Di banyak fasilitas pengolahan air, pabrik makanan-minuman, hingga teaching lab kampus, angka TDS (Total Dissolved Solids) sering terasa seperti “angka misterius” di layar alat. Padahal, terlalu tinggi atau terlalu rendahnya TDS bisa membuat banyak hal berantakan: rasa air minum berubah, efisiensi proses elektrolisis turun, kualitas produk farmasi tidak lolos validasi, sampai ikan budidaya yang jadi stres dan rentan penyakit.
Di instalasi pengolahan air minum (WTP), misalnya, operator harus memastikan TDS air baku dan air produk akhir berada dalam rentang tertentu agar memenuhi standar mutu. Jika pengukuran lambat atau tidak akurat, penyesuaian dosis bahan kimia jadi terlambat, konsumsi bahan kimia membengkak, dan risiko air tidak memenuhi spesifikasi meningkat. Hal yang sama terjadi di WWTP: TDS yang melonjak bisa menjadi indikator adanya limbah pekat atau kebocoran proses dari upstream.
Di industri F&B dan farmasi, TDS juga berkaitan dengan konsistensi formulasi dan kontrol proses. Larutan pencuci (CIP), air proses, hingga air demineralisasi butuh dipantau secara rutin. Banyak laboratorium QA/QC mengeluh soal dua hal:
-
Alat besar di lab tidak praktis dibawa ke line produksi atau area outdoor.
-
Hasil uji grab sample yang terlambat membuat tindakan korektif datang “keburu basi”.
Di sisi lain, laboratorium pendidikan dan riset kampus memerlukan alat yang cukup presisi tetapi mudah digunakan mahasiswa. Mereka butuh instrumen yang tahan dipakai banyak orang, tidak rumit dikalibrasi, dan biaya perawatan tidak tinggi.
TDSscan10H hadir untuk menjawab kebutuhan-kebutuhan praktis ini. Dengan rentang 0,05 sampai 10,00 ppt, alat ini secara khusus cocok untuk aplikasi air dengan TDS menengah–tinggi seperti air limbah industri, larutan proses, air laut encer, maupun larutan nutrisi pertanian/hidroponik yang cukup pekat.
Bagaimana TDSscan10H Mengukur TDS
Secara teknis, TDSscan10H tidak “menimbang” padatan terlarut secara langsung. Prinsip kerjanya adalah mengukur konduktivitas listrik larutan, kemudian mengonversinya menjadi nilai TDS menggunakan faktor konversi tertentu (TDS factor). Di dalam sensor terdapat sel konduktivitas dua kutub yang merespons ion-ion terlarut—semakin banyak ion, semakin tinggi konduktivitas yang tercatat.
Instrumen lalu mengalikan nilai konduktivitas itu dengan faktor TDS yang bisa diatur antara 0,4 hingga 1,0 (default 0,5). Faktor ini disesuaikan dengan jenis larutan (misalnya air minum, air limbah, atau larutan proses tertentu). Dengan pendekatan ini, pengguna mendapatkan angka TDS yang cukup representatif untuk kontrol proses, tanpa perlu metode analitis yang lebih rumit dan memakan waktu seperti:
-
Pengeringan total residu dalam oven.
-
Analisis gravimetri lengkap.
-
Metode titrasi multi-tahap untuk berbagai ion.
Keuntungan pendekatan berbasis konduktivitas:
-
Respon sangat cepat: pembacaan stabil dalam hitungan detik.
-
Cocok untuk pemantauan di lapangan, termasuk titik sampling yang jauh dari laboratorium.
-
Biaya operasional rendah: hanya butuh standar TDS sesekali untuk kalibrasi rutin.
-
Mudah dilakukan oleh operator non-chemist dengan pelatihan singkat.
Untuk jangka panjang, teknologi ini membantu menjaga kualitas data karena:
-
Kompensasi suhu otomatis 0–50 °C mengoreksi pengaruh suhu terhadap konduktivitas, sehingga tren data dari musim ke musim tetap bisa dibandingkan.
-
Faktor TDS dapat disesuaikan mengikuti karakteristik air di masing-masing pabrik atau lokasi, sehingga hasil lebih relevan dengan proses lokal.
Bagi QA/QC dan engineer proses, ini berarti lebih sedikit waktu dihabiskan untuk prosedur analisis rumit, dan lebih banyak energi untuk interpretasi data dan pengambilan keputusan.
TDSscan10H sebagai Pocket TDS Tester Serbaguna
TDSscan10 adalah seri pocket TDS tester dari Bante Instruments, dengan tiga varian rentang (L, M, dan H) serta satu model lanjutan TDSscan20. TDSscan10H adalah varian “High range” dengan kisaran 0,05 hingga 10,00 ppt dan resolusi 0,01 ppt. Kisaran ini menempatkannya sebagai pilihan ideal untuk:
-
Air limbah industri yang mengandung banyak garam terlarut.
-
Air laut encer, air payau, dan aplikasi perikanan laut tertentu.
-
Larutan nutrisi hidroponik/pertanian dengan konsentrasi menengah–tinggi.
-
Proses kimia yang melibatkan brine atau larutan elektrolit pekat.
Apa yang membuatnya istimewa dibanding banyak pocket tester lain?
-
Akurasi ±1% dari full scale (F.S.) pada rentang 0,05–10,00 ppt. Ini cukup ketat untuk banyak aplikasi proses dan QA/QC lapangan.
-
Kalibrasi 1 titik yang sangat sederhana, namun fleksibel: nilai standar bisa diset manual, sehingga pengguna dapat memakai larutan standar internal yang sudah mapan di laboratorium.
-
Modul elektrode yang bisa diganti terpisah dari bodi tester. Jika sensor aus, pengguna tidak perlu mengganti seluruh alat—menghemat biaya jangka panjang.
-
Pengaturan TDS factor yang dapat disesuaikan (0,4–1,0, default 0,5), memberi keleluasaan untuk berbagai jenis air dan larutan.
-
Desain ringkas dan ringan (100 g) dengan konsumsi daya rendah, cocok dimasukkan ke saku jas lab atau tas sampling lapangan.
Untuk lab QA/QC, ini berarti alat bisa dengan cepat dibawa ke produksi tanpa “seret-seretan” bench meter. Bagi operator WTP/WWTP, TDSscan10H membantu mengecek titik-titik kritis di jaringan pipa atau bak penampung secara cepat sebelum masalah membesar. Di dunia pendidikan, dosen bisa memberikan alat yang relatif bandel dan mudah dipahami untuk praktikum pengukuran kualitas air.
Desain Fisik dan Ergonomi untuk Kerja Lapangan
Secara fisik, TDSscan10H berbentuk seperti “pena tebal” berukuran 185 mm dengan diameter 40 mm dan berat sekitar 100 g. Dimensi ini pas untuk digenggam satu tangan, baik oleh operator lapangan maupun mahasiswa di teaching lab. Bodi terbuat dari plastik kokoh dengan warna kontras (umumnya kombinasi putih dan kuning pada seri TDSscan) sehingga mudah terlihat di meja kerja yang ramai.
Bagian atas menampung kompartemen baterai berisi tiga baterai mikro alkaline LR44 1,5 V. Dengan baterai baru, alat sanggup bertahan sekitar 150 jam pemakaian kontinu—cukup untuk berbulan-bulan jika digunakan beberapa kali sehari. Penutup baterai dirancang diputar (twist) sehingga tidak mudah lepas saat dibawa di lapangan, tetapi tetap mudah dibuka saat penggantian.
Di bagian tengah terlihat panel depan dengan:
-
Layar LCD kotak (21 × 21 mm)
-
Tiga tombol utama: Meas, Cal, dan °C/▲▼ (sesuai penjelasan di manual)
Di ujung bawah, terdapat modul elektrode yang terlindung oleh penutup (protective cap). Saat tidak digunakan, sensor disimpan dalam keadaan kering, dan sebelum pemakaian pertama disarankan direndam sementara di air keran untuk mengaktifkan permukaan elektrode.
Dari sisi lingkungan operasi, TDSscan10H dirancang bekerja pada suhu 0–50 °C dengan kelembapan relatif di bawah 80% non-kondensasi. Rating IP54 memberikan perlindungan terhadap percikan air dan debu, sehingga cocok untuk area utilitas, WTP/WWTP indoor, atau area produksi yang tidak ekstrem. Namun alat ini bukan instrumen underwater; selama pengukuran, hanya bagian elektrode yang boleh terendam, bukan seluruh bodi tester.
Auto-power off setelah 8 menit tanpa aktivitas membantu menghemat baterai, sangat berguna ketika operator sering lupa mematikan alat setelah sampling.
Untuk penggunaan lapangan:
-
Simpan alat di tas kecil atau kotak sampling, jauh dari tumpahan bahan kimia agresif.
-
Sediakan tisu bebas serat atau kapas lembut untuk mengeringkan sensor setelah dibilas.
-
Gunakan baterai alkaline berkualitas untuk menjaga stabilitas pembacaan.
Antarmuka dan Pengalaman Pengguna
Antarmuka TDSscan10H dirancang sederhana agar operator baru pun bisa cepat mahir. Layar LCD tunggal 21 × 21 mm menampilkan nilai TDS atau suhu dengan digit yang cukup besar untuk dibaca di lapangan. Tidak ada backlight, sehingga penggunaan di area sangat gelap mungkin memerlukan tambahan senter atau lampu ruangan.
Tombol-tombolnya memiliki fungsi jelas:
-
Meas: menyalakan/mematikan alat, mengonfirmasi kalibrasi, dan kembali ke mode TDS.
-
Cal: masuk ke mode kalibrasi saat ditekan lama.
-
Tombol suhu (°C) / panah: menampilkan suhu, menaikkan/menurunkan nilai saat setting, dan digunakan untuk mengatur faktor TDS.
Alur penggunaan sehari-hari biasanya seperti ini:
-
Tekan Meas untuk menyalakan.
-
Bilas sensor, celupkan ke sampel, dan aduk perlahan.
-
Tunggu angka stabil, baca atau catat.
-
Jika ingin memastikan pembacaan tidak berubah saat dicatat, tekan tombol Hold (ikon HOLD akan muncul). Tekan lagi untuk melepas.
-
Tekan dan tahan Meas untuk mematikan alat, atau biarkan auto-off bekerja sendiri.
Fitur hold manual ini sangat membantu saat operator harus mencatat beberapa kolom data di form log sheet, atau ketika berada di posisi kurang nyaman (misalnya di pinggir bak atau di tangga). Tidak ada fitur memori internal atau logging otomatis—pengguna memang perlu mencatat secara manual di buku catatan atau tablet/HP.
Untuk kalibrasi, alur menu juga sederhana: tekan lama Cal, atur nilai standar dengan tombol panah hingga sesuai nilai larutan standar (default 7,447 ppt untuk TDSscan10H), lalu konfirmasi dengan Meas. Jika pembacaan terlalu jauh dari rentang yang diterima, alat akan menolak kalibrasi dan menampilkan pesan error. Ini mengurangi risiko kalibrasi “dipaksakan” pada sensor yang sebenarnya sudah bermasalah.
Fitur Kunci yang Membuat TDSscan10H Efisien dan Konsisten
Meski tampil sederhana, beberapa fitur fungsional TDSscan10H secara nyata membantu pekerjaan harian di lab dan lapangan:
-
Kalibrasi 1 Titik dengan Nilai Fleksibel
-
Pengguna dapat memasukkan nilai standar sesuai larutan yang dipakai, selama berada di rentang yang disarankan (5,00–9,99 ppt untuk TDSscan10H).
-
Cocok untuk lab yang sudah punya standar internal atau ingin menyelaraskan dengan sistem referensi tertentu.
-
-
Kompensasi Suhu Otomatis 0–50 °C
-
Sensor suhu internal mengoreksi perubahan konduktivitas karena suhu, sehingga pembacaan lebih konsisten antar-sampel dan antar-musim.
-
Penting untuk aplikasi outdoor seperti pemantauan sungai, waduk, atau kolam budidaya yang suhunya berubah-ubah.
-
-
Pengaturan TDS Factor 0,4–1,0
-
Dengan menahan tombol °C, pengguna bisa masuk ke mode pengaturan faktor TDS dan menyesuaikan sesuai karakteristik air di lokasi.
-
Ini membuat hasil TDS lebih relevan untuk jenis larutan berbeda (misalnya air minum, air laut, atau limbah industri).
-
-
Fungsi Hold
-
Memudahkan saat pengukuran di tempat sempit atau ketika operator perlu mengangkat alat dari sampel sebelum menulis angka.
-
-
Auto Power-Off
-
Mengurangi pemborosan baterai akibat lupa mematikan alat. Tidak perlu sering-sering ganti baterai, yang berarti downtime lebih sedikit.
-
-
Elektrode yang Dapat Diganti
-
Ketika sensor mulai sulit dikalibrasi atau responnya lambat, modul elektrode bisa dilepas dengan memutar collar, diganti dengan modul baru, lalu dikencangkan kembali.
-
Dari sudut pandang biaya, ini jauh lebih ekonomis daripada harus membeli alat baru seluruhnya.
-
Bagi QA/QC yang harus memenuhi audit atau validasi, kombinasi fitur-fitur ini berarti:
-
Pengukuran bisa distandarkan dengan prosedur sederhana.
-
Risiko salah baca atau data tidak konsisten berkurang.
-
Perawatan alat dapat direncanakan (ganti elektrode secara berkala), bukan menunggu sampai alat “benar-benar mati”.
Integrasi Data dan Keterhubungan dengan Sistem Lab
Berbeda dengan TDSscan20 yang dilengkapi kabel USB dan baterai isi ulang, TDSscan10H tidak memiliki konektor fisik untuk transfer data ke PC atau LIMS. Ini berarti:
-
Tidak ada fungsi logging otomatis maupun ekspor langsung ke Excel.
-
Seluruh pencatatan dilakukan manual: di buku log, lembar kerja, atau aplikasi di tablet/HP.
Apakah ini menjadi kelemahan? Tergantung kebutuhan.
Untuk fasilitas dengan sistem dokumentasi sederhana atau jumlah titik sampling tidak terlalu banyak, TDSscan10H sudah cukup. Operator dapat:
-
Menyiapkan template Excel atau Google Sheet di tablet/HP.
-
Mengisi angka TDS dan suhu secara manual.
-
Mengunggah file ke server atau LIMS setelah sesi sampling.
Untuk organisasi yang membutuhkan integrasi data real-time atau pengelolaan data dalam jumlah sangat besar (misalnya pabrik besar dengan ratusan titik kontrol), TDSscan20 atau meter lain dengan komunikasi digital mungkin lebih cocok. TDSscan10H bisa tetap digunakan sebagai alat cadangan atau untuk aplikasi yang sifatnya screening cepat di lapangan.
Spesifikasi Teknis TDSscan10H
| Parameter | Nilai / Keterangan |
|---|---|
| Model | TDSscan10H (bagian dari seri TDSscan10) |
| Rentang TDS | 0,05 sampai 10,00 ppt |
| Resolusi TDS | 0,01 ppt |
| Akurasi TDS | ±1% F.S. |
| Titik kalibrasi | 1 titik |
| Larutan standar rekomendasi | 7,447 ppt (KCl) |
| Kompensasi suhu | Otomatis, 0 sampai 50 °C |
| Faktor TDS | Dapat diatur 0,4 sampai 1,0 (default 0,5) |
| Rentang suhu pengukuran | 0 sampai 50 °C |
| Resolusi suhu | 1 °C |
| Akurasi suhu | ±1 °C |
| Tipe layar | LCD tunggal 21 × 21 mm |
| Auto-off | 8 menit setelah tombol terakhir ditekan |
| Catu daya | 3 × 1,5 V baterai mikro alkaline LR44 |
| Umur baterai | Sekitar 150 jam penggunaan kontinu |
| Kondisi operasi | Suhu 0–50 °C; kelembapan relatif <80% (non-kondensasi) |
| Kondisi penyimpanan | 0–60 °C; kelembapan relatif <80% |
| IP rating | IP54 (tahan percikan dan debu terbatas) |
| Dimensi | 185 mm (panjang) × 40 mm (diameter) |
| Berat | ±100 g |
| Bahan sensor | Sel konduktivitas 2-pole dengan platinum black (tidak boleh disentuh langsung) |
| Aksesori standar | Tester dan larutan standar TDS (berdasarkan paket TDSscan10L/M/H) |
Bagi pemula, angka-angka ini bisa dibayangkan seperti ini: rentang 0,05–10,00 ppt setara dengan 50–10.000 ppm. Jadi alat ini tidak untuk air sangat murni (seperti ultra-pure water), tetapi lebih cocok untuk air dengan kandungan mineral atau garam yang cukup terasa. Resolusi 0,01 ppt berarti perubahan sekitar 10 ppm masih bisa dibaca dengan jelas—lebih dari cukup untuk memantau perubahan komposisi air limbah, air kolam, atau nutrisi hidroponik.
Panduan Memilih Rentang TDS dan Aksesori Pendukung
Walaupun TDSscan10H sudah cukup fleksibel, penting memastikan bahwa range alat sesuai dengan sampel yang akan diuji. Tabel berikut memberi gambaran kasar:
| Rentang TDS (perkiraan, ppm) | Aplikasi umum | Cocok untuk TDSscan10H? |
|---|---|---|
| 0–50 | Air ultra murni, air deionisasi untuk farmasi | Tidak ideal |
| 50–500 | Air minum, air proses ringan, akuakultur air tawar | Masih bisa, tapi varian TDSscan10L/M lebih optimal |
| 500–2.000 | Air limbah domestik, air minum dengan mineral tinggi | Cocok |
| 2.000–10.000 | Air limbah industri, brine encer, larutan nutrisi pekat | Sangat cocok |
Untuk memaksimalkan kinerja TDSscan10H, berikut aksesori yang disarankan (berdasarkan daftar aksesori opsional di manual):
-
Larutan standar TDS 7,447 ppt (kode TDSCS-7447) untuk kalibrasi rutin.
-
Larutan standar lain (71,8 ppm dan 744 ppm) jika laboratorium juga memiliki varian L/M atau ingin membuat kurva korelasi.
-
Beaker kecil plastik atau gelas kimia 50–100 mL untuk tempat sampel saat kalibrasi dan pengukuran.
-
Wadah transport yang kokoh untuk melindungi sensor ketika dibawa ke lapangan.
Faktor yang memengaruhi hasil:
-
Gelembung udara yang terperangkap di slot sensor dapat menurunkan pembacaan. Aduk perlahan agar gelembung keluar.
-
Suhu sampel yang sangat jauh dari suhu standar (25 °C) bisa memengaruhi interpretasi, meski sudah ada kompensasi suhu. Sebaiknya catat juga suhu tiap pengukuran.
-
Kontaminasi silang antar sampel pekat dan encer. Bilas sensor dengan air deionisasi di antara pengukuran.
Contoh Pemakaian TDSscan10H di Lapangan
1. Pengolahan Air Limbah Industri: Mengurangi Downtime karena Oversalting
Sebuah pabrik pelapisan logam (electroplating) memiliki unit WWTP dengan beberapa bak equalization dan neutralization. Mereka sering mengalami masalah lonjakan TDS di outlet, yang menyebabkan proses biologis terganggu dan kadang tidak memenuhi baku mutu.
Sebelumnya, tim hanya mengandalkan pengukuran TDS di laboratorium satu kali per hari. Ketika hasil menunjukkan TDS terlalu tinggi, sudah terlambat: bak sudah terlanjur penuh dan perlu pengenceran besar-besaran, menghabiskan waktu dan volume air.
Setelah mengadopsi TDSscan10H sebagai alat routine check di area proses:
-
Operator shift melakukan pengukuran TDS di beberapa titik kunci setiap 2–3 jam.
-
Jika TDS meningkat tajam di equalization tank, mereka segera menelusuri sumber (misalnya kebocoran larutan plating) dan menutup aliran sebelum volume besar ikut tercemar.
-
Catatan menunjukkan bahwa dalam tiga bulan, frekuensi “emergency dilution” turun signifikan dan downtime WWTP berkurang sekitar 20%.
Alat pocket ini tidak menggantikan uji laboratorium lengkap, tetapi berfungsi sebagai sistem peringatan dini yang murah dan praktis.
2. Teaching Lab dan Hidroponik: Mengajarkan Konsep TDS ke Mahasiswa
Di sebuah politeknik sains terapan, dosen menggabungkan praktikum kualitas air dengan proyek mini hidroponik. Mahasiswa diminta merancang jadwal pemupukan dan memonitor TDS larutan nutrisi.
Dengan TDSscan10H:
-
Setiap kelompok mahasiswa membawa satu tester ke rumah kaca.
-
Mereka mengukur TDS larutan nutrisi setiap dua hari, mencatat perubahan setelah penambahan pupuk atau penggantian air.
-
Dosen kemudian mengaitkan data tersebut dengan pertumbuhan tanaman, menjelaskan bagaimana TDS berkorelasi dengan konsentrasi ion dan tekanan osmotik.
Alat yang ringkas dan mudah dipakai membuat mahasiswa tidak takut memegangnya. Karena resolusi 0,01 ppt, mereka bisa melihat perubahan kecil yang cukup signifikan bagi tanaman. Dari sisi institusi, modul elektrode yang dapat diganti menjaga investasi tetap panjang umur meski alat dipakai bergantian oleh banyak angkatan.
Langkah-Langkah Menggunakan TDSscan10H di Instalasi Pengolahan Air
Mengambil contoh konteks WTP/WWTP pada pendahuluan, berikut panduan praktis penggunaan TDSscan10H di lapangan:
-
Persiapan
-
Pasang tiga baterai LR44 jika belum terpasang. Pastikan polaritas benar.
-
Siapkan beaker kecil, air deionisasi untuk pembilasan, dan larutan standar jika ingin kalibrasi ulang.
-
Pilih titik sampling: air baku, setelah koagulasi, setelah filtrasi, dan air keluaran akhir.
-
-
Aktivasi dan Cek Awal
-
Lepaskan protective cap dari sensor, bilas dengan air deionisasi.
-
Jika sensor terlihat sangat kering (misalnya baru lama disimpan), rendam sekitar 10 menit di air keran.
-
Tekan tombol Meas untuk menyalakan.
-
-
Kalibrasi Singkat (Jika Diperlukan)
-
Tuang larutan standar 7,447 ppt ke dalam beaker.
-
Celupkan sensor, aduk perlahan untuk menghilangkan gelembung.
-
Tekan dan tahan tombol Cal sampai layar menampilkan “—”.
-
Gunakan tombol panah untuk mengatur angka kalibrasi sesuai nilai standar.
-
Tekan Meas; nilai akan berkedip tiga kali, lalu kembali ke mode ukur saat kalibrasi berhasil.
-
-
Pengukuran di Titik Sampling
-
Bilas sensor, lalu celupkan ke sampel pertama (misalnya air baku).
-
Aduk perlahan, tunggu angka stabil.
-
Jika posisi kurang nyaman, tekan tombol Hold untuk mengunci nilai, angkat alat, lalu catat angka TDS dan suhu.
-
Tekan Hold lagi untuk kembali ke mode ukur, bilas sensor, dan lanjut ke titik berikutnya.
-
-
Setelah Selesai
-
Bilas sensor dengan air deionisasi untuk menghilangkan residu garam.
-
Keringkan perlahan bagian luar, jangan gosok keras permukaan platinum black di dalam sensor.
-
Pasang kembali protective cap.
-
Tekan dan tahan Meas untuk mematikan, atau biarkan auto-off bekerja.
-
Dengan prosedur sederhana ini, operator bisa membangun tren TDS di seluruh rangkaian pengolahan air dan menggunakannya sebagai basis pengambilan keputusan, misalnya mengatur dosis bahan kimia atau memutuskan kapan harus melakukan pembuangan/bleeding tertentu.
Kesimpulan: Apakah TDSscan10H Cocok untuk Kebutuhan Anda?
TDSscan10H dirancang sebagai pocket TDS tester yang praktis, akurat, dan ekonomis untuk aplikasi air dengan kadar padatan terlarut menengah hingga tinggi. Dengan rentang 0,05–10,00 ppt, resolusi 0,01 ppt, dan akurasi ±1% F.S., alat ini cukup handal untuk:
-
Pengolahan air limbah industri dan domestik.
-
Pemantauan air proses di industri kimia, plating, dan F&B.
-
Proyek akuakultur dengan air payau atau laut encer.
-
Aplikasi hidroponik serta riset dan teaching lab di kampus.
Kelebihan utamanya terletak pada:
-
Desain ringkas dan ringan yang mudah dibawa ke mana-mana.
-
Kalibrasi sederhana dan faktor TDS yang dapat disesuaikan.
-
Kompensasi suhu otomatis dan elektrode yang dapat diganti.
-
Konsumsi baterai rendah dengan fitur auto-off.
TDSscan10H paling ideal untuk pengguna yang membutuhkan pengukuran cepat dan rutin di lapangan, tanpa kebutuhan transfer data digital langsung ke PC. Jika integrasi dengan sistem data terpusat dan logging otomatis menjadi prioritas utama, seri lain seperti TDSscan20 bisa dipertimbangkan sebagai pendamping.
Namun untuk banyak WTP/WWTP, industri kecil-menengah, laboratorium pendidikan, hingga unit riset yang membutuhkan alat TDS andal namun tetap sederhana, TDSscan10H merupakan pilihan yang menarik dan efisien.
FAQ Singkat
1. Apakah TDSscan10H bisa digunakan untuk air minum biasa?
Bisa, tetapi rentang alat ini lebih optimal untuk TDS menengah–tinggi. Untuk air minum dengan TDS di bawah 500 ppm, varian TDSscan10L atau 10M biasanya memberikan sensitivitas yang lebih nyaman, meskipun TDSscan10H tetap dapat membaca nilai tersebut.
2. Seberapa sering alat perlu dikalibrasi?
Frekuensi kalibrasi bergantung pada intensitas penggunaan dan tingkat akurasi yang dibutuhkan. Untuk pemakaian rutin harian di industri, kalibrasi mingguan atau setiap kali mengganti larutan standar biasanya cukup. Jika digunakan untuk keperluan validasi kritis, kalibrasi bisa dilakukan sebelum setiap sesi pengukuran.
3. Apa yang harus dilakukan jika alat sulit mencapai titik kalibrasi?
Pertama, gunakan larutan standar baru dan segar. Jika masalah tetap muncul, periksa apakah ada deposit di dalam sensor. Bersihkan dengan hati-hati dan ulangi kalibrasi. Jika tetap gagal, besar kemungkinan elektrode sudah menua dan perlu diganti modulnya.
4. Bisakah TDSscan10H digunakan untuk air laut murni?
TDS air laut umumnya sekitar 35 ppt, melampaui batas atas 10 ppt alat ini. Untuk air laut murni, Anda memerlukan instrumen dengan rentang TDS atau konduktivitas yang lebih tinggi. TDSscan10H cocok untuk air laut yang sudah diencerkan atau campuran payau.
5. Apakah alat ini tahan direndam penuh di air?
Tidak. Dengan rating IP54, TDSscan10H hanya tahan percikan air dan debu ringan. Selama pengukuran, hanya bagian sensor yang boleh terendam. Jika alat terjatuh dan seluruh bodi masuk ke air, segera keringkan dan periksa fungsi sebelum digunakan lagi.
6. Berapa umur pakai rata-rata elektrode?
Umurnya bergantung pada intensitas pemakaian dan kondisi sampel. Dalam penggunaan normal di air dan larutan yang tidak terlalu agresif, elektrode bisa bertahan beberapa tahun. Namun, di lingkungan dengan banyak endapan atau bahan kimia agresif, penggantian mungkin perlu lebih sering.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami betul pentingnya pemantauan TDS dalam mendukung proses penelitian, produksi, dan pengolahan air Anda. Kami berfokus melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti TDSscan10H Pocket TDS Tester serta perangkat laboratorium lainnya untuk membantu perusahaan Anda mengoptimalkan pengendalian kualitas air, menjaga konsistensi proses, dan memenuhi standar regulasi yang berlaku. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi pengujian TDS di utilitas maupun proses produksi, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi instrumen yang paling tepat.
Rekomendasi Water Quality Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Portable Multiparameter Water Quality
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Multiparameter Water Quality System
Lihat Produk★★★★★ -

Pocket Multiparameter Water Quality PC-5
Lihat Produk★★★★★ -

Portable Datalogging pH-mV-ORP-Cond-TDS-Salinity-Temperature Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante904P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante903P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★ -

Bante902P-CN Portable Multi-parameter Water Quality Meter
Lihat Produk★★★★★
Referensi
- Lumban Toruan, P. L. T., Margareta, B., Jumarni, A., Pratiwi, S. S., & Atina, A. (2023). PENGARUH TEMPERATUR AIR TERHADAP KONDUKTIVITAS DAN TOTAL DISSOLVED SOLID. Jurnal Kumparan Fisika, 6(1), 11–16. Retrieved from https://ejournal.unib.ac.id/kumparan_fisika/article/view/26415
- Ganesha, G., Lolo, E. U., & Pambudi, Y. S. (2023). EFEKTIVITAS PENGOLAHAN AIR SUNGAI BENGAWAN SOLO MENGGUNAKAN METODE DOUBLE STAGE COAGULATIONS UNTUK MENURUNKAN PARAMETER TURBIDITY DAN TOTAL DISSOLVED SOLID (TDS). Teknika, 8(2), 74–88. Retrieved from https://jurnal.sttw.ac.id/index.php/jte/article/view/271














