Di banyak fasilitas industri, masalah penipisan dinding material sering berkembang pelan tetapi dampaknya besar. Pipa proses, tangki, vessel, heat exchanger, hingga komponen fabrikasi bersuhu tinggi dapat mengalami korosi, erosi, atau kehilangan ketebalan bertahap tanpa tanda visual yang jelas dari luar. Ketika ketebalan aktual tidak dipantau dengan disiplin, keputusan operasi sering hanya bertumpu pada asumsi, bukan data lapangan. Akibatnya, inspeksi bisa terlambat, pekerjaan shutdown membengkak, dan risiko kebocoran atau kegagalan struktur meningkat. Kondisi seperti ini juga menjadi sorotan pada studi inspeksi storage tank dan sistem perpipaan industri migas di Indonesia.
Di lapangan, tantangannya bukan sekadar “mengukur tebal”, tetapi bagaimana melakukannya cepat, konsisten, dan tanpa merusak material yang masih dipakai. Metode non-destructive testing berbasis ultrasonik relevan karena membantu teknisi memeriksa kondisi ketebalan dari satu sisi akses, termasuk untuk evaluasi material homogen pada pekerjaan inspeksi rutin, troubleshooting, dan commissioning. Dalam konteks inilah Condition Monitoring Thickness Meter PCE-TG 300-HT5-ICA menjadi instrumen yang layak dipertimbangkan untuk kebutuhan pengukuran ketebalan material secara praktis di lapangan.
Deskripsi Singkat PCE-TG 300-HT5-ICA
PCE-TG 300-HT5-ICAadalah thickness meter ultrasonik untuk pemantauan kondisi material dan pengukuran ketebalan dinding pada berbagai material homogen. Unit ini menggunakan sensor PCE-TG-HT5 berfrekuensi 5 MHz yang dirancang untuk aplikasi suhu tinggi hingga 300 °C, dengan rentang pengukuran sensor 1 sampai 600 mm pada baja. Paket produk ini juga sudah termasuk sertifikat kalibrasi ISO.
Secara fungsi, alat ini dipakai untuk mengukur ketebalan tanpa merusak benda uji. Penggunaannya relevan untuk inspeksi dinding pipa, tangki, komponen logam, material keramik, resin epoksi, kaca, dan material homogen lain yang memerlukan verifikasi ketebalan aktual. Pada unit PCE-TG 300-HT5, pengguna dapat memilih mode pulse-echo atau echo-echo, menyesuaikan kecepatan rambat suara, menyimpan data pengukuran, dan mentransfer atau mencetak data melalui Bluetooth maupun USB 2.0.
Keunggulan utamanya ada pada kombinasi rentang ukur lebar, dukungan mode kerja untuk inspeksi umum maupun benda berlapis, memori internal, serta sensor HT5 untuk area bertemperatur tinggi. Bagi profesional maintenance, QA/QC, dan inspector, kombinasi ini membantu membuat pekerjaan pengukuran lebih rapi dan lebih mudah ditelusuri kembali.
Fungsi & Kegunaan Produk
Fungsi utama alat ini adalah mengukur ketebalan material dengan metode ultrasonik secara non-destruktif. Instrumen menghitung ketebalan berdasarkan waktu rambat gelombang ultrasonik pada material, lalu menampilkan hasil pada layar TFT LCD warna. Pengguna dapat mengatur kecepatan suara agar sesuai dengan material yang diuji, sehingga alat ini tidak terbatas hanya untuk baja.
Kegunaan spesifik di lapangan meliputi:
- pemeriksaan penipisan dinding pipa dan tangki
- verifikasi ketebalan komponen fabrikasi
- inspeksi area sulit dijangkau dengan dukungan varian sensor lain
- pengecekan material homogen pada maintenance rutin
- evaluasi ketebalan aktual sebelum perbaikan, penggantian, atau acceptance test
Dalam skenario pekerjaan, alat ini berguna pada tiga tahap:
Sebelum pekerjaan
Sebelum inspeksi dimulai, teknisi dapat memilih probe, mengatur mode kerja, melakukan zero calibration, lalu mengkalibrasi berdasarkan kecepatan suara atau ketebalan referensi. Tahap ini penting agar pembacaan lebih stabil dan sesuai dengan material yang diuji.
Saat pekerjaan berlangsung
Saat pengukuran, couplant diaplikasikan ke permukaan benda kerja lalu sensor ditekan rata ke permukaan. Alat melakukan empat pengukuran per detik, dan nilai terakhir tetap tampil setelah sensor diangkat. Bila hasil belum benar, operator dapat mengecek ulang couplant atau mencoba sensor lain dengan ukuran atau frekuensi berbeda.
Sesudah pekerjaan
Setelah pengukuran, data bisa disimpan ke memori internal, ditinjau ulang di data set, dan bila diperlukan dicetak melalui printer Bluetooth atau dikelola di PC melalui koneksi USB 2.0 dan software opsional. Ini membantu pelacakan hasil inspeksi antar titik ukur dan antar sesi kerja.
Mode kerja / metode pengukuran yang relevan
Pulse-Echo (P-E)
Mode ini dipakai untuk pengukuran umum, kalibrasi, serta deteksi fault dan void. Ini adalah mode yang dipakai untuk zero point calibration.
Echo-Echo (E-E)
Mode ini digunakan untuk menyamarkan ketebalan lapisan, misalnya cat atau coating, sehingga pembacaan lebih berfokus pada material dasar. Pada produk ini, mode echo-echo tersedia dengan sensor PCE-TG 300-P5EE.
View Mode
Alat menyediakan Normal Mode, Scan Mode, dan Difference Mode. Normal Mode menampilkan nilai aktual, Scan Mode menampilkan nilai minimum dan maksimum, sedangkan Difference Mode membandingkan hasil ukur dengan nominal thickness yang sudah diatur sebelumnya.
Bidang / Industri Pengguna
- industri migas: untuk inspeksi ketebalan pipa proses, vessel, dan storage tank
- pembangkit listrik: untuk pemantauan penipisan dinding komponen utilitas dan tangki
- fabrikasi logam: untuk verifikasi ketebalan material dan pengecekan hasil produksi
- maintenance industri umum: untuk evaluasi korosi, erosi, dan remaining thickness
- industri petrokimia: sebagai alat pemantauan kondisi dinding peralatan proses
- kontraktor inspeksi dan NDT: sebagai instrumen ukur ketebalan non-destruktif lapangan
- laboratorium pengujian material: sebagai alat verifikasi ketebalan material homogen
- industri keramik, kaca, dan resin: untuk pengukuran material homogen yang sesuai karakteristik alat
Keunggulan / Highlights
PCE-TG 300-HT5-ICA membantu teknisi bekerja lebih tenang karena pengukuran dilakukan tanpa merusak benda uji. Pada komponen yang masih aktif dalam program maintenance, pendekatan ini membantu meminimalkan intervensi yang tidak perlu pada material.
Instrumen ini juga membantu efisiensi proses karena alat mendukung penyimpanan data internal, tampilan warna yang mudah dibaca, dan pilihan transfer data melalui Bluetooth atau USB 2.0. Untuk inspeksi dengan banyak titik, kemampuan ini membantu mempercepat pencatatan dan mengurangi risiko salah salin hasil ukur.
Dari sisi akurasi kerja lapangan, alat menyediakan beberapa metode kalibrasi: sound velocity calibration, zero calibration, dan two-point calibration. Ini membantu operator menyesuaikan alat dengan kondisi material yang diuji, sehingga repeatability pengukuran lebih mudah dijaga.
Untuk pekerjaan lapangan, unit ini cukup praktis karena menggunakan 4 baterai AA, memiliki waktu operasi hingga 100 jam, dan mendukung mode standby serta auto power off yang dapat diatur. Kombinasi ini membantu teknisi saat harus berpindah antar titik inspeksi tanpa terlalu sering bergantung pada sumber daya eksternal.
Yang paling relevan untuk aplikasi tertentu, sensor HT5 dirancang untuk temperatur tinggi hingga 300 °C. Dalam pekerjaan inspeksi panas, fitur ini memperluas skenario penggunaan yang tidak selalu bisa dikerjakan oleh probe standar.
Perbandingan / Posisi Produk
| Metode | Dampak ke material | Kecepatan | Repeatability | Kesesuaian commissioning |
|---|---|---|---|---|
| Pengukuran manual setelah pembongkaran | Cenderung perlu intervensi fisik atau akses lebih besar | Lambat | Bergantung operator dan akses | Terbatas |
| Pendekatan konvensional tanpa memori/data logging | Tidak merusak, tetapi pencatatan lebih manual | Sedang | Cukup, namun rawan salah catat | Cukup |
| Pendekatan destruktif atau pemotongan sampel | Merusak area uji | Lambat | Tinggi pada sampel, tetapi tidak praktis untuk banyak titik | Kurang sesuai |
| PCE-TG 300-HT5-ICA | Non-destruktif | Cepat, 4 pembacaan per detik | Didukung kalibrasi, memori, dan mode tampilan | Sesuai untuk verifikasi lapangan dan inspeksi berkala |
Tabel di atas menempatkan produk ini sebagai alat ukur portabel yang lebih cocok untuk inspeksi praktis lapangan, terutama ketika material tidak boleh dirusak dan titik pengukuran cukup banyak. Fitur memori, kalibrasi, dan mode pengukuran membuat pendekatannya lebih sistematis dibanding alat portabel yang hanya menampilkan angka sesaat.
Spesifikasi Teknis
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Model | PCE-TG 300-HT5-ICA |
| Sensor | PCE-TG-HT5 |
| Rentang ukur sensor HT5 | 1 … 600 mm / 0.039 … 23.62″ (steel) |
| Diameter minimum pipa | 30 mm / 1.18″ |
| Frekuensi sensor | 5 MHz |
| Diameter sensor | 12 mm / 0.47″ |
| Keterangan sensor | untuk temperatur tinggi, maks. 300 °C / 572 °F |
| Rentang ukur alat P-E | 0.65 … 600 mm / 0.025 … 23.62″ (steel) |
| Rentang ukur alat E-E | 2.50 … 100 mm / 0.098 … 2.36″ |
| Catatan mode E-E | hanya dengan sensor PCE-TG 300-P5EE |
| Akurasi | ±0.04 mm H[mm] (<10 mm); ±0.4 % H[mm] (>10 mm) |
| Resolusi | 0.1 mm / 0.01 mm / 0.001 mm, adjustable |
| Material terukur | metals, plastics, ceramics, epoxy resin, glass, dan semua material homogen |
| Working modes | pulse-echo mode; echo-echo mode |
| Kalibrasi | sound velocity calibration, zero calibration, two-point calibration |
| View mode | Normal Mode, Scan Mode, Difference Mode |
| Satuan | mm / inch |
| Transfer data | printing via Bluetooth / USB 2.0 |
| Memori | non-volatile memory dengan 100 data groups, masing-masing 100 data sets |
| Waktu operasi | continuous operation 100 h |
| Catu daya | 4 x AA battery 1.5 V |
| Display | 320 x 240 pixels TFT LCD color display dengan brightness adjustment |
| Kondisi operasi | 0 … +50 °C / 32 … 122 °F, ≤80 % RH non-condensing |
| Kondisi penyimpanan | -20 … +70 °C / -4 … 158 °F, ≤80 % RH non-condensing |
| Dimensi | 185 x 97 x 40 mm / 7.2 x 3.8 x 1.5″ |
| Berat | 375 g / 13.2 oz |
Tata Cara Pemakaian
- Siapkan alat, pasang 4 baterai AA, lalu hubungkan sensor yang akan digunakan ke port alat.
- Nyalakan alat dan pilih sensor yang sesuai pada menu probe.
- Atur mode kerja. Gunakan pulse-echo untuk pengukuran umum dan kalibrasi, atau echo-echo bila ingin mengabaikan lapisan coating dengan sensor yang mendukung.
- Lakukan zero calibration dengan memanfaatkan calibration disc internal. Langkah ini dianjurkan setiap kali alat dinyalakan ulang atau sensor diganti.
- Lakukan kalibrasi lanjutan dengan kecepatan suara yang diketahui, atau dengan one-point / two-point calibration berdasarkan ketebalan referensi.
- Oleskan couplant pada permukaan benda kerja, tempelkan sensor rata dan stabil, lalu baca hasil pengukuran pada layar.
- Simpan hasil ke memori bila diperlukan, lalu cetak atau transfer data melalui Bluetooth / USB untuk dokumentasi.
Catatan penting: untuk one-point dan two-point calibration, lapisan cat atau coating pada benda referensi perlu dihilangkan terlebih dahulu sebelum kalibrasi.
Cara Kerja / Metode Pengukuran
Alat ini bekerja dengan memanfaatkan gelombang ultrasonik yang dikirimkan ke material melalui probe. Gelombang merambat di dalam material, dipantulkan kembali, lalu waktu tempuhnya diolah menjadi nilai ketebalan. Agar perhitungan sesuai, pengguna dapat menyesuaikan sound velocity dengan material yang diukur. Itulah sebabnya alat ini cocok untuk berbagai material homogen, bukan hanya baja.
Dalam pulse-echo mode, alat fokus pada pengukuran umum serta deteksi fault dan void. Dalam echo-echo mode, alat dapat menyamarkan pengaruh lapisan seperti cat sehingga pembacaan lebih mengarah ke ketebalan material dasar. Batasannya, mode echo-echo pada unit ini memerlukan sensor PCE-TG 300-P5EE, bukan sensor HT5 bawaan paket.
Dari sisi material, alat ditujukan untuk material homogen seperti logam, plastik, keramik, epoxy resin, dan kaca. Dari sisi lingkungan, sensor HT5 unggul untuk aplikasi temperatur tinggi sampai 300 °C, sementara unit utama bekerja pada kondisi lingkungan 0 sampai 50 °C dengan kelembapan relatif sampai 80% non-kondensasi.
Kelengkapan Produk
- 1 unit Condition Monitoring Thickness Meter PCE-TG 300-HT5-ICA
- 1 sensor PCE-TG-HT5
- 1 coupling gel 100 ml
- 1 transport case
- 4 baterai AA
- 1 user manual
- 1 ISO calibration certificate
Manfaat bagi Pengguna
- membantu efisiensi kerja karena pengukuran dapat dilakukan tanpa merusak benda uji
- mempermudah inspeksi berkala pada pipa, tangki, dan komponen proses
- membantu peningkatan kualitas keputusan maintenance karena data ketebalan dapat disimpan dan ditinjau ulang
- mengurangi risiko kesalahan pencatatan dengan memori internal dan opsi transfer data
- membantu penghematan biaya karena area yang masih layak tidak perlu dibongkar hanya untuk verifikasi awal
- memudahkan pembandingan hasil aktual dengan nominal thickness melalui difference mode
- membantu teknisi bekerja di aplikasi temperatur tinggi dengan dukungan sensor HT5 hingga 300 °C
FAQ
Apakah alat ini bisa dipakai untuk mengukur material selain baja?
Bisa, selama materialnya homogen. Alat ini mendukung logam, plastik, keramik, epoxy resin, kaca, dan material homogen lain, dengan pengaturan kecepatan suara yang sesuai.
Apakah bisa digunakan pada benda yang dicat?
Bisa untuk aplikasi tertentu melalui echo-echo mode, tetapi mode ini memerlukan sensor PCE-TG 300-P5EE. Sensor HT5 bawaan paket terutama ditujukan untuk aplikasi temperatur tinggi.
Apakah alat ini aman untuk inspeksi tanpa merusak komponen?
Ya. Metode pengukurannya bersifat non-destruktif, sehingga cocok untuk pemeriksaan kondisi ketebalan tanpa merusak benda kerja.
Apakah perlu kalibrasi rutin?
Perlu. Zero calibration disarankan saat alat dinyalakan ulang atau ketika sensor diganti. Untuk pekerjaan yang menuntut konsistensi lebih tinggi, gunakan one-point atau two-point calibration sesuai material referensi.
Apakah alat ini cocok untuk area panas?
Cocok pada aplikasi yang memang membutuhkan sensor temperatur tinggi, karena probe HT5 dirancang untuk suhu hingga 300 °C.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium serta instrumen industri, CV. Java Multi Mandirimemahami pentingnya pengukuran ketebalan material yang konsisten untuk mendukung inspeksi, pemeliharaan, dan pengendalian mutu di lingkungan kerja profesional. Kami berfokus melayani kebutuhan klien bisnis dan aplikasi industri dengan menyediakan instrumen seperti PCE-TG 300-HT5-ICA dan perangkat pengujian lainnyauntuk membantu perusahaan Anda memantau penipisan material, menyusun dokumentasi inspeksi yang lebih rapi, dan meningkatkan kualitas keputusan maintenance. Jika perusahaan Anda membutuhkan solusi pengukuran ketebalan untuk pipa, tangki, vessel, atau komponen proses lainnya, mari diskusikan kebutuhan aplikasi Anda bersama kami.
Rekomendasi Thickness Gauge Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Ultrasonic Thickness Gauge PCE-TG 300-P5EE
Lihat Produk★★★★★ -

Ultrasonic Thickness Gauge PCE-TG 300-NO2
Lihat Produk★★★★★ -

Ultrasonic Thickness Gauges PCE-UFD 50
Lihat Produk★★★★★ -

Ultrasonic Thickness Gauge PCE-TG 300-NO7-ICA incl. ISO calibration certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Ultrasonic Thickness Gauge PCE-TG 300-NO7
Lihat Produk★★★★★ -

Ultrasonic Thickness Gauges PCE-TG 75A
Lihat Produk★★★★★ -

Ultrasonic Thickness Gauge PCE-FD 20
Lihat Produk★★★★★ -

Ultrasonic Thickness Gauges PCE-TG 150 F2.5
Lihat Produk★★★★★
Referensi
- Sulardi. (2020). INSPEKSI TEKNIK SISTEM PERPIPAAN INDUSTRI PENGOLAHAN MIGAS. Jurnal Integrasi Proses, 9(2). Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/347445-inspeksi-teknik-sistem-perpipaan-industr-f463260d.pdf
- Fajrin, A., Mutiarani, M., Ariyanto, N. P., & Wissesa, W. (2022). Identifikasi Tebal Plat Lambung Kapal Tanker Tyche IMO 8794891 Dengan Ultrasonic Thicness Gauge. Jurnal Teknologi dan Riset Terapan (JATRA), 4(2), 69–73. Retrieved from https://jurnal.polibatam.ac.id/index.php/JATRA/article/download/4786/1870
- Adiatmika, H., & Haryadi, G. D. (2016). ANALISA CORROTION RATE DAN REMAINING LIFE PADA HIGH SPEED DIESEL SHELL STORAGE TANK ASTM A283 GRADE C DENGAN MENGGUNAKAN PENGUKURAN ULTRASONIC THICKNESS. Jurnal Teknik Mesin, 4(2). Retrieved from https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jtm/article/download/12852/12455

























