN 24 V DC, tersedia supply 24 V/100 mA).
Memori internal dan dukungan route measurement untuk inspeksi terstruktur di beberapa mesin/titik.
Kelas proteksi IP52 untuk penggunaan lapangan yang wajar (debu terbatas dan tetesan air).
Kesesuaian EMC: tercantum untuk seri PCE-LES 303 (termasuk PCE-LES 303 series) terhadap EU Directive 2014/30/EU dan standar EN IEC 61326-2:2021.
Perbandingan / Posisi Produk
Perbandingan & Posisi Produk
Di lapangan, inspeksi komponen berputar biasanya dilakukan dengan tiga cara: (1) menghentikan mesin dan inspeksi statis, (2) observasi visual seadanya saat mesin berjalan, atau (3) menggunakan instrumen bantu seperti stroboscope. Masing-masing ada konsekuensinya.
Metode stop-inspect-run sangat aman untuk visual detail, tetapi mahal dalam downtime dan tidak selalu menangkap fenomena dinamis (misalnya slip yang hanya muncul pada beban tertentu).
Observasi visual tanpa alat cenderung subjektif: blur membuat detail hilang, operator berbeda bisa menarik kesimpulan berbeda.
Stroboscope menutup celah itu: Anda bisa “mengunci” fenomena periodik, melihat perbedaan fase, dan memvalidasi masalah secara visual sebelum memutuskan pembongkaran.
Posisi PCE-LES 303UV-365 berada pada kategori stroboscope portabel sekelasnya yang menonjol karena kombinasi UVA (365–370 nm), intensitas UV yang tinggi pada jarak kerja, serta kontrol lanjutan seperti phase shift, pulse width, dan trigger I/O. Ini membuatnya bukan hanya alat “lihat putaran”, tetapi juga relevan untuk workflow inspeksi berbasis UV fluoresen di area otomotif/maintenance.
Tabel ringkas berikut membantu melihat perbedaannya dari pendekatan konvensional:
| Aspek | Metode Konvensional (tanpa strobe) | Dengan PCE-LES 303UV-365 |
|---|---|---|
| Visual gerak putar | Blur, sulit menilai slip/wobble | Efek freeze motion dengan setpoint FPM/Hz |
| Konsistensi antar-operator | Variatif | Parameter dapat diset dan diulang (frekuensi, phase shift, pulse width) |
| Inspeksi fluoresen UVA | Bergantung lampu UV umum, intensitas sering tidak terukur | UVA 365–370 nm, intensitas tinggi pada jarak kerja |
| Dokumentasi rute inspeksi | Manual, tidak terstruktur | Route measurement dan memori internal |
| Sinkronisasi dengan sensor | Umumnya tidak ada | Trigger input/output untuk sinkronisasi |
Spesifikasi Teknis
Berikut spesifikasi teknis utama PCE-LES 303UV-365 (disajikan ringkas untuk kebutuhan engineer/QC).
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Sumber cahaya | 3 high-power UVA LEDs |
| Spektrum / warna cahaya | UV light 365–370 nm |
| Intensitas cahaya (contoh kondisi) | 2943 μW/cm² @ 20 cm @ 1000 Hz, 1% ; 1731 μW/cm² @ 30 cm @ 1000 Hz, 1% ; 1045 μW/cm² @ 50 cm @ 1000 Hz, 1% |
| Rentang frekuensi (FPM) | 60–9999,99 FPM (resolusi 0,01 FPM) |
| Akurasi (FPM 60–9999,99) | ±0,003% dari setting atau ±1 LSD |
| Rentang frekuensi (FPM) tinggi | 10000–300000 FPM (resolusi 0,1 FPM) |
| Akurasi (FPM 10000–300000) | ±0,003% dari setting atau ±1 LSD |
| Rentang frekuensi (Hz) | 1–5000 Hz (resolusi 0,01 Hz) |
| Akurasi (Hz) | ±0,003% dari setting atau ±1 LSD |
| Phase shift | -360° sampai +360° |
| Pulse width | 0,01–1% dari durasi pulsa; resolusi 0,01% (setara 0,01°–3,60° dari 360°; resolusi 0,01°) |
| Display | LC colour display 2,8 inch |
| Penyimpanan | Internal memory |
| Route measurement | Hingga 15 route; 10 mesin per route; 5 point per mesin |
| Trigger input/output | Input NPN, 24 V DC; supply sensor 24 V/100 mA; output open-drain hingga 24 V, 50 mA |
| Proteksi | IP52 |
| Power supply (charging) | 5 V DC, 2 A |
| Baterai | 1× internal Li-ion 7,4 V; 2200 mAh |
| Waktu operasi | 4,5 jam (contoh: 100 Hz, 1%, brightness 70%) |
| Auto power-off | 2–10 menit, dapat dinonaktifkan |
| Kondisi operasi | -20 hingga 60 °C; 35–85% RH |
| Dimensi | 165 × 90 × 35 mm |
| Berat | 284 g |
| Kepatuhan EMC | EU Directive 2014/30/EU; EN IEC 61326-2:2021 (untuk PCE-LES 303 series) |
Tata Cara Pemakaian
Berikut alur ringkas 5–7 langkah yang umum dipakai di lapangan agar hasil inspeksi konsisten.
Persiapan alat
Pastikan baterai memadai dan perangkat menyala normal. Perhatikan setelan brightness display agar nyaman dibaca.
Tentukan tujuan inspeksi
Apakah fokus pada freeze motion (analisis putaran) atau inspeksi fluoresen UVA, atau keduanya.
Set frekuensi flash (FPM/Hz)
Mulai dari perkiraan kecepatan mesin. Atur naik/turun hingga gerak tampak “diam” atau bergerak lambat. Gunakan tombol x2 dan ÷2 untuk penyesuaian cepat ketika mendekati titik sinkron.
Atur pulse width
Pulse width lebih kecil biasanya memberi “beku” yang lebih tajam (mengurangi smear), namun bisa memengaruhi persepsi intensitas kilatan. Gunakan setelan yang masih nyaman bagi mata dan cukup untuk melihat detail.
Gunakan phase shift bila perlu
Geser fase -360° sampai +360° untuk memindahkan “posisi” tampilan objek dalam satu siklus, berguna ketika Anda ingin melihat area tertentu dari komponen tanpa mengubah posisi berdiri secara ekstrem.
Mode trigger (opsional)
Aktifkan input trigger bila Anda ingin flash terkunci mengikuti sinyal sensor eksternal. Pilih rising/falling edge sesuai sinyal yang digunakan.
Simpan dan rapikan
Manfaatkan route measurement untuk inspeksi berkala lintas mesin/titik. Setelah selesai, matikan alat atau biarkan auto power-off bekerja (2–10 menit) sesuai kebijakan kerja.
Catatan penting: stroboscope mengubah cara kita “melihat” gerak, bukan mengubah kondisi mekanisnya. Tetap ikuti SOP keselamatan kerja di sekitar komponen berputar (jarak aman, APD, dan larangan menyentuh bagian bergerak).
Cara Kerja / Metode Pengukuran
Prinsip kerja stroboscope sederhana namun sangat efektif: perangkat memancarkan kilatan cahaya periodik pada frekuensi tertentu. Jika frekuensi kilatan sama (atau kelipatan/pecahannya) dengan frekuensi gerak berulang suatu objek, maka objek akan tampak diam atau bergerak sangat lambat. Di sinilah teknisi bisa “membaca” fenomena: slip, wobble, ketidaksejajaran, atau ketidakstabilan periodik.
Pada PCE-LES 303UV-365, ada tiga kontrol yang membuat observasi lebih fleksibel:
Frekuensi (FPM/Hz): mengunci kesetaraan dengan putaran/gerak berulang.
Pulse width: mengatur lebar kilatan (0,01–1%); semakin sempit, biasanya semakin tajam efek freeze, karena exposure cahaya lebih singkat.
Phase shift: memindahkan momen kilatan dalam satu siklus (-360° sampai +360°), sehingga Anda bisa menggeser sudut pengamatan tanpa memindahkan sensor/alat.
Karena perangkat ini menggunakan UVA 365–370 nm, stroboscope juga dapat berperan sebagai sumber UV untuk menonjolkan fluoresensi pada material/dye tertentu—selama prosedur inspeksi Anda memang berbasis UVA pada rentang tersebut.
Kelengkapan Produk
Berdasarkan informasi delivery scope yang umum dicantumkan pada halaman produk, kelengkapan tipikal mencakup:
Unit utama PCE-LES 303UV-365
Kabel USB-C untuk pengisian daya
Quick start guide
Service bag (tas layanan)
Manfaat bagi Pengguna
Efisiensi kerja
Mempercepat diagnosis masalah periodik pada komponen berputar tanpa harus sering menghentikan mesin.
Memangkas trial-and-error: Anda melihat indikasi, lalu memutuskan tindakan dengan lebih percaya diri.
Peningkatan kualitas inspeksi
Parameter inspeksi bisa distandardisasi (frekuensi, phase shift, pulse width) sehingga hasil lebih konsisten antar shift/antar operator.
Mendukung inspeksi berbasis rute (route measurement) agar aktivitas condition monitoring lebih tertib.
Penghematan biaya
Mengurangi downtime dan rework akibat diagnosis yang keliru atau inspeksi yang tidak konsisten.
Membantu mengarahkan perbaikan pada akar masalah, bukan sekadar mengganti komponen “yang dicurigai”.
Pengurangan kesalahan manusia
Mengurangi ketergantungan pada penglihatan “sekilas” pada objek yang blur.
Dengan trigger input, flash dapat disinkronkan ke sinyal sensor sehingga observasi lebih stabil saat kondisi berubah-ubah.
FAQ
Untuk apa alat ini digunakan?
Untuk membantu mengamati gerakan berulang/komponen berputar agar tampak “diam” (freeze motion) melalui kilatan teratur, dan menyediakan cahaya UVA 365–370 nm untuk kebutuhan inspeksi visual berbasis UV pada konteks yang sesuai.Apakah pengukuran merusak material?
Tidak. Stroboscope bekerja dengan pencahayaan berkedip dan observasi visual. Tidak ada kontak mekanis dengan objek yang diperiksa.Bisa digunakan untuk material apa saja?
Untuk freeze motion, hampir semua objek berputar/bergerak periodik bisa diamati (pulley, fan, belt, roller, shaft). Untuk inspeksi fluoresen, kegunaannya tergantung apakah material/dye Anda bereaksi pada UVA 365–370 nm.Apakah perlu kalibrasi?
Dalam praktik good maintenance/QC, parameter frekuensi dan fungsi kontrol sebaiknya diverifikasi secara berkala sesuai SOP internal. Jika Anda memakai trigger/sensor eksternal, pastikan integrasi sinyal dan setelan edge sesuai agar sinkronisasi konsisten.Siapa yang cocok menggunakan alat ini?
Teknisi maintenance, engineer reliability, QC/inspector, tim commissioning, serta decision maker yang mengelola downtime dan kualitas mesin berputar—terutama di lingkungan otomotif, manufaktur, dan utilitas.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya inspeksi dan pengukuran yang konsisten dalam mendukung proses kualitas dan keandalan peralatan Anda. Kami mengkhususkan diri dalam melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas tinggi seperti PCE-LES 303UV-365 UV Stroboscope dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mempercepat troubleshooting rotating machinery, meningkatkan konsistensi inspeksi, dan menjaga standar mutu di lapangan. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi inspeksi pada area otomotif maupun industrial maintenance, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Automotive Tester Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Automotive Tester PCE-LES 103UV-365-CTA-KIT
Lihat Produk★★★★★ -

Automotive Tester PCE-CT 80-FN3
Lihat Produk★★★★★ -

Automotive Tester PCE-CT 80-FN0D5
Lihat Produk★★★★★ -

Automotive Tester PCE-VE 800N4 1.5 m / 4-way-head / Ø 2.8 mm
Lihat Produk★★★★★ -

Automotive Tester PCE-CT 22BT-ICA incl. ISO Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Automotive Tester PCE-VE 1500-22190
Lihat Produk★★★★★ -

Automotive Tester PCE-MCM 10-ICA incl. ISO Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Automotive Tester PCE-LES 308UV-365
Lihat Produk★★★★★
Referensi
Analisis kekuatan dan kualitas sambungan las dengan variasi (kajian cacat yang tidak terlihat lewat inspeksi visual biasa). Retrieved from https://ejournal.upnvj.ac.id/index.php/BinaTeknika/article/download/1414/pdf
Deteksi cacat las pada kerangka atap (penerapan Liquid Penetrant Test untuk mendeteksi diskontinuitas permukaan). Retrieved from https://proceedings.ums.ac.id/index.php/sipil/article/download/3988/3639/6181

























