Di banyak fasilitas proses, penurunan ketebalan dinding pipa jarang datang dengan tanda yang dramatis. Pipa stainless pada line CIP, elbow kecil di skid kimia, pipa dosing di WTP/WWTP, tubing utilitas di laboratorium, atau jalur proses di farmasi dan makanan-minuman bisa saja tampak masih rapi dari luar, padahal perlahan menipis akibat korosi, erosi, kavitasi, atau kombinasi fluida agresif dan kecepatan alir.
Begitu kebocoran terjadi, pekerjaan yang semula hanya inspeksi berubah menjadi penghentian operasi, pembersihan area, penggantian komponen, dan evaluasi penyebab kerusakan. Karena itu, kebutuhan utamanya bukan sekadar menemukan kerusakan setelah terjadi, melainkan mengetahui sisa ketebalan dinding lebih dini, sebelum gangguan berubah menjadi downtime yang mahal.
Di sinilah thickness meter ultrasonik menjadi relevan. Nilai praktisnya sederhana: alat ini membantu menjawab berapa sisa tebal dinding komponen sekarang, tanpa harus memotong benda kerja. Pada PCE-TG 300-NO7-ICA, keunggulan itu terasa jelas pada pipa berdinding tipis atau pipa yang cukup melengkung, karena sensor NO7 bawaannya memang ditujukan untuk area seperti itu.
Bagi tim QA/QC, teaching lab, laboratorium pengujian, WTP/WWTP, farmasi, biotek, F&B, dan industri proses, manfaat alat seperti ini tidak berhenti pada kemampuan mengukur ketebalan. Yang lebih penting, hasil pengukuran membantu keputusan perawatan dilakukan lebih dini, tanpa harus menunggu kebocoran atau membongkar seluruh jalur hanya untuk memverifikasi satu area yang dicurigai menipis.
Prinsip ultrasonik yang membuat inspeksi ketebalan lebih masuk akal
PCE-TG 300 bekerja dengan metode ultrasonik non-destruktif. Probe mengirim gelombang suara ke material, lalu alat menghitung ketebalan berdasarkan waktu tempuh pantulan dan kecepatan rambat suara pada material tersebut. Dengan cara ini, pengukuran tidak bergantung pada perkiraan visual, tetapi pada respons akustik dari benda kerja itu sendiri.
Kecepatan suara dapat diatur sesuai material, dan alat mendukung sound velocity calibration, zero calibration, serta two-point calibration. Fleksibilitas ini penting karena fasilitas proses jarang hanya berhadapan dengan satu jenis benda uji. Ada komponen polos, ada yang dicat, ada yang melengkung, ada yang panas, dan ada pula material homogen selain logam.
Platform ini menyediakan dua mode kerja utama. Pulse-Echo digunakan untuk pengukuran umum, kalibrasi, serta deteksi cacat atau rongga. Echo-Echo digunakan ketika lapisan permukaan seperti cat atau coating ingin diabaikan agar yang terbaca adalah ketebalan material dasarnya. Untuk varian NO7-ICA, titik kuatnya tetap berada pada inspeksi area tipis dan melengkung. Untuk kebutuhan pengukuran di balik coating, pengguna perlu mempertimbangkan sensor P5EE yang memang ditujukan untuk fungsi tersebut.
Mengapa varian NO7-ICA terasa lebih spesifik daripada thickness meter umum
Secara platform, PCE-TG 300 adalah thickness meter serbaguna. Namun varian NO7-ICA terasa lebih spesifik karena sejak awal diposisikan untuk pekerjaan inspeksi dinding pipa dengan geometri yang sulit, sambil tetap memberi dukungan dokumentasi yang rapi untuk QA/QC atau verifikasi lapangan.
Yang membuatnya menarik bukan hanya rentang ukur alat utama, tetapi kombinasi unit meter dengan pilihan probe. Sensor NO7 cocok untuk pipa tipis atau melengkung. HT5 ditujukan untuk temperatur tinggi hingga 300 °C. NO2 lebih sesuai untuk material yang meredam atau menyebarkan gelombang seperti plastik tertentu dan cast. P5EE dipakai untuk aplikasi Echo-Echo pada benda berlapis. Artinya, satu bodi alat dapat mengikuti kebutuhan inspeksi yang berkembang, tanpa harus berganti platform.
Isi paket pada varian ini juga lebih terarah. Konfigurasinya berpusat pada sensor NO7, coupling gel, transport case, baterai AA, user manual, dan sertifikat kalibrasi ISO. Susunan seperti ini membuat alat terasa siap dipakai untuk pekerjaan lapangan yang menuntut hasil ukur lebih tertata sejak awal.
Desain, ergonomi, dan kesiapan untuk penggunaan lapangan
PCE-TG 300 hadir dalam format handheld dengan layar di bagian atas, keypad membran di sisi depan, konektor probe di bagian atas, dan kompartemen baterai di belakang. Pada bodi depannya juga tersedia calibration disc internal untuk zero calibration. Tata letak seperti ini memudahkan operator berpindah dari persiapan ke pengukuran tanpa banyak aksesori tambahan.
Dimensinya 185 x 97 x 40 mm dengan bobot 375 g. Ukuran ini cukup ringkas untuk dibawa dalam tas inspeksi, tetapi masih nyaman digenggam saat operator berdiri di dekat line pipa, tangki, atau skid proses. Saat digunakan di lapangan, alat tidak terasa terlalu berat dan tetap cukup stabil untuk pengukuran berulang.
Catu dayanya memakai 4 baterai AA 1,5 V, dengan waktu operasi hingga 100 jam. Tersedia pula standby dan auto power off yang bisa diatur. Untuk inspeksi lapangan, kombinasi ini praktis karena operator tidak harus bergantung pada adaptor atau sumber listrik tetap saat melakukan spot check di area utilitas, ruang pompa, atau jalur produksi yang tersebar.
Rentang kondisi operasi berada pada 0 hingga +50 °C, dengan kelembapan relatif sampai 80% RH non-kondensasi. Untuk penyimpanan, alat dapat berada pada -20 hingga +70 °C. Alat ini ditujukan untuk penggunaan umum di area proses non-eksplosif dan sebaiknya tidak dipakai dengan tangan basah atau pada lingkungan dengan kelembapan ekstrem, medan magnet kuat, media korosif, atau debu berlebih.
IP rating tidak dinyatakan. Untuk area basah atau lingkungan dengan paparan cairan tinggi, pendekatan paling aman adalah memakai pelindung tambahan dan prosedur penanganan yang disiplin.
Antarmuka yang sederhana, tetapi matang untuk kerja inspeksi
Layar alat menggunakan TFT LCD warna 320 x 240 piksel dengan kecerahan yang dapat diatur. Tampilan utamanya menonjolkan angka ketebalan, lalu dilengkapi dengan indikator mode P-E atau E-E, jenis probe, kecepatan suara, status coupling, satuan mm/inch, selisih terhadap nominal thickness, waktu, serta status komunikasi USB dan Bluetooth.
Susunan seperti ini membantu operator memahami konteks pembacaan secara cepat. Angka yang tampil tidak berdiri sendiri; pengguna juga bisa melihat mode kerja dan sensor yang sedang dipakai, sehingga risiko salah interpretasi berkurang.
Keypad memakai ikon universal seperti on/off, enter, panah atas-bawah, zero, soft key F1/F2/F3, dan save. Keuntungan pendekatan ini terasa saat alat digunakan oleh beberapa operator dengan latar belakang berbeda. Bahasa sistem yang tersedia meliputi Inggris, Jerman, Prancis, Spanyol, dan Italia. Walau tidak ada bahasa Indonesia, tata menu dan ikon tetap cukup mudah dipelajari setelah alur dasarnya dipahami.
Dari sisi kenyamanan, alat menyediakan pengaturan brightness, display standby, auto power off, dan penyimpanan pengaturan walaupun baterai dilepas. Fitur Auto-Read atau Auto-Hold tidak disebutkan, tetapi alat melakukan empat pengukuran per detik dan nilai terakhir tetap tampil saat probe diangkat. Dalam pekerjaan lapangan, perilaku seperti ini sudah sangat membantu untuk pembacaan cepat di banyak titik.
Fitur yang paling terasa manfaatnya saat inspeksi rutin
PCE-TG 300-NO7-ICA memiliki beberapa fungsi yang terlihat sederhana di atas kertas, tetapi sangat berguna ketika masuk ke rutinitas inspeksi.
Yang pertama adalah tiga mode tampilan: normal, scan, dan difference. Normal mode menampilkan nilai saat ini. Scan mode menambahkan nilai minimum dan maksimum, sehingga operator bisa menyapu area untuk menangkap titik paling tipis atau paling tebal. Difference mode menampilkan selisih terhadap nominal thickness T0, yang berguna untuk acceptance check berdasarkan target desain atau toleransi internal.
Yang kedua adalah limit setting atas dan bawah. Saat hasil melewati batas, tampilan pembacaan memberi penanda visual yang memudahkan operator mengenali titik yang perlu perhatian lebih. Pada inspeksi banyak titik, fitur kecil seperti ini membantu menjaga konsistensi dan mengurangi salah baca.
Yang ketiga adalah pilihan resolusi 0,1 mm, 0,01 mm, atau 0,001 mm. Di sini pendekatannya perlu realistis. Resolusi tertinggi cocok untuk permukaan yang sangat halus, sedangkan permukaan kasar justru lebih masuk akal diukur dengan resolusi yang lebih rendah.
Yang keempat adalah memori internal yang besar untuk kelas portable meter ini: 100 grup data dengan 100 record per grup. Pengguna dapat memilih grup, menyimpan pembacaan, melihat ulang data di alat, menghapus sebagian atau seluruh grup, lalu mencetak hasil lewat Bluetooth bila printer opsional tersedia. Ini membuat inspeksi spot lebih mudah berkembang menjadi condition monitoring yang rapi.
Kontrol eksternal dan integrasi data untuk workflow audit
Alat ini mendukung komunikasi USB 2.0 mini dan pencetakan via Bluetooth. Dengan software yang sesuai, data dapat dipindahkan ke PC untuk diatur, diformat, dicetak, atau disalin ke dokumen lain. Untuk organisasi yang rutin membuat laporan tren ketebalan, pendekatan ini sudah cukup fungsional.
Alur kerjanya sederhana. Operator mengukur di lapangan, menyimpan hasil per grup, lalu memindahkan data saat diperlukan untuk laporan inspeksi, grafik penipisan, atau lampiran audit. Jika printer Bluetooth digunakan, hasil juga bisa dicetak langsung dari alat, baik per titik maupun per grup.
Format ekspor spesifik seperti Excel atau integrasi langsung ke LIMS tidak disebutkan. Jadi, cara paling aman memahaminya adalah: alat ini mendukung pemindahan dan pengelolaan data ke PC, tetapi tidak diposisikan sebagai sistem integrasi data yang berlebihan.
Spesifikasi teknis lengkap
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Nama produk | PCE-TG 300-NO7-ICA incl. ISO calibration certificate |
| Jenis alat | Thickness meter / condition monitoring thickness meter ultrasonik |
| Sensor bawaan | PCE-TG-NO7 |
| Frekuensi sensor NO7 | 7 MHz |
| Diameter sensor NO7 | 6 mm |
| Rentang ukur sensor NO7 | 0,65–200 mm pada baja |
| Minimum diameter pipa untuk NO7 | 15 x 2 mm |
| Deskripsi sensor NO7 | Untuk pipa berdinding tipis atau sangat melengkung |
| Rentang ukur alat, P-E | 0,65–600 mm pada baja, tergantung sensor |
| Rentang ukur alat, E-E | 2,50–100 mm, dengan sensor PCE-TG 300-P5EE |
| Akurasi | ±0,04 mm untuk ketebalan <10 mm; ±0,4% H untuk ketebalan >10 mm |
| Resolusi | 0,1 mm / 0,01 mm / 0,001 mm |
| Material yang dapat diukur | Logam, plastik, keramik, epoxy resin, kaca, dan material homogen lainnya |
| Mode kerja | Pulse-Echo; Echo-Echo |
| Fungsi mode kerja | P-E untuk fault dan void detection; E-E untuk mengabaikan ketebalan lapisan seperti cat |
| Kalibrasi | Sound velocity calibration, zero calibration, two-point calibration |
| Mode tampilan | Normal, Scan, Difference |
| Kecepatan pembacaan | 4 pengukuran per detik |
| Satuan | mm / inch |
| Transfer data | Bluetooth printing / USB 2.0 |
| Memori | 100 grup data x 100 data set per grup |
| Lama operasi | Hingga 100 jam |
| Catu daya | 4 x baterai AA 1,5 V |
| Display | TFT LCD warna 320 x 240 piksel |
| Kondisi operasi | 0 hingga +50 °C; ≤80% RH non-kondensasi |
| Kondisi penyimpanan | -20 hingga +70 °C; ≤80% RH non-kondensasi |
| Dimensi | 185 x 97 x 40 mm |
| Berat | 375 g |
| Isi paket | Unit PCE-TG 300-NO7-ICA, sensor NO7, coupling gel 100 ml, transport case, 4 baterai AA, user manual, ISO calibration certificate |
| IP rating | Tidak dinyatakan |
Untuk pembaca pemula, angka-angka ini paling mudah dipahami seperti ini: sensor NO7 cocok untuk benda yang relatif tipis hingga menengah, terutama pipa kecil dan bagian melengkung. Akurasi ±0,04 mm pada ketebalan di bawah 10 mm menunjukkan bahwa alat ini memadai untuk pekerjaan yang peka terhadap perubahan kecil, misalnya saat memantau dinding pipa yang hanya beberapa milimeter.
Faktor yang memengaruhi akurasi pengukuran
Akurasi di lapangan tidak hanya ditentukan oleh spesifikasi alat. Hasil juga sangat dipengaruhi oleh pemilihan sensor, kondisi permukaan, jenis material, kualitas coupling, mode kerja, dan disiplin kalibrasi.
Tabel ringkas pemilihan sensor dan contoh aplikasi
| Sensor | Rentang resmi | Karakter utama | Contoh aplikasi |
|---|---|---|---|
| NO7 | 0,65–200 mm pada baja | Untuk pipa tipis atau sangat melengkung | Elbow kecil, sanitary tubing, line utilitas diameter kecil, pipa proses tipis |
| NO5 | 1–600 mm pada baja | Pengukuran umum | Pelat, pipa umum, tangki |
| NO5/90 | 1–600 mm pada baja | Titik sulit dijangkau | Area sudut, belakang flange, titik sempit |
| NO2 | 3–300 mm pada baja; 3–40 mm pada cast steel HT200 | Untuk material yang meredam atau menyebar gelombang | Plastik tertentu, cast/cast steel |
| HT5 | 1–600 mm pada baja | Untuk temperatur tinggi hingga 300 °C | Pipa atau komponen bersuhu tinggi |
| P5EE | P-E 2–600 mm; E-E 2,5–100 mm | Pengukuran umum dan Echo-Echo | Benda kerja berlapis cat/coating, inspeksi ketebalan dasar tanpa terpengaruh lapisan |
Aksesori dan opsi yang relevan
- Sensor NO2, NO5, NO5/90, HT5, dan P5EE
- High-temperature coupling gel
- PC software with USB cable
- Portable Bluetooth printer
- Step calibration block PCE-TG-BLOCK
- Re-calibration service
- ISO calibration certificate untuk material thickness meter
Faktor yang paling sering membuat hasil meleset
- Kalibrasi tidak dilakukan saat alat dinyalakan ulang atau saat probe diganti
- Kecepatan suara material tidak sesuai
- Coupling gel kurang baik atau probe tidak menempel rata
- Sensor tidak cocok dengan geometri benda kerja
- Permukaan terlalu kasar tetapi resolusi dipilih terlalu tinggi
- Pengukuran pada benda berlapis dilakukan dengan mode atau sensor yang tidak tepat
Dua skenario pemakaian yang realistis
Saat pipa dosing di WTP/WWTP mulai dicurigai menipis
Bayangkan sebuah instalasi pengolahan air memiliki line dosing dan line resirkulasi kecil yang melewati area lembap dan sesekali terkena percikan bahan kimia. Secara visual, pipa masih tampak wajar, tetapi teknisi mulai melihat perubahan warna pada beberapa elbow. Dengan PCE-TG 300-NO7-ICA, tim dapat melakukan pengecekan non-destruktif di titik lengkung dan diameter kecil yang sulit dijangkau alat ukur mekanik biasa.
Data tiap titik dapat disimpan per grup, lalu dipindahkan ke PC untuk dibandingkan antarperiode inspeksi. Hasilnya bukan sekadar kesan bahwa pipa terasa tipis, melainkan peta ketebalan yang bisa dipakai untuk menentukan apakah perlu pemantauan lebih rapat, penggantian elbow, atau shutdown lokal.
Saat sanitary tubing di pabrik F&B atau farmasi perlu diperiksa tanpa merusak jalur
Pada pabrik dairy, minuman, atau farmasi, banyak line proses memakai tubing stainless yang relatif tipis dan melengkung, terutama di area sambungan dan elbow. Pemotongan sampel jelas tidak ideal karena berdampak pada kebersihan, validasi, dan waktu henti.
Dalam skenario seperti ini, sensor NO7 terasa masuk akal karena memang dirancang untuk pipa tipis dan strongly curved. Operator dapat melakukan zero calibration, memilih sensor, menyetel parameter, lalu memeriksa titik-titik yang dicurigai menipis akibat siklus CIP, aliran fluida, atau pembersihan mekanis. Difference mode juga berguna bila pabrik memiliki nominal thickness acuan internal untuk acceptance check.
Panduan penggunaan langkah demi langkah untuk inspeksi pipa tipis
- Pastikan area aman dan material yang akan diukur masih berada dalam batas kerja alat. Hindari area atmosfer eksplosif, permukaan terlalu basah, atau kondisi lingkungan di luar spesifikasi.
- Pasang 4 baterai AA, nyalakan alat, lalu samakan pengaturan dasar seperti satuan, waktu, brightness, standby, dan auto power off.
- Sambungkan probe NO7, lalu pilih sensor yang benar dari daftar sensor di alat sampai nama sensor tampil pada layar utama.
- Lakukan zero point calibration pada calibration disc internal. Oleskan coupling gel ke disc, tekan probe rata sampai progress bar penuh, lalu angkat probe.
- Pilih mode kerja. Untuk pipa polos tanpa coating, gunakan Pulse-Echo. Untuk objek berlapis yang ingin dibaca ketebalan material dasarnya, pertimbangkan konfigurasi Echo-Echo dengan sensor yang memang sesuai.
- Jika materialnya spesifik dan kecepatan rambat suaranya diketahui, lakukan sound velocity calibration atau gunakan kalibrasi satu titik atau dua titik dengan spesimen acuan.
- Oleskan coupling gel ke titik ukur, lalu tekan probe NO7 secara rata pada pipa atau elbow. Tunggu sampai coupling status dan angka ketebalan stabil.
- Bila inspeksi mencakup beberapa titik kritis, aktifkan Scan Mode untuk melihat nilai minimum dan maksimum, atau Difference Mode untuk membandingkan terhadap nominal thickness.
- Simpan setiap pembacaan ke grup data yang sudah disiapkan agar trend review lebih mudah dilakukan.
- Setelah pekerjaan selesai, data dapat ditinjau di alat, dicetak via printer Bluetooth opsional, atau dikelola di PC melalui software opsional dan koneksi USB 2.0.
Kesimpulan dan rekomendasi
PCE-TG 300-NO7-ICA paling masuk akal dipilih ketika kebutuhan berpusat pada inspeksi pipa berdinding tipis atau pipa yang cukup melengkung, sambil tetap menginginkan platform alat yang dapat dikembangkan dengan probe lain di kemudian hari. Kekuatan nyatanya ada pada sensor NO7 bawaan, memori besar, mode tampilan yang berguna di lapangan, opsi transfer data ke PC, dan paket yang sudah menyertakan sertifikat kalibrasi ISO.
Alat ini relevan untuk:
- laboratorium QA/QC dan teaching lab yang mempraktikkan NDT ketebalan
- WTP/WWTP yang perlu memantau line kecil, elbow, dan utilitas proses
- farmasi, biotek, dan F&B yang banyak memakai tubing stainless tipis
- industri proses dan kimia yang ingin memeriksa penipisan tanpa memotong material
Jika kebutuhan utamanya adalah pengukuran di balik coating pada banyak komponen atau inspeksi temperatur tinggi, platform PCE-TG 300 tetap relevan, tetapi sensor bawaannya mungkin perlu dilengkapi dengan P5EE atau HT5. Karena itu, keputusan pembelian terbaik biasanya terletak pada kombinasi bodi meter dan probe yang benar-benar sesuai dengan geometri, material, dan kondisi lapangan.
FAQ singkat
Apakah PCE-TG 300-NO7-ICA bisa mengukur pipa kecil yang melengkung?
Ya. Sensor NO7 memang dirancang untuk pipa berdinding tipis atau sangat melengkung, dengan minimum diameter pipa 15 x 2 mm.
Apakah alat ini bisa mengukur ketebalan di balik cat?
Bisa pada platform PCE-TG 300, tetapi untuk fungsi Echo-Echo pada benda berlapis perlu mempertimbangkan sensor P5EE.
Berapa lama alat bisa dipakai dengan baterai?
Hingga 100 jam dengan 4 baterai AA 1,5 V.
Apakah data bisa dipindahkan ke komputer?
Ya, melalui USB 2.0 mini dengan software opsional.
Apakah alat ini punya IP rating tertentu?
IP rating tidak dinyatakan.
Apakah paket NO7-ICA sama dengan paket PCE-TG 300 generik?
Tidak sepenuhnya sama, karena varian ini dikonfigurasi khusus dengan sensor NO7 dan sertifikat kalibrasi ISO.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya thickness meter ultrasonik dalam mendukung inspeksi non-destruktif, pemantauan penipisan dinding, dan verifikasi kondisi pipa maupun tangki di lingkungan riset serta industri proses. Kami berfokus melayani kebutuhan bisnis dan aplikasi industri dengan menyediakan instrumen berkualitas seperti PCE-TG 300-NO7-ICA dan perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda meningkatkan keandalan inspeksi, memperkuat dokumentasi QA/QC, dan mendukung keputusan maintenance yang lebih presisi. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi pemantauan ketebalan material di fasilitas Anda, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan konfigurasi alat dan sensor yang paling tepat.
Rekomendasi Thickness Gauge Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Ultrasonic Thickness Gauge PCE-TG 300-P5EE
Lihat Produk★★★★★ -

Ultrasonic Thickness Gauge PCE-TG 300-NO2
Lihat Produk★★★★★ -

Ultrasonic Thickness Gauges PCE-UFD 50
Lihat Produk★★★★★ -

Ultrasonic Thickness Gauge PCE-TG 300-NO7-ICA incl. ISO calibration certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Ultrasonic Thickness Gauge PCE-TG 300-NO7
Lihat Produk★★★★★ -

Ultrasonic Thickness Gauges PCE-TG 75A
Lihat Produk★★★★★ -

Ultrasonic Thickness Gauge PCE-FD 20
Lihat Produk★★★★★ -

Ultrasonic Thickness Gauges PCE-TG 150 F2.5
Lihat Produk★★★★★
Referensi
- Dampang, S., Burhan, N., & Ramayanti, C. (2019). PIPE CONDITION ANALYSIS USING ULTRASONIC TESTING TO PREDICT THE REMAINING SERVICE LIVE (RSL) OF THE PETROLEUM DISTRIBUTION PIPELINE. Konversi, 8(2), 82–87. Retrieved from https://ppjp.ulm.ac.id/journal/index.php/konversi/article/download/7173/5799
- Pratama, A. Z., Pattikayhattu, E. B., & Effendy, E. (2024). ANALISIS PERUBAHAN KETEBALAN PIPA AKIBAT PENGARUH KOROSI DAN SISA UMUR PAKAI PIPA DI PLTD NAMLEA KABUPATEN BURU. Journal Mechanical Engineering (JME), 2(1). Retrieved from https://www.ejournal-polnam.ac.id/index.php/JME/article/download/2719/1222
- Away, H., Effendy, E., & Lilipaly, E. R. A. P. (2024). ANALISIS KETEBALAN DAN SISA UMUR PAKAI PADA PIPA PENYALUR AIR RADIATOR MENUJU KE ENGINE DI PLTMG AMBON PEAKER 30 MW. Journal Mechanical Engineering (JME), 2(1). Retrieved from https://ejournal-polnam.ac.id/index.php/JME/article/download/2722/1224

























