Mengapa Rasa Manis Bukan Ukuran Kadar Gula?
Sweetness adalah persepsi sensorik. Kadar gula adalah komposisi kimia. Keduanya berkaitan, tetapi tidak identik.
Ketika sukrosa dilarutkan ke air pada konsentrasi semakin tinggi, minuman umumnya terasa semakin manis. Namun makanan nyata bukan larutan sukrosa murni. Di dalam produk bisa terdapat:
- glucose;
- fructose;
- sucrose;
- maltose;
- lactose;
- steviol glycosides;
- sucralose;
- acesulfame-K;
- citric acid;
- flavor compounds;
- salt;
- protein;
- fat;
- pulp dan soluble solids lain.
Masing-masing komponen dapat memengaruhi persepsi rasa. Akibatnya, manusia tidak dapat menentukan kadar gula hanya berdasarkan seberapa manis produk terasa.
| Pertanyaan | Metode yang sesuai |
|---|---|
| Apakah produk terasa cukup manis? | Sensory evaluation |
| Apakah Brix batch sesuai target? | Refractometer |
| Berapa glucose secara spesifik? | Metode analitik spesifik, misalnya enzymatic/HPLC sesuai kebutuhan |
| Berapa total sugar untuk nutrition analysis? | Metode laboratorium tervalidasi |
| Apakah formula baru sama manis dengan formula lama? | Sensory comparison, bukan Brix saja |
Apakah Semua Jenis Gula Sama Manis?
Tidak. Sucrose biasanya digunakan sebagai reference sweetness dengan nilai relatif 100. Jenis carbohydrate lain dapat mempunyai sweetening potency yang lebih rendah atau lebih tinggi.
Scientific review mengenai sweetness measurement menunjukkan rentang relative sweetness yang cukup lebar. Fructose dapat mempunyai sweetness sekitar 80 sampai 180 relatif terhadap sucrose 100, sedangkan glucose berada sekitar 50 sampai 75. Maltose dan lactose lebih rendah lagi. Nilai tersebut berubah menurut konsentrasi, temperatur, matrix, serta metode sensory yang digunakan.
Artinya, 10 gram fructose dan 10 gram glucose tidak harus terasa sama manis.
Contoh Formulasi Sederhana
Jika suatu minuman ingin mencapai target sweetness tertentu, formulasi yang menggunakan glucose mungkin membutuhkan massa carbohydrate lebih besar dibandingkan formulasi yang menggunakan sweetener dengan sweetening potency lebih tinggi.
Karena itu, “gram gula” dan “intensitas rasa manis” bukan skala yang selalu bergerak satu banding satu.
Pemanis Intensitas Tinggi Memisahkan Sweetness dari Kadar Gula
Hubungan rasa manis dan kadar gula menjadi semakin jelas berbeda ketika produk menggunakan high-intensity sweetener.
Steviol glycosides, sucralose, aspartame, saccharin, dan acesulfame-K dapat menghasilkan sweetness pada jumlah yang jauh lebih kecil daripada sucrose. Karena kontribusi massanya kecil, produk dapat mempertahankan persepsi manis sambil menurunkan jumlah gula yang ditambahkan.
Namun mengganti gula tidak sesederhana menukar sweetness.
Sucrose juga memberikan:
- body;
- viscosity;
- mouthfeel;
- bulk;
- soluble solids;
- browning pada beberapa proses;
- freezing point depression;
- water activity effect;
- flavor balance.
Karena itu, produk rendah gula sering membutuhkan ingredient lain untuk memulihkan mouthfeel atau struktur. Studi IPB pada teh siap minum menggunakan stevia bersama maltodextrin dan xanthan gum, bukan hanya menghilangkan sukrosa lalu menambahkan satu tetes sweetener.
Mengapa Asam Bisa Membuat Gula yang Sama Terasa Kurang Manis?
Sweet dan sour mempunyai interaksi sensorik yang kuat.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Chemical Senses pada 2023 menunjukkan citric acid menekan sweetness sucrose. Penelitian menggunakan split-tongue gustometer dan melibatkan dua eksperimen dengan total lebih dari 100 peserta. Sweetness rating sucrose menjadi lebih rendah ketika citric acid hadir.
Penelitian lain dalam npj Science of Food juga menunjukkan bahwa citric acid meningkatkan threshold detection sucrose. Dalam kondisi yang diuji, absolute threshold sucrose naik dari sekitar 0,424% tanpa citric acid menjadi sekitar 0,624% pada konsentrasi citric acid tertentu.
Artinya, dua minuman yang memiliki sucrose sama dapat terasa berbeda jika satu minuman lebih asam.
Contoh pada Lemonade
Minuman A dan B sama-sama mengandung 8% sucrose.
Minuman A mempunyai acidity rendah. Minuman B mengandung lebih banyak citric acid. Minuman B dapat terasa kurang manis walaupun kadar sukrosanya sama.
Jika formulator hanya menambah gula sampai keduanya “terasa sama”, produk B akhirnya dapat mempunyai kadar gula lebih tinggi.
Aroma Juga Bisa Membuat Produk Terasa Lebih Manis
Manusia tidak merasakan makanan menggunakan lidah saja. Aroma retronasal ikut membentuk flavor perception.
Penelitian terbaru tahun 2026 dalam Current Research in Food Science menguji odor-induced sweetness enhancement menggunakan sensory evaluation dan EEG. Enam belas peserta mengevaluasi larutan dengan kandungan sucrose sama tetapi intensitas odor berbeda.
Hasilnya menunjukkan aroma pada intensitas sedang meningkatkan perceived sweetness sekitar 14,7% dibandingkan larutan sucrose tanpa tambahan odor. Ketika intensitas aroma terlalu tinggi, sweetness justru sedikit menurun.
Studi ini memberikan bukti langsung bahwa kadar gula yang sama dapat menghasilkan rasa manis berbeda hanya karena aroma berubah.
Apa Artinya untuk Industri?
Flavor strawberry, vanilla, caramel, fruity notes, dan aroma lain dapat mengubah ekspektasi serta persepsi sweetness. Teknik ini menjadi salah satu area penelitian untuk sugar reduction.
Tetapi efeknya spesifik terhadap aroma, konsentrasi, matrix, dan konsumen. Tidak semua aroma membuat produk lebih manis.
Apakah Suhu Memengaruhi Rasa Manis?
Ya. Sweetness potency dapat berubah dengan temperatur.
Scientific opinion mengenai pengukuran rasa manis menunjukkan bahwa relative sweetness dari sweet-tasting compounds dapat berubah menurut suhu dan konsentrasi. Bahkan sucrose sendiri dapat menunjukkan perubahan perceived intensity pada temperatur berbeda.
Karena itu, sensory test yang membandingkan dua formula perlu menggunakan serving temperature yang sama.
Minuman yang dicicipi sangat dingin mungkin memberikan sensory profile berbeda dibandingkan produk yang sama setelah menghangat.
Karbonasi dan Sensasi Lain Juga Memengaruhi Sweetness
Carbonated beverage menghasilkan sensasi trigeminal dari CO2 selain rasa dasar. Sensasi tingling dan acidity dari carbonic acid dapat mengubah bagaimana sweetness dipersepsikan.
Studi pada low-carbonated beverages menunjukkan perceived sweetness tidak hanya mengikuti actual sucrose concentration. Flavor intensity dan irritation juga mengubah rasio antara perceived sweetness dan actual sucrose.
Prinsipnya sama seperti citric acid: sensorik merupakan hasil integrasi beberapa sinyal sekaligus.
Apa Sebenarnya yang Diukur oleh Brix?
Brix sering disebut sebagai “kadar gula”, tetapi definisinya perlu dibuat lebih presisi.
ICUMSA mendefinisikan refractometric dry substance content sebagai fraksi massa dissolved solids dalam larutan yang mengandung gula, ditentukan menggunakan refractometer.
Pada larutan sucrose murni, hubungan refractive index dan konsentrasi sucrose dapat digunakan secara tepat berdasarkan tabel atau algorithm standard.
Secara sederhana:
10 °Brix pada larutan sucrose murni ≈ 10 gram sucrose per 100 gram larutan.
Refractometer bekerja karena dissolved material mengubah refractive index. Semakin banyak material terlarut, cahaya dibelokkan dengan cara yang berbeda.
Untuk pembahasan dasar mengenai prinsip ini, baca juga artikel Refractometer Brix: Peran Penting di Industri Makanan dan Minuman.
Mengapa Nilai Brix Tidak Selalu Sama dengan Kadar Gula Total?
Ini salah satu hal paling penting pada artikel ini.
Refractometer tidak “melihat molekul gula” secara selektif. Alat mengukur refractive index lalu mengonversinya ke skala tertentu.
ICUMSA SPS-3 menjelaskan bahwa untuk pure sucrose solution, refractive index memberikan exact dry substance. Tetapi pada technical solutions yang mengandung unknown non-sugars, hasil menjadi estimasi dry substance dengan tingkat ketepatan yang tergantung purity larutan.
Pada juice, soluble solids mayoritas memang sugar sehingga °Brix sangat berguna sebagai indikator kematangan dan konsentrasi. FAO juga menjelaskan bahwa sugars merupakan major soluble solids pada fruit juice sehingga soluble solids dapat digunakan sebagai estimate of sweetness.
Namun produk kompleks dapat mengandung:
- organic acids;
- mineral;
- salt;
- protein terlarut;
- pectin;
- alcohol;
- polyols;
- sweetener non-sugar;
- soluble solids lain.
Semua komponen tersebut dapat memengaruhi refractive index.
Brix Tinggi Tidak Selalu Berarti Lebih Manis
Produk dengan banyak soluble solids tetapi acidity tinggi dapat memiliki Brix tinggi namun tidak terasa sangat manis.
Sebaliknya, minuman dengan stevia dapat terasa sangat manis tetapi hanya mengalami kenaikan Brix kecil karena massa stevia yang digunakan sangat sedikit.
Inilah sebabnya FAO secara khusus menyatakan bahwa pada juice blend yang menggunakan non- atau low-caloric sweetener, Brix/acid ratio tidak lagi cukup untuk menggambarkan perceived sweetness dan formulasi perlu dievaluasi secara sensorik.
Studi Kasus Indonesia 2025: Gula Turun, Sweetness Tetap Tidak Berbeda Signifikan
Penelitian Mintarsih, Nuri Andarwulan, dan Dede Robiatul Adawiyah dari IPB University dipublikasikan dalam Jurnal Teknik Pertanian Lampung.
Tujuan penelitian adalah mengembangkan ready-to-drink sweetened tea dengan gula lebih rendah menggunakan steviol glycoside sebagai sweetener.
Produk referensi dibuat berdasarkan teh jasmine siap minum populer di pasar Indonesia dengan kadar gula sekitar 7,7% b/v.
Formula optimum menggunakan kombinasi:
- stevia sekitar 0,009%;
- xanthan gum sekitar 0,029%;
- maltodextrin sekitar 1,962%.
Hasil akhir menurunkan kadar gula dari sekitar 7,68% menjadi 5,78% per 100 mL.
Bagaimana dengan Rasanya?
Spectrum Descriptive Analysis yang dilakukan sebelum dan setelah proses UHT menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan pada sweetness antara formula optimum dan produk referensi. Mouthfeel, astringency, dan jasmine aroma juga tidak berbeda signifikan menurut hasil penelitian.
Inilah contoh nyata dari judul artikel ini.
Sweetness dapat dipertahankan sementara sugar content diturunkan.
Namun penelitian juga menunjukkan reduksi kalori total tidak sebesar reduksi gula karena maltodextrin digunakan sebagai bulking agent. Ini mengingatkan bahwa formulasi rendah gula harus dinilai secara keseluruhan, bukan hanya dari satu angka.
Studi Kasus 2026: Gula Sama, Aroma Membuat Sweetness Naik 14,7%
Penelitian Yuchao Yang dan rekan dalam Current Research in Food Science memberikan contoh kebalikan dari studi teh IPB.
Di sini, sugar content dibuat sama. Yang diubah adalah odor intensity.
Enam belas peserta mengevaluasi larutan sucrose dengan beberapa kondisi aroma sambil aktivitas EEG direkam.
Hasil behavioral menunjukkan pola inverted U:
- moderate odor meningkatkan perceived sweetness sekitar 14,7% dibanding sucrose-only baseline;
- odor yang terlalu tinggi justru menurunkan sweetness sekitar 5,4%.
Ini membuktikan bahwa meskipun jumlah gula identik, otak dapat memberikan penilaian sweetness berbeda karena input aroma.
Pelajaran untuk Product Development
Ketika industri mengurangi gula, aroma tertentu mungkin membantu mempertahankan sweetness perception. Tetapi optimal level perlu diuji melalui sensory research. Menambah flavor sebanyak mungkin tidak menjamin hasil lebih manis.
Studi Sweet-Sour: Asam Menurunkan Persepsi Manis pada Sucrose yang Sama
Penelitian dalam studi dynamic interaction antara sucrose dan citric acid menggunakan 30 assessor untuk time-intensity analysis.
Sucrose diuji pada beberapa concentration level, termasuk 2%, 6%, dan 10%, dengan background citric acid berbeda.
Ketika citric acid meningkat:
- maximum sweetness intensity menurun;
- sweetness duration menjadi lebih pendek;
- overall sweetness perception berkurang.
Efek interaksi juga terjadi sebaliknya. Sucrose dapat menekan perceived sourness citric acid.
Ini menjelaskan mengapa beverage formulator sering mengoptimalkan sugar-acid balance, bukan sugar concentration saja.
Contoh Sederhana: Tiga Minuman yang Sama-Sama Terasa Manis
| Formula | Sugar | Faktor lain | Persepsi yang mungkin |
|---|---|---|---|
| A | 8% sucrose | Acidity rendah | Manis jelas |
| B | 9% sucrose | Citric acid lebih tinggi | Bisa terasa mirip A walaupun sugar lebih tinggi |
| C | 6% sucrose | Stevia + aroma sweet-associated | Bisa didesain agar sweetness mendekati A |
Tabel tersebut adalah ilustrasi prinsip, bukan formula komersial. Nilai nyata harus diuji karena sensory response dipengaruhi matrix dan target konsumen.
Bagaimana Industri Mengontrol Rasa Manis dan Kadar Gula?
Program QC yang baik memisahkan dua jenis kontrol.
Kontrol Instrumental
Digunakan untuk memastikan proses menghasilkan komposisi yang konsisten.
- Brix;
- refractive index;
- density;
- pH;
- titratable acidity;
- viscosity;
- specific sugar analysis jika diperlukan.
Kontrol Sensorik
Digunakan untuk memastikan konsumen akan mengalami profil rasa yang sesuai.
- sweetness intensity;
- sourness;
- aftertaste;
- mouthfeel;
- aroma;
- overall liking.
Jika Brix sama tetapi sensory berubah, penyebab mungkin berada pada acid, aroma, sweetener, temperature, atau ingredient lain.
Jika sensory sama tetapi Brix berubah, mungkin high-intensity sweetener atau perubahan soluble solids lain sedang mengompensasi sweetness.
Gunakan Brix sebagai Control Point, Bukan Satu-satunya Truth
Pada proses yang formulanya stabil, Brix sangat powerful sebagai rapid QC. Misalnya target syrup 12,0 ± 0,2 °Bx. Operator dapat mengukur batch dengan cepat dan melakukan adjustment.
Tetapi jika formula berubah dari sucrose ke stevia atau menggunakan juice concentrate berbeda, hubungan historis antara Brix dan sweetness harus divalidasi ulang.
Alat-test.com juga memiliki pembahasan khusus mengenai analisis kadar gula menggunakan refractometer Brix dan studi kasus aplikasinya.
Bagaimana Mengukur Brix dengan Refractometer secara Konsisten?
- Pastikan rentang alat sesuai. Beverage ringan mungkin 0–20 °Bx, sedangkan syrup atau jam membutuhkan range lebih tinggi.
- Kalibrasi alat. Gunakan distilled/deionized water atau reference standard sesuai manual.
- Homogenkan sampel. Formula yang tidak tercampur dapat menghasilkan Brix berbeda antar-titik.
- Kontrol suhu. Gunakan ATC dan jangan langsung mengukur sampel yang terlalu panas.
- Bersihkan prisma. Residual syrup dari sampel sebelumnya dapat membuat nilai meningkat.
- Hindari bubble. Pastikan permukaan prisma tertutup sampel dengan baik.
- Tunggu pembacaan stabil. Digital meter biasanya hanya membutuhkan beberapa detik.
- Catat batch dan suhu. Data tren membantu mengidentifikasi drift proses.
- Verifikasi dengan reference solution. Untuk QC penting, pemeriksaan berkala menggunakan certified sucrose standard membantu memastikan performance.
Kapan Refractometer Tidak Cukup?
Refractometer sangat berguna untuk process control, tetapi bukan analytical method universal untuk semua klaim sugar.
Jika Harus Mengetahui Glucose Secara Spesifik
Gunakan metode yang selective terhadap glucose, misalnya enzymatic method atau chromatography sesuai tujuan.
Jika Harus Memisahkan Sucrose, Glucose, dan Fructose
HPLC atau metode chromatography lain dapat digunakan untuk sugar profile.
Jika Produk Mengandung Alcohol
Fermentation mengubah hubungan refractive index dan residual sugar. Alcohol ikut memengaruhi refractive index sehingga raw Brix reading tidak dapat diinterpretasikan seperti juice sebelum fermentation.
Jika Produk Mengandung Banyak Non-Sugar Solids
Sauce, dairy, plant extract, syrup kompleks, dan formula dengan polyol atau salt dapat memberikan refractive index dari banyak komponen. Dalam kasus ini, Brix lebih tepat digunakan sebagai product-specific soluble solids index setelah dikorelasikan dengan metode reference.
Jika Tujuannya Nutrition Label
Nutrition declaration membutuhkan total sugar berdasarkan metode analisis yang sesuai. Jangan mengubah Brix menjadi gram sugar secara otomatis pada complex food.
Instrumen yang Berkaitan dengan Pengukuran Kadar Gula dan Brix
Untuk produk cair seperti juice, syrup, beverage, fruit preparation, dan sugar solution, digital refractometer memungkinkan QC dilakukan dengan beberapa tetes sampel.
1. ATAGO PAL-1 untuk Brix 0–53%
ATAGO PAL-1 Digital Refractometer mengukur Brix pada rentang 0,0 sampai 53,0% dengan resolusi 0,1% dan akurasi ±0,2%.
Perangkat mempunyai automatic temperature compensation 10 sampai 100°C, waktu pengukuran sekitar 3 detik, sample volume sekitar 0,3 mL, IP65, serta dapat menyimpan hingga 100 measurement history.
Rentang tersebut sesuai untuk berbagai juice, tea beverage, soft drink, sauce, syrup ringan, serta process liquid dengan soluble solids rendah sampai menengah.
Lihat ATAGO PAL-1 di Alat-Test.Com
2. HANNA HI96803 untuk % Glucose by Weight
Jika aplikasi memang membutuhkan larutan atau produk yang ingin dikonversi berdasarkan glucose, HANNA HI96803 Digital Refractometer dirancang untuk menampilkan % glucose by weight.
Alat mempunyai rentang 0 sampai 85% glucose dengan akurasi ±0,2%, automatic temperature compensation, sample volume sekitar dua tetes, dan response time sekitar 1,5 detik.
Perangkat menggunakan conversion berdasarkan tabel ICUMSA untuk glucose solution. Ini penting karena conversion refractive index untuk glucose tidak identik dengan sucrose.
Lihat HANNA HI96803 di Alat-Test.Com
Catatan penting: refractometer mengukur refractive index lalu mengonversinya ke skala yang dipilih. Pada produk kompleks, angka Brix atau glucose-equivalent tidak otomatis sama dengan total sugar sebenarnya. Gunakan metode reference bila membutuhkan sugar composition spesifik atau data resmi untuk nutrition declaration.
Kesimpulan
Rasa manis yang sama tidak membuktikan kadar gula yang sama.
Jenis sugar mempunyai sweetening potency berbeda. High-intensity sweetener dapat menghasilkan sweetness besar dengan massa sangat kecil. Citric acid dapat menekan sweetness. Aroma tertentu dapat meningkatkan perceived sweetness. Temperature, carbonation, dan matrix makanan juga ikut mengubah sensory response.
Studi teh siap minum IPB 2025 membuktikan bahwa sugar content dapat diturunkan dari sekitar 7,68% menjadi 5,78% sambil mempertahankan sweetness yang tidak berbeda signifikan melalui penggunaan steviol glycoside dan reformulasi mouthfeel. Studi 2026 menunjukkan arah sebaliknya: dengan sugar content sama, aroma moderat dapat meningkatkan perceived sweetness sekitar 14,7%. Penelitian sweet-sour juga menunjukkan citric acid dapat menurunkan sweetness sucrose tanpa mengubah kadar gula tersebut.
Dalam quality control, refractometer sangat berguna untuk mengontrol Brix atau soluble solids. Tetapi Brix bukan sensory sweetness meter dan bukan alat yang secara spesifik menghitung semua sugar dalam complex food.
Karena itu, industri perlu menggunakan dua pendekatan sekaligus:
ukur komposisinya dengan instrumen, lalu verifikasi pengalaman rasanya dengan sensory evaluation.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah minuman yang lebih manis pasti lebih banyak gula?
Tidak. Sweetener intensitas tinggi seperti stevia atau sucralose dapat membuat minuman terasa lebih manis tanpa menambah sugar dalam jumlah besar. Aroma dan acidity juga memengaruhi perceived sweetness.
Apakah dua produk dengan Brix sama pasti sama manis?
Tidak. Brix mengukur refractive soluble solids, sedangkan sweetness adalah persepsi. Perbedaan citric acid, flavor, sugar type, dan sweetener dapat membuat sweetness berbeda pada Brix yang sama.
Apakah Brix sama dengan persen gula?
Pada larutan sucrose murni, °Brix berkaitan langsung dengan % sucrose by mass. Pada produk kompleks, Brix lebih tepat dipahami sebagai refractometric soluble solids atau sucrose-equivalent index karena non-sugar solids juga memengaruhi refractive index.
Apakah stevia terbaca pada refractometer?
Stevia digunakan dalam konsentrasi sangat kecil sehingga kontribusinya terhadap Brix jauh lebih kecil daripada sucrose. Produk bisa terasa manis walaupun Brix rendah jika sweetness berasal dari high-intensity sweetener.
Kenapa lemonade membutuhkan gula lebih banyak agar terasa manis?
Citric acid menekan perceived sweetness sucrose. Karena itu, sweet-sour balance perlu diatur bersama, bukan hanya berdasarkan target Brix.
Apakah aroma bisa membuat minuman terasa lebih manis?
Ya. Studi 2026 menunjukkan odor intensity moderat meningkatkan perceived sweetness sekitar 14,7% pada sucrose solution dengan sugar content sama.
Apakah refractometer bisa mengukur gula pada jus?
Bisa digunakan untuk soluble solids karena sugar merupakan komponen utama soluble solids pada banyak jus. Namun hasil tidak secara selektif memisahkan glucose, fructose, sucrose, dan non-sugar solids.
Bagaimana mengukur glucose secara spesifik?
Gunakan metode yang memang dikalibrasi atau selective terhadap glucose. Untuk analisis komposisi yang lebih detail, metode enzymatic atau chromatography dapat digunakan sesuai kebutuhan.
Kenapa Brix produk berubah padahal gula yang ditambahkan sama?
Perubahan batch raw material, fruit concentrate, water content, acid, mineral, suhu, atau ingredient terlarut lain dapat mengubah refractive index dan Brix.
Apakah refractometer bisa digunakan untuk nutrition label?
Refractometer dapat membantu process QC tetapi tidak selalu cukup untuk menentukan total sugar pada nutrition label produk kompleks. Gunakan metode analisis yang tervalidasi untuk kebutuhan deklarasi resmi.
Sumber dan Referensi
- Mintarsih, Andarwulan, N., dan Adawiyah, D. R. 2025. Optimization of Sugar Reduction using Steviol Glycoside for Ready-to-Drink Sweetened Tea. Jurnal Teknik Pertanian Lampung, 14(6), 2091–2101.
- IPB University. 2025. Optimasi Reduksi Gula dengan Glikosida Steviol pada Minuman Teh Manis dalam Kemasan.
- Yang, Y., Guo, Y., Hua, Z., dkk. 2026. Odor-induced Sweetness Enhancement: EEG Evidence for Olfactory and Gustatory Cross-modal Interactions. Current Research in Food Science.
- Dynamic Interaction of Sweet and Sour Taste Perceptions Based on Sucrose and Citric Acid. 2025.
- Junge, J. Y., Andersen, G. H., dan Kidmose, U. 2023. Suppression of Sweetness: Evidence for Central Mechanism for Suppression of Sweetness from Sucrose by Citric Acid. Chemical Senses, 48.
- Mao, Y., Tian, S., Qin, Y., dkk. 2022. Sensory Sweetness and Sourness Interactive Response of Sucrose-Citric Acid Mixture Based on Synergy and Antagonism. npj Science of Food, 6, 33.
- The Challenge of Measuring Sweet Taste in Food Ingredients and Products for Regulatory Compliance: A Scientific Opinion. 2022.
- ICUMSA. Refractometric Dry Substance Content.
- ICUMSA Specification and Standard SPS-3: Refractometry and Tables.
- AOAC Official Method 932.12. Solids (Soluble) in Fruits and Fruit Products: Refractometer Method.
- Food and Agriculture Organization. Using a Refractometer for Soluble Solids Measurement.
- FAO. Principles and Practices of Small- and Medium-scale Fruit Juice Processing. Brix/Acid Ratio and Sweetness.
-

PHscan10L – pH Meter Portabel
Rp3.690.000Lihat Produk★★★★★ -

Alat Ukur Luminansi Konica Minolta LS-150 – Luminance Meter Portable
Lihat Produk★★★★★ -

Fotometer Kalium Portabel Hanna Instruments HI97750 Waterproof IP67
Lihat Produk★★★★★ -

Fotometer Portabel Hanna Instruments HI97727 Pengukur Warna Air PCU
Lihat Produk★★★★★ -

Fotometer Klorin Portabel Hanna Instruments HI97734 HR
Lihat Produk★★★★★ -

Anemometer LANDTEK AM-1236C Multifungsi dengan Sensor Arah
Lihat Produk★★★★★ -

Ultrasonic Cleaner AMTAST PS10A Kapasitas 2L Digital
Lihat Produk★★★★★ -

pH Meter Portable Hanna Instruments HI83141-1 ATC Heavy Duty
Lihat Produk★★★★★





















