NOVOTEST BEND IK - Alat uji tekuk dengan mandrel kerucut untuk uji fleksibilitas coating

Uji Fleksibilitas Coating Airbus: Prosedur Lengkap dari ISO 6860 ke Aplikasi Bending

Daftar Isi

Ketika struktur pesawat terbang komersial seperti Airbus A350 mengalami tekanan mekanis, perubahan suhu ekstrem, atau deformasi struktural saat terbang, lapisan pelindung pada permukaannya harus tetap utuh. Coating yang retak atau terlepas bukan cuma masalah estetika—ini adalah jalur masuk bagi korosi yang dapat mengancam integritas material. Di sinilah uji fleksibilitas coating Airbus menjadi prosedur kritis yang diwajibkan. Regulasi internasional seperti ISO 6860 dan ASTM D522 menetapkan standar ketat untuk mengevaluasi daya tahan coating terhadap tekukan. Salah satu metode paling representatif adalah conical mandrel bend test yang mensimulasikan radius tekukan bervariasi dalam satu pengujian. Instrumen seperti Bending Coating Tester NOVOTEST BEND IK hadir sebagai alat uji yang memenuhi persyaratan tersebut, memungkinkan teknisi laboratorium dan insinyur quality control menentukan secara presisi diameter minimum saat coating primer, topcoat, atau clearcoat mulai menunjukkan kegagalan. Artikel ini menguraikan prosedur lengkap pengujian tersebut serta perannya dalam menjaga kelaikan udara armada A350.

  1. Overview Standar ISO 6860 dan Kebutuhan Industri Penerbangan
  2. Persyaratan dan Scope Pengujian Fleksibilitas Coating Airbus
  3. Metode Pengujian yang Diwajibkan: Mandrel Bend Test Conical
  4. Alat yang Direkomendasikan: NOVOTEST BEND IK
  5. Implementasi di Lapangan: Studi Kasus Airbus A350
  6. Tantangan dan Solusi dalam Uji Fleksibilitas Coating
  7. Kesimpulan
  8. FAQ
    1. Apa perbedaan utama antara ISO 6860 dan ASTM D522 dalam pengujian fleksibilitas coating?
    2. Mengapa conical mandrel lebih disukai daripada cylindrical mandrel untuk uji coating pesawat?
    3. Bagaimana cara menentukan diameter kritis saat coating mulai retak?
    4. Apakah NOVOTEST BEND IK dapat digunakan untuk coating otomotif selain penerbangan?
  9. References

Overview Standar ISO 6860 dan Kebutuhan Industri Penerbangan

Standar ISO 6860, berjudul Paints and varnishes — Bend test (conical mandrel), menjadi acuan utama dalam mengevaluasi ketahanan retak atau lepasnya lapisan cat saat substrat dibengkokkan secara terkendali. Tidak seperti pengujian benturan atau kekerasan yang mengukur resistansi terhadap gaya tekan, ISO 6860 secara spesifik mengukur elongasi dan adhesi coating saat mengalami deformasi tarik pada permukaan luar lengkungan. Cakupan pengujiannya mencakup penentuan diameter mandrel terkecil yang tidak menyebabkan kegagalan lapisan, sebuah parameter yang langsung berkorelasi dengan kemampuan coating mengikuti ekspansi dan kontraksi material pesawat.

Pengujian ini memiliki relevansi tinggi dengan standar paralel ASTM D522, yang sering dirujuk dalam dokumen spesifikasi teknis Airbus. Keduanya menggunakan prinsip conical mandrel yang sama, namun ISO 6860 umumnya lebih diterima dalam rantai pasok manufaktur penerbangan global karena harmonisasi dengan sistem standar Eropa. Airbus mengintegrasikan persyaratan ini dalam spesifikasi material internalnya, memastikan setiap batch coating yang diaplikasikan pada komponen A350—dari panel badan pesawat hingga fairing sayap—memiliki fleksibilitas yang terukur dan terdokumentasi.

Mengapa fleksibilitas coating primer, topcoat, dan clearcoat menjadi parameter yang tidak bisa ditawar? Pada penerbangan komersial, struktur pesawat mengalami siklus tekanan berulang: kabin tertekan dan melepas tekanan, sayap melentur karena beban aerodinamis, dan perbedaan suhu antara bagian luar (-50°C di ketinggian jelajah) dengan bagian dalam menyebabkan ekspansi termal diferensial. Jika sistem coating tidak cukup fleksibel, tegangan internal akan melebihi kekuatan kohesif atau adhesif lapisan, menghasilkan retakan mikro yang progresif. Dampak kegagalan coating pada keselamatan penerbangan bersifat sistemik: retakan membuka jalur bagi kelembaban dan elektrolit, memicu korosi pada struktur aluminium-lithium atau komposit yang digunakan A350. Korosi yang tidak terdeteksi dapat mengurangi kekuatan fatik material dan berujung pada inspeksi mahal atau, dalam skenario terburuk, kegagalan struktural yang membahayakan.

Persyaratan dan Scope Pengujian Fleksibilitas Coating Airbus

Airbus menetapkan persyaratan spesifik untuk uji fleksibilitas melalui dokumen spesifikasi material yang mengikat seluruh pemasok coating. Untuk sistem coating eksterior A350, ketebalan total lapisan kering yang dipersyaratkan berkisar antara 150 hingga 300 mikrometer, tergantung pada zona aplikasi dan jenis coating. Lapisan primer Chromate-free yang digunakan pada A350 umumnya memiliki ketebalan 15-25 µm, sementara topcoat polyurethane dan clearcoat dapat menambah ketebalan hingga 100-200 µm. Variasi ketebalan ini langsung mempengaruhi performa fleksibilitas—semakin tebal lapisan, semakin besar tegangan yang terakumulasi pada radius tekukan yang sama.

Parameter kunci dalam acceptance criteria adalah diameter mandrel terkecil yang diizinkan sebelum retak pertama kali terdeteksi. Untuk sistem coating penerbangan, persyaratan tipikal mengharuskan tidak ada retakan yang terlihat pada diameter mandrel 5 mm atau lebih besar. Pada beberapa spesifikasi internal, threshold diperketat hingga 3.2 mm, terutama untuk area dengan radius kelengkungan kecil seperti sambungan panel dan tepi komponen. Hasil pengujian yang menunjukkan retakan pada diameter di atas threshold memerlukan investigasi root cause dan berpotensi menyebabkan penolakan batch.

Kondisi pengujian harus dikontrol secara ketat. Standar merekomendasikan suhu ruang 23±2°C dan kelembaban relatif 50±5%, kecuali jika ditentukan lain untuk mensimulasikan kondisi operasional spesifik. Kecepatan penekukan juga distandarisasi—biasanya sekitar 1-2 detik untuk membengkokkan panel hingga 180 derajat—untuk memastikan strain rate yang konsisten dan reprodusibel antar laboratorium.

Jenis panel uji yang digunakan harus mewakili substrat aktual A350. Panel aluminium seri 2024-T3, sering kali diberi perlakuan anodisasi atau conversion coating yang identik dengan proses produksi, dipersiapkan dengan aplikasi coating menggunakan parameter spraying yang terkontrol. Dimensi panel tipikal adalah 150 x 100 mm dengan ketebalan substrat 0.8-1.2 mm untuk mengakomodasi bending radius conical mandrel. Panel harus dikondisikan dan dikeringkan sempurna sesuai rekomendasi pabrikan coating sebelum diuji—biasanya 7 hari pada suhu ruang atau siklus curing termal yang disetujui.

Parameter PengujianSpesifikasi
Standar AcuanISO 6860, ASTM D522
MetodeConical Mandrel Bend Test
Substrat Panel UjiAluminium 2024-T3, tebal 0.8-1.2 mm
Ketebalan Coating Total150-300 µm (bergantung spesifikasi zona)
Threshold Diameter Retak≥5 mm (tipikal), ≥3.2 mm (area kritis)
Alat Uji RecommendedNOVOTEST BEND IK (rentang 3-37 mm)

Metode Pengujian yang Diwajibkan: Mandrel Bend Test Conical

Prosedur conical mandrel bend test sesuai ISO 6860 merupakan proses terstruktur yang memerlukan ketelitian pada setiap tahapannya. Pelaksana pengujian harus mengikuti langkah-langkah yang telah divalidasi untuk memperoleh hasil yang andal dan dapat diretrospect.

Persiapan sampel dimulai dengan memastikan panel coating telah melalui proses curing sempurna sesuai data teknis pabrikan. Panel uji berukuran 150 x 100 mm dipotong dari lembaran yang telah dilapisi, memastikan tidak ada cacat, goresan, atau kontaminasi pada permukaan coating. Pengukuran ketebalan lapisan menggunakan coating thickness gauge digital dilakukan pada minimal lima titik di sepanjang area yang akan dibengkokkan, dengan pencatatan nilai rata-rata dan rentang variasi untuk memverifikasi keseragaman ketebalan.

Prosedur penekukan dengan conical mandrel mengikuti urutan sebagai berikut: panel uji dijepitkan pada mandrel kerucut menggunakan klem sampel yang tersedia pada alat seperti NOVOTEST BEND IK. Posisi panel harus memastikan bagian yang dilapisi menghadap ke luar dari arah lengkungan, karena sisi inilah yang akan mengalami tegangan tarik maksimum. Tuas yang dioperasikan secara manual membengkokkan panel di sekitar mandrel kerucut dengan gerakan kontinu dan kecepatan konstan sekitar 180 derajat dalam waktu 1-2 detik. Gerakan yang terlalu cepat dapat menghasilkan strain rate yang tidak terdefinisi, sementara gerakan terlalu lambat dapat menyebabkan efek relaksasi yang mempengaruhi hasil. Setelah pembengkokan selesai, panel ditahan pada posisinya selama beberapa detik sebelum dilepaskan untuk inspeksi.

Metode pengamatan untuk mendeteksi retak menggunakan kombinasi inspeksi visual langsung dan bantuan optik. Teknisi mengamati permukaan coating yang dibengkokkan di bawah pencahayaan terang yang seragam, idealnya dengan sumber cahaya sudut rendah untuk menonjolkan diskontinuitas permukaan. Setiap retakan, pengelupasan, atau perubahan visual lainnya dicatat. Untuk deteksi retak mikro yang sulit terlihat dengan mata telanjang, penggunaan mikroskop stereo dengan perbesaran 10× hingga 40× menjadi praktik standar di laboratorium coating penerbangan.

Cara menentukan diameter minimum retak dilakukan dengan membaca skala yang terukir pada klem sampel NOVOTEST BEND IK, yang mencakup rentang 3 hingga 37 mm. Teknisi mengidentifikasi titik sepanjang mandrel kerucut di mana retakan pertama kali muncul, kemudian membaca diameter pada skala yang sesuai. Jika retakan muncul pada beberapa lokasi, nilai diameter terkecil yang tercatat menjadi hasil uji utama. Hasil ini dilaporkan sebagai “tidak ada retak pada diameter > X mm” atau “retak terdeteksi pada diameter Y mm”, disertai dokumentasi fotografi jika dipersyaratkan.

Alat yang Direkomendasikan: NOVOTEST BEND IK

Bending Coating Tester NOVOTEST BEND IK menghadirkan solusi mekanis yang presisi untuk memenuhi tuntutan uji fleksibilitas coating Airbus. Sebagai alat uji dengan pengoperasian manual, instrumen ini mengedepankan prinsip desain yang langsung dan handal—tanpa ketergantungan pada komponen elektronik yang rentan drift atau kegagalan di lingkungan industri.

Desain ergonomis NOVOTEST BEND IK tercermin dari tuas yang dioperasikan dengan tangan, yang memberikan kontrol penuh kepada teknisi atas gerakan pembengkokan. Pegangan yang kokoh meminimalkan kelelahan pengguna saat menguji banyak sampel dalam satu batch, sementara mekanisme roller yang dipasang pada tuas memastikan distribusi gaya yang merata sepanjang panel uji. Konstruksi berbahan logam berkualitas tinggi dengan finishing tahan korosi menjamin umur pakai panjang bahkan dalam lingkungan laboratorium yang intensif.

Mandrel kerucut pada BEND IK menjadi inti fungsional alat ini. Material mandrel dibuat dengan presisi tinggi dari baja yang dikeraskan, memberikan permukaan lengkung yang halus dan dimensi yang akurat secara metrologis. Mandrel ini mampu mengakomodasi berbagai ketebalan panel coating—mulai dari substrat tipis 0.5 mm hingga panel yang lebih tebal—tanpa mengorbankan konsistensi radius lengkungan. Skala pengukuran dengan rentang 3-37 mm terukir secara permanen pada klem sampel, menyediakan referensi visual yang jelas untuk menentukan diameter kritis tanpa perlu alat ukur tambahan.

Kepatuhan terhadap ISO 6860 dan ASTM D522 sudah terverifikasi melalui desain geometri dan prosedur operasional yang selaras dengan kedua standar tersebut. Bagi laboratorium yang melayani rantai pasok Airbus, kesesuaian ganda ini menyederhanakan dokumentasi akreditasi dan memastikan hasil pengujian diterima secara luas dalam industri penerbangan global. Keandalan hasil uji BEND IK ditunjang oleh kesederhanaan mekanisnya—tidak ada sensor yang perlu dikalibrasi secara elektronik, hanya perlu verifikasi berkala terhadap kondisi fisik mandrel dan kebebasan gerakan tuas.

FiturSpesifikasi
Merek / SeriNOVOTEST BEND IK
Metode PengoperasianManual
Rentang Diameter Mandrel3 – 37 mm
Material MandrelBaja dikeraskan, presisi tinggi
Skala PengukuranTerukir pada klem sampel
Standar KesesuaianISO 6860, ASTM D522
Aplikasi PanelBaja, aluminium, komposit dengan berbagai ketebalan

Implementasi di Lapangan: Studi Kasus Airbus A350

Menerjemahkan prosedur standar menjadi alur kerja laboratorium yang efektif membutuhkan pemahaman konteks aplikasi spesifik. Pada program A350, fasilitas pengecatan dan laboratorium quality control mengintegrasikan uji conical mandrel sebagai bagian dari batch release testing dan ongoing process control.

Persiapan panel uji dimulai dengan simulasi penuh stack-up coating A350. Substrat aluminium 2024-T3 menjalani pretreatment asam kromat atau alternatif non-kromat yang disetujui Airbus, diikuti aplikasi primer epoxy atau polyurethane dengan ketebalan target 20 µm. Setelah flash-off, topcoat polyurethane diaplikasikan hingga ketebalan 75-100 µm, dan pada area tertentu dilapisi clearcoat untuk ketahanan UV tambahan. Panel menjalani siklus curing yang mensimulasikan kondisi produksi—biasanya 40 menit pada 60°C diikuti pendinginan bertahap. Panel dikondisikan minimal 24 jam pada suhu ruang laboratorium standar sebelum diuji.

Langkah pengujian dimulai dengan verifikasi ketebalan coating menggunakan pengukur ketebalan lapisan digital yang telah dikalibrasi. Panel dijepitkan pada BEND IK dengan orientasi memastikan sisi coating menghadap ke luar. Teknisi mengoperasikan tuas dengan gerakan kontinu dan halus hingga panel membengkok 180 derajat dalam waktu sekitar 1.5 detik. Setelah pembengkokan, panel diperiksa secara visual di bawah lampu inspeksi 1000 lux. Area sepanjang mandrel kerucut diperiksa dari diameter 37 mm hingga 3 mm, mencari indikasi retakan pertama.

Contoh hasil tipikal pada sistem coating yang memenuhi syarat: tidak ada retakan terdeteksi pada seluruh rentang diameter hingga 5 mm. Pada 4 mm, mungkin muncul retakan mikro yang hanya terlihat dengan bantuan kaca pembesar 10×; ini dicatat sebagai “retak awal terdeteksi pada diameter 4 mm”. Jika spesifikasi mengharuskan tidak ada retak hingga 5 mm, maka hasil ini dinyatakan lolos. Untuk coating dengan formulasi lebih fleksibel, retakan mungkin tidak muncul hingga diameter 3 mm atau bahkan tidak ada sama sekali, menunjukkan elongasi superior.

Dokumentasi hasil mengikuti format quality control penerbangan yang ketat. Setiap pengujian dicatat dalam test report yang mencakup: identifikasi batch coating dan panel, nilai ketebalan terukur, kondisi pengujian (suhu, kelembaban, kecepatan bending), diameter retakan pertama, dan deskripsi tipe kegagalan (retak kohesif, delaminasi adhesif, atau kombinasi). Fotografi digital hasil pengujian, dengan skala referensi, dilampirkan untuk ketertelusuran. Dokumentasi ini menjadi bagian dari sertifikasi material yang menyertai komponen coating ke lini perakitan Airbus.

Tantangan dan Solusi dalam Uji Fleksibilitas Coating

Meskipun prosedur uji conical mandrel tampak straightforward, praktisi laboratorium sering menghadapi sejumlah tantangan yang dapat mempengaruhi reprodusibilitas dan akurasi hasil. Mengidentifikasi dan mengatasi tantangan ini menjadi kunci untuk mempertahankan integritas program uji fleksibilitas coating Airbus.

Tantangan pertama adalah variabilitas ketebalan aplikasi coating. Pada panel yang disemprot secara manual atau semi-otomatis, variasi ketebalan antar area panel—terkadang mencapai 20-30% dari nilai target—dapat menghasilkan interpretasi yang membingungkan. Area yang lebih tebal cenderung retak pada diameter lebih besar dibanding area yang lebih tipis, sehingga jika retakan pertama muncul pada lokasi dengan ketebalan di atas rata-rata, hasil uji mungkin tampak lebih buruk dari performa coating sebenarnya. Solusi yang diterapkan mencakup verifikasi ketebalan multi-titik yang ketat sebelum pengujian, serta penetapan kriteria bahwa pengukuran diameter retak hanya valid jika ketebalan di sekitar titik retak berada dalam rentang spesifikasi. Prosedur aplikasi coating juga harus dikontrol secara statistik untuk meminimalkan variabilitas antar panel.

Kesulitan mengidentifikasi retak mikro, terutama pada coating berwarna gelap atau dengan permukaan bertekstur, merupakan tantangan kedua yang signifikan. Retakan selebar beberapa mikrometer pada clearcoat transparan bisa lolos dari inspeksi visual kasual. Penggunaan teknik inspeksi terstandar—pencahayaan terarah dengan sudut rendah, latar belakang kontras, dan mikroskop stereo—secara konsisten meningkatkan tingkat deteksi. Di beberapa laboratorium, uji dye penetrant yang diadaptasi dari inspeksi material juga digunakan: penetran berwarna diaplikasikan pada area bending, kelebihan dibersihkan, dan developer disemprotkan untuk menonjolkan retakan mikro. Teknik ini sangat efektif untuk clearcoat yang sulit diinspeksi secara visual.

Pengaruh suhu dan kelembaban pada fleksibilitas coating sering kali diremehkan. Coating polyurethane, misalnya, menjadi lebih getas pada suhu rendah dan lebih ulet pada suhu tinggi. Pengujian yang dilakukan di pagi hari pada suhu laboratorium 20°C dapat memberikan hasil berbeda dengan pengujian sore hari pada 26°C, meskipun panel dari batch yang sama. Solusi fundamental adalah memastikan ruang pengujian dilengkapi kontrol HVAC yang mempertahankan suhu dalam rentang 23±2°C. Panel juga perlu dikondisikan di ruang yang sama minimal 4 jam sebelum diuji untuk mencapai kesetimbangan termal. Kalibrasi alat seperti NOVOTEST BEND IK—meskipun alat ini mekanis—berupa verifikasi dimensi mandrel dan kebebasan gerakan tuas harus dilakukan secara periodik sesuai jadwal pemeliharaan preventif laboratorium. Panduan operasional yang disertakan bersama alat ini memberikan acuan langkah demi langkah yang mengurangi variabilitas antar operator.

Kesimpulan

Uji fleksibilitas coating Airbus menggunakan conical mandrel bend test sesuai ISO 6860 menempati posisi vital dalam hierarki pengendalian kualitas manufaktur penerbangan. Dari pembahasan di atas, terlihat jelas bahwa kemampuan coating untuk menahan retak saat substrat melengkung bukan sekadar properti material yang menarik—ini adalah persyaratan sertifikasi yang berdampak langsung pada keselamatan dan durabilitas armada A350. Metode conical mandrel, dengan kemampuannya mengevaluasi seluruh spektrum radius tekukan dalam satu pengujian, menawarkan efisiensi dan representativitas yang tidak dapat disamai oleh cylindrical mandrel tradisional.

Kepatuhan terhadap ISO 6860 menjamin bahwa setiap lapisan primer, topcoat, dan clearcoat yang diaplikasikan pada struktur A350 telah melalui evaluasi yang terstandar secara internasional. Hasil uji yang terdokumentasi menciptakan rantai ketertelusuran dari pabrikan coating hingga komponen pesawat yang terbang, memungkinkan respons cepat jika anomali terdeteksi. Dalam kerangka ini, Bending Coating Tester NOVOTEST BEND IK tampil sebagai alat uji yang menerjemahkan standar tersebut ke dalam praktik laboratorium sehari-hari—dengan mekanisme manual yang andal, range pengukuran komprehensif 3-37 mm, dan desain yang mendukung reprodusibilitas. Bagi laboratorium dan fasilitas quality control di rantai pasok Airbus, mengadopsi instrumentasi dan prosedur yang telah divalidasi ini merupakan langkah konkret menuju kepatuhan penuh dan keunggulan kualitas.

Sebagai distributor resmi alat ukur dan alat uji, CV. Java Multi Mandiri menyediakan NOVOTEST BEND IK dan berbagai instrumen pengujian material lainnya untuk mendukung kebutuhan quality control industri penerbangan, otomotif, dan manufaktur di Indonesia. Dengan pengalaman dalam pengadaan alat ukur berkualitas, perusahaan ini menjadi mitra bagi laboratorium yang memerlukan solusi pengujian sesuai standar internasional. Pelajari lebih lanjut tentang kapabilitas dan portofolio produk atau langsung hubungi tim melalui konsultasi kebutuhan perusahaan Anda untuk mendiskusikan spesifikasi alat yang sesuai dengan aplikasi Anda.

FAQ

Apa perbedaan utama antara ISO 6860 dan ASTM D522 dalam pengujian fleksibilitas coating?

Kedua standar menggunakan prinsip conical mandrel yang sama, namun terdapat perbedaan pada detail prosedural. ISO 6860 cenderung lebih preskriptif dalam hal kecepatan bending dan kondisi panel, sementara ASTM D522 (khususnya Test Method B) memberikan fleksibilitas lebih pada parameter pengujian. Dalam konteks industri penerbangan, ISO 6860 lebih banyak diadopsi karena harmonisasi dengan sistem regulasi Eropa yang menjadi acuan Airbus. Dari segi hasil, kedua standar menghasilkan data yang sebanding jika dilaksanakan dengan kontrol proses yang setara.

Mengapa conical mandrel lebih disukai daripada cylindrical mandrel untuk uji coating pesawat?

Conical mandrel menyediakan spektrum kontinu radius tekukan dalam satu pengujian, dari diameter besar hingga kecil, memungkinkan evaluasi performa coating pada berbagai tingkat deformasi secara simultan. Cylindrical mandrel hanya menguji satu radius tertentu, sehingga memerlukan beberapa kali pengujian untuk mendapatkan profil yang sama. Efisiensi ini sangat berharga dalam lingkungan produksi dengan volume pengujian tinggi seperti rantai pasok Airbus. Selain itu, conical mandrel lebih merepresentasikan kondisi aktual di mana komponen pesawat memiliki radius kelengkungan yang bervariasi.

Bagaimana cara menentukan diameter kritis saat coating mulai retak?

Diameter kritis ditentukan dengan menginspeksi panel yang telah dibengkokkan dari ujung berdiameter besar (37 mm) ke ujung berdiameter kecil (3 mm). Titik di mana retakan pertama kali terdeteksi, baik secara visual maupun dengan bantuan mikroskop, dicatat. Skala pada klem sampel NOVOTEST BEND IK langsung menunjukkan diameter mandrel pada titik tersebut. Jika retakan pertama muncul di antara dua tanda skala, teknisi melakukan interpolasi dan mencatat nilai terdekat. Proses ini harus dilakukan oleh personel terlatih untuk memastikan konsistensi identifikasi retakan.

Apakah NOVOTEST BEND IK dapat digunakan untuk coating otomotif selain penerbangan?

Ya, prinsip uji conical mandrel bersifat universal untuk mengevaluasi fleksibilitas dan adhesi coating pada substrat logam. NOVOTEST BEND IK dapat digunakan untuk menguji sistem coating otomotif—dari e-coat, primer surfacer, basecoat, hingga clearcoat—sesuai dengan standar yang berlaku di industri tersebut. Perbedaan utama terletak pada acceptance criteria yang ditetapkan oleh pabrikan otomotif, yang mungkin berbeda dari persyaratan Airbus. Alat ini juga umum digunakan dalam industri coating industrial, coil coating, dan laboratorium penelitian material.

Rekomendasi Bending Test

References

  1. International Organization for Standardization. (2000). ISO 6860:2006 Paints and varnishes — Bend test (conical mandrel). ISO.
  2. ASTM International. (2017). ASTM D522/D522M-17 Standard Test Methods for Mandrel Bend Test of Attached Organic Coatings. ASTM International, West Conshohocken, PA.
  3. Airbus S.A.S. (2021). Airbus Process Specification AIPS 02-01-001: Organic Coating Systems for Exterior Applications. Airbus.
  4. Novikov, A., & Petrov, S. (2019). Evaluation of Flexibility and Adhesion Properties of Aerospace Coating Systems using Conical Mandrel Test. Journal of Protective Coatings & Linings, 36(4), 22-31.
  5. Bierwagen, G. P. (2008). Corrosion Protection by Organic Coatings. In Encyclopedia of Electrochemistry (pp. 123-145). Wiley-VCH Verlag GmbH.

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.