Dalam banyak industri—mulai dari pengolahan air, farmasi, makanan & minuman, hingga manufaktur—suhu adalah parameter krusial yang sering kali menjadi indikator awal masalah. Namun, pengukuran suhu tidak selalu mudah.
Di lapangan, beberapa tantangan umum sering muncul:
- Pengukuran suhu kontak sulit dilakukan pada permukaan panas atau berbahaya
- Data suhu tidak representatif karena titik ukur terbatas
- Inspeksi manual memakan waktu dan berisiko human error
- Kerusakan mesin sering terlambat terdeteksi karena tidak ada pemantauan visual suhu
Sebagai contoh, pada sistem pompa di instalasi pengolahan air (WTP/WWTP), overheating pada bearing sering tidak terdeteksi sampai terjadi kerusakan serius. Di industri makanan, distribusi panas yang tidak merata dapat menyebabkan kegagalan proses pasteurisasi.
Di sinilah teknologi infrared thermal imaging menjadi relevan. Bukan hanya mengukur suhu, tetapi juga memvisualisasikan distribusi panas secara real-time.
Prinsip Kerja Kamera Termal Inframerah dalam Monitoring Kondisi
PCE-TC 28 bekerja menggunakan prinsip radiasi inframerah. Semua objek dengan suhu di atas nol mutlak memancarkan radiasi inframerah. Kamera ini menangkap radiasi tersebut dan mengubahnya menjadi citra visual berwarna (thermal image).
Beberapa komponen utama teknologi ini:
- Sensor pyroelektrik (uncooled) mendeteksi energi panas
- Spektrum inframerah 8–14 µm menangkap radiasi termal objek
- Algoritma internal mengonversi radiasi menjadi suhu
- Tampilan warna (false color) membantu identifikasi hotspot
Keunggulan pendekatan ini dibanding metode konvensional (termometer kontak):
- Tidak perlu menyentuh objek
- Bisa memindai area luas sekaligus
- Mengidentifikasi pola distribusi panas, bukan hanya satu titik
- Lebih aman untuk lingkungan ekstrem
Dalam jangka panjang, teknologi ini mendukung predictive maintenance, bukan hanya inspeksi reaktif.
Kamera Termal Portabel dengan Fitur Visualisasi Ganda
PCE-TC 28-ICA adalah kamera termal portabel yang dirancang untuk pengukuran suhu non-kontak dengan kemampuan visualisasi yang intuitif.
Yang membuatnya menonjol:
- Kombinasi kamera termal + kamera digital
- Fitur picture-in-picture untuk overlay gambar
- Emissivity dapat disesuaikan (0.1 – 1)
- Penyimpanan data berbasis microSD
- Sertifikat kalibrasi ISO (untuk validasi QA/QC)
Kombinasi ini memungkinkan pengguna tidak hanya melihat panas, tetapi juga memahami konteks objek yang diukur.
Desain dan Ergonomi untuk Penggunaan Lapangan
Secara fisik, PCE-TC 28 dirancang seperti pistol scanner yang ergonomis.
Komponen utama:
- Layar LCD di bagian atas
- Trigger untuk pengambilan gambar
- Tombol navigasi (▲ ▼ ◄ ►, enter, menu)
- Slot microSD dan port USB
- Penutup lensa pelindung
Desain ini memudahkan penggunaan satu tangan, terutama saat inspeksi di lapangan.
Sumber daya:
- Baterai Li-ion yang dapat diisi ulang
- Waktu pengisian sekitar 3–4 jam
- Dapat digunakan sambil transfer data via USB
Lingkungan operasi:
- Suhu operasi: 0 – 50°C
- Kelembaban: 10 – 90% non-kondensasi
Cocok untuk laboratorium maupun lingkungan industri.
Antarmuka dan Pengalaman Pengguna
PCE-TC 28 menggunakan layar:
- 2.2 inci TFT LCD
- Resolusi 320 × 240
- Backlight untuk kondisi minim cahaya
Navigasi menu cukup intuitif:
- Tombol arah untuk navigasi
- Enter untuk konfirmasi
- Menu untuk akses pengaturan
Fitur pengalaman pengguna:
- Tampilan suhu titik tengah
- Indikasi suhu minimum & maksimum
- Palet warna yang dapat dipilih
- Tampilan waktu & status baterai
Menu mendukung beberapa bahasa (Inggris, Jerman, Spanyol, dll), memudahkan pengguna global.
Kemampuan Analisis Termal yang Mendukung Pengambilan Keputusan
Beberapa fitur unggulan yang relevan secara praktis:
1. Adjustable Emissivity
Memungkinkan penyesuaian berdasarkan material (logam, plastik, air, dll), meningkatkan akurasi pengukuran.
2. Hot/Cold Spot Detection
Secara otomatis menandai titik terpanas dan terdingin dalam frame.
Manfaat:
- Deteksi dini overheating
- Identifikasi kebocoran panas
3. Picture-in-Picture (PiP)
Overlay gambar visual dan termal (0–100%).
Manfaat:
- Mempermudah identifikasi objek
- Mengurangi kesalahan interpretasi
4. Alarm Threshold
Pengguna dapat menetapkan batas suhu atas/bawah.
Manfaat:
- Notifikasi cepat saat anomali
- Mendukung inspeksi cepat
5. Background Temperature Adjustment
Mengoreksi pengaruh suhu lingkungan.
Manfaat:
- Pengukuran lebih akurat di lingkungan kompleks
Kontrol Eksternal dan Integrasi Sistem
PCE-TC 28 menyediakan:
- Transfer data via USB
- Penyimpanan microSD (hingga 6000 gambar per GB)
- Format file .bmp
Workflow data:
- Ambil gambar di lapangan
- Simpan ke SD card
- Transfer ke PC
- Analisis dan dokumentasi
Cocok untuk:
- Audit QA/QC
- Pelaporan inspeksi
- Dokumentasi maintenance
Namun, integrasi langsung ke LIMS tidak dinyatakan oleh pabrikan.
Spesifikasi Teknis Lengkap
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Rentang suhu | -20 hingga +300°C |
| Akurasi | ±2% atau ±2°C |
| Emissivity | 0.1 – 1 |
| Frekuensi capture | 9 Hz |
| Sensor | Uncooled pyroelectric ceramic |
| Sensitivitas termal | 150 mK |
| Spektrum IR | 8 – 14 µm |
| Resolusi termal | 32 × 31 pixel |
| Field of view | 38° × 38° |
| Fokus | Fixed |
| Parallax correction | 0.5 / 1 / 2 / 3 m |
| Picture-in-picture | 0 – 100% |
| Hot/cold detection | Ya |
| Storage | microSD |
| Kapasitas | 6000 gambar/GB |
| Format file | .bmp |
| Suhu operasi | 0 – 50°C |
| Suhu penyimpanan | -20 – 60°C |
| Kelembaban | 10–90% non-kondensasi |
| Display | 2.2” TFT LCD |
Penjelasan sederhana:
- Resolusi 32×31 pixel berarti cocok untuk inspeksi umum, bukan detail mikro
- Sensitivitas 150 mK cukup untuk mendeteksi perbedaan suhu kecil
- Rentang hingga 300°C memadai untuk sebagian besar aplikasi industri
Faktor yang Mempengaruhi Akurasi Pengukuran
| Faktor | Dampak |
|---|---|
| Emissivity material | Kesalahan baca suhu |
| Jarak objek | Pengaruh resolusi |
| Suhu lingkungan | Distorsi pembacaan |
| Refleksi permukaan | Noise data |
Contoh aplikasi:
| Rentang suhu | Aplikasi |
|---|---|
| 0–50°C | HVAC, lingkungan |
| 50–150°C | mesin ringan |
| 150–300°C | proses industri |
Aksesori:
- Tripod mini
- Kabel USB
- adaptor listrik
- carrying case
Implementasi di Lapangan: Dua Skenario Penggunaan
1. Monitoring Pompa di Instalasi Pengolahan Air
Operator melakukan inspeksi rutin pada pompa.
Langkah:
- Scan housing motor
- Deteksi hotspot di bearing
- Bandingkan suhu antar unit
Hasil:
- Deteksi dini overheating
- Pencegahan downtime (simulasi perhitungan)
2. Inspeksi Distribusi Panas di Industri Makanan
Dalam proses pasteurisasi:
- Kamera digunakan untuk memetakan suhu permukaan tangki
- Area dingin terdeteksi melalui thermal image
Hasil:
- Validasi distribusi panas
- Peningkatan kualitas produk
Panduan Cara Menggunakan di Lapangan
Contoh: inspeksi pompa di WTP
- Nyalakan alat (tahan tombol menu)
- Atur emissivity sesuai material
- Arahkan kamera ke objek
- Tekan trigger untuk capture
- Simpan gambar (enter)
- Analisis hotspot di layar
- Transfer data ke PC
Tips:
- Hindari permukaan reflektif
- Gunakan jarak optimal (≤3 m)
Kesimpulan dan Rekomendasi
PCE-TC 28-ICA adalah solusi praktis untuk:
- Inspeksi cepat tanpa kontak
- Deteksi dini kerusakan
- Dokumentasi visual suhu
Cocok untuk:
- Laboratorium QA/QC
- Industri proses
- Pengolahan air
- F&B dan farmasi
Jika kebutuhan Anda adalah inspeksi suhu area luas dengan visualisasi sederhana dan akurat, alat ini menjadi pilihan yang rasional.
FAQ singkat
- Apakah alat ini bisa mengukur suhu cairan langsung?
Tidak langsung, tetapi bisa mengukur permukaan wadah atau permukaan cairan. - Apakah cocok untuk laboratorium?
Ya, terutama untuk inspeksi non-destruktif. - Apakah perlu kalibrasi?
Ya, versi ICA sudah termasuk sertifikat ISO. - Apakah bisa merekam video?
Tidak dinyatakan pabrikan. - Apakah bisa digunakan di luar ruangan?
Bisa, selama dalam batas suhu dan kelembaban.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium terkemuka, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya instrumen pengukuran suhu dalam mendukung berbagai proses industri dan penelitian Anda. Kami menyediakan perangkat seperti PCE-TC 28-ICA untuk membantu perusahaan Anda meningkatkan efisiensi inspeksi, menjaga kualitas proses, dan memastikan standar operasional terpenuhi. Mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Condition Monitoring Pyrometer Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Condition Monitoring Pyrometer PCE-TC 28-ICA incl. ISO Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Condition Monitoring Pyrometer PCE-TC 28
Lihat Produk★★★★★ -

Condition Monitoring Pyrometer PCE-893-ICA incl. ISO Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Condition Monitoring Pyrometer PCE-893
Lihat Produk★★★★★
Referensi
- Hidayat, T., & Prabowo, H. (2022). ANALISIS DETEKSI DINI KERUSAKAN BEARING MENGGUNAKAN INFRARED THERMOGRAPHY PADA MOTOR INDUKSI. Jurnal Teknik Mesin Indonesia, 17(2), 85–92. Retrieved from https://jurnalteknikmesin.org/index.php/jtmi/article/download/456/312
- Saputra, R., & Wibowo, A. (2021). PEMANFAATAN THERMAL IMAGING UNTUK MONITORING SUHU PERALATAN LISTRIK SECARA NON-KONTAK. Jurnal Teknologi Elektro, 12(1), 45–52. Retrieved from https://jte.ft.unnes.ac.id/index.php/jte/article/download/789/456
- Putri, D. A., & Nugroho, S. (2023). IMPLEMENTASI INFRARED THERMOGRAPHY DALAM DETEKSI HOTSPOT PADA SISTEM DISTRIBUSI LISTRIK. Jurnal Energi dan Kelistrikan, 15(1), 23–30. Retrieved from https://jurnal.energi.ac.id/index.php/jek/article/download/1023/678
- Firmansyah, M., & Kurniawan, B. (2020). ANALISIS DISTRIBUSI SUHU PADA PROSES PASTEURISASI MENGGUNAKAN KAMERA TERMAL. Jurnal Teknologi Pangan, 11(2), 101–108. Retrieved from https://journal.ipb.ac.id/index.php/jtp/article/download/3456/2345





















