Kualitas cetak dan coating yang tidak konsisten merupakan tantangan umum yang sering dihadapi oleh operator produksi di industri kemasan. Salah satu parameter yang paling sering diabaikan namun memiliki dampak signifikan terhadap hasil akhir adalah EC (Electrical Conductivity) atau konduktivitas listrik dari larutan proses—baik itu fountain solution, tinta digital, maupun larutan coating. Tanpa monitoring EC yang tepat, perusahaan menghadapi risiko peningkatan waste material, downtime mesin, dan produk reject yang pada akhirnya menggerus efisiensi operasional.
Artikel ini menyajikan panduan praktis pertama dalam Bahasa Indonesia yang mengintegrasikan teori pengukuran EC dengan aplikasi produksi nyata di lini printing dan coating kemasan. Anda akan menemukan frekuensi sampling yang direkomendasikan berdasarkan titik kritis produksi, SOP sederhana menggunakan EC meter portable HI8733, serta cara menginterpretasikan hasil untuk mengambil tindakan korektif yang tepat. Panduan ini dirancang langsung untuk operator QC, teknisi, dan supervisor produksi agar dapat diterapkan tanpa bergantung pada konsultan eksternal.
- Mengapa EC (Electrical Conductivity) Kritis untuk Printing & Coating Kemasan?
- Frekuensi Sampling EC yang Tepat di Lini Produksi Kemasan
- Cara Sampling EC yang Benar untuk Coating dan Tinta Kemasan
- Kesalahan Umum Sampling EC dan Cara Menghindarinya
- Rekomendasi Alat: HI8733 Portable EC Meter untuk Aplikasi Lapangan
- Kesimpulan
- Referensi
Mengapa EC (Electrical Conductivity) Kritis untuk Printing & Coating Kemasan?
EC adalah ukuran kemampuan suatu larutan untuk menghantarkan arus listrik, yang berkorelasi langsung dengan konsentrasi ion terlarut di dalamnya. Dalam konteks produksi kemasan, EC menjadi parameter penting karena mempengaruhi stabilitas kimia fountain solution pada mesin offset, viskositas dan adhesi tinta pada digital printing, serta kualitas deposisi lapisan coating pada kemasan fleksibel.
Menurut publikasi teknis dari Fuji Hunt Photographic Chemicals, Inc., konduktivitas merupakan alat QC yang sangat berguna untuk memantau jumlah etch yang ditambahkan ke dalam fountain solution. Dokumen tersebut menyatakan: Conductivity is your QC tool to tell how much etch is being run… Run too weak—poor plate restarts or scum are likely. Run too strong—you’ll have ink emulsification, blinding/stripping, or poor print quality.
[2] Hubungan langsung antara nilai EC dengan defect cetak seperti scumming dan ink emulsification menegaskan bahwa parameter ini tidak boleh diabaikan.
Untuk aplikasi coating, ASTM International telah menetapkan standar spesifik—ASTM D4399-05(2023)—yang memberikan metode baku untuk mengukur konduktivitas listrik pada bak coating elektroforetik (electrocoat bath). Standar ini mencakup prosedur kalibrasi, kompensasi suhu, dan interpretasi hasil yang menjadi acuan QA/QC global di industri coating. [3] Nilai EC yang tidak sesuai spesifikasi dapat menyebabkan adhesi buruk, ketebalan coating tidak merata, bahkan kegagalan fungsi barrier pada kemasan produk makanan dan farmasi.
Dalam pemilihan alat ukur, teknologi probe menjadi faktor krusial. Hanna Instruments menjelaskan bahwa probe dua elektroda (2-ring) hanya optimal untuk air bersih dengan konduktivitas di bawah 5 mS/cm, sementara probe empat ring (4-ring) menggunakan pendekatan potensiometri yang mengurangi efek polarisasi dan memberikan pembacaan lebih stabil pada rentang yang lebih luas—sangat cocok untuk larutan coating dan tinta yang memiliki variasi konsentrasi ion tinggi. [1] Untuk pemahaman lebih mendalam mengenai prinsip konduktivitas elektrolitik, Standar Primer dan Material Referensi untuk Konduktivitas Elektrolitik dari NIST merupakan referensi yang sangat disarankan.
Apa itu EC dan Bagaimana Mempengaruhi Kualitas Cetak?
Secara sederhana, EC mengukur konsentrasi ion terlarut seperti mineral, garam, dan senyawa kimia dalam larutan. Pada proses printing offset, fountain solution berfungsi membasahi area non-gambar pada plat cetak. Nilai EC fountain solution mencerminkan konsentrasi gum arab, etsa, dan aditif lainnya. Jika EC terlalu rendah, daerah non-gambar tidak terbasahi dengan baik sehingga tinta menempel pada area yang seharusnya bersih, menyebabkan scumming (cetakan kotor). Sebaliknya, jika EC terlalu tinggi, terjadi emulsifikasi tinta berlebihan yang mengakibatkan blinding/stripping dan penurunan kualitas cetak.
PRINTING United Alliance dalam artikel teknisnya menekankan pentingnya membedakan antara pengukuran pH dan konduktivitas. Disebutkan bahwa meskipun pH penting, konduktivitas memberikan gambaran yang lebih akurat tentang total konsentrasi kimia dalam fountain solution, dan oleh karenanya lebih disarankan untuk monitoring harian. [7] Data dari Fuji Hunt menunjukkan bahwa sebagian besar fountain solution modern bekerja optimal pada rentang konduktivitas 1000–2500 µmhos di atas konduktivitas air baku yang digunakan. [2] Artinya, jika air baku Anda memiliki EC 300 µS/cm, maka nilai target fountain solution adalah 1300–2800 µS/cm.
Untuk referensi lebih lanjut tentang fountain solution dan perannya dalam kualitas cetak, Ensiklopedia Fountain Solution dan Konduktivitas pada PrintWiki menyediakan penjelasan yang komprehensif.
Dampak EC pada Lini Coating Kemasan
Pada lini coating kemasan, larutan coating—baik berbasis air, solvent, maupun UV—memiliki rentang konduktivitas yang bervariasi tergantung pada formulasi dan konsentrasi padatan. Monitoring EC pada titik-titik kritis seperti tangki coating, sebelum aplikasi, dan pada produk jadi memungkinkan deteksi dini terhadap perubahan komposisi yang dapat mempengaruhi kualitas lapisan.
ASTM D4399-05(2023) menetapkan metode baku untuk mengukur konduktivitas electrocoat bath, termasuk persyaratan kalibrasi, kompensasi suhu, dan prosedur pengukuran yang reproducible. [3] Penerapan standar ini di lini produksi memastikan bahwa setiap batch coating memiliki konsistensi kualitas yang terjamin.
Praktik industri dari PT Tirta Investama (AQUA) Sentul menunjukkan bahwa sampling konduktivitas dilakukan setiap 4 jam dari dua jalur produksi untuk memastikan kualitas air proses yang digunakan dalam coating kemasan tetap dalam spesifikasi. [8] Pendekatan ini dapat diadopsi oleh pabrik kemasan lain sebagai benchmark minimal. Metode Standar EPA 120.1 untuk Pengukuran Konduktivitas Air memberikan kerangka prosedural yang dapat dijadikan acuan dalam pengembangan SOP internal.
Frekuensi Sampling EC yang Tepat di Lini Produksi Kemasan
Menentukan frekuensi sampling EC yang optimal memerlukan keseimbangan antara efektivitas monitoring dan efisiensi operasional. Frekuensi yang terlalu jarang berisiko membiarkan penyimpangan kualitas berlangsung lama, sementara terlalu sering dapat mengganggu produktivitas dan meningkatkan beban kerja operator.
Berdasarkan praktik terbaik di industri dan benchmark dari PT Tirta Investama (AQUA) Sentul yang melakukan sampling setiap 4 jam, 8] serta rekomendasi dari riset monitoring [TDS/EC harian yang dipublikasikan di e-journal Undip, [9] berikut adalah panduan frekuensi yang dapat diadaptasi sesuai kapasitas produksi.
Matriks Frekuensi Berdasarkan Titik Kritis
| Titik Sampling | Frekuensi Minimum | Rekomendasi untuk Pabrik Besar | Rekomendasi untuk Pabrik Kecil |
|---|---|---|---|
| Air baku (sumber air) | Setiap hari atau setiap pergantian sumber | Setiap shift | Setiap hari |
| Setelah pretreatment (filter, softener) | Setiap shift (8 jam) | Setiap 4 jam | Setiap shift |
| Larutan coating / tinta (sebelum aplikasi) | Setiap batch produksi | Setiap 2 jam | Setiap batch |
| Fountain solution (mesin offset) | Setiap shift | Setiap 2–4 jam | Setiap shift |
| Produk jadi (final quality check) | Setiap batch | Acak per jam produksi | Setiap batch |
Data dari Fuji Hunt menekankan pentingnya monitoring yang konsisten karena automatic blenders do foul up and press helpers do make mistakes from time to time.
[2] Dengan kata lain, sistem otomatis pun tidak sepenuhnya bebas dari kesalahan, sehingga verifikasi manual secara berkala tetap diperlukan.
Kapan Harus Meningkatkan Frekuensi Sampling?
Beberapa kondisi operasional memerlukan peningkatan frekuensi sampling di atas rekomendasi standar:
- Pergantian batch material: Saat mengganti jenis tinta, larutan coating, atau sumber air, lakukan sampling setiap jam selama 4 jam pertama untuk memastikan kestabilan.
- Perubahan musiman: Terutama saat musim hujan yang dapat mempengaruhi kualitas air baku (peningkatan TDS dan konduktivitas akibat limpasan permukaan).
- Setelah perawatan sistem: Pipa baru, membran RO yang diganti, atau pembersihan tangki memerlukan verifikasi EC lebih sering.
- Saat terjadi penyimpangan kualitas: Jika ditemukan hasil cetak atau coating yang tidak sesuai spesifikasi, tingkatkan frekuensi sampling untuk mengidentifikasi sumber masalah dengan cepat.
PRINTING United Alliance merekomendasikan untuk meningkatkan frekuensi monitoring saat melihat variasi EC yang tidak biasa, terutama jika variasi tersebut melebihi 10% dari nilai baseline. [7] Hal ini memungkinkan tindakan korektif diambil sebelum menghasilkan produk reject dalam jumlah besar.
Cara Sampling EC yang Benar untuk Coating dan Tinta Kemasan
Akurasi pengukuran EC sangat bergantung pada teknik sampling yang tepat. Kesalahan pada tahap ini dapat menyebabkan keputusan produksi yang salah, waste material, dan produk reject. Berikut adalah panduan langkah-demi-langkah untuk memastikan sampling yang representatif.
Persiapan Alat dan Sampel
Sebelum memulai pengukuran, pastikan semua peralatan dalam kondisi siap pakai:
- EC meter: HI8733 Portable Multi-Range EC Meter dengan probe 4-ring HI76302W. Alat ini memiliki empat rentang pengukuran otomatis (0.0–199.9 µS/cm; 0–1999 µS/cm; 0.00–19.99 mS/cm; 0.0–199.9 mS/cm) dan akurasi ±1% FS pada suhu 25°C. [10] Fitur ATC (Automatic Temperature Compensation) bekerja pada rentang 0–50°C dengan koefisien beta adjustable 0–2.5%/°C.
- Larutan kalibrasi: HI70030 (12880 µS/cm) untuk kalibrasi satu titik.
- Wadah sampel: Gunakan wadah plastik atau kaca yang bersih dan bebas kontaminasi. Hindari wadah logam karena dapat mempengaruhi konduktivitas.
- Air suling (deionized water): Untuk membilas probe di antara pengukuran.
- Thermometer: Jika alat tidak memiliki ATC, diperlukan pengukuran suhu terpisah.
Persiapan sampel:
- Pastikan sampel homogen dengan mengaduk perlahan larutan coating atau tinta.
- Biarkan sampel mencapai suhu ruang (20–25°C) untuk meminimalkan kesalahan akibat perbedaan suhu.
- Hindari gelembung udara di dalam sampel karena dapat mengganggu kontak elektroda.
Langkah-Langkah Pengukuran EC dengan HI8733
Berikut adalah SOP pengukuran yang dapat ditempel di area produksi:
- Nyalakan alat: Tekan tombol ON pada HI8733. Pastikan baterai dalam kondisi baik (indikator baterai menyala normal). Biarkan alat stabil selama 1 menit.
- Kalibrasi (lakukan setiap shift atau setiap kali akan memulai seri pengukuran):
- Celupkan probe ke dalam larutan standar HI70030 (12880 µS/cm).
- Tunggu hingga pembacaan stabil (30–45 detik).
- Putar knob kalibrasi pada sisi alat hingga layar menunjukkan nilai 12.88 mS/cm (sesuai larutan standar).
- Bilas probe dengan air suling.
- Bilas probe: Celupkan probe ke dalam air suling dan kocok perlahan untuk membersihkan residu dari pengukuran sebelumnya.
- Ambil sampel: Isi wadah bersih dengan sampel larutan coating/tinta/fountain solution secukupnya hingga probe dapat terendam minimal sampai batas rendaman yang ditandai pada probe.
- Celupkan probe: Masukkan probe ke dalam sampel dengan posisi miring agar gelembung udara tidak terperangkap di antara elektroda. Pastikan probe tidak menyentuh dinding atau dasar wadah—Hanna Instruments menyarankan menjaga jarak minimal 1 inci (2,5 cm) dari semua permukaan untuk menghindari fringe field effect. [1]
- Aduk perlahan: Gerakkan probe secara perlahan dalam sampel untuk memastikan kontak yang baik dan menghilangkan gelembung.
- Tunggu stabil: Biarkan pembacaan stabil, biasanya membutuhkan waktu 30–45 detik. Alat akan menampilkan nilai EC secara otomatis sesuai rentang yang terpilih. Fuji Hunt merekomendasikan untuk mencatat suhu sampel bersamaan dengan pembacaan EC. [2]
- Baca dan catat: Catat nilai EC beserta unit (µS/cm atau mS/cm) dan suhu. Gunakan logbook atau sistem digital untuk dokumentasi.
- Bilas probe: Segera setelah pengukuran, bilas probe dengan air suling dan keringkan dengan kain lembut. Untuk larutan coating yang kental, bilas beberapa kali hingga bersih.
- Matikan alat: Tekan tombol OFF untuk menghemat baterai. Simpan alat di tempat kering dan bersih.
Tips perawatan probe untuk larutan kental:
- Setelah mengukur larutan coating yang kental, rendam probe dalam air hangat selama beberapa menit sebelum dibilas untuk melarutkan residu yang menempel.
- Jika probe mulai menunjukkan pembacaan yang lambat atau tidak stabil, bersihkan elektroda dengan larutan pembersih khusus atau deterjen ringan sesuai manual.
Interpretasi Hasil dan Tindakan Korektif
Setelah mendapatkan nilai EC, langkah selanjutnya adalah membandingkannya dengan rentang normal yang telah ditetapkan untuk masing-masing material. Berikut adalah panduan umum:
| Material | Rentang EC Normal (pada 25°C) | Sumber Referensi |
|---|---|---|
| Air baku untuk proses | 50–500 µS/cm (tergantung sumber) | Praktik industri |
| Fountain solution offset | 1000–2500 µmhos di atas EC air baku | Fuji Hunt [2] |
| Tinta digital water-based | Sesuai spesifikasi pabrik (umumnya 500–5000 µS/cm) | Spesifikasi produsen tinta |
| Larutan coating (electrocoat) | 1000–5000 µS/cm (tergantung formulasi) | ASTM D4399 [3] |
| Air demineral/RO | 0–50 µS/cm | Standar industri |
Tindakan korektif jika EC di luar rentang:
- EC terlalu rendah (fountain solution lemah):
- Periksa dosis etsa/gum arab; tambahkan sesuai rekomendasi.
- Periksa apakah blender otomatis berfungsi dengan benar.
- Risiko: scumming, plate restarts lambat.
- EC terlalu tinggi (fountain solution terlalu kuat):
- Kurangi dosis atau lakukan pengenceran dengan air.
- Periksa kemungkinan kontaminasi dari bahan lain.
- Risiko: ink emulsification, blinding/stripping, ghosting.
- EC coating tidak sesuai spesifikasi:
- Periksa konsentrasi padatan dalam larutan coating.
- Lakukan topping-up dengan komponen yang sesuai.
- Jika penyimpangan besar (>10% dari target), ganti batch coating.
- Risiko: adhesi buruk, ketebalan coating tidak merata, kegagalan barrier.
Untuk memudahkan analisis akar masalah, gunakan diagram fishbone yang mencakup faktor probe/kalibrasi, suhu, kontaminasi sampel, dan teknik sampling.
Kesalahan Umum Sampling EC dan Cara Menghindarinya
Berdasarkan pengalaman lapangan dan analisis dari berbagai sumber, terdapat tiga kategori utama kesalahan sampling EC yang sering terjadi di lini produksi kemasan.
Kesalahan Teknis: Probe, Kalibrasi, dan Suhu
Probe kotor atau rusak: Residu coating atau tinta yang menumpuk pada elektroda dapat mengisolasi permukaan konduktif, menyebabkan pembacaan lebih rendah dari nilai sebenarnya. Solusi: bersihkan probe secara rutin dengan air suling dan sikat lembut. Untuk residu membandel, gunakan larutan pembersih enzimatik sesuai rekomendasi produsen.
Kalibrasi jarang atau tidak tepat: EC meter yang tidak dikalibrasi secara berkala dapat mengalami drift pembacaan. Hanna Instruments merekomendasikan kalibrasi satu titik dengan larutan standar setiap shift atau minimal setiap hari penggunaan. [1] Pastikan larutan standar masih dalam masa berlaku dan tidak terkontaminasi.
Kompensasi suhu nonaktif: Suhu mempengaruhi konduktivitas secara signifikan (sekitar 2% per °C). HI8733 dilengkapi ATC dengan koefisien beta adjustable 0–2.5%/°C, yang secara otomatis mengoreksi pembacaan ke suhu referensi 25°C. [10] Pastikan fitur ATC aktif. ASTM D4399 mewajibkan kompensasi suhu ke 25°C untuk hasil yang reproducible. [3]
Kesalahan Prosedural: Sampling Tidak Representatif
Mengambil sampel dari titik yang tidak tepat: Sampling harus dilakukan pada titik-titik yang mencerminkan kondisi aktual larutan yang akan digunakan. Misalnya, untuk fountain solution, ambil sampel dari panci fountain mesin cetak, bukan dari tangki pencampur. Petakan semua titik kritis dan buat jadwal sampling yang jelas.
Wadah kotor atau tidak sesuai: Wadah yang sebelumnya digunakan untuk bahan kimia lain dapat mengkontaminasi sampel. Gunakan wadah yang didedikasikan khusus untuk sampling EC dan bersihkan dengan air suling sebelum digunakan. EPA Method 120.1 mensyaratkan wadah plastik atau gelas yang bersih dan bebas dari residu. [6]
Sampel tidak homogen: Larutan coating dan tinta cenderung mengalami sedimentasi jika dibiarkan. Aduk sampel secara perlahan sebelum pengukuran untuk memastikan homogenitas. Namun, hindari pengadukan terlalu kuat yang dapat memasukkan gelembung udara.
Kesalahan Interpretasi: Tidak Memahami Rentang Normal
Mengabaikan nilai baseline air baku: EC fountain solution yang ideal dihitung sebagai nilai tambahan di atas EC air baku, bukan nilai absolut. Jika air baku mengandung 500 µS/cm, maka target fountain solution 1000–2500 µmhos di atasnya berarti 1500–3000 µS/cm. [2] Tanpa memahami baseline ini, operator bisa saja menganggap nilai 1500 µS/cm sudah ideal, padahal sebenarnya terlalu rendah.
Tidak membedakan EC tinta vs EC coating: Setiap jenis material memiliki karakteristik EC yang berbeda. Jangan menggunakan rentang normal fountain solution untuk menilai kualitas larutan coating. Buat logbook referensi yang mencatat nilai EC normal untuk setiap material dan kondisi operasional.
PRINTING United Alliance menekankan bahwa operator harus dilatih untuk memahami perbedaan antara pH dan konduktivitas, serta bagaimana masing-masing parameter mempengaruhi kualitas cetak. [7] Investasi dalam pelatihan operator QC akan mengurangi risiko kesalahan interpretasi yang berujung pada keputusan produksi yang salah.
Rekomendasi Alat: HI8733 Portable EC Meter untuk Aplikasi Lapangan
Untuk implementasi monitoring EC yang efektif di lini produksi, pemilihan alat ukur yang tepat menjadi faktor penentu. HI8733 Portable Multi-Range EC Meter dari Hanna Instruments menawarkan kombinasi fitur yang sangat sesuai untuk aplikasi quality control harian di lingkungan industri kemasan.
Keunggulan utama HI8733:
- Multi-range otomatis: Empat rentang pengukuran (0.0–199.9 µS/cm; 0–1999 µS/cm; 0.00–19.99 mS/cm; 0.0–199.9 mS/cm) mencakup seluruh kebutuhan mulai dari air demineral hingga larutan coating pekat. Alat secara otomatis memilih rentang yang sesuai, sehingga operator tidak perlu mengganti probe atau mengatur skala secara manual. [10]
- Probe 4-ring HI76302W: Mengurangi efek polarisasi yang umum terjadi pada probe 2-ring, memberikan pembacaan yang lebih stabil dan akurat pada berbagai jenis larutan. Sangat cocok untuk larutan coating dan tinta yang memiliki konduktivitas tinggi dan rentan polarisasi. [1]
- Automatic Temperature Compensation (ATC): Mengkompensasi variasi suhu larutan secara otomatis dalam rentang 0–50°C, dengan koefisien beta adjustable 0–2.5%/°C. Fitur ini penting karena suhu larutan di lini produksi seringkali tidak stabil. [10]
- Akurasi tinggi: ±1% FS, lebih baik dari EC meter umum yang hanya ±2% FS. Akurasi ini penting untuk mendeteksi perubahan kecil pada konsentrasi ion yang dapat mempengaruhi kualitas cetak/coating.
- Portabel dan tahan lama: Bobot hanya 231 gram, dimensi 145x80x36 mm, dan daya tahan baterai ~100 jam penggunaan kontinu. Ideal untuk operator yang berpindah antar titik sampling di lini produksi. [10]
- Kalibrasi manual 1-titik: Proses kalibrasi cepat menggunakan larutan standar HI70030 (12880 µS/cm). Operator dapat melakukan kalibrasi di lapangan tanpa perlu kembali ke laboratorium.
Dengan spesifikasi tersebut, HI8733 menjadi solusi yang cost-effective untuk perusahaan kemasan yang ingin meningkatkan kontrol kualitas tanpa investasi besar pada peralatan laboratorium yang kompleks. Untuk informasi lebih lanjut dan pemesanan, kunjungi halaman produk HI8733 di Hanna Instruments Indonesia atau langsung ke alat-test.com.
Kesimpulan
Monitoring EC (Electrical Conductivity) adalah praktik quality control yang sederhana namun berdampak besar pada konsistensi kualitas cetak dan coating kemasan. Dengan menerapkan frekuensi sampling yang tepat berdasarkan titik kritis produksi, menggunakan SOP pengukuran yang terstandarisasi, dan menginterpretasikan hasil secara benar, perusahaan dapat secara signifikan mengurangi waste material, menekan jumlah produk reject, dan meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan.
Poin-poin kunci yang telah dibahas:
- EC mempengaruhi kualitas cetak melalui fountain solution pada offset (scumming, emulsifikasi) dan tinta pada digital printing (viskositas, adhesi).
- Pada lini coating, EC menentukan kualitas deposisi, ketebalan lapisan, dan fungsi barrier kemasan.
- Frekuensi sampling minimal: air baku setiap hari, setelah pretreatment setiap shift, larutan coating/tinta setiap batch (atau setiap 2 jam untuk produksi kontinu), dan produk jadi setiap batch.
- SOP pengukuran menggunakan HI8733 meliputi: kalibrasi, bilas probe, celupkan dengan jarak >1 inci dari dinding, tunggu stabil 30-45 detik, catat nilai dan suhu, bersihkan probe.
- Kesalahan umum yang harus dihindari: probe kotor, kalibrasi jarang, ATC nonaktif, sampling tidak representatif, dan interpretasi tanpa baseline air baku.
Investasi dalam monitoring EC—baik dari segi alat ukur yang tepat maupun pelatihan operator—adalah langkah kecil dengan dampak besar. Hasilnya adalah kualitas produk yang konsisten, pengurangan reject, dan peningkatan kepuasan pelanggan.
CV. Java Multi Mandiri adalah supplier dan distributor terpercaya alat ukur dan instrumen pengujian, khususnya untuk kebutuhan industri dan bisnis. Kami menyediakan HI8733 Portable Multi-Range EC Meter dan berbagai instrumen quality control lainnya yang dapat membantu perusahaan Anda mengoptimalkan operasional lini produksi kemasan. Tim teknis kami siap mendiskusikan kebutuhan spesifik perusahaan Anda dan memberikan solusi yang tepat. Untuk informasi lebih lanjut, diskusikan kebutuhan perusahaan Anda dengan kami.
Artikel ini bersifat informatif dan teknis. Pengukuran EC harus disesuaikan dengan jenis material dan proses spesifik. Selalu rujuk manual resmi alat dan standar industri yang berlaku.
Rekomendasi TDS Meter
-

POCKET TDS/TEMP TESTER TDSscan20
Lihat Produk★★★★★ -

Alat Uji pH Suhu dan TDS 3 In 1 AMTAST TDS-3596
Lihat Produk★★★★★ -

Bante 540-DH TDS Meter
Lihat Produk★★★★★ -

POCKET TDS TESTER TDSscan10L
Lihat Produk★★★★★ -

Bante 540-DL TDS Meter
Lihat Produk★★★★★ -

POCKET TDS TESTER TDSscan10H
Lihat Produk★★★★★ -

Alat Ukur pH/EC/TDS HANNA INSTRUMENT HI9810-6
Lihat Produk★★★★★ -

Alat Pengukur TDS dan Konduktivitas EUTECH TDS 6+
Lihat Produk★★★★★
Referensi
- Hanna Instruments. (N.D.). EC Probes: What types of conductivity probes are there? Hanna Instruments Knowledge Base. Retrieved from https://knowledge.hannainst.com/en/knowledge/ec-probes-what-types-of-conductivity-probes-are-there
- Fuji Hunt Photographic Chemicals, Inc. (N.D.). Water, pH and Conductivity for Printers. Fujifilm Americas. Retrieved from https://asset.fujifilm.com/master/americas/files/2020-03/ef5f6480c0ad712e198cfb436168a15b/WaterpHCond.pdf
- ASTM International. (2023). ASTM D4399-05(2023) Standard Test Method for Measuring Electrical Conductivity of Electrocoat Baths. ASTM Standards and Publications. Retrieved from https://store.astm.org/products-services/standards-and-publications/standards/paint-standards-and-related-coating-standards.html
- National Institute of Standards and Technology (NIST). (N.D.). NIST Special Publication 260-142: Primary Standards and Standard Reference Materials for Electrolytic Conductivity. Retrieved from https://www.nist.gov/system/files/documents/srm/260-142-2ndVersion.pdf
- PrintWiki. (N.D.). Fountain Solution. Retrieved from https://printwiki.org/Fountain_Solution
- United States Environmental Protection Agency (EPA). (1982). EPA Method 120.1: Conductance (Specific Conductance, μmhos at 25°C) by Conductivity Meter. Retrieved from https://www.epa.gov/sites/default/files/2015-08/documents/method_120-1_1982.pdf
- PRINTING United Alliance. (2018). Should I measure the pH or conductivity of my fountain solution? Retrieved from https://www.printing.org/content/2018/03/28/should-i-measure-the-ph-or-conductivity-of-my-fountain-solution
- Alat-Test.com. (N.D.). Pemeriksaan Konduktivitas Air (EC) di Pabrik Kemasan. Retrieved from https://alat-test.com/blog/pemeriksaan-konduktivitas-air-ec-pabrik-kemasan/
- E-Journal Universitas Diponegoro. (N.D.). Riset Monitoring TDS/EC Harian dengan Sistem Kontrol. Retrieved from https://ejournal.undip.ac.id/index.php/teknik/article/view/53301
- Hanna Instruments. (N.D.). HI8733 Multi-Range EC Meter Product Specifications. Retrieved from https://www.hannainst.com/hi8733-multi-range-ec-meter.html
























