Di banyak plant HVAC—terutama sistem chilled water dan hot water—angka “kapasitas” sering terdengar meyakinkan, tetapi ketika diminta pembuktian di lapangan, data yang tersedia justru lemah. Building manager melihat tagihan energi naik, engineer menduga setpoint tidak optimal, ESCO butuh baseline yang sahih, sementara di lapangan flow meter permanen tidak tersedia atau akses pemasangan terbatas. Dalam kondisi seperti ini, verifikasi kinerja chiller, boiler, heat exchanger, atau AHU sering berujung pada asumsi: perkiraan debit dari kurva pompa, ΔT dari sensor BMS yang belum tentu tervalidasi, atau data sesaat yang tidak representatif.
Risikonya nyata: keputusan retrofit bisa salah arah, commissioning dinilai “lulus” padahal performa aktual meleset, dan pembagian biaya energi (cost allocation) antar tenant/area menjadi rawan sengketa. Di titik inilah kebutuhan alat ukur energi termal yang cepat dipasang, tidak mengganggu operasi, dan dapat merekam data dengan rapi menjadi semakin penting. PCE-TDS 200+ SR-ICA hadir untuk menjawab kebutuhan itu: mengukur debit dan menghitung energi panas/dingin (heat quantity/BTU) secara clamp-on, tanpa memotong pipa, serta disertai sertifikat kalibrasi ISO.
Deskripsi Singkat PCE-TDS 200+ SR-ICA
PCE-TDS 200+ SR-ICA adalah ultrasonic clamp-on flow meter sekaligus BTU/heat meter portabel. Alat ini mengukur kecepatan aliran, volume flow, total volume, temperatur dua titik (supply–return), lalu menghitung heat output (daya panas/dingin) dan heat quantity (energi termal) berdasarkan ΔT dan debit. Mekanismenya mengandalkan sensor ultrasonik yang ditempel dari luar pipa, sehingga pengukuran dapat dilakukan tanpa intervensi pada sistem perpipaan.
Varian SR-ICA menggunakan sensor tipe SR “on-rail” untuk rentang pipa DN 15…100 (20…108 mm). Sensor terpasang pada rel, membantu penentuan jarak antar transduser, dan dilengkapi magnet agar stabil pada pipa berbahan ferrous. Paket ini menekankan kemudahan instalasi di lapangan, logging internal besar (32 GB), serta sertifikat kalibrasi ISO untuk kebutuhan dokumentasi audit/commissioning.
Fungsi & Kegunaan Produk
Pertanyaan praktisnya: “Bisa dipakai buat apa?” Berikut fungsi utama PCE-TDS 200+ SR-ICA di konteks HVAC, energy management, dan utilitas termal.
Jenis pengukuran yang dilakukan
Pengukuran kecepatan aliran (flow velocity) hingga ±32 m/s dengan resolusi 0,001 m/s.
Pengukuran volume flow dan total volume (dengan banyak pilihan unit metrik/imperial).
Pengukuran temperatur dua kanal memakai thermocouple (khusus seri “200+”), lalu menghitung temperatur diferensial (ΔT).
Perhitungan heat output (W/kW/MW, hingga Btu/h) dan heat quantity (Wh/kWh/MWh, hingga Btu) berdasarkan debit dan ΔT.
Kondisi penggunaan yang cocok
Saat tidak memungkinkan memasang flow meter inline (tidak bisa shutdown, tidak ada by-pass, pipa beroperasi terus).
Saat ingin verifikasi cepat performa sistem: chiller plant, boiler room, heat exchanger, dan loop distribusi.
Saat butuh data terukur untuk audit energi atau commissioning tanpa mengubah instalasi pipa.
Masalah yang diselesaikan (contoh lapangan)
Verifikasi kapasitas pendinginan aktual (ton of refrigeration/energi kWh-termal) pada chilled water loop untuk melihat apakah chiller benar-benar mencapai kapasitas desain.
Menguji efektivitas heat exchanger (misalnya plate heat exchanger di district cooling/heating) dengan memeriksa debit, ΔT, dan energi perpindahan panas.
Mengidentifikasi mismatch balancing: debit cukup tapi ΔT terlalu kecil (indikasi short-circuiting, coil kotor, atau control valve bermasalah).
Membuat baseline sebelum dan sesudah perbaikan (cleaning, retrofit VFD, optimasi setpoint) dengan data logger hingga interval 1 detik–12 jam.
Bidang / Industri Pengguna
HVAC & Building Services
Manajemen Energi Gedung (Energy Management System / EMS)
Building Management System (BMS) & Facility Management
Data Center & Critical Facilities
Industri Manufaktur & Proses (utility panas & pendingin)
District Cooling & District Heating
EPC MEP (Engineering, Procurement, Construction)
Commissioning, Testing & Balancing (TAB)
Energy Audit & Energy Service Company (ESCO)
Rumah Sakit & Fasilitas Kesehatan
Hotel, Mall, dan Gedung Komersial
Kawasan Industri & Industrial Estate
Keunggulan / Highlights
Clamp-on non-intrusif: pengukuran tanpa memotong pipa dan tanpa mengganggu aliran.
Heat meter “langsung jadi” di seri 200+: selain debit, alat menghitung heat output dan heat quantity; termasuk pengukuran temperatur dua kanal.
Sensor SR on-rail untuk DN 15…100: posisi sensor lebih konsisten karena kedua transduser berada pada rel, ada pegangan, dan magnet untuk menempel pada pipa besi.
Installation aid yang menampilkan kualitas sinyal dan indikasi jarak/posisi sensor secara grafis, membantu teknisi menghindari “data bagus tapi salah pasang”.
Data logger besar: memori internal 32 GB hingga 10 juta titik ukur.
Ekspor data untuk pelaporan: data dapat diekspor (misalnya CSV) dan dibuat laporan PDF via software.
Sertifikat kalibrasi ISO: paket SR-ICA menyertakan ISO Calibration Certificate; tersedia juga opsi DAkkS pada seri terkait.
Portabilitas lapangan: baterai internal LiPo, waktu operasi sekitar 10 jam, IP52.
Perbandingan & Posisi Produk
Di banyak proyek, pengukuran energi termal biasanya jatuh pada dua pendekatan: metode konvensional (estimasi) atau pemasangan meter inline permanen. PCE-TDS 200+ SR-ICA menempati posisi “alat verifikasi lapangan” yang menjembatani keduanya—lebih cepat dari pemasangan permanen, tetapi jauh lebih kuat daripada estimasi.
Dibanding metode manual/konvensional
Estimasi dari kurva pompa + diferensial tekanan sering terpengaruh kondisi aktual (fouling, valve position, perubahan sistem) dan tidak selalu representatif.
Data BMS kadang berasal dari sensor yang drift atau pemasangannya tidak ideal; tanpa pembuktian, ΔT bisa menipu.
Pengukuran sesaat tanpa logging sering gagal menangkap variasi beban (pagi–siang–malam).
Dengan clamp-on heat meter portabel, engineer bisa mengukur debit aktual, merekam tren, lalu menghitung energi termal berbasis ΔT supply–return secara langsung.
Posisi dalam kategori alat sejenis
Kategori: portable ultrasonic clamp-on flow & heat meter untuk commissioning, audit energi, troubleshooting, dan verifikasi performa.
Pembeda praktis varian SR: rel sensor membantu konsistensi jarak antar transduser dan mempercepat pemasangan pada pipa DN kecil–menengah (DN 15…100).
Tabel ringkas: metode pengukuran energi termal di lapangan
| Aspek | Estimasi (kurva pompa/BMS) | Meter inline permanen | PCE-TDS 200+ SR-ICA (clamp-on) |
|---|---|---|---|
| Perlu shutdown / potong pipa | Tidak | Sering ya | Tidak |
| Kecepatan implementasi | Cepat | Lambat (instalasi) | Cepat |
| Cocok untuk audit/commissioning | Terbatas | Sangat cocok | Sangat cocok |
| Kesesuaian untuk pengukuran sementara | Ya | Kurang fleksibel | Ya (portabel) |
| Logging & pelaporan | Bergantung sistem | Umumnya ada | Ada (32 GB, ekspor via software) |
Spesifikasi Teknis
Berikut spesifikasi teknis utama untuk PCE-TDS 200+ SR-ICA (handheld + sensor SR on-rail), dirangkum dari dokumen produk.
| Parameter | Nilai / Keterangan |
|---|---|
| Fungsi ukur (seri 200+) | Flow velocity, volume flow, volume, temperatur, heat output, heat quantity |
| Rentang kecepatan aliran | ±32 m/s |
| Resolusi kecepatan | 0,001 m/s |
| Akurasi (DN ≥ 50 mm) | ±1,5% dari nilai terukur untuk v > 0,3 m/s |
| Akurasi (DN < 50 mm) | ±3,5% dari nilai terukur untuk v > 0,3 m/s |
| Repeatability | ±0,5% dari nilai terukur |
| Sensor (SR on-rail) | Untuk DN 15…100 / 20…108 mm |
| Metode pemasangan sensor | Z, V, N, W (tersedia di perangkat; untuk SR juga disebut V/W pada menu sensor tertentu) |
| Media yang didukung | Cairan dengan impurity < 5%; termasuk water, seawater, oil, crude oil, methanol, ethanol, diesel, petrol, petroleum, user-defined |
| Material pipa | CU, FE/steel, VA/stainless, AL, brass, cast iron, nickel, titanium, zinc, acrylic, PE, PP, PVC, nylon, user-defined |
| Temperatur fluida (sensor flow) | -30…160 °C (tabel sensor SR) |
| Input temperatur (thermocouple) | Tipe B/E/J/K/N/R/S/T; resolusi 0,1 °C |
| Unit heat quantity | K, kJ, MJ, Wh, kWh, MWh, Btu, kBtu, MBtu |
| Unit heat output | W, kW, MW, J/h, kJ/h, MJ/h, Btu/h, kBtu/h, MBtu/h |
| Display | 2,8″ LCD |
| Data logger / memori | 32 GB; hingga 10 juta titik ukur |
| Interface | USB (online measurement, baca memori internal, charging) |
| Kelas proteksi | IP52 |
| Catu daya | LiPo 3,7 V 2500 mAh; eksternal USB 5 VDC 500 mA |
| Durasi operasi | Sekitar 10 jam |
| Kondisi operasi/penyimpanan | -20…+65 °C; RH 10…95% non-condensing |
| Dimensi & berat handheld | 165 × 85 × 32 mm; 255 g |
| Sertifikat kalibrasi | Paket SR-ICA termasuk ISO Calibration Certificate |
Tata Cara Pemakaian
Berikut alur ringkas (praktis untuk teknisi commissioning/auditor):
Persiapan lokasi
Pastikan ada straight length yang memadai, akses permukaan pipa bersih, dan identifikasi supply–return (untuk heat meter). Siapkan contact gel.Set parameter pipa & media di alat
Masukkan material pipa, diameter (ID/OD), ketebalan dinding, lining (jika ada), serta jenis media (atau input manual kecepatan rambat suara untuk user-defined).Pasang sensor SR on-rail
Tempelkan rail sensor pada pipa DN 15…100. Gunakan gel kopel pada permukaan sensor untuk memastikan transmisi ultrasonik stabil.Gunakan installation aid untuk validasi sinyal
Amati indikator kualitas sinyal dan verifikasi jarak/posisi sensor agar pembacaan tidak bias akibat pemasangan.Pasang sensor temperatur (khusus PCE-TDS 200+)
Tempelkan dua thermocouple pada pipa supply dan return. Pastikan kontak termal baik dan orientasi kanal benar.Mulai pengukuran dan logging
Baca flow, ΔT, heat output, dan heat quantity. Aktifkan data logger bila perlu dan pilih interval 1 detik hingga 12 jam sesuai tujuan audit.Unduh data & buat laporan
Transfer data melalui USB untuk analisis tabular/grafik, ekspor CSV, atau pembuatan report PDF via software.
Catatan penting lapangan: pengukuran clamp-on sangat sensitif pada kualitas coupling, kebersihan permukaan pipa, dan input parameter pipa yang benar (diameter/ketebalan/lining). Jika data “terlihat stabil” tapi tidak masuk akal, ulangi validasi posisi sensor dan parameter pipa sebelum menyimpulkan masalah sistem.
Cara Kerja / Metode Pengukuran
PCE-TDS 200 menggunakan prinsip transit-time ultrasonic. Dua sensor berperan sebagai pemancar sekaligus penerima ultrasonik dan ditempel di luar pipa pada jarak tertentu. Saat alat mengirim sinyal searah dan berlawanan arah aliran, akan muncul perbedaan waktu tempuh (time-of-flight). Selisih ini dikonversi menjadi kecepatan aliran, lalu menjadi volume flow dan total volume. Karena pemasangan di luar pipa, metode ini tidak mengganggu profil aliran dan tidak memerlukan pembukaan pipa.
Untuk menghitung energi termal (BTU/heat quantity), seri PCE-TDS 200+ menambahkan dua kanal temperatur. Sensor temperatur dipasang di supply dan return; alat memanfaatkan ΔT dan debit terukur untuk menghitung heat output dan heat quantity. Dalam praktik HVAC, inilah parameter yang paling “berbicara”: energi pendinginan/pemanasan aktual yang benar-benar dipindahkan sistem, bukan sekadar listrik yang dikonsumsi peralatan.
Kelengkapan Produk
Kelengkapan tipikal seri PCE-TDS 200+ (termasuk varian dengan sensor SR) mencakup:
Unit utama ultrasonic flow meter (handheld)
Sensor aliran ultrasonik sesuai varian (untuk SR: sensor pada rail)
2 sensor temperatur TF-RA330 (khusus PCE-TDS 200+)
Kabel koneksi 5 m
Cable tie yang dapat dilepas
Adaptor daya
Kabel USB-C
Ultrasonic contact gel
Pita ukur (measuring tape)
Koper plastik
Untuk opsi kalibrasi, sertifikat kalibrasi ISO tercantum sebagai aksesori/opsi seri dan pada paket SR-ICA disertakan.
Manfaat bagi Pengguna
Efisiensi kerja
Pemasangan clamp-on mempercepat pengambilan data tanpa shutdown dan tanpa pekerjaan mekanikal (cut & weld).Peningkatan kualitas keputusan teknis
Data debit + ΔT + energi termal membuat diagnosis lebih presisi: apakah masalah ada di hidraulik (flow), di perpindahan panas (ΔT), atau di kontrol.Penghematan biaya dan risiko proyek
Mengurangi trial-and-error saat retrofit/optimasi, karena baseline dan verifikasi hasil bisa dibuktikan lewat logging.Pengurangan kesalahan dan bias data
Installation aid dan sensor on-rail membantu konsistensi pemasangan; logging internal besar mencegah “kesimpulan dari 5 menit data”.Kesiapan audit dan commissioning
Sertifikat kalibrasi ISO mendukung kebutuhan dokumentasi untuk audit energi, acceptance test, dan laporan kinerja.
FAQ
1) Untuk apa alat ini digunakan?
Untuk mengukur debit aliran cairan dalam pipa secara clamp-on dan, pada versi PCE-TDS 200+, menghitung energi panas/dingin (heat quantity/BTU) dari kombinasi debit dan perbedaan temperatur supply–return.
2) Apakah pengukurannya merusak material atau harus memotong pipa?
Tidak. Sensor dipasang dari luar pipa tanpa memutus aliran dan tanpa intervensi ke dalam pipa, sehingga sifatnya non-intrusif.
3) Bisa digunakan untuk media apa saja?
Untuk cairan dengan impurity kurang dari 5%. Tersedia pilihan media umum (air, seawater, berbagai jenis minyak, alkohol) dan opsi user-defined dengan input manual parameter akustik media.
4) Apakah perlu kalibrasi?
Untuk pekerjaan inspeksi internal, biasanya cukup verifikasi berkala. Namun untuk audit energi, commissioning formal, atau kebutuhan dokumentasi, sertifikat kalibrasi ISO menjadi nilai tambah; seri ini juga menyebut opsi ISO/DAkkS.
5) Siapa yang cocok menggunakan alat ini?
Engineer HVAC/MEP, teknisi commissioning, energy auditor, ESCO, utility/facility manager, dan tim operasi yang membutuhkan pembuktian performa sistem perpipaan panas/dingin dengan pemasangan cepat.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pengukuran energi termal (BTU/heat metering) dalam audit energi, commissioning, dan optimasi sistem HVAC. Kami berfokus melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas tinggi seperti PCE-TDS 200+ SR-ICA beserta perangkat pengukuran lainnya untuk membantu tim teknis Anda memvalidasi debit, ΔT, dan energi panas/dingin secara lebih akurat, menyusun baseline yang kuat, serta mengambil keputusan perbaikan berbasis data. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi pengukuran energi termal pada utilitas dan proses, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Btu Meter Clamp Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

BTU Meter / Clamp on Heat meter PCE-TDS 200+ SML with heat meter
Lihat Produk★★★★★ -

BTU Meter / Clamp on Heat meter PCE-TDS 200+ M-ICA incl. ISO Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

BTU Meter / Clamp on Heat meter PCE-TDS 200+ SML-ICA incl. ISO-Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

BTU Meter / Clamp on Heat meter PCE-TDS 200+ M
Lihat Produk★★★★★ -

BTU Meter / Clamp on Heat meter PCE-TDS 200+ SM-ICA incl. ISO-Calibration Certrificate
Lihat Produk★★★★★ -

BTU Meter / Clamp on Heat meter PCE-TDS 200+ L-ICA incl. ISO Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

BTU Meter / Clamp on Heat meter PCE-TDS 200+ SL-ICA incl. ISO Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

BTU Meter / Clamp on Heat meterPCE-TDS 200+ L
Lihat Produk★★★★★
Referensi
- Laksana, K. A., Aulia, N. F., & Hendrawati, D. (2021). EVALUASI KINERJA AIR-COOLED WATER CHILLER DENGAN KAPASITAS 594 kW. EKSERGI Jurnal Teknik Energi, 17(3), 191–200. Retrieved from: https://jurnal.polines.ac.id/index.php/eksergi/article/view/2982
- Nugraha, I. A. S., & Praswanto, D. H. (2024). Analisa Pengaruh Temperatur Return Water Evaporator Terhadap Kinerja Mesin Chiller Water Cooled. Jurnal Mesin Material Manufaktur dan Energi. Retrieved from: https://ejournal.itn.ac.id/index.php/jmmme/article/view/11518

























