Dalam banyak proses industri, suhu menjadi parameter kritis yang sering kali menentukan kualitas produk, efisiensi energi, hingga keselamatan kerja. Namun, pengukuran suhu pada objek bergerak, permukaan panas, atau area berbahaya sering kali menjadi tantangan. Kontak langsung menggunakan sensor konvensional tidak hanya berisiko merusak alat ukur, tetapi juga dapat membahayakan operator.
Di sisi lain, keterlambatan dalam mendeteksi anomali suhu—seperti overheating pada motor listrik, kebocoran termal pada sistem HVAC, atau hotspot pada panel listrik—dapat menyebabkan kerusakan serius, downtime produksi, bahkan potensi kecelakaan kerja. Oleh karena itu, diperlukan solusi pengukuran suhu yang cepat, aman, dan non-kontak untuk mendukung praktik condition monitoring yang lebih efektif.
Deskripsi Singkat PCE-ILD 10
PCE-ILD 10 adalah infrared thermometer portabel yang dirancang untuk pengukuran suhu permukaan tanpa kontak langsung. Alat ini mampu mengukur dalam rentang luas dari -50 hingga 500°C, sehingga cocok untuk berbagai aplikasi industri, mulai dari inspeksi listrik hingga pemeliharaan mesin.
Instrumen ini menggunakan teknologi inframerah untuk membaca radiasi panas dari objek, memungkinkan pengukuran dilakukan dari jarak aman. Dilengkapi dengan rasio spot 12:1 dan multi-point laser, alat ini membantu pengguna menentukan area pengukuran dengan lebih presisi.
Selain itu, fitur alarm suhu, pencahayaan LED, serta kemampuan menampilkan nilai maksimum, minimum, rata-rata, dan diferensial menjadikan alat ini praktis untuk kebutuhan monitoring rutin maupun troubleshooting di lapangan.
Fungsi & Kegunaan Produk
Fungsi Utama
- Mengukur suhu permukaan tanpa kontak langsung
- Mendeteksi perubahan suhu secara cepat
- Mendukung analisis kondisi peralatan (condition monitoring)
Kegunaan di Lapangan
- Inspeksi panel listrik untuk mendeteksi hotspot
- Monitoring suhu motor, bearing, dan mesin produksi
- Pemeriksaan sistem HVAC dan kebocoran termal
- Pengujian suhu permukaan dalam proses manufaktur
Skenario Penggunaan
- Sebelum pekerjaan: digunakan untuk baseline suhu normal peralatan
- Saat operasi: memantau kenaikan suhu abnormal secara real-time
- Setelah pekerjaan: verifikasi hasil perbaikan atau maintenance
Mode Pengukuran
- Pengukuran langsung (instant reading)
- Analisis statistik (min, max, average, differential)
- Alarm suhu otomatis (visual & akustik)
Bidang / Industri Pengguna
- Industri manufaktur: monitoring suhu mesin dan proses produksi
- Kelistrikan: inspeksi panel dan distribusi listrik
- HVAC & building maintenance: deteksi kebocoran termal
- Oil & gas: pengecekan suhu peralatan kritis
- Automotive: diagnosis sistem pendingin dan mesin
- Quality control: verifikasi suhu permukaan produk
Keunggulan / Highlights
- Membantu teknisi melakukan pengukuran tanpa kontak langsung pada objek panas atau berbahaya
- Meminimalkan risiko kecelakaan kerja saat inspeksi suhu
- Mempercepat proses pengecekan karena tidak perlu menunggu stabilisasi sensor kontak
- Mengurangi potensi kesalahan akibat posisi pengukuran yang tidak tepat dengan bantuan multi-point laser
- Memudahkan identifikasi anomali suhu melalui fitur alarm otomatis
- Mendukung pekerjaan lapangan dengan pencahayaan LED terintegrasi
- Memungkinkan analisis cepat melalui tampilan nilai maksimum, minimum, dan rata-rata
Perbandingan / Posisi Produk
| Metode | Dampak ke Material | Kecepatan | Repeatability | Kesesuaian Commissioning |
|---|---|---|---|---|
| Sensor kontak (thermocouple) | Bisa mempengaruhi permukaan | Lambat | Tinggi | Terbatas |
| Pengukuran manual tanpa alat khusus | Tidak ada | Sangat lambat | Rendah | Tidak konsisten |
| Infrared thermometer tanpa laser | Tidak ada | Cepat | Sedang | Kurang presisi |
| PCE-ILD 10 (IR thermometer + laser) | Tidak ada | Sangat cepat | Tinggi | Sangat sesuai |
Spesifikasi Teknis
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Measuring range | -50 … 500 °C / -58 … 932 °F |
| Resolution | 0.1 °C / 0.1 °F |
| Accuracy | ±3 °C (±5.4 °F) -50 … 20 °C / -58 … 68 °F |
| ±2 °C (±3.6 °F) 20 … 500 °C / 68 … 932 °F | |
| Repeatability | ±1 °C / 1.8 °F |
| Spot ratio | 12:1 |
| Emission rate | 0.10 … 1.00 |
| Measuring rate | 2 Hz |
| Spectral range | 8 … 14 µm |
| Laser output power | <1 mW |
| Wavelength | 630 … 670 nm |
| Laser class | 2 |
| Light ring | 5 x white LED, 5 x blue LED |
| Power supply | 2 x 1.5 V AA batteries |
| Operating conditions | 0 … 50 °C / 32 … 122 °F, 10 … 90 % RH |
| Storage conditions | -10 … 60 °C / 14 … 140 °F, 10 … 90 % RH |
| Dimensions | 180 x 100 x 55 mm |
| Weight | 329 g (with batteries) |
Tata Cara Pemakaian
- Persiapan alat
Pastikan baterai terpasang dengan baik dan alat dalam kondisi bersih. - Pengaturan emissivity
Sesuaikan nilai emissivity sesuai jenis material yang diukur. - Arahkan alat ke objek
Gunakan laser untuk menentukan titik pengukuran. - Lakukan pengukuran
Tekan tombol trigger untuk membaca suhu secara instan. - Analisis hasil
Perhatikan nilai maksimum, minimum, atau rata-rata jika diperlukan. - Gunakan alarm jika diperlukan
Atur batas suhu untuk deteksi otomatis. - Simpan dan matikan alat
Setelah selesai, matikan alat dan simpan di tempat aman.
Catatan: Hindari pengukuran melalui kaca atau permukaan reflektif tinggi karena dapat mempengaruhi hasil.
Cara Kerja / Metode Pengukuran
PCE-ILD 10 bekerja dengan mendeteksi radiasi inframerah yang dipancarkan oleh permukaan objek. Setiap objek dengan suhu di atas nol absolut memancarkan energi dalam bentuk radiasi panas.
Sensor internal menangkap radiasi ini dalam rentang spektral 8–14 µm, kemudian mengonversinya menjadi nilai suhu. Emissivity digunakan untuk menyesuaikan karakteristik permukaan objek, karena setiap material memiliki kemampuan emisi yang berbeda.
Rasio spot 12:1 menunjukkan bahwa semakin jauh jarak pengukuran, area yang diukur akan semakin besar. Oleh karena itu, penting untuk memastikan target berada dalam area fokus agar hasil tetap akurat.
Kelengkapan Produk
- Unit Infrared Thermometer PCE-ILD 10
- Tas transport
- 2 x baterai AA
- Buku instruksi
Manfaat bagi Pengguna
- Meningkatkan efisiensi inspeksi suhu di lapangan
- Mengurangi downtime akibat deteksi dini masalah termal
- Membantu menjaga kualitas proses produksi
- Mengurangi risiko kecelakaan kerja
- Mempermudah pekerjaan teknisi dengan alat portabel dan cepat
- Mengurangi kesalahan pengukuran dibanding metode manual
FAQ
Apakah alat ini bisa digunakan tanpa menyentuh objek?
Ya, alat ini dirancang untuk pengukuran suhu tanpa kontak langsung.
Apakah bisa digunakan pada panel listrik aktif?
Bisa, karena tidak memerlukan kontak fisik dengan objek.
Apakah perlu kalibrasi rutin?
Disarankan dilakukan secara berkala untuk menjaga akurasi.
Apakah bisa digunakan di luar ruangan?
Bisa, selama kondisi lingkungan sesuai spesifikasi operasional.
Apakah semua material bisa diukur dengan akurat?
Bisa, namun perlu penyesuaian emissivity untuk hasil optimal.
Sebagai pemasok dan distributor alat ukur industri terpercaya, CV. Java Multi Mandiri memahami pentingnya monitoring suhu dalam menjaga keandalan operasional dan keselamatan kerja. Kami menyediakan berbagai instrumen berkualitas termasuk infrared thermometer seperti PCE-ILD 10 untuk mendukung kebutuhan industri Anda.
Jika Anda ingin meningkatkan efisiensi inspeksi dan akurasi monitoring suhu di lapangan, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk mendapatkan solusi yang tepat.
Rekomendasi Thermometer Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Thermometer PCE-HT 112
Lihat Produk★★★★★ -

Thermometer PCE-THT 10
Lihat Produk★★★★★ -

Thermometer PCE-EMD 5-ICA incl. ISO Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Thermometer PCE-CMM 8
Lihat Produk★★★★★ -

Thermometer PCE-T 330
Lihat Produk★★★★★ -

Thermometer PCE-AQD 50
Lihat Produk★★★★★ -

Thermometer PCE-RCM 8
Lihat Produk★★★★★ -

Thermometer PCE-895
Lihat Produk★★★★★
Referensi
- Setiawan, I., & Nugroho, A. (2020). Analisis Thermography untuk Deteksi Hotspot pada Panel Listrik. Jurnal Teknik Elektro, 12(2), 85–92. Retrieved from https://ejournal.undip.ac.id/index.php/teknikelektro/article/view/27456
- Prasetyo, B., & Rahman, F. (2019). Implementasi Infrared Thermography untuk Maintenance Prediktif. Jurnal Rekayasa Mesin, 10(1), 45–52. Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jrm/article/view/18832
- Wibowo, H., & Sari, D. (2021). Monitoring Suhu Non-Kontak pada Sistem Industri. Jurnal Teknologi Industri, 15(3), 210–218. Retrieved from https://journal.uii.ac.id/TI/article/view/21987

























