Di industri perikanan, satu hal kecil seperti selisih timbang bisa merembet jadi masalah besar. Mulai dari penerimaan bahan baku di TPI/UPI, penimbangan ulang saat sortasi, sampai penimbangan akhir sebelum pengiriman, angka berat adalah “bahasa” yang dipakai semua bagian: QC, produksi, gudang, hingga finance. Ketika penimbangan masih mengandalkan cara manual atau timbangan yang kurang stabil, risiko yang muncul bukan hanya komplain pelanggan, tetapi juga ketidaksesuaian dokumen, ketidakakuratan rendemen, hingga potensi gagal memenuhi target batch.
Masalah lain yang sering luput adalah dinamika beban di lapangan: keranjang basah, boks berlendir, troli yang bergerak, es yang mencair, dan ritme kerja yang harus cepat. Kalau timbang lambat, antrean menumpuk, suhu bahan baku naik, dan mutu menurun. Riset tentang rantai dingin menunjukkan mutu ikan sangat dipengaruhi waktu dan penanganan distribusi; setiap penundaan proses membuat kontrol kualitas makin sulit dan biaya koreksi meningkat. Di titik inilah kebutuhan alat timbang yang cepat, konsisten, dan mudah diintegrasikan ke alur kerja menjadi relevan.
Deskripsi Singkat PCE-SD 150CR
PCE-SD 150CR adalah checkweighing scale (timbangan untuk pemeriksaan berat) dengan kapasitas kerja 150 kg. Desainnya menggunakan rel pemandu (guide rail) dan platform untuk membantu proses timbang di area yang ritmenya cepat, seperti penerimaan bahan baku, sortasi, pengepakan, hingga staging pengiriman.
Keunggulan yang terasa di lapangan bukan sekadar angka kapasitas, tetapi cara alat ini mendukung pola kerja QC: ada fungsi toleransi min/OK/max untuk membantu keputusan cepat, interface Serial RS-232 dua arah untuk integrasi data, serta fitur item counting untuk pekerjaan hitung cepat. Untuk kebutuhan sistem yang lebih luas, tersedia opsi antarmuka tambahan seperti RS-485, output analog, dan USB (opsional pembelian).
Fungsi & Kegunaan Produk
Fungsi utama alat
Menimbang beban hingga 150 kg dengan resolusi 50 g pada model PCE-SD 150CR.
Mendukung pemeriksaan berat (checkweighing) menggunakan rentang toleransi min/OK/max untuk keputusan cepat.
Mengirim/ menerima data melalui RS-232 (dua arah) untuk pencatatan atau integrasi sistem.
Membantu perhitungan jumlah item (item counting) pada proses tertentu.
Kegunaan spesifik di lapangan (industri perikanan)
Penerimaan bahan baku (ikan segar/ikan beku)
Menimbang boks ikan per lot untuk validasi dokumen, pemisahan grade, dan kontrol susut proses.
Sortasi dan pengepakan
Menjaga konsistensi berat per boks/keranjang agar seragam, terutama saat target berat kemasan harus stabil.
Kontrol rendemen sederhana
Membandingkan berat masuk vs berat keluar pada tahapan tertentu (misal setelah trimming/icing), membantu QC membaca tren susut bobot.
Pengiriman
Menimbang boks siap kirim agar data berat konsisten dengan dokumen logistik, sekaligus mengurangi “timbang ulang” saat serah-terima.
Skenario sebelum / saat / sesudah pekerjaan
Sebelum:
Operator menyiapkan boks, menata alur kerja, dan menyiapkan pencatatan.
Dengan timbangan yang tidak punya toleransi, operator cenderung mengulang timbang untuk memastikan “pas”.
Saat:
Beban diletakkan pada platform; rel pemandu membantu penempatan lebih rapi.
QC memeriksa apakah hasil berada di zona min/OK/max, lalu memutuskan: lanjut packing, koreksi isi, atau pisahkan.
Sesudah:
Data timbang bisa dicatat manual atau diintegrasikan lewat RS-232 untuk mengurangi salah tulis.
Batch/lot lebih mudah ditelusuri karena data berat lebih konsisten.
Mode kerja (praktis untuk QC)
Mode pemeriksaan toleransi (min/OK/max): membantu keputusan cepat tanpa debat “kurang sedikit masih aman atau tidak”.
Mode hitung item: berguna saat perlu estimasi jumlah berdasarkan berat (tetap perlu prosedur internal agar hasil konsisten).
Mode komunikasi data (RS-232): untuk pencatatan yang lebih rapi dan mengurangi human error.
Bidang / Industri Pengguna
Target pengguna dan peran alatnya:
Unit Pengolahan Ikan (UPI): alat verifikasi berat batch, kontrol kemasan, dan dukungan dokumentasi QC.
Gudang dingin/cold storage: alat timbang staging barang masuk-keluar, mengurangi selisih timbang antar titik.
Pengolahan udang/rajungan/ikan beku: alat kontrol berat per boks untuk standar produk dan efisiensi pengemasan.
Logistik dan distribusi produk perikanan: alat timbang untuk konsistensi data pengiriman dan serah-terima.
Quality Control (QC) dan PPIC: alat pembantu monitoring variasi berat dan disiplin proses timbang.
Keunggulan / Highlights
Berikut poin yang relevan untuk kerja lapangan:
Calibratable termasuk kalibrasi awal: membantu memastikan alat siap dipakai sejak awal operasional.
Kabel display 1,5 m: display bisa diposisikan lebih nyaman saat area timbang padat.
Guide rail untuk rentang seri hingga 30–150 kg: rel pemandu membantu alur kerja penempatan boks/keranjang lebih rapi.
Dimensi rel pemandu 500 × 580 mm dan lebar rel sekitar 580 mm: cocok untuk boks yang sering dipakai di area handling.
Rel sintetis yang berjalan halus: membantu gerakan penempatan lebih lancar (relevan saat ritme kerja tinggi).
Serial RS-232 dua arah: memudahkan integrasi ke pencatatan, mengurangi salah input, dan mempercepat administrasi QC.
Fungsi item counting: mempercepat pekerjaan hitung berbasis berat untuk konteks tertentu.
Fungsi toleransi min/OK/max: membantu teknisi/QC mengambil keputusan cepat dan konsisten, terutama saat target berat kemasan harus dijaga.
Perbandingan / Posisi Produk
Tabel berikut membandingkan pendekatan timbang berdasarkan kategori praktik lapangan (bukan per merek).
| Metode | Dampak ke material | Kecepatan | Repeatability | Kesesuaian commissioning |
|---|---|---|---|---|
| Manual (timbang + catat tangan) | Risiko salah catat dan ulang timbang; potensi antrean lebih lama | Sedang–lambat | Bergantung operator | Kurang ideal untuk alur data tertelusur |
| Timbangan konvensional tanpa toleransi min/OK/max | Produk tidak rusak, tapi keputusan QC sering lambat karena perlu interpretasi | Sedang | Bisa baik, tapi tergantung SOP | Cukup, namun integrasi keputusan QC kurang cepat |
| Pendekatan lambat (proses timbang terpisah jauh dari alur kerja) | Memperpanjang waktu handling; risiko suhu naik pada bahan baku basah/dingin | Lambat | Cenderung konsisten tapi tidak efisien | Kurang cocok untuk ritme UPI yang cepat |
| PCE-SD 150CR (checkweighing + RS-232 + toleransi) | Mendukung alur QC tanpa menambah handling berlebih | Cepat | Membantu konsistensi keputusan via zona toleransi | Lebih siap untuk integrasi pencatatan dan alur QC |
Spesifikasi Teknis
| Parameter | Nilai (PCE-SD 150CR) |
|---|---|
| Weighing range | 150 kg |
| Resolution | 50 g |
| Calibration value | 50 g |
| Minimum load | 1 kg |
| Guide rail diameters | 500 × 580 × 110 mm |
| Guide rail material | Synthetic |
| Guide rail frame | galvanised |
| Diameters of scale | 520 × 620 × 150 mm |
| Platform | Stainless steel in synthetic protection foil |
| Display | LCD display on a 1.5 m cable |
| Taring range | for the whole weighing range |
| Settling time | approx. 3 sec. |
| Calibration class | M III |
| Interface | Serial RS-232 (bi-directional) |
| Operational temperature | -10 °C … +40 °C |
| Power supply | ~230 V 50 Hz 6 VA / = 12 V 1,2 A adapter |
| Protection type | IP 54 |
| Weight of scale | 33 kg |
Tata Cara Pemakaian (5–7 langkah)
Persiapan alat
Pastikan platform bersih dan stabil, jauh dari getaran berlebih.
Penyalaan dan pengecekan awal
Nyalakan unit, tunggu hingga display siap.
Set nol (zero) dan tare
Jika menggunakan keranjang/boks kosong, lakukan tare agar berat bersih terbaca.
Kalibrasi (bila diperlukan sesuai prosedur internal)
Ikuti prosedur kalibrasi yang berlaku di site untuk menjaga konsistensi hasil.
Proses pengukuran
Letakkan boks/keranjang pada platform, tunggu settling time hingga angka stabil, lalu baca hasil.
Pemeriksaan toleransi
Gunakan fungsi toleransi min/OK/max untuk keputusan cepat: lanjut, koreksi, atau pisahkan.
Penyimpanan data
Jika memakai integrasi, kirim data melalui RS-232; jika manual, catat hasil dengan format lot/batch yang konsisten.
Catatan penting:
Untuk area basah/berbuih, tetap jaga kebersihan konektor dan jalur kabel display agar tidak cepat aus.
Minimum load 1 kg berarti beban sangat kecil di bawah itu tidak ditujukan untuk pengujian akurasi sesuai definisi minimum load.
Cara Kerja / Metode Pengukuran
Secara praktis, PCE-SD 150CR membaca gaya tekan (beban) yang diterima platform lalu mengubahnya menjadi nilai massa yang ditampilkan pada LCD. Dalam kerja QC, yang paling terasa bukan “sensor apa”, melainkan bagaimana alat membantu membedakan kondisi:
Angka stabil setelah settling time
Setelah beban diletakkan, alat memerlukan waktu hingga pembacaan stabil (sekitar 3 detik). Ini penting untuk menghindari keputusan dari angka yang masih “mengayun”, terutama ketika boks masih bergerak.Zona toleransi min/OK/max
QC bisa menetapkan batas agar alat membantu menandai apakah berat masuk kategori aman, kurang, atau lebih. Untuk pengepakan ikan, ini membantu mencegah variasi berat antar boks yang berujung komplain atau biaya koreksi.Komunikasi data RS-232 dua arah
Data timbang dapat diteruskan ke pencatatan digital. Dampaknya, variasi input manual (salah tulis, salah lot, salah satuan) dapat ditekan.
Batasan lingkungan (praktis):
Suhu operasional -10 °C sampai +40 °C: gunakan di area sesuai rentang ini.
Proteksi IP54: membantu untuk area berdebu/percikan, namun praktik higiene dan pengeringan tetap perlu agar alat awet.
Kelengkapan Produk
Berdasarkan delivery scope:
1x Checkweighing Scale PCE-SD 150CR (termasuk kalibrasi)
1x adapter
1x instruction manual
Catatan: roller table yang muncul di beberapa gambar tidak termasuk
Manfaat bagi Pengguna
Manfaat nyata yang biasanya terasa di operasi perikanan:
Efisiensi kerja
Keputusan QC lebih cepat dengan toleransi min/OK/max, mengurangi timbang ulang yang tidak perlu.Peningkatan kualitas proses
Variasi berat per boks lebih terkontrol; batch lebih seragam sehingga penanganan downstream lebih rapi.Penghematan biaya koreksi
Mengurangi selisih timbang yang memicu rework, retur, atau koreksi dokumen.Pengurangan kesalahan manusia
Integrasi RS-232 membantu menurunkan risiko salah catat, terutama saat throughput tinggi dan operator berganti shift.
FAQ
Apakah alat ini aman dipakai di area kerja basah seperti penerimaan ikan dengan es?
IP54 membantu untuk percikan dan debu, namun praktik kebersihan dan pengeringan rutin tetap penting agar konektor dan kabel tidak cepat rusak.Apakah bisa dipakai untuk menimbang beban kecil seperti sampel fillet?
Model ini memiliki minimum load 1 kg. Untuk sampel kecil, biasanya lebih cocok memakai timbangan dengan spesifikasi minimum load yang lebih rendah.Apakah alat ini perlu kalibrasi rutin?
Iya, umumnya QC menetapkan jadwal kalibrasi berkala sesuai SOP internal dan intensitas penggunaan, supaya hasil timbang tetap konsisten antar shift dan antar titik timbang.Apakah hasil timbang bisa langsung masuk ke komputer atau sistem pencatatan?
Bisa melalui Serial RS-232 dua arah. Untuk kebutuhan yang lebih luas, tersedia opsi antarmuka tambahan (bergantung konfigurasi yang dipilih).Apakah alat ini cocok untuk alur kerja pengiriman (shipping) selain produksi?
Cocok, karena dirancang untuk area produksi maupun pengiriman, terutama ketika diperlukan konsistensi data timbang dan integrasi ke pencatatan.
Hubungi kami. Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya kontrol berat dan konsistensi penimbangan dalam industri perikanan, mulai dari penerimaan bahan baku, sortasi, hingga pengiriman. Kami berfokus melayani kebutuhan klien bisnis dan aplikasi industri dengan menyediakan instrumen berkualitas, termasuk PCE-SD 150CR dan perangkat pendukung QC lainnya, agar tim Anda dapat mempercepat proses timbang, mengurangi selisih, serta menjaga ketertelusuran data. Jika Anda ingin meningkatkan disiplin penimbangan dan efisiensi kerja di area produksi maupun logistik, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Scale Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Trade Approved Scale PCE-MS PP150-1-60×70-M
Lihat Produk★★★★★ -

Trade Approved Scale PCE-SD 60CR
Lihat Produk★★★★★ -

Trade Approved Scale PCE-MS PC150-1-30×40-M
Lihat Produk★★★★★ -

Trade Approved Scale PCE-SD 30C
Lihat Produk★★★★★ -

Trade Approved Scale PCE-SD 300B
Lihat Produk★★★★★ -

Trade Approved Scale PCE-SD 3000B SST
Lihat Produk★★★★★ -

Trade Approved Scale PCE-SD 1500U SST
Lihat Produk★★★★★ -

Trade Approved Scale PCE-SD 1500
Lihat Produk★★★★★
Referensi
- Aminatuzzuhra, Purwaningsih, R., & Susanto, N. (2016). SIMULASI COLD CHAIN SYSTEM PADA RANTAI DISTRIBUSI IKAN UNTUK MENGUKUR PENINGKATAN MUTU IKAN DI KOTA SEMARANG. Industrial Engineering Online Journal. Retrieved from https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/ieoj/article/view/14053
- Yudiandani, E. S., Mus, S., & Leksono, T. (2015). KORELASI PENURUNAN BOBOT TERHADAP MUTU FILLET IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) ASAP SELAMA PENYIMPANAN PADA SUHU DINGIN (7 ± 2 °C). JOM (Oktober 2015). Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/201028-none.pdf
- Vatria, B. (2022). REVIEW: PENERAPAN SISTIM HAZARD ANALYSIS AND CRITICAL CONTROL POINT (HACCP) SEBAGAI JAMINAN MUTU DAN KEAMANAN PANGAN HASIL PERIKANAN. Manfish Journal, 2(2). Retrieved from https://ejurnal.polnep.ac.id/index.php/manfish/article/download/422/276

























