Indonesia tengah menghadapi darurat diabetes yang tidak bisa diabaikan. Menurut data International Diabetes Federation (IDF) Diabetes Atlas 2024, prevalensi diabetes pada populasi dewasa Indonesia telah mencapai 11,3%, setara dengan 20.426.400 kasus — dan angka ini menempatkan Indonesia di peringkat kelima negara dengan jumlah penderita diabetes tertinggi di dunia [1]. Lebih mengkhawatirkan lagi, studi terbaru yang diterbitkan di BMJ Open (2025) mengungkap bahwa 73,2% dari populasi diabetes di Indonesia tidak terdiagnosis, sementara prevalensi prediabetes mencapai 39,2% atau sekitar 83,1 juta kasus [2]. Artinya, jutaan orang Indonesia hidup dengan gula darah tinggi tanpa menyadarinya.
Artikel ini hadir sebagai panduan komprehensif yang memadukan data epidemiologi terkini dengan solusi praktis: cara mengukur kadar gula pada makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari. Dari memahami label Nutri-Level BPOM, mengenali gula tersembunyi, hingga memilih alat ukur gula yang tepat — semuanya akan dibahas untuk memberdayakan Anda mengambil kendali penuh atas asupan gula.
- Krisis Diabetes di Indonesia: Fakta dan Angka Terbaru
- Gula Tersembunyi dan Batas Aman Konsumsi Gula Harian
- Metode dan Alat Ukur Gula: Dari Refractometer hingga Glukometer
- Peran BPOM dan Regulasi Nutri-Level dalam Pengawasan Kadar Gula
- Referensi
Krisis Diabetes di Indonesia: Fakta dan Angka Terbaru
Data Epidemiologi Diabetes Indonesia (IDF & RISKESDAS/SKI)
Data dari IDF Diabetes Atlas 2024 menunjukkan bahwa dari total populasi dewasa Indonesia yang mencapai 185.217.400 jiwa, prevalensi diabetes mencapai 11,3% [1]. Jumlah absolut penderita diabetes dewasa tercatat 20,4 juta kasus, dengan proyeksi peningkatan signifikan hingga 28,6 juta pada tahun 2045 mendatang.
Studi BMJ Open yang menganalisis data RISKESDAS/SKI 2013 hingga 2023 memberikan gambaran yang lebih mendalam. Dalam rentang satu dekade tersebut, prevalensi diabetes meningkat dari 10,7% menjadi 11,3%. Angka absolut kasus diabetes melonjak dari 18,6 juta pada 2013 menjadi 23,9 juta pada 2023 [2]. Temuan paling mencengangkan: 73,2% populasi diabetes tidak terdiagnosis, dan prevalensi prediabetes mencapai 39,2% — atau sekitar 83,1 juta kasus.
World Health Organization (WHO) Indonesia menambahkan perspektif penting: faktor-faktor risiko terkait pola makan kini menjadi penyumbang terbesar ketiga terhadap kematian dan disabilitas di Indonesia. Lebih dari separuh kematian akibat penyakit jantung dapat dikaitkan dengan kebiasaan makan yang tidak sehat, sementara hampir sepertiga kematian akibat stroke dan hampir seperlima kematian akibat diabetes [3]. Data ini diperkuat dengan temuan bahwa hampir separuh populasi usia di atas 3 tahun mengonsumsi lebih dari satu minuman manis setiap hari.
Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia 2024 dari Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) menegaskan bahwa Indonesia menduduki peringkat 5 dari 10 negara terbanyak di dunia dengan penyandang diabetes dewasa, dengan target pengendalian meliputi HbA1c <7%, gula darah puasa (GDP) 80–130 mg/dL, dan gula darah 1–2 jam post-prandial <180 mg/dL [4].
Mengapa Konsumsi Gula Berlebih Menjadi Pemicu Utama?
Mekanisme biologisnya sederhana namun destruktif: konsumsi gula berlebih secara terus-menerus menyebabkan sel-sel tubuh menjadi resisten terhadap insulin — hormon yang bertugas memasukkan gula dari darah ke dalam sel. Ketika resistensi insulin terjadi, gula darah tetap tinggi meskipun pankreas bekerja lebih keras memproduksi insulin. Akhirnya, pankreas kelelahan dan diabetes tipe 2 pun berkembang.
WHO merekomendasikan batas konsumsi gula tambahan tidak lebih dari 25 gram per hari untuk orang dewasa (setara 5–6 sendok teh) untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang optimal [5]. Ironisnya, satu gelas minuman manis kemasan bisa mengandung 50 gram gula — sudah melebihi batas harian dewasa hanya dalam satu sajian.
Data WHO Indonesia mengungkapkan bahwa angka obesitas pada orang dewasa melonjak dari 15,4% menjadi 23,4% hanya dalam waktu sepuluh tahun. Ini bukan kebetulan — konsumsi minuman manis yang tinggi berbanding lurus dengan peningkatan obesitas dan diabetes [3].
Gula Tersembunyi dan Batas Aman Konsumsi Gula Harian
Mengenali Nama Lain Gula pada Label Kemasan
Salah satu tantangan terbesar dalam mengendalikan asupan gula adalah gula tersembunyi. Produsen makanan menggunakan berbagai nama untuk menutupi keberadaan gula dalam produk mereka. Di Indonesia, Anda mungkin menemukan istilah-istilah berikut pada label kemasan:
- Sukrosa (gula pasir biasa)
- Fruktosa dan glukosa
- Sirup jagung fruktosa tinggi (high fructose corn syrup)
- Maltodekstrin dan dekstrosa
- Sirup malt, sirup beras, sirup agave
- Madu, molase, dan konsentrat jus buah
- Laktosa dan maltosa
Peraturan BPOM Nomor 26 Tahun 2021 tentang Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan Olahan mewajibkan pencantuman kandungan gula total dan gula tambahan pada label nutrisi [6]. Artinya, konsumen kini memiliki akses informasi yang lebih transparan untuk mengidentifikasi berapa banyak gula yang benar-benar terkandung dalam produk yang mereka beli.
Untuk membantu Anda lebih waspada, berikut batas konsumsi gula harian berdasarkan usia yang direkomendasikan:
- Dewasa: Tidak lebih dari 30 gram (7 sendok teh) per hari
- Anak-anak 7–10 tahun: Tidak lebih dari 24 gram (6 sendok teh) per hari
- Anak-anak 2–6 tahun: Tidak lebih dari 20 gram (5 sendok teh) per hari
Cara Menghitung Total Asupan Gula Harian dari Label Nutrisi
Mari kita praktikkan langsung dengan contoh produk Indonesia. Ambil sebotol teh manis kemasan ukuran 350 ml. Pada label nutrisi, biasanya tercantum “Gula total: 25 gram per sajian”. Jika satu botol berisi 2 sajian, maka total gula yang Anda konsumsi dari satu botol adalah 50 gram — sudah melampaui batas harian dewasa.
Cara menghitung asupan gula harian:
- Baca ukuran sajian pada label (misal: 200 ml)
- Catat gram gula per sajian (misal: 15 gram)
- Hitung berapa sajian yang Anda konsumsi (misal: 1,5 botol = 3 sajian)
- Kalikan: 15 gram × 3 sajian = 45 gram
Lakukan ini untuk setiap makanan dan minuman yang Anda konsumsi dalam sehari, lalu jumlahkan totalnya. Bandingkan dengan batas harian 30 gram. Anda akan terkejut betapa mudahnya melebihi batas hanya dari minuman kemasan, saus sambal, dan makanan ringan.
Produk-produk seperti saus sambal kemasan, kecap manis, bumbu instan, dan minuman tradisional sering kali mengandung gula dalam jumlah yang tidak terduga. Membaca label dengan cermat adalah keterampilan pertama yang harus dikuasai.
Metode dan Alat Ukur Gula: Dari Refractometer hingga Glukometer
Refractometer Brix Digital: Mengukur Kadar Gula dalam Makanan dan Minuman
Refractometer Brix digital adalah alat yang sangat praktis untuk mengukur kadar gula dalam makanan dan minuman cair. Prinsip kerjanya didasarkan pada refraksi cahaya — semakin tinggi konsentrasi gula, semakin besar sudut pembiasan cahaya yang melewati larutan.
Skala Brix (°Brix) setara dengan persentase padatan terlarut dalam larutan, di mana 1 derajat Brix ≈ 1 gram gula per 100 ml larutan (untuk larutan sukrosa murni).
Cara menggunakan refractometer Brix digital:
- Kalibrasi alat terlebih dahulu menggunakan aquades — hasil harus menunjukkan 0,0% Brix
- Teteskan 2–3 tetes sampel pada prisma alat
- Tekan tombol “Start” dan tunggu 3–5 detik
- Baca hasil pada layar digital
Refractometer digital portable yang tersedia di Indonesia memiliki rentang pengukuran bervariasi, mulai dari 0–32% Brix hingga 0–55% Brix, dengan harga bervariasi tergantung pada merek dan akurasi.
Langkah kalibrasi yang benar:
- Bersihkan prisma dengan kain lembut
- Teteskan air suling (aquades) pada prisma
- Tekan tombol kalibrasi hingga layar menunjukkan 0,0
- Keringkan prisma, alat siap digunakan
Alat ini sangat berguna bagi pelaku UMKM minuman yang ingin memastikan konsistensi rasa produk, atau konsumen yang ingin memverifikasi kandungan gula dalam minuman favorit mereka.
Glukometer (Glucose Analyzer) untuk Pemantauan Gula Darah Mandiri
Glukometer atau glucose analyzer adalah alat untuk mengukur kadar gula darah. PERKENI merekomendasikan Pemantauan Glukosa Darah Mandiri (PGDM) sebagai bagian integral dari pengelolaan diabetes [4]. Target glukosa darah menurut PERKENI adalah:
- Gula darah puasa (GDP): 80–130 mg/dL
- Gula darah 1–2 jam setelah makan (post-prandial): <180 mg/dL
- HbA1c: <7%
Cara memilih glukometer yang tepat:
- Akurasi: Pilih alat dengan teknologi biosensor yang sudah teruji klinis
- Ketersediaan strip: Pastikan strip tes mudah didapat dan tidak kedaluwarsa
- Fitur: Beberapa alat menawarkan fitur 3-in-1 (gula darah, kolesterol, asam urat) seperti EasyTouch GCU
- Biaya jangka panjang: Harga strip tes sering lebih penting daripada harga alat
Merek-merek populer yang tersedia di Indonesia antara lain Hanna Instrument, Atago, Amtast, dan Aqua-boy. Harganya bervariasi tergantung pada spesifikasi sampel yang akan diukur, dengan strip tes yang perlu dibeli secara berkala.
Cara penggunaan glukometer yang benar:
- Cuci tangan dengan sabun dan keringkan
- Masukkan strip tes ke dalam alat
- Tusuk bagian samping ujung jari dengan lancet
- Teteskan darah pada strip tes
- Baca hasil setelah 5–10 detik
- Catat hasil dalam logbook atau aplikasi
Metode Laboratorium: HPLC, GOD-PAP, dan Standar Nasional
Untuk kebutuhan analisis yang lebih akurat, seperti untuk validasi produk pangan atau penelitian, metode laboratorium menjadi pilihan utama:
- HPLC (High Performance Liquid Chromatography): Metode gold standard internasional untuk analisis gula. Mampu memisahkan dan mengidentifikasi berbagai jenis gula (sukrosa, fruktosa, glukosa) secara individual. Biaya uji berkisar Rp500.000 per sampel.
- GOD-PAP (Glucose Oxidase-Peroxidase): Metode enzimatik yang banyak digunakan di laboratorium Indonesia untuk pengukuran glukosa. Memiliki ketelitian tinggi dan relatif lebih terjangkau.
- Refractometer Digital: Metode cepat dan praktis untuk pengukuran lapangan, cocok untuk kontrol kualitas di tempat produksi.
Metode-metode ini diakui oleh standar AOAC International dan Badan Standardisasi Nasional (BSN). Untuk pelaku UMKM yang membutuhkan pengujian akurat, laboratorium universitas seperti IPB, UGM, dan UI menyediakan jasa uji dengan harga kompetitif.
Peran BPOM dan Regulasi Nutri-Level dalam Pengawasan Kadar Gula
Pemerintah Indonesia melalui BPOM telah mengambil langkah konkret untuk membantu konsumen mengidentifikasi kadar gula dalam produk pangan. Regulasi terbaru berupa PP No. 28/2024 dan Peraturan BPOM No. 26/2021 mewajibkan pencantuman Front-of-Pack Nutrition Labeling (FoPNL) atau yang dikenal dengan Nutri-Level [3][6].
Sistem Nutri-Level mengkategorikan produk berdasarkan kandungan gula, garam, dan lemak per 100 ml atau 100 gram:
| Kategori | Warna | Arti | Gula per 100 ml |
|---|---|---|---|
| A | Hijau tua | Sangat rendah | ≤1 gram |
| B | Hijau muda | Rendah | 1–3 gram |
| C | Kuning | Sedang | 3–6 gram |
| D | Merah | Tinggi | >6 gram |
Cara Membaca dan Memanfaatkan Label Nutri-Level
- Cari logo Nutri-Level pada bagian depan kemasan produk
- Perhatikan warna pada setiap komponen (gula, garam, lemak)
- Prioritaskan produk dengan kategori A dan B untuk gula
- Waspadai kategori C dan D — konsumsi dalam jumlah terbatas
- Bandingkan produk sejenis dan pilih yang memiliki kategori lebih baik
Sebagai contoh, ketika memilih minuman kemasan, bandingkan Nutri-Level dari berbagai merek. Produk dengan kategori A atau B pada komponen gula adalah pilihan yang lebih sehat dibandingkan yang berkategori C atau D.
Kebijakan Nutri-Level ini bersifat sukarela dalam masa transisi 2 tahun bagi pelaku usaha, namun diharapkan menjadi kewajiban penuh ke depannya. Ini adalah alat yang sangat berguna bagi konsumen yang sadar kesehatan untuk membuat pilihan yang lebih cerdas tanpa perlu menghitung gram gula secara manual.
CV. Java Multi Mandiri adalah supplier dan distributor terpercaya alat ukur dan instrumen laboratorium di Indonesia, termasuk berbagai pilihan refractometer digital untuk pengukuran gula makanan dan glukometer untuk pemantauan gula darah. Kami melayani kebutuhan bisnis — mulai dari UMKM pangan, laboratorium pengujian, hingga industri pengolahan makanan dan minuman. Dengan produk berkualitas dan dukungan teknis yang profesional, kami siap membantu perusahaan Anda mengoptimalkan proses quality control dan memenuhi kebutuhan perlengkapan pengukuran yang akurat. Untuk konsultasi solusi bisnis lebih lanjut, jangan ragu untuk menghubungi tim kami.
Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan saran medis profesional. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk kondisi kesehatan spesifik. Penggunaan alat ukur gula (refractometer, glukometer) harus sesuai petunjuk dan kalibrasi yang benar.
Rekomendasi Alat Ukur Kadar Gula
-

Atago Pocket IR Brix Meter PAL-HIKARi 8 (Kiwi)
Lihat Produk★★★★★ -

Atago Pocket IR Brix Meter PAL-HIKARi 4 (Strawberry)
Lihat Produk★★★★★ -

Atago Pocket IR Brix Meter PAL-HIKARi 16 (Cherry)
Lihat Produk★★★★★ -

Atago Pocket IR Brix Meter PAL-HIKARi 30 (Melon)
Lihat Produk★★★★★ -

Atago Pocket IR Brix Meter PAL-HIKARi 19 (Persimmon)
Lihat Produk★★★★★ -

Atago Pocket IR Brix Meter PAL-HIKARi 10 (Peach)
Lihat Produk★★★★★ -

Atago Pocket IR Brix Meter PAL-HIKARi 42 (Orange)
Lihat Produk★★★★★ -

Atago Pocket IR Brix Meter PAL-HIKARi 3 MINi (Cherry Tomatoes)
Lihat Produk★★★★★
Referensi
- International Diabetes Federation (IDF). (2024). IDF Diabetes Atlas, 11th Edition — Indonesia Data. Brussels: International Diabetes Federation. Retrieved from https://diabetesatlas.org/data-by-location/country/indonesia.
- Muharram, F.R., Swannjo, J.B., Melbiarta, R.R., & Martini, S. (2025). Trends of diabetes and pre-diabetes in Indonesia 2013–2023: a serial analysis of national health surveys. BMJ Open. PMCID: PMC12519354. Retrieved from https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC12519354.
- World Health Organization (WHO) Indonesia. (2026). Indonesia Mengembangkan Regulasi Baru untuk Mengatasi Konsumsi Makanan Tidak Sehat. Written by Dina Kania, National Professional Officer (Policy and Legislation) WHO Indonesia. Retrieved from https://www.who.int/indonesia/id/news/detail/27-01-2026-indonesia-develops-new-regulations-to-tackle-unhealthy-food-consumption.
- Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI). (2024). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia 2024. Jakarta: PB PERKENI. Retrieved from https://pbperkeni.or.id/wp-content/uploads/2025/08/DMT2-2024-Protected.pdf.
- World Health Organization (WHO). (2023). Healthy Diet Fact Sheet. Geneva: WHO. Retrieved from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/healthy-diet.
- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. (2021). Peraturan BPOM Nomor 26 Tahun 2021 tentang Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan Olahan. Jakarta: BPOM RI. Retrieved from https://tabel-gizi.pom.go.id/regulasi/1_PerBPOM_Nomor_26_Tahun_2021_tentang_Informasi_Nilai_Gizi_pada_Label_Pangan_Olahan.pdf.

























