Kalau pH hanya “angka di layar”, banyak proses industri bisa berjalan santai. Masalahnya, pH itu sering jadi pemicu utama kegagalan kualitas, temuan audit, sampai downtime proses—dan sumber masalahnya kadang bukan pada sampel, melainkan pada cara kita mengukurnya. Di lab QA/QC, misalnya, pH dipakai untuk verifikasi bahan baku, kontrol batch, dan rilis produk. Di instalasi pengolahan air (WTP/WWTP), pH menentukan efektivitas koagulasi-flokulasi, netralisasi, hingga kepatuhan baku mutu pembuangan. Di farmasi, biotek, makanan-minuman, kosmetik, sampai plating/galvanis, pH memengaruhi stabilitas, reaksi kimia, korosi, hasil akhir, dan keamanan.
Pain point yang paling sering muncul biasanya seperti ini:
Angka pH “meloncat-loncat” karena elektroda kotor, teknik pengukuran tidak konsisten, atau kalibrasi yang sekadarnya.
Sulit melakukan pengukuran di lokasi basah/berisiko cipratan (area utilitas, samping tangki, kolam, saluran) karena alat tidak cukup tahan lingkungan.
Waktu sampling membengkak: operator harus bolak-balik, menunggu pembacaan stabil, atau mengulang karena ragu.
Dokumentasi dan inspeksi internal jadi repot ketika hasil antar-operator berbeda, padahal SOP sama.
Di lapangan, alat sering jatuh/terciprat, lalu performa menurun tanpa disadari sampai data jadi bias.
Pada praktiknya, pH yang tidak terkontrol dapat memunculkan efek domino. Di WWTP, pH yang terlalu rendah/tinggi bisa menurunkan performa proses biologis atau mengganggu proses netralisasi. Di hidroponik, pH larutan nutrisi yang meleset membuat serapan unsur hara tidak optimal—tanaman tampak “misterius”: daun menguning, pertumbuhan melambat, padahal EC dan nutrisi sudah “benar”. Di proses plating, pH bath yang tidak tepat bisa memengaruhi kualitas lapisan, menambah reject, dan memicu rework.
Di titik inilah pH meter portabel yang praktis, tahan air, dan mudah dikalibrasi menjadi alat kerja yang bukan hanya “alat ukur”, tetapi juga alat untuk menutup celah variasi manusia (operator variability) agar data lebih konsisten.
Prinsip Pengukuran pH Berbasis Elektroda Kaca dan Kalibrasi Otomatis
PCE-PH20 bekerja dengan prinsip elektrokimia klasik yang dipakai luas di lab dan industri: pengukuran beda potensial (mV) antara elektroda pH (biasanya elektroda kaca sensitif ion H⁺) dan elektroda referensi. Ketika ujung sensor bersentuhan dengan larutan, terjadi respons elektrokimia yang berkaitan dengan aktivitas ion hidrogen. Alat kemudian mengonversi sinyal itu menjadi angka pH.
Mengapa konsep ini penting dipahami? Karena pH meter bukan sekadar “celup dan baca”. Elektroda pH adalah komponen aktif yang bisa berubah responsnya seiring waktu (penuaan membran kaca, kontaminasi, dehidrasi, deposit protein/lemak, dan efek carry-over antar sampel). Karena itu, kalibrasi menjadi jembatan antara kondisi elektroda saat ini dengan skala pH yang kita pakai.
Di PCE-PH20, kalibrasi dilakukan secara otomatis pada titik pH 4, pH 7, atau pH 10 menggunakan larutan kalibrasi. Secara praktis, ini membantu operator mengurangi langkah manual yang rawan salah (misalnya memasukkan nilai buffer secara tidak tepat). Kalibrasi multi-titik juga relevan untuk penggunaan lintas aplikasi: pH 7 untuk netral, pH 4 untuk sampel cenderung asam, pH 10 untuk sampel basa.
Untuk jangka panjang, pendekatan elektroda eksternal (elektroda berada di kabel, terpisah dari bodi utama) juga punya nilai praktis: bodi tetap aman di tangan, sementara sensor bisa diarahkan ke beaker, botol sampel, saluran, atau titik sampling yang sempit. Ini mengurangi risiko bodi alat terkena cairan secara langsung saat Anda perlu “mengejar” titik ukur di lapangan.
PCE-PH20 dalam Satu Kalimat: pH Meter Portabel Tahan Air dengan Elektroda Eksternal
PCE-PH20 adalah pH meter portabel untuk pengukuran pH pada media cair (aqueous media), dengan elektroda pH eksternal (pada kabel) dan bodi tahan air berperingkat IP67. Fokus desainnya jelas: memudahkan pengukuran pH yang cepat dan cukup presisi di lapangan maupun di laboratorium pengajaran/QA, dengan langkah kalibrasi otomatis pada titik pH 4/7/10.
Yang membuatnya terasa “istimewa” dibanding pH meter entry-level yang sering dipakai seadanya adalah kombinasi hal-hal yang biasanya dicari operator lapangan:
Peringkat ketahanan air IP67 (relevan untuk lingkungan basah, area utilitas, dan sampling outdoor).
Elektroda eksternal pada kabel (lebih fleksibel saat sampling).
Resolusi 0,01 pH dan spesifikasi akurasi yang dinyatakan per rentang pH.
Fitur fungsional yang membantu kerja cepat: data hold dan auto power-off.
Paket pengiriman yang sudah termasuk elektroda dan larutan kalibrasi pH 4 dan pH 7 (masing-masing 75 mL).
Dalam konteks kompetitor, banyak unit murah menawarkan “angka pH” tetapi minim detail akurasi per rentang, minim proteksi lingkungan, atau tidak menyertakan larutan kalibrasi. PCE-PH20, dari spesifikasi yang dinyatakan, lebih jelas perihal batas kerja dan kelengkapan dasar untuk mulai dipakai.
Desain dan Ergonomi untuk Area Basah dan Kerja Mobile
Dari sisi fisik, PCE-PH20 dirancang sebagai perangkat genggam dengan bodi yang ringkas. Dimensinya 180 × 40 mm, dengan berat sekitar 220 g. Untuk pekerjaan lapangan, ukuran seperti ini terasa realistis: cukup panjang untuk pegangan stabil, cukup ramping untuk masuk tas sampling, dan tidak terlalu berat untuk pemakaian berulang.
Poin yang paling penting untuk lingkungan proses adalah ketahanan terhadap air. PCE-PH20 memiliki peringkat Waterproof IP67. Dalam bahasa kerja, IP67 berarti perlindungan terhadap debu dan mampu bertahan terhadap perendaman sementara pada kondisi tertentu. Untuk operator WTP/WWTP, utilitas pabrik, atau tim QA yang sering bekerja dekat wastafel dan area cleaning, ini membantu mengurangi “kecemasan alat” ketika terjadi cipratan atau tangan basah.
Catu daya menggunakan 4 baterai AAA 1,5 V. Ini pilihan yang umum dan mudah dipenuhi: baterai AAA tersedia luas, dan penggantian dapat dilakukan tanpa akses listrik. Di lapangan, saran praktisnya sederhana:
Simpan baterai cadangan di kit sampling.
Biasakan mematikan alat ketika selesai (meski ada auto-off).
Hindari menyimpan baterai terlalu lama di alat jika tidak dipakai berminggu-minggu untuk mencegah kebocoran.
Batas kondisi lingkungan operasi yang dinyatakan: 0 hingga 60 °C dengan kelembapan <80% RH. Ini cocok untuk mayoritas kerja lapangan di Indonesia, tetapi tetap perlu kebiasaan baik: hindari meninggalkan alat di kabin mobil yang panas ekstrem atau terkena matahari langsung lama.
Antarmuka dan Pengalaman Pengguna yang Sederhana untuk Operator Berbeda
PCE-PH20 memakai layar digital yang mudah dibaca (easy-to-read digital display), dan pendekatan “easy to use” yang biasanya menjadi kebutuhan teaching lab maupun tim operasi yang berganti shift. Di dunia nyata, user experience bukan kosmetik: menu yang rumit akan menambah variasi prosedur dan memperbesar risiko kesalahan.
Fitur yang disebutkan relevan untuk pengalaman pengguna:
Data hold function: membantu “mengunci” pembacaan ketika Anda bekerja di posisi sulit atau perlu mencatat sambil menahan botol sampel.
Auto-power-off: mencegah baterai terkuras ketika alat lupa dimatikan—umum terjadi saat sampling padat.
Kalibrasi otomatis: mengurangi langkah manual saat kalibrasi buffer pH 4/7/10.
Hal penting untuk dicatat: tidak semua workflow membutuhkan fitur kompleks seperti logging besar, koneksi PC, atau integrasi LIMS. Banyak tim lapangan justru butuh alat yang “langsung jadi” tanpa pelatihan panjang. Di sinilah kombinasi layar digital + hold + kalibrasi otomatis membuat proses lebih konsisten antar pengguna.
Fitur Kunci yang Paling Terasa Manfaatnya di Lapangan
Berikut ringkasan fitur yang dinyatakan, dengan manfaat praktisnya:
Waterproof IP67
Cocok untuk area basah, mengurangi risiko kerusakan karena cipratan air, dan lebih aman untuk sampling outdoor.Elektroda eksternal pada kabel
Memudahkan pengukuran di beaker, botol sampel, saluran, atau titik yang sempit tanpa harus mendekatkan bodi alat ke cairan.Akurasi tinggi (dinyatakan per rentang)
Membantu pengguna memahami kapan ketelitian terbaik tercapai (misalnya di sekitar pH 5–9) dan kapan perlu kehati-hatian lebih (pH sangat asam atau sangat basa).Auto-power-off
Menghemat baterai, menurunkan risiko alat “mati mendadak” di tengah sampling.Supplied with calibration solutions
Mengurangi hambatan awal pemakaian dan mendorong kebiasaan kalibrasi yang benar sejak hari pertama.Data hold
Mengurangi salah catat dan memudahkan dokumentasi cepat.
Kalau dipetakan ke kebutuhan audit dan konsistensi, fitur-fitur di atas bukan gimmick. Mereka menargetkan problem paling umum: stabilitas pembacaan, keterulangan prosedur, dan ketahanan alat terhadap kondisi kerja.
Kontrol Eksternal dan Integrasi Sistem
Untuk bagian ini perlu tegas: pada materi spesifikasi yang tersedia, tidak ada informasi tentang transfer data ke PC, konektivitas USB, software, atau format ekspor. Jadi, PCE-PH20 lebih tepat diposisikan sebagai pH meter portabel untuk pembacaan langsung di layar dan pencatatan manual (log sheet, formulir sampling, atau aplikasi inspeksi internal).
Meski begitu, workflow tetap bisa dibuat rapi dan scalable tanpa koneksi langsung, misalnya:
Gunakan lembar sampling standar dengan kolom: ID sampel, lokasi, waktu, suhu sampel (jika diukur terpisah), pH, status kalibrasi (buffer apa, jam berapa), dan inisial operator.
Terapkan aturan sederhana: kalibrasi awal shift dan verifikasi di tengah shift untuk proses kritis.
Foto layar saat pembacaan “penting” sebagai bukti (jika kebijakan internal mengizinkan), terutama pada audit internal.
Jika organisasi Anda membutuhkan integrasi ke LIMS atau data trend otomatis, biasanya Anda akan mempertimbangkan kelas instrumen lain yang memang menyediakan antarmuka PC. PCE-PH20 tampak lebih cocok sebagai alat “kerja cepat” yang kuat di lapangan.
Spesifikasi Teknis Lengkap PCE-PH20
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Rentang ukur | 0,00 sampai 14,00 pH |
| Resolusi | 0,01 pH |
| Akurasi | ±0,07 pH (rentang 5 sampai 9 pH) |
| Akurasi | ±0,1 pH (rentang 4 sampai 4,9 pH dan 9,1 sampai 10 pH) |
| Akurasi | ±0,2 pH (rentang 1 sampai 3,9 pH dan 10 sampai 13 pH) |
| Kalibrasi | Otomatis pada pH 4, 7, atau 10 menggunakan larutan kalibrasi |
| Elektroda | Elektroda pH dengan konektor BNC untuk cairan |
| Catu daya | 4 × baterai AAA 1,5 V |
| Kondisi lingkungan | 0 sampai 60 °C; <80% RH |
| Dimensi | 180 × 40 mm |
| Berat | 220 g |
| Peringkat ketahanan | Waterproof IP67 |
| Isi paket | Unit PCE-PH20; elektroda pH PE-03; 4 baterai; kit kalibrasi pH 4 dan pH 7 (masing-masing 75 mL); petunjuk operasi |
Agar angka-angka ini mudah dibayangkan: resolusi 0,01 pH itu seperti “dua angka di belakang koma” yang bisa terbaca di layar. Tetapi akurasi adalah “seberapa dekat” angka itu dengan nilai sebenarnya. PCE-PH20 menunjukkan akurasi terbaiknya di rentang pH 5–9 (±0,07 pH), yang kebetulan adalah rentang yang sering sekali ditemui di pengolahan air, akuakultur, dan banyak proses pangan. Di pH ekstrem (sangat asam atau sangat basa), toleransinya lebih longgar—ini umum pada pH meter karena respons elektroda dan kondisi sampel makin menantang.
Panduan Memilih Komponen Tambahan dan Menjaga Kualitas Hasil
Walau paket sudah termasuk elektroda dan buffer pH 4 serta pH 7, pada praktiknya banyak tim akan menambah beberapa komponen agar hasil lebih stabil dan usia elektroda lebih panjang.
Tabel ringkas: rentang pH dan contoh aplikasi yang sering ditemui
| Rentang pH dominan | Contoh aplikasi | Saran kalibrasi yang relevan |
|---|---|---|
| 6,5–8,5 | Air minum, air proses umum, akuakultur air tawar | Minimal pH 7; tambah pH 4 atau pH 10 jika perlu |
| 5,0–7,0 | Hidroponik, beberapa minuman, proses fermentasi tertentu | pH 7 dan pH 4 sering paling berguna |
| 8,0–10,0 | Akuakultur air payau/laut, sebagian proses kimia | pH 7 dan pH 10 |
| <5 atau >10 | Sampel ekstrem (mis. proses kimia tertentu) | Gunakan titik kalibrasi yang mendekati pH sampel (pH 4 atau pH 10) |
Aksesori yang sering membantu (opsional, sesuai kebutuhan)
Larutan buffer pH 10 (untuk sampel cenderung basa)
Larutan penyimpanan elektroda (umumnya KCl) agar membran elektroda tidak “kering”
Air deion/air suling untuk bilas antar sampel (mengurangi carry-over)
Beaker kecil atau botol sampling yang konsisten (mengurangi variasi)
Elektroda cadangan (jika proses kritis dan downtime mahal)
Faktor yang paling memengaruhi hasil pH di lapangan
Kebersihan dan kondisi elektroda: deposit pada sensor sering membuat respons melambat.
Teknik bilas dan pengeringan: membilas dengan benar dan menepuk lembut (bukan menggosok keras) membantu menjaga membran.
Kalibrasi yang disiplin: buffer yang kadaluarsa atau terkontaminasi akan “memindahkan” kesalahan ke semua pembacaan.
Suhu sampel: pH bisa berubah dengan suhu, dan stabilitas bacaan juga dipengaruhi kondisi termal.
Carry-over antar sampel: terutama jika sampel mengandung minyak, protein, atau bahan kimia pekat.
Cerita Lapangan: Dua Skenario Pemakaian yang Realistis
Studi kasus 1: QA/QC WTP/WWTP – mengurangi pengukuran ulang dan mempercepat rilis laporan harian
Bayangkan tim operasi di WWTP yang harus mengukur pH pada beberapa titik: influent, bak netralisasi, effluent, dan titik kontrol proses. Problem klasiknya: pembacaan tidak stabil karena alat basah, operator tergesa-gesa, dan kalibrasi dilakukan “kalau ingat”. Akibatnya, data harian sering memunculkan angka yang perlu diulang, lalu laporan terlambat, dan supervisor harus turun tangan.
Dengan pH meter portabel tahan air IP67, ritme kerja jadi lebih masuk akal. Operator bisa membawa alat lebih dekat ke titik sampling tanpa terlalu khawatir cipratan. Elektroda eksternal memudahkan pengukuran pada botol sampel tanpa harus memiringkan bodi alat. Data hold membantu ketika operator harus mencatat sambil memegang botol.
Workflow yang biasanya paling efektif adalah SOP sederhana:
Kalibrasi di awal shift menggunakan buffer yang sesuai (pH 7 dan pH 4 untuk air cenderung netral-asam).
Ukur tiap titik dengan waktu tunggu stabil yang konsisten.
Catat hasil dan jam pengukuran.
Bilas elektroda setiap pindah sampel.
Hasil yang diharapkan bukan “angka lebih tinggi”, melainkan variasi antar pengukuran menurun. Itu berarti pengukuran ulang berkurang, waktu sampling lebih singkat, dan laporan lebih cepat.
Studi kasus 2: Hidroponik dan pertanian – menjaga jendela pH agar nutrisi tidak “terkunci”
Di hidroponik, banyak petani fokus pada nutrisi dan EC, tetapi pH sering jadi biang masalah yang tersembunyi. Ketika pH naik terlalu tinggi, unsur mikro seperti Fe dan Mn bisa kurang tersedia; ketika pH terlalu rendah, beberapa unsur bisa berlebih atau menimbulkan stres. Karena larutan nutrisi berubah seiring waktu (penyerapan tanaman, penguapan, penambahan air), pengecekan pH yang cepat dan rutin adalah kebiasaan yang paling berdampak.
Di sini, pH meter portabel dengan resolusi 0,01 pH membantu untuk kontrol yang lebih halus, terutama saat melakukan koreksi bertahap (penambahan pH down atau pH up). Dengan akurasi terbaik di sekitar pH 5–9, PCE-PH20 berada di “zona kerja” hidroponik. Auto power-off membantu menghindari baterai habis saat alat dipakai beberapa kali sehari.
Kunci suksesnya bukan alat semata, tetapi disiplin:
Ukur pH pada jam yang sama (misalnya pagi dan sore).
Bilas elektroda setelah dipakai.
Kalibrasi rutin, terutama jika pembacaan mulai melambat.
Panduan Cara Menggunakan PCE-PH20 Langkah demi Langkah
Berikut panduan praktik yang bisa dipakai untuk konteks WTP/WWTP, hidroponik, atau quality check cairan proses (selama sampel masih dalam kategori cairan yang aman untuk elektroda pH).
Persiapan awal
Pastikan baterai terpasang dan alat menyala normal.
Siapkan buffer kalibrasi (minimal pH 7; tambah pH 4 atau pH 10 sesuai aplikasi).
Siapkan air bilas (air deion/air suling) dan tisu bebas serat untuk menepuk lembut.
Kalibrasi (disarankan di awal shift atau sebelum rangkaian sampling penting)
Bilas elektroda, lalu masukkan ke buffer pH 7.
Jalankan kalibrasi otomatis sesuai instruksi alat pada titik pH 7.
Jika aplikasi cenderung asam, lanjutkan kalibrasi pada buffer pH 4. Jika cenderung basa, gunakan buffer pH 10.
Setelah kalibrasi, bilas elektroda.
Pengukuran sampel
Ambil sampel di wadah bersih (hindari wadah bekas bahan kimia tanpa pembilasan yang benar).
Celupkan elektroda hingga ujung sensor terendam dengan baik.
Tunggu pembacaan stabil. Jika perlu mencatat, gunakan fungsi data hold agar angka tidak berubah saat ditulis.
Catat pH, lokasi, waktu, dan identitas sampel.
Perawatan setelah pengukuran
Bilas elektroda setiap pindah sampel untuk mengurangi carry-over.
Setelah selesai, bersihkan sesuai kebutuhan dan simpan elektroda dengan cara yang benar (hindari membiarkan ujung elektroda kering).
Kebiasaan yang meningkatkan konsistensi
Gunakan buffer yang segar dan tidak terkontaminasi (jangan “balikkan” buffer bekas ke botol).
Terapkan verifikasi berkala: ukur buffer pH 7 sebagai cek cepat bila hasil lapangan terasa janggal.
Jika respons alat melambat, evaluasi kebersihan elektroda.
Kesimpulan dan Rekomendasi
PCE-PH20 cocok dipandang sebagai pH meter portabel “pekerja lapangan” yang fokus pada hal mendasar: pengukuran pH 0,00–14,00 dengan resolusi 0,01 pH, kalibrasi otomatis pada pH 4/7/10, elektroda eksternal berkonektor BNC, serta ketahanan air IP67. Spesifikasi akurasinya dinyatakan per rentang, dengan performa terbaik di pH 5–9 (±0,07 pH), yang relevan untuk banyak aplikasi air, akuakultur, hidroponik, serta banyak proses produksi yang berada di kisaran pH menengah.
Siapa yang paling diuntungkan?
Tim QA/QC dan teaching lab yang butuh alat ringkas, mudah dipakai, dan tidak rewel.
Operator WTP/WWTP atau utilitas pabrik yang bekerja di area basah dan memerlukan alat yang tahan lingkungan.
Industri proses (kimia, plating, F&B, kosmetik) yang membutuhkan pengecekan cepat di titik sampling.
Akuakultur dan pertanian/hidroponik yang menuntut pemantauan rutin dengan alat yang praktis.
Jika kebutuhan Anda mengarah ke integrasi data otomatis ke PC/LIMS, pada informasi yang tersedia PCE-PH20 tidak menyebutkan fitur tersebut, sehingga Anda mungkin perlu mempertimbangkan kelas instrumen yang memang mendukung konektivitas. Namun, untuk kebutuhan pengukuran pH harian yang menuntut ketahanan, kemudahan, dan paket siap pakai, PCE-PH20 terlihat sebagai opsi yang masuk akal.
FAQ singkat
Apakah PCE-PH20 bisa mengukur pH seluruh skala?
Bisa, rentang ukurnya 0,00 sampai 14,00 pH.Kalibrasi yang didukung ada di titik pH berapa?
Kalibrasi otomatis pada pH 4, pH 7, atau pH 10 menggunakan larutan kalibrasi.Apakah alat ini cocok untuk area basah seperti WTP/WWTP?
Spesifikasinya menyebut waterproof IP67, sehingga relevan untuk lingkungan basah dan risiko cipratan.Apa yang termasuk dalam paket pembelian?
Unit PCE-PH20, elektroda pH PE-03, 4 baterai AAA, kit kalibrasi pH 4 dan pH 7 (masing-masing 75 mL), serta petunjuk operasi.Seberapa teliti alat ini di kisaran pH netral?
Akurasi terbaik yang dinyatakan adalah ±0,07 pH pada rentang pH 5 sampai 9.Apakah ada fitur transfer data ke PC?
Pada spesifikasi yang tersedia, tidak ada informasi tentang transfer data ke PC/USB/software, jadi diasumsikan pembacaan dan pencatatan dilakukan secara manual.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya pH meter portabel dalam mendukung pengendalian kualitas, riset, dan monitoring proses di lapangan. Kami melayani klien bisnis dan aplikasi industri, menyediakan instrumen berkualitas seperti PCE-PH20 Aquarium pH Meter serta perangkat laboratorium lainnya untuk membantu organisasi Anda meningkatkan konsistensi data pH, mempercepat inspeksi, dan menjaga kepatuhan standar mutu. Jika Anda ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengukuran pH pada utilitas, proses, atau penelitian, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi PH Meter Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Alat Ukur pH/EC/TDS/Temperature with CAL CHECK HI9813-61
Lihat Produk★★★★★ -

IE 20T – pH Electrode
Rp2.720.000Lihat Produk★★★★★ -

Table pH Meter PCE-BPH 10
Lihat Produk★★★★★ -

Swimming Pool pH Meter PCE-PH 22-ICA incl. ISO calibration certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Swimming Pool pH Meter PCE-PH 22
Lihat Produk★★★★★ -

Table pH Meter PCE-BPH 10-ICA incl. ISO Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Surface pH Meter PCE-228SF-ICA incl. ISO Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Surface pH Meter PCE-228SF
Lihat Produk★★★★★
Referensi
Mu’arifah, Z. Z., & Suliantoro, H. (2023). ANALISIS PENGARUH PH DAN TURBIDITY AIR BAKU TERHADAP PENENTUAN DOSIS OPTIMUM KOAGULAN PADA IPA KALIGARANG IV PDAM TIRTA MOEDAL SEMARANG. Industrial Engineering Online Journal, 12(4). Retrieved from https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/ieoj/article/view/40985
Putri, R. E., Khainur, A., & Andasuryani. (2023). Pengembangan Sistem Otomatisasi pH Larutan Nutrisi pada Hidroponik Sistem DFT (Deep Flow Technique) Berbasis IOT. agriTECH, 43(3), 259–268. Retrieved from https://jurnal.ugm.ac.id/agritech/article/download/71305/37513

























