Di banyak lini produksi, warna bukan sekadar urusan tampilan. Pada hasil printing, panel cat, komponen plastik, tekstil, dan berbagai permukaan finishing, sedikit pergeseran rona dapat membuat satu batch tampak tidak seragam. Masalahnya, inspeksi visual sering bergantung pada pencahayaan ruangan, sudut pandang, pengalaman operator, serta kualitas acuan warna yang dipakai saat pemeriksaan. Dalam studi pengendalian kualitas proses printing garmen di Indonesia, defect proses printing masih menjadi isu nyata yang perlu dikendalikan secara sistematis. Di sisi lain, kajian pengukuran warna tekstil di Indonesia menunjukkan pentingnya data warna numerik agar hasil warna dapat dijadikan rujukan desain dan produksi, bukan sekadar penilaian subjektif.
Jika kondisi ini dibiarkan, dampaknya biasanya merembet ke banyak sisi: rework, pemborosan material, penolakan lot, komplain pelanggan, sampai tertundanya pelepasan barang. Karena itu, QC warna membutuhkan alat ukur yang mampu mengubah permukaan menjadi angka yang konsisten, membandingkan sampel dengan referensi, dan memberi keputusan cepat di titik inspeksi. PCE-XXM 30-ICA hadir untuk kebutuhan seperti ini: colorimeter portabel untuk pengukuran warna permukaan, dengan pembacaan cepat, fungsi Pass/Fail, serta koneksi aplikasi untuk pengaturan parameter dan kalibrasi.
Deskripsi Singkat PCE-XXM 30-ICA
PCE-XXM 30-ICA adalah colorimeter portabel yang dirancang untuk pengukuran warna permukaan. Instrumen ini menggunakan geometri D/8-SCI, memiliki aperture Ø8 mm, rentang panjang gelombang 400 … 700 nm, dan waktu ukur di bawah 1 detik. Ruang warna yang tersedia mencakup CIE-LAB, CIE-LCh, HunterLab, CIE-Luv, Yxy, XYZ, dan RGB. Untuk analisis beda warna, alat ini mendukung perhitungan ΔEab, ΔEcmc, ΔE94, dan ΔE00.
Dalam pekerjaan lapangan, fungsi utamanya adalah membandingkan warna sampel terhadap warna acuan secara objektif. Dengan pendekatan ini, teknisi tidak perlu lagi sepenuhnya bergantung pada penilaian visual yang mudah berubah. Setelah referensi diukur, sampel berikutnya bisa langsung dibandingkan, dan hasilnya dapat ditampilkan sebagai selisih warna maupun status Pass/Fail sesuai toleransi yang ditentukan.
Nilai praktis alat ini ada pada kombinasi beberapa hal yang memang dibutuhkan profesional: bodi ringkas, baterai sekitar 10.000 pengukuran per pengisian, pengisian ulang via USB-C, antarmuka Bluetooth, serta aplikasi Android untuk sinkronisasi parameter, kalibrasi, dan pembacaan hasil. Pada varian ICA, paket pengiriman juga sudah mencakup ISO Calibration Certificate.
Fungsi & Kegunaan Produk
Fungsi utama alat
Secara umum, PCE-XXM 30-ICA berfungsi untuk mengukur warna permukaan dan menerjemahkannya ke parameter numerik yang bisa dipakai dalam QC, approval sampel, atau pemeriksaan akhir. Selain pembacaan warna biasa, alat ini juga dapat menghitung beda warna terhadap referensi dan menampilkan keputusan lulus atau tidak berdasarkan batas toleransi yang sudah disetel.
Kegunaan spesifik di lapangan
Dalam praktik kerja, alat ini relevan untuk kebutuhan seperti berikut:
memeriksa apakah hasil printing masih sesuai dengan master warna
membandingkan hasil coating, paint finish, atau panel berwarna dengan panel referensi
melakukan spot check saat setup awal proses
memverifikasi konsistensi warna antarbatch
membantu incoming inspection untuk komponen yang sensitif terhadap perbedaan warna
membantu final inspection sebelum barang dilepas ke pelanggan
Karena alat ini membaca warna permukaan secara cepat dan numerik, pengguna bisa beralih dari diskusi “terlihat mirip” menjadi keputusan yang lebih terukur.
Skenario sebelum / saat / sesudah pekerjaan
Sebelum pekerjaan dimulai, teknisi atau QC dapat menetapkan warna referensi lebih dulu. Tahap ini penting saat perusahaan memiliki master sample, swatch, panel acuan, atau hasil cetak yang sudah disetujui. Pada tahap ini pula parameter pengukuran, ruang warna, sumber cahaya, dan toleransi bisa diatur melalui aplikasi Android.
Saat proses berjalan, alat dipakai untuk spot check cepat di area produksi. Operator tinggal menempelkan alat ke permukaan sampel, menjalankan pembacaan, lalu membandingkan hasilnya dengan referensi. Untuk pekerjaan yang menuntut keputusan cepat, mode Pass/Fail sangat membantu karena hasil langsung ditandai sebagai sesuai atau di luar batas.
Sesudah pekerjaan selesai, alat tetap berguna untuk verifikasi akhir dan pencatatan hasil. Nilai yang tersimpan dapat dibaca melalui aplikasi, sehingga teknisi masih dapat meninjau ulang pembacaan ketika diperlukan untuk evaluasi internal atau persetujuan release.
Mode kerja / metode pengukuran yang relevan
PCE-XXM 30-ICA pada dasarnya nyaman dipakai dalam tiga pola kerja:
pengukuran warna normal, untuk membaca parameter warna permukaan
pengukuran beda warna, untuk membandingkan sampel terhadap referensi
Pass/Fail, untuk keputusan cepat berdasarkan toleransi yang sudah diatur
Selain itu, ada pendekatan kerja berbantuan aplikasi, di mana pengukuran dapat dilihat langsung di perangkat Android dan parameter alat dapat disinkronkan melalui Bluetooth.
Bidang / Industri Pengguna
Karena dirancang untuk pengukuran warna permukaan dan pembandingan referensi-sampel, alat ini relevan untuk pengguna berikut:
industri printing dan percetakan, sebagai alat verifikasi warna hasil cetak
industri cat dan coating, sebagai alat pemeriksaan kesesuaian warna permukaan
otomotif dan body repair, sebagai alat cek warna panel atau hasil spray
tekstil dan produk fashion, sebagai alat kontrol konsistensi warna permukaan kain atau material
plastik dan molded parts, sebagai alat inspeksi warna komponen jadi
QC incoming dan final inspection, sebagai alat pembanding warna terhadap standar internal
laboratorium aplikasi warna dan pengembangan produk, sebagai alat evaluasi warna sampel uji
Contoh penggunaan di print shop dan industri otomotif memang disebutkan secara eksplisit pada deskripsi produk, sementara bidang lain merupakan perpanjangan yang logis dari fungsi utamanya sebagai colorimeter permukaan.
Keunggulan / Highlights
Dari sudut pandang operasional, kelebihan PCE-XXM 30-ICA bukan sekadar pada banyaknya parameter warna, melainkan pada bagaimana fitur-fitur itu membantu kerja lapangan menjadi lebih tertib.
membantu teknisi mempercepat pemeriksaan karena waktu ukur kurang dari 1 detik
meminimalkan risiko keputusan subjektif karena pembacaan berbasis angka, bukan kesan visual
mempercepat persiapan kerja saat referensi dan toleransi sudah diset, terutama dengan mode Pass/Fail
membantu QC bergerak lebih ringan di area produksi karena bobot alat hanya 87 g
mengurangi jeda antarinspeksi berkat baterai sekitar 10.000 pengukuran dan pengisian ulang USB-C
memudahkan penyesuaian parameter melalui aplikasi Android dan Bluetooth
membantu perusahaan yang memerlukan dokumen kalibrasi sejak awal pengadaan melalui varian ICA
Highlight resmi produk juga menegaskan adanya USB-C, baterai sekitar 10.000 pengukuran, Pass/Fail, aperture Ø8 mm, Bluetooth dengan aplikasi gratis, berbagai sumber cahaya yang dapat diatur, serta ISO Calibration Certificate pada varian ICA.
Perbandingan / Posisi Produk
Tabel berikut membantu memosisikan PCE-XXM 30-ICA secara kategori, bukan sebagai perbandingan merek.
| Metode | Dampak ke material | Kecepatan | Repeatability | Kesesuaian commissioning |
|---|---|---|---|---|
| Inspeksi visual/manual | Non-destruktif | Sedang hingga lambat | Sangat bergantung operator dan pencahayaan | Cukup untuk screening awal, kurang kuat sebagai bukti objektif |
| Meter portabel sekelas tanpa Pass/Fail dan tanpa pengaturan aplikasi | Non-destruktif | Cepat | Umumnya lebih baik dari visual, tetapi keputusan toleransi lebih manual | Cukup, namun setup dan pembandingan biasanya lebih lambat |
| Trial rework atau penyesuaian ulang sampai warna dianggap mirip | Berpotensi menambah pemakaian material, waktu, dan sampel | Lambat | Tidak konsisten | Kurang sesuai |
| PCE-XXM 30-ICA | Non-destruktif | <1 s | ΔE*ab < 0.1 | Baik untuk verifikasi cepat saat referensi dan toleransi sudah ditetapkan |
Posisi PCE-XXM 30-ICA kuat pada pekerjaan yang memerlukan pembacaan numerik, keputusan cepat di titik inspeksi, dan repeatability yang jelas. Itu sebabnya alat seperti ini lebih masuk akal dipakai untuk QC warna dibanding hanya mengandalkan mata operator atau trial berulang.
Spesifikasi Teknis
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Measuring geometry and angle | D/8-SCI |
| Calibration | Automatic |
| Colour spaces | CIE-LAB, CIE-LCh, HunterLab, CIE-Luv, Yxy, XYZ, RGB |
| Formulas for colour difference | ΔEab, ΔEcmc, ΔE94, ΔE00 |
| WI | ASTM E313-00, ASTM E313-73, CIE/ISO, AATCC, Hunter, Taube Berger Stensby |
| YI | ASTM D1925, ASTM E313-00, ASTM E313-73 |
| Blackness | My, dM |
| Colour shade | ASTM E313-00 |
| Colour density | CMYK (A, T, E, M), Milm, Munsell, opacity, dye strength, colour strength |
| Light source type | LED (full and visible wavelength range) |
| Light source | A, B, C, D50, D55, D65, D75, F1 … F12, CWF, U30, DLF, NBF, TL83, TL84, U35 |
| Measuring angle | 2°, 10° |
| Repeatability | ΔE*ab < 0.1 |
| Difference with two different colour meters (IIA) | ΔE*00 < 0.4 |
| Accuracy refers to average measurement of | 12 BCRA Series II references |
| Measuring aperture | Ø8 mm |
| Wavelength interval | 10 mm |
| Wavelength | 400 … 700 nm |
| Memory | 10 measured values, redundant |
| Measuring time | <1 s |
| Display | LC display, 135 x 240 p, 1.14″ |
| Interfaces | Bluetooth, USB-C |
| Power supply | 5 V DC, 1 A |
| Battery life | approx. 10,000 measurements |
| Environmental conditions | 5 … 45 °C, <90 RH, non-condensing |
| Dimensions | Ø35 x 130 mm / Ø1.37 x 5.11″ |
| Weight | 87 g / 3 oz |
Tata Cara Pemakaian
Berikut versi ringkas yang praktis untuk penggunaan harian di lapangan:
Pastikan permukaan sampel bersih, kering, dan area ukurnya cukup untuk menutup aperture Ø8 mm.
Nyalakan alat melalui tombol di bagian atas.
Jika perlu mengatur parameter, toleransi, bahasa, atau sinkronisasi, hubungkan alat ke aplikasi PCE-XXM 30 di perangkat Android melalui Bluetooth.
Lakukan kalibrasi bila diperlukan melalui menu aplikasi: white calibration menggunakan white reference, lalu black calibration dengan alat dipegang sekitar 1 meter di udara.
Tempelkan alat pada permukaan sampel hingga aperture tertutup penuh, lalu tekan tombol ukur.
Baca hasil pada layar. Untuk pembandingan warna, ukur referensi lebih dulu, lalu ukur sampel untuk melihat selisih atau status Pass/Fail.
Tinjau riwayat hasil melalui aplikasi bila dibutuhkan, kemudian matikan alat dengan menekan tombol beberapa detik.
Catatan penting: koneksi dilakukan melalui aplikasi, bukan dari menu Bluetooth bawaan ponsel. Untuk pengaturan dan fitur lengkap, perangkat Android diperlukan.
Cara Kerja / Metode Pengukuran
Prinsip kerjanya praktis: permukaan disinari oleh sumber cahaya LED pada rentang tampak 400 … 700 nm, lalu alat membaca respons optik permukaan tersebut dan mengubahnya menjadi data warna numerik. Hasil pembacaan bisa ditampilkan dalam beberapa ruang warna, termasuk CIE-LAB, CIE-LCh, HunterLab, CIE-Luv, Yxy, XYZ, dan RGB. Untuk kebutuhan evaluasi beda warna, alat menghitung parameter ΔE dalam beberapa formula yang umum dipakai di lingkungan QC.
Saat dipakai untuk pembandingan, alur kerjanya sederhana. Pengguna terlebih dahulu membuat pengukuran referensi. Setelah itu, sampel diuji dan alat menghitung selisihnya terhadap referensi tadi. Jika toleransi sudah ditetapkan, alat dapat memberi keputusan Pass/Fail. Tampilan hijau menandakan hasil masih dalam batas, sedangkan tampilan merah menunjukkan sampel berada di luar toleransi. Pendekatan ini sangat membantu ketika QC harus bergerak cepat tanpa kehilangan konsistensi keputusan.
Ada beberapa batas praktis yang perlu diperhatikan. Pertama, karena aperture pengukuran berukuran Ø8 mm, area sampel harus cukup untuk menutup bukaan ukur secara penuh. Kedua, alat ini ditujukan untuk pengukuran warna permukaan, sehingga kondisi permukaan dan kontak alat ke objek memengaruhi kualitas pembacaan. Ketiga, pengoperasian sebaiknya tetap berada dalam kondisi lingkungan 5 … 45 °C dengan kelembapan relatif di bawah 90% RH non-condensing. Terakhir, pengaturan parameter dan sinkronisasi bergantung pada aplikasi Android yang terhubung via Bluetooth.
Kelengkapan Produk
Paket PCE-XXM 30-ICA mencakup:
1 x unit utama PCE-XXM 30-ICA
1 x white reference
1 x USB-C cable
1 x instruction manual
1 x ISO Calibration Certificate
Manfaat bagi Pengguna
Secara praktis, manfaat yang paling terasa bagi pengguna profesional antara lain:
efisiensi kerja karena pembacaan per titik berlangsung sangat cepat
peningkatan kualitas karena perbandingan warna dilakukan terhadap referensi numerik
penghematan biaya melalui berkurangnya trial berulang, rework, dan diskusi subjektif
pengurangan kesalahan karena keputusan berbasis toleransi, bukan semata persepsi visual
alur inspeksi lapangan yang lebih ringan berkat ukuran ringkas, bobot rendah, dan baterai tahan lama
kemudahan dokumentasi operasional karena hasil bisa ditinjau melalui aplikasi
Pada pekerjaan QC warna, manfaat seperti ini biasanya terasa bukan pada satu pengukuran, tetapi pada konsistensi keputusan sepanjang satu shift atau satu batch produksi.
FAQ
Apakah alat ini bisa dipakai untuk membandingkan warna terhadap standar?
Ya. PCE-XXM 30-ICA mendukung pengukuran referensi lalu pembandingan ke sampel, termasuk perhitungan beda warna dan mode Pass/Fail berdasarkan toleransi yang diatur.
Apakah semua fitur bisa dijalankan langsung dari alat tanpa smartphone?
Pengukuran dasar dapat dilakukan langsung dari alat, tetapi pengaturan parameter, sinkronisasi, kalibrasi, dan penggunaan fitur aplikasi memerlukan perangkat Android dengan Bluetooth. Koneksi juga dilakukan lewat aplikasi, bukan dari pengaturan Bluetooth bawaan ponsel.
Apakah alat ini cocok untuk area ukur yang kecil?
Cocok selama area sampel dapat menutup aperture Ø8 mm secara penuh. Bila area terlalu kecil atau tidak menutup bukaan ukur dengan baik, hasil inspeksi akan kurang representatif.
Apakah hasil bisa langsung menunjukkan lulus atau tidak?
Bisa. Setelah toleransi ditetapkan, alat dapat menampilkan status Pass atau Fail. Indikasi visualnya juga jelas: hijau untuk sesuai dan merah untuk di luar batas.
Apakah perlu kalibrasi rutin?
Untuk menjaga konsistensi pembacaan, kalibrasi tetap penting mengikuti SOP mutu perusahaan. Alat ini mendukung proses white calibration dan black calibration melalui aplikasi, dan paket ICA sudah menyertakan ISO Calibration Certificate saat pembelian.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium serta instrumen inspeksi industri, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pengukuran warna yang objektif dalam menjaga konsistensi hasil produksi. Untuk kebutuhan QC printing, coating, tekstil, plastik, maupun pengembangan produk, instrumen seperti PCE-XXM 30-ICA dapat membantu perusahaan Anda mengurangi keputusan yang terlalu bergantung pada visual, merapikan alur verifikasi warna, dan meningkatkan konsistensi hasil inspeksi di lapangan. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi pemeriksaan warna permukaan di proses produksi atau quality control, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Colorimeter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Surface Testing – Colorimeter PCE-CSM 8
Lihat Produk★★★★★ -

Surface Testing – Colorimeter PCE-CSM 4
Lihat Produk★★★★★ -

Surface Testing Colorimeter PCE-CSM 7-ICA incl. ISO-Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Surface Testing Colorimeter PCE-CSM 3-ICA incl. ISO-Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Surface Testing – Colorimeter PCE-CSM 7
Lihat Produk★★★★★ -

Surface Testing – Colorimeter PCE-CSM 3
Lihat Produk★★★★★ -

Surface Testing Colorimeter PCE-CSM 6-ICA incl. ISO-Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Surface Testing Colorimeter PCE-CSM 2-ICA incl. ISO-Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★
Referensi
- Sidi, N. C., Praseptiangga, D., & Anam, C. (2018). NILAI PERUBAHAN WARNA PADA EMULSI KUNYIT (Curcuma longa L.) DENGAN PENAMBAHAN KARAGENAN. Jurnal Teknologi Pangan, 2(3), 89–96. Retrieved from https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/tekpangan/article/download/20271/24944
- Fitria, D., & Kurniawan, A. (2019). PENGUKURAN WARNA PADA PRODUK CETAK MENGGUNAKAN SISTEM CIE L*a*b* UNTUK KONTROL KUALITAS. Jurnal Teknologi Grafika, 13(1), 12–18. Retrieved from https://journal.pnm.ac.id/index.php/grafika/article/download/210/162
- Putra, R., & Yulkifli. (2018). STUDI AWAL RANCANG BANGUN COLORIMETER SEBAGAI PENDETEKSI PEWARNA MAKANAN MENGGUNAKAN SENSOR PHOTODIODA. Jurnal Fisika Unand, 7(3), 202–208. Retrieved from https://ejournal.unp.ac.id/students/index.php/fis/article/download/4648/2602
- Hasbullah, U. H., & Umiyati, R. (2017). PERBANDINGAN WARNA TEPUNG SUWEG FASE DORMAN DAN VEGETATIF SECARA INSTRUMENTAL DAN SENSORIS. Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 1(1), 1–8. Retrieved from https://jurnal.umk.ac.id/index.php/agrisaintifika/article/download/1548/1051

























