Alat Ukur Tingkat Kekerasan Vickers NOVOTEST TB-V-10 - alat uji dengan layar digital dan mode Force Check untuk verifikasi beban kalibrasi mandiri.

Beban Uji Vickers Berubah? Panduan Kalibrasi TB-V-10 hingga 10 kgf

Daftar Isi

Beban uji yang hanya meleset 0,15 kgf terdengar sepele. Namun pada pengujian kekerasan Vickers beban rendah, kesalahan sekecil itu dapat menghasilkan deviasi hasil hingga 5%. Ini bukan sekadar angka—ini adalah selisih antara material yang diterima dan material yang ditolak. Ironisnya, banyak laboratorium dan tim QC terlalu fokus pada kalibrasi indentor dan keakuratan sistem optik, sementara verifikasi beban uji kerap terlewatkan. Padahal, ISO 6507 dan ASTM E384 secara eksplisit menempatkan verifikasi beban uji sebagai syarat mutlak yang tidak bisa ditawar. Ketika Anda menguji case depth hardening pada roda gigi atau coating tipis pada cutting tools, setiap kilogram-force harus tepat teraplikasi. NOVOTEST TB-V-10 hadir sebagai hardness tester yang mengintegrasikan sistem verifikasi beban hingga kapasitas 10 kgf, memungkinkan Anda melakukan kalibrasi mandiri tanpa membongkar unit atau menunggu jadwal laboratorium eksternal.

  1. Tantangan Utama di Industri Pengujian Kekerasan Vickers
  2. Kebutuhan Pengujian yang Harus Dipenuhi
  3. Solusi dengan Alat Ukur Tingkat Kekerasan Vickers NOVOTEST TB-V-10
  4. Cara Kerja dan Aplikasi di Lapangan
  5. Studi Implementasi Singkat
  6. Keunggulan Dibanding Metode Konvensional
  7. Tips Memilih Produk yang Tepat
  8. Kesimpulan
  9. FAQ
    1. Apakah setiap hardness tester Vickers wajib dikalibrasi bebannya setiap hari?
    2. Bagaimana cara mengetahui beban uji alat saya sudah tidak akurat tanpa alat tambahan?
    3. Berapa biaya untuk mengkalibrasi beban Vickers di laboratorium kalibrasi eksternal?
    4. Apakah NOVOTEST TB-V-10 dapat digunakan untuk standar Micro Vickers sesuai ASTM E384?
  10. Referensi

Tantangan Utama di Industri Pengujian Kekerasan Vickers

Fluktuasi beban uji merupakan salah satu sumber kesalahan paling serius yang sering tidak terdeteksi dalam pengujian kekerasan Vickers. Defect ini terjadi ketika gaya aktual yang diaplikasikan indentor menyimpang dari nilai nominal yang ditetapkan operator. Penyebabnya beragam: gesekan internal pada mekanisme pembebanan yang aus, kontaminasi oli pada sistem hidrolik alat tipe lama, hingga keausan pada komponen poros penggerak. Pada alat dengan sistem bobot mati, akumulasi debu atau korosi pada tumpuan beban dapat menambah massa efektif yang tidak terhitung.

Gejala paling jelas dari beban yang tidak stabil adalah bentuk identasi yang asimetris. Pada kondisi normal, indentasi Vickers dengan intan piramida 136° menghasilkan jejak berbentuk persegi sempurna. Ketika beban mengalami komponen lateral—gaya samping akibat misalignment indentor—salah satu sisi indentasi akan tampak lebih panjang. Operator berpengalaman dapat mendeteksi ini, namun banyak yang mengabaikannya dan tetap mengukur diagonal secara paksa. Gejala lain meliputi nilai kekerasan yang tidak repeatable meskipun diukur pada blok referensi standar, atau hasil pengukuran yang cenderung bergeser seiring waktu pada sampel yang sama.

Dampak nyata di industri manufaktur sangat signifikan. Laboratorium otomotif tier-1 di kawasan industri Bekasi pernah menemukan semua hasil uji kekerasan material incoming berada di batas bawah spesifikasi selama tiga bulan berturut-turut. Setelah investigasi menyeluruh, tim menemukan bahwa beban nominal 5 kgf yang mereka gunakan setiap hari hanya terrealisasi 4,85 kgf—sebuah penyimpangan 3% yang tidak terdeteksi. Material yang sebenarnya memenuhi spesifikasi nyaris ditolak, sementara kepercayaan pelanggan terhadap konsistensi data laboratorium mulai dipertanyakan. Kasus serupa juga terjadi pada produsen cutting tool yang menemukan variasi kekerasan coating TiN hingga 80 HV akibat beban uji 1 kgf yang tidak stabil.

Singkatnya, fluktuasi beban uji menciptakan risiko ganda: Anda bisa menolak material baik atau meloloskan material di bawah standar. Kedua skenario ini sama-sama merugikan secara finansial dan reputasi.

Kebutuhan Pengujian yang Harus Dipenuhi

Agar hasil uji Vickers dapat diandalkan, laboratorium harus memenuhi serangkaian parameter kritis yang saling terkait. Mengabaikan salah satu parameter akan mengkompromikan seluruh rantai pengukuran.

  1. Verifikasi beban uji harus dilakukan secara berkala menggunakan load cell terkalibrasi yang memiliki ketertelusuran ke standar nasional atau internasional. ISO 6507 mensyaratkan deviasi beban aktual tidak boleh melebihi 1% dari nilai nominal untuk rentang beban di bawah 10 kgf. Untuk beban 1 kgf, artinya gaya aktual harus berada dalam rentang 0,99 kgf hingga 1,01 kgf. Toleransi ini sangat ketat dan hanya dapat dibuktikan melalui pengukuran langsung menggunakan load cell kelas akurasi tinggi. Tanpa alat verifikasi, Anda bekerja dalam ketidakpastian total.
  2. Konsistensi waktu tahan atau dwell time memainkan peran krusial. Material logam, terutama pada beban rendah, menunjukkan fenomena creep mikroskopis di mana indentasi terus bertambah dalam meskipun beban sudah konstan. Standar umum merekomendasikan dwell time 10 hingga 15 detik. Variasi waktu tahan antar pengujian—misalnya operator menahan beban lebih lama pada sampel tertentu—akan menghasilkan perbedaan ukuran diagonal yang sistematis. Alat Anda harus memiliki kontrol dwell time digital yang presisi dan repeatable, bukan sekadar perkiraan manual.
  3. Akurasi pengukuran diagonal tidak kalah pentingnya. Sistem optik harus dikalibrasi menggunakan micro-scale reference dengan ketidakpastian pengukuran maksimal 0,5 μm. Pada beban 0,3 kgf, panjang diagonal identasi pada baja keras bisa hanya sekitar 20 μm; kesalahan 1 μm berarti kesalahan hasil kekerasan sekitar 5%. Di sinilah encoder digital dengan resolusi 0,1 μm menjadi investasi yang masuk akal dibandingkan mikrometer analog yang mengandalkan interpretasi visual operator.
  4. Keselarasan indentor harus diverifikasi secara periodik. Sudut intan 136° harus benar-benar tegak lurus terhadap permukaan sampel. Kemiringan sekecil 2° akibat benturan atau pemasangan yang ceroboh dapat menghasilkan indentasi belah ketupat, bukan persegi. Semua beban harus terdistribusi aksial murni tanpa komponen lateral.
  5. Frekuensi kalibrasi harus ditetapkan berdasarkan rekomendasi ASTM E384: minimal setiap 12 bulan atau setelah 1.000 jam pemakaian—mana yang tercapai lebih dulu. Namun untuk laboratorium dengan volume pengujian tinggi atau yang bekerja di lingkungan berdebu dan bergetar, interval lebih pendek seperti setiap 6 bulan sangat disarankan.

Solusi dengan Alat Ukur Tingkat Kekerasan Vickers NOVOTEST TB-V-10

NOVOTEST TB-V-10 merupakan hardness tester Vickers yang dirancang untuk menjawab tantangan kalibrasi beban uji secara langsung. Alat ini mengusung sistem pembebanan berbobot mati (dead-weight) dengan rentang beban 0,3 kgf hingga 10 kgf, mencakup enam level pengujian yang esensial untuk aplikasi mikro Vickers. Berbeda dengan sistem load cell tertutup yang tidak memberikan umpan balik, TB-V-10 dilengkapi port untuk koneksi load cell eksternal yang memungkinkan Anda melakukan verifikasi beban secara real-time tanpa membongkar konstruksi internal alat.

Fitur paling menonjol dari TB-V-10 adalah built-in force verification mode pada panel display digital. Mode ini memungkinkan operator membandingkan beban aktual yang terukur oleh load cell dengan nilai nominal yang diatur tanpa perlu keluar dari prosedur operasi standar. Dalam mode “Force Check”, alat menampilkan gaya aktual dengan resolusi 0,01 kgf. Anda cukup memasang load cell referensi di bawah indentor, mengaktifkan siklus pembebanan penuh, dan membaca selisihnya langsung di layar LCD. Proses ini mengeliminasi ketergantungan pada jasa kalibrasi eksternal untuk verifikasi rutin harian atau mingguan.

Sistem optik TB-V-10 menggunakan mikroskop berkualitas tinggi dengan dua tingkat perbesaran: 100X untuk pengamatan permukaan sampel dan 200X untuk pengukuran diagonal indentasi yang presisi. Mikroskop ini dilengkapi digital encoder yang membaca posisi garis ukur dengan resolusi hingga 0,1 μm, kemudian data langsung dimasukkan ke prosesor secara otomatis. Operator tidak lagi mencatat manual, sehingga human error dalam pencatatan nilai diagonal dapat diminimalkan secara drastis.

Unit ini sudah terkalibrasi di pabrik dengan sertifikat yang traceable ke standar internasional. Artinya, begitu alat tiba di laboratorium Anda, TB-V-10 siap digunakan untuk keperluan audit ISO 17025 tanpa perlu kalibrasi tambahan di hari pertama. Ditambah dengan printer internal dan antarmuka RS232 untuk koneksi PC, seluruh data pengujian—mulai dari beban uji, nilai diagonal, hingga konversi skala kekerasan—dapat didokumentasikan dan ditelusuri secara lengkap.

Cara Kerja dan Aplikasi di Lapangan

Menggunakan TB-V-10 untuk verifikasi beban harian mengikuti prosedur sistematis yang dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari lima menit.

  1. Pasang load cell terkalibrasi pada landasan uji tepat di bawah indentor. Pastikan load cell sejajar dan tidak miring untuk menghindari kesalahan pembacaan akibat komponen lateral.
  2. Pilih mode “Force Check” melalui menu pada panel display digital. Mode ini menonaktifkan perhitungan kekerasan dan hanya menampilkan gaya aktual.
  3. Atur beban nominal—misalnya 5 kgf—dan jalankan siklus pembebanan penuh.
  4. Bandingkan nilai gaya yang terbaca di layar dengan sertifikat load cell Anda. Jika deviasi masih dalam toleransi 1%, alat siap digunakan untuk pengujian rutin.

Pengaturan dwell time dilakukan melalui menu timer digital TB-V-10. Standar industri biasanya menggunakan 15 detik untuk material baja, namun Anda dapat menyesuaikan antara 5 hingga 60 detik sesuai kebutuhan spesifik material. Yang penting, semua pengujian dalam satu batch harus menggunakan dwell time identik untuk memastikan konsistensi perbandingan data.

Untuk pengukuran diagonal, tempatkan sampel pada landasan dan atur fokus menggunakan lensa observasi 100X. Setelah permukaan terlihat tajam, geser turret manual ke posisi indentor dan lakukan indentasi. Kembalikan turret ke posisi lensa pengukuran 200X. Baca diagonal pertama pada mikrometer digital encoder, ulangi untuk diagonal kedua, dan nilai kekerasan Vickers otomatis dihitung berdasarkan rata-rata kedua diagonal tersebut.

Aplikasi TB-V-10 di industri sangat luas dan tepat sasaran untuk beban di bawah 10 kgf. Pada pengujian case depth hardening roda gigi transmisi, beban 1 kgf atau 3 kgf digunakan untuk memetakan profil kekerasan dari permukaan menuju inti material. Pada cutting tools dengan coating TiN atau CrN setebal 2-5 μm, beban 0,3 kgf hingga 0,5 kgf menjadi pilihan karena indentasi harus cukup dangkal agar tidak menembus coating. Lembaran logam hasil pengelasan juga sering diuji pada beban 5 kgf untuk memverifikasi kekerasan zona HAZ (heat-affected zone).

Sebuah laboratorium automotive tier-1 mengintegrasikan TB-V-10 untuk pengujian incoming material paduan aluminium. Dengan setup beban 1 kgf dan dwell time 12 detik, tim mereka melakukan 50 pengukuran pada blok referensi bersertifikat. Hasilnya menunjukkan repeatability dengan standar deviasi hanya 1,2 HV—jauh lebih baik dari alat sebelumnya yang mencapai 4,5 HV pada kondisi yang sama.

Studi Implementasi Singkat

Sebuah laboratorium QC produsen bearing presisi di kawasan industri Pulogadung sempat mengalami masalah serius terkait konsistensi data kekerasan. Selama lebih dari enam bulan, mereka menerima komplain berulang dari departemen produksi dan pelanggan eksternal mengenai kekerasan raceway bearing yang tidak konsisten. Variasi mencapai 40 HV pada beban uji 5 kgf, sebuah angka yang tidak dapat diterima untuk produk presisi dengan toleransi ketat.

Tim quality assurance melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh rantai pengukuran. Mereka menemukan bahwa hardness tester Vickers lama yang telah beroperasi selama empat tahun hanya menghasilkan beban aktual 4,92 kgf pada setting 5 kgf—kesalahan -1,6% yang secara sistematis menurunkan semua hasil uji. Mekanisme pembebanan alat tersebut sudah aus dan tidak memiliki fitur verifikasi beban internal.

Manajemen memutuskan mengimplementasikan NOVOTEST TB-V-10 sebagai alat uji utama. Setiap pagi sebelum shift dimulai, operator wajib melakukan verifikasi beban menggunakan load cell portabel dan mencatat hasilnya di logbook digital. Prosedur ini diterapkan pada tiga level beban yang paling sering digunakan: 1 kgf, 3 kgf, dan 5 kgf.

Setelah tiga bulan implementasi, variasi hasil uji pada sampel bearing yang sama turun drastis menjadi ±8 HV. Angka zero reject karena kesalahan alat tercapai—semua penolakan kini benar-benar berasal dari masalah material, bukan artefak pengukuran. Kepercayaan pelanggan internal dan eksternal terhadap data laboratorium pulih sepenuhnya, dan laboratorium tersebut berhasil mempertahankan akreditasi ISO 17025 pada surveillance audit berikutnya.

Keunggulan Dibanding Metode Konvensional

Untuk memahami posisi NOVOTEST TB-V-10 dalam spektrum solusi kalibrasi beban Vickers, kita perlu membandingkannya dengan metode konvensional yang masih banyak digunakan di industri Indonesia.

AspekMetode Bobot Mati EksternalHardness Tester Load Cell Built-in KonvensionalVickers Analog KonvensionalNOVOTEST TB-V-10
Verifikasi BebanPerlu bongkar alat, kirim ke lab kalibrasiTidak menampilkan beban real-timeTidak mungkin diverifikasi mandiriMode “Force Check” built-in
Waktu Verifikasi3-7 hari (termasuk pengiriman)1-2 hari jika load cell tersediaTidak bisaKurang dari 5 menit
Resolusi BebanTergantung lab eksternal0,1 kgf umumnyaN/A0,01 kgf
Pembacaan DiagonalMikrometer analogDigital, tergantung modelMikrometer analog, subjektifEncoder digital 0,1 μm, otomatis
Risiko Human ErrorRendah untuk beban, tinggi untuk diagonalSedangTinggiRendah (perhitungan otomatis)
Ketergantungan EksternalTinggiSedangTinggiRendah

Dibandingkan metode bobot mati eksternal yang mengharuskan Anda mengirim alat ke laboratorium kalibrasi setiap kali curiga ada penyimpangan, TB-V-10 menyediakan kemandirian verifikasi. Anda tidak perlu menjadwalkan downtime alat selama berhari-hari atau mengeluarkan biaya kalibrasi eksternal yang bisa mencapai jutaan rupiah per kunjungan, hanya untuk memastikan bahwa beban 5 kgf benar-benar 5 kgf.

Tidak semua hardness tester dengan load cell built-in menampilkan umpan balik beban real-time. Banyak alat di kelas harga menengah menggunakan load cell hanya untuk kontrol loop tertutup tanpa memberikan informasi kepada operator. TB-V-10 berbeda: display digitalnya menampilkan gaya aktual sehingga operator dapat segera mendeteksi anomali.

Dibandingkan alat Vickers analog konvensional dengan mikrometer okuler, TB-V-10 mengurangi human error secara drastis. Encoder digital menghilangkan subjektivitas pembacaan skala mikrometer, sementara perhitungan otomatis menghilangkan kesalahan aritmatika dan konversi satuan.

Dari sisi efisiensi, satu siklus verifikasi beban memakan waktu kurang dari lima menit dan dapat dilakukan oleh operator tanpa pelatihan khusus. Biaya kepemilikan pun lebih rendah dalam jangka panjang karena Anda menghindari biaya kalibrasi eksternal berulang dan downtime alat yang tidak produktif.

Tips Memilih Produk yang Tepat

Memilih hardness tester Vickers yang mendukung kalibrasi beban mandiri memerlukan pertimbangan teknis yang matang. Berikut panduan praktis yang perlu Anda perhatikan sebelum melakukan pengadaan.

  1. Pastikan rentang beban alat mencakup kebutuhan pengujian Anda. Untuk aplikasi mikro Vickers—seperti pengujian coating tipis, case hardening, atau komponen kecil—rentang 0,3 kgf hingga 10 kgf yang ditawarkan TB-V-10 sudah sangat mencukupi. Jangan membeli alat dengan rentang beban terlalu lebar jika Anda hanya membutuhkan beban rendah; Anda akan membayar lebih untuk kapasitas yang tidak terpakai.
  2. Periksa fitur verifikasi beban secara spesifik. Apakah alat menyediakan mode verifikasi khusus atau Anda perlu membeli aksesori tambahan secara terpisah? Beberapa alat hanya kompatibel dengan load cell merek tertentu yang harganya bisa setara dengan setengah harga alat. TB-V-10 menyediakan port standar dan mode “Force Check” bawaan tanpa biaya tambahan.
  3. Evaluasi sistem optik dengan serius. Encoder digital seperti yang terdapat pada TB-V-10 menawarkan akurasi dan repeatability yang jauh lebih baik dibandingkan mikrometer analog. Jika laboratorium Anda menangani volume pengujian tinggi atau memerlukan ketertelusuran data yang ketat, investasi pada encoder digital bukanlah kemewahan melainkan kebutuhan.
  4. Pertimbangkan dukungan purna jual dari distributor. Mitra distributor alat test Anda harus mampu menyediakan load cell kalibrasi yang traceable, suku cadang asli, dan pelatihan on-site untuk operator. Tanyakan juga ketersediaan layanan kalibrasi berkala dan respon teknis jika terjadi kendala operasional.
  5. Verifikasi ketertelusuran sertifikat kalibrasi pabrik. Sertifikat harus terakreditasi oleh badan akreditasi yang diakui secara internasional dan memenuhi persyaratan ISO 17025 jika laboratorium Anda juga mengacu pada standar tersebut.
  6. Hindari alat replika atau produk tanpa dukungan teknis resmi. Harga murah di awal seringkali berujung pada biaya tersembunyi berupa ketidakakuratan data, ketiadaan suku cadang, dan hasil uji yang tidak diakui oleh auditor atau pelanggan. NOVOTEST TB-V-10 tersedia secara resmi melalui mitra terdaftar dengan jaminan dukungan teknis penuh.

Kesimpulan

Kalibrasi beban uji bukan sekadar item checklist dalam audit laboratorium. Bagi pengguna hardness tester Vickers—terutama pada rentang beban rendah di bawah 10 kgf—ini adalah fondasi yang menentukan validitas setiap angka kekerasan yang Anda laporkan. Penyimpangan beban yang tampaknya kecil, seperti 0,15 kgf pada setting 5 kgf, dapat menggeser hasil uji hingga 5% dan memicu keputusan bisnis yang keliru.

NOVOTEST TB-V-10 hadir dengan pendekatan praktis terhadap masalah ini. Fitur verifikasi beban internal, encoder digital untuk pembacaan diagonal, dan kontrol dwell time digital bekerja secara terintegrasi untuk mengurangi risiko kesalahan hingga 80% dibandingkan metode konvensional. Prosedur verifikasi yang hanya memakan waktu lima menit memungkinkan laboratorium Anda mandiri dalam memastikan keakuratan alat setiap hari, bukan setiap tahun.

Investasi pada hardness tester yang mendukung kalibrasi beban mandiri pada akhirnya membayar dirinya sendiri: pengurangan reject akibat kesalahan alat, peningkatan keandalan data untuk pelanggan, dan kepatuhan penuh terhadap ISO 6507 serta ASTM E384. Dalam dunia manufaktur presisi, kepercayaan terhadap data adalah mata uang yang paling berharga.

Sebagai mitra pengadaan alat ukur dan alat uji untuk kebutuhan bisnis dan industri, CV. Java Multi Mandiri menyediakan NOVOTEST TB-V-10 dan berbagai hardness tester lainnya secara resmi dengan dukungan teknis menyeluruh. Pelajari lebih lanjut tentang kontribusi dan komitmen kami dalam mendukung proses pengujian industri. Untuk mendiskusikan kebutuhan spesifik laboratorium Anda, manfaatkan layanan konsultasi gratis kami dan temukan solusi yang sesuai dengan aplikasi Anda.

FAQ

Apakah setiap hardness tester Vickers wajib dikalibrasi bebannya setiap hari?

Tidak ada standar yang mewajibkan kalibrasi beban harian untuk semua hardness tester Vickers. Namun, praktik terbaik industri—terutama untuk laboratorium terakreditasi ISO 17025—merekomendasikan verifikasi beban menggunakan load cell atau blok referensi setidaknya setiap kali alat digunakan dalam sehari, atau minimal mingguan jika volume pengujian tinggi. ASTM E384 mensyaratkan verifikasi tidak langsung (indirect verification) menggunakan blok referensi standar setidaknya setiap hari saat alat digunakan. Verifikasi beban langsung menggunakan load cell umumnya dilakukan pada interval yang lebih panjang—bulanan hingga triwulanan—kecuali ada indikasi penyimpangan. TB-V-10 memudahkan verifikasi beban langsung sehingga Anda dapat melakukannya sesering yang diperlukan tanpa biaya tambahan.

Bagaimana cara mengetahui beban uji alat saya sudah tidak akurat tanpa alat tambahan?

Anda dapat mendeteksi indikasi ketidakakuratan beban melalui pengamatan tidak langsung. Pertama, uji blok referensi kekerasan bersertifikat secara berkala. Jika hasil pengukuran berulang menunjukkan deviasi sistematis (selalu lebih rendah atau selalu lebih tinggi dari nilai sertifikat) yang melebihi ketidakpastian blok, beban Anda mungkin bermasalah. Kedua, periksa bentuk indentasi di bawah mikroskop; identasi yang asimetris atau tidak berbentuk persegi sempurna bisa menandakan beban lateral atau indentor miring. Ketiga, catat tren hasil dari waktu ke waktu—pergeseran gradual sering kali mengindikasikan keausan mekanisme pembebanan. Namun perlu dicatat, metode tidak langsung ini hanya memberikan indikasi. Konfirmasi definitif tetap memerlukan load cell terkalibrasi.

Berapa biaya untuk mengkalibrasi beban Vickers di laboratorium kalibrasi eksternal?

Biaya kalibrasi hardness tester Vickers di laboratorium eksternal terakreditasi bervariasi tergantung cakupan layanan. Kalibrasi beban saja (direct verification) untuk satu level beban biasanya berkisar antara Rp500.000 hingga Rp1.500.000 per titik beban. Jika Anda memerlukan verifikasi pada tiga level beban (misalnya 1 kgf, 5 kgf, dan 10 kgf), total biaya dapat mencapai Rp3.000.000 hingga Rp5.000.000 per kunjungan, belum termasuk biaya transportasi teknisi jika dilakukan on-site. Kalibrasi lengkap yang mencakup verifikasi beban, verifikasi sistem optik, dan verifikasi indentor bisa mencapai Rp7.000.000 hingga Rp10.000.000. Ditambah dengan downtime alat selama proses kalibrasi, biaya sebenarnya bisa lebih tinggi. Inilah mengapa memiliki alat dengan kemampuan verifikasi mandiri seperti TB-V-10 dapat menghemat biaya operasional jangka panjang.

Apakah NOVOTEST TB-V-10 dapat digunakan untuk standar Micro Vickers sesuai ASTM E384?

Ya, NOVOTEST TB-V-10 sepenuhnya kompatibel dengan persyaratan ASTM E384 untuk pengujian Micro Vickers. Standar ASTM E384 mencakup rentang beban 1 gf hingga 1.000 gf (1 kgf), dan TB-V-10 menyediakan beban 0,3 kgf (300 gf), 0,5 kgf (500 gf), dan 1 kgf (1.000 gf) yang berada dalam cakupan tersebut. Sistem optik dengan perbesaran 200X dan encoder digital resolusi 0,1 μm memenuhi persyaratan akurasi pengukuran diagonal pada indentasi berukuran mikro. TB-V-10 menggunakan indentor piramida intan 136° sesuai ASTM E384, dan perhitungan kekerasan mengikuti rumus standar Vickers. Namun untuk beban di bawah 0,3 kgf (micro-hardness sangat rendah), Anda memerlukan model khusus dengan rentang beban lebih kecil. Untuk mayoritas aplikasi Micro Vickers di industri—coating tipis, case hardening, material lembaran—TB-V-10 dengan beban 0,3 hingga 10 kgf sudah sangat memadai.

Rekomendasi Hardness Tester

Referensi

  1. ASTM International. (2017). ASTM E384-17: Standard Test Method for Microindentation Hardness of Materials. ASTM International, West Conshohocken, PA.
  2. International Organization for Standardization. (2018). ISO 6507-2:2018: Metallic materials — Vickers hardness test — Part 2: Verification and calibration of testing machines. ISO, Geneva.
  3. International Organization for Standardization. (2017). ISO/IEC 17025:2017: General requirements for the competence of testing and calibration laboratories. ISO, Geneva.
  4. Petik, F. (2011). The Effects of Dwell Time on the Vickers Hardness and Indentation Size Effect (ISE). Proceedings of the IMEKO TC5, TC11, TC16, and TC22 International Conference, Dubrovnik, Croatia.
  5. NOVOTEST. (2023). TB-V-10 Digital Vickers Hardness Tester Technical Datasheet. NOVOTEST, Ukraine.

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.