Di banyak fasilitas industri, masalah ketebalan dinding bukan sekadar isu inspeksi, tetapi persoalan keberlanjutan operasi. Pipa proses, tangki, bejana, komponen fabrikasi, sampai material non-logam homogen bisa mengalami penipisan akibat korosi, erosi, keausan, atau variasi proses manufaktur. Jika kondisi ini tidak terdeteksi sejak dini, risikonya bukan hanya penurunan kualitas produk, tetapi juga kebocoran, kegagalan komponen, downtime, pemborosan material, dan pekerjaan rework yang seharusnya bisa dihindari. Pada aset yang sudah terpasang, tantangannya bertambah karena pengukuran sering harus dilakukan dari satu sisi saja, tanpa merusak permukaan benda kerja.
Dalam praktik lapangan, metode manual atau pemeriksaan destruktif sering tidak cukup efisien untuk kebutuhan condition monitoring yang berulang. Inspeksi yang lambat membuat titik ukur terbatas, sementara hasil yang tidak konsisten menyulitkan teknisi saat membandingkan tren ketebalan dari waktu ke waktu. Di titik inilah thickness meter ultrasonik menjadi relevan: alat ini membantu pengukuran ketebalan material secara non-destruktif, cepat, dan lebih praktis untuk pekerjaan inspeksi, QA, maintenance, maupun verifikasi fabrikasi. PCE-TG 300-NO2 hadir untuk kebutuhan tersebut, terutama saat material yang diukur termasuk material homogen dengan kebutuhan fleksibilitas mode ukur, kalibrasi, dan pencatatan data.
Deskripsi Singkat PCE-TG 300-NO2
PCE-TG 300-NO2 adalah condition monitoring thickness meter berbasis pengukuran ultrasonik untuk mengukur ketebalan dinding material. Secara umum, alat ini ditujukan untuk material homogen dan mendukung berbagai kebutuhan inspeksi lapangan berkat pilihan sensor untuk aplikasi yang berbeda. Pada varian ini, sensor NO2 berfrekuensi 2,5 MHz digunakan untuk aplikasi tertentu, terutama material yang cenderung meredam atau menyebarkan gelombang, seperti plastik dan cast material.
Alat ini dipakai untuk memantau ketebalan material tanpa harus memotong atau merusak benda kerja. Itu sebabnya penggunaannya relevan pada inspeksi pipa, tangki, komponen logam, bagian fabrikasi, material plastik teknis, keramik, epoxy resin, kaca, dan material homogen lain yang memerlukan verifikasi ketebalan secara berkala atau saat commissioning. Mode pulse-echo dan echo-echo membuat alat ini cukup fleksibel untuk pengukuran umum maupun pengukuran pada benda kerja berlapis, dengan catatan mode echo-echo tersedia saat menggunakan sensor P5EE.
Keunggulan utamanya terletak pada kombinasi rentang ukur yang luas, resolusi yang dapat diatur, memori internal, tampilan TFT berwarna, serta opsi pencetakan via Bluetooth dan transfer data melalui USB 2.0. Bagi profesional lapangan, kombinasi ini membantu pekerjaan inspeksi menjadi lebih terstruktur: nilai bisa dibaca langsung di layar, disimpan per grup data, lalu dievaluasi kembali saat dibutuhkan.
Fungsi & Kegunaan Produk
Fungsi utama PCE-TG 300-NO2 adalah mengukur ketebalan material secara ultrasonik dari satu sisi benda kerja. Dalam praktiknya, fungsi ini berguna untuk:
- memeriksa penipisan dinding akibat korosi atau keausan
- memverifikasi ketebalan material saat incoming inspection
- mengecek keseragaman hasil fabrikasi
- memantau kondisi aset selama operasi
- membantu dokumentasi inspeksi berkala melalui penyimpanan data internal
Kegunaan spesifik di lapangan bisa berbeda tergantung tahap pekerjaan:
Sebelum pekerjaan
Sebelum pengukuran dimulai, teknisi dapat memilih sensor yang sesuai, mengatur mode kerja, menetapkan satuan mm/inch, menyesuaikan resolusi, dan melakukan kalibrasi nol maupun kalibrasi kecepatan rambat suara. Tahap ini penting agar hasil ukur lebih konsisten dengan karakter material yang diuji.
Saat pekerjaan berlangsung
Saat pengukuran dilakukan, alat membaca ketebalan material melalui probe yang ditempelkan rata pada permukaan benda kerja dengan bantuan coupling gel. Alat melakukan empat pengukuran per detik, menampilkan hasil langsung di layar, dan memungkinkan pengguna menyimpan pembacaan ke grup data yang dipilih. Untuk inspeksi yang membutuhkan pelacakan variasi, pengguna dapat memakai mode scan atau difference.
Setelah pekerjaan selesai
Setelah inspeksi, data yang tersimpan bisa ditinjau di memory manager, dicetak melalui printer Bluetooth opsional, atau dipindahkan ke PC melalui USB 2.0 jika menggunakan software opsional. Ini memudahkan penyusunan laporan inspeksi dan pembandingan hasil antar titik atau antar periode inspeksi.
Mode kerja / metode pengukuran yang relevan
PCE-TG 300-NO2 mendukung dua mode utama:
- Pulse-Echo (P-E): untuk pengukuran umum, deteksi fault dan cavity/void, serta kalibrasi alat.
- Echo-Echo (E-E): untuk mengabaikan ketebalan lapisan coating seperti cat atau varnish saat mengukur material dasar, namun mode ini hanya berlaku dengan sensor PCE-TG 300-P5EE.
Selain itu, tampilan hasil dapat dipilih menjadi:
- Normal mode: menampilkan nilai ketebalan saat ini
- Scan mode: menampilkan nilai sekarang sekaligus nilai minimum dan maksimum
- Difference mode: menampilkan selisih terhadap nominal thickness yang telah ditetapkan
Bidang / Industri Pengguna
- Oil and gas, sebagai alat pemantauan penipisan dinding pipa dan komponen proses
- Petrokimia, sebagai alat inspeksi thickness pada jalur proses dan vessel
- Utilitas dan pembangkit, sebagai alat verifikasi kondisi pipa, tangki, dan komponen mekanik
- Fabrikasi logam, sebagai alat kontrol ketebalan material dan hasil pengerjaan
- Industri plastik teknis, sebagai alat ukur material yang cenderung meredam gelombang ultrasonik
- Perawatan fasilitas industri, sebagai alat condition monitoring non-destruktif
- QA/QC manufaktur, sebagai alat verifikasi ketebalan sebelum barang diterima atau dikirim
- Workshop maintenance, sebagai alat pengecekan cepat sebelum, saat, dan sesudah pekerjaan perbaikan
Keunggulan / Highlights
PCE-TG 300-NO2 menawarkan sejumlah keunggulan yang terasa praktis di lapangan.
- membantu teknisi melakukan pengukuran tanpa merusak benda kerja, sehingga inspeksi bisa dilakukan pada komponen jadi
- membantu meminimalkan risiko salah interpretasi pada benda berlapis ketika menggunakan mode echo-echo dengan sensor yang sesuai
- mempercepat persiapan kerja karena alat menyediakan beberapa metode kalibrasi: zero, sound velocity, one-point, dan two-point
- memudahkan penyesuaian ke material yang berbeda karena kecepatan rambat suara dapat diatur
- membantu pekerjaan inspeksi berulang lewat memori non-volatile dengan 100 grup data dan masing-masing 100 data set
- meminimalkan risiko kehilangan catatan lapangan karena hasil ukur dapat disimpan langsung di alat
- mempermudah pembacaan di area kerja melalui layar TFT LCD warna 320 x 240 piksel dengan pengaturan brightness
- membantu evaluasi toleransi melalui pengaturan batas atas dan batas bawah
- mempercepat tindak lanjut dokumentasi dengan opsi print via Bluetooth dan transfer data melalui USB 2.0
- mendukung penggunaan lapangan lebih lama dengan operasi kontinu hingga 100 jam dan fungsi auto standby serta auto power off yang dapat diatur
Perbandingan / Posisi Produk
Berikut posisi PCE-TG 300-NO2 jika dibandingkan secara kategori dengan pendekatan lain yang umum di lapangan.
| Metode | Dampak ke material | Kecepatan | Repeatability | Kesesuaian commissioning |
|---|---|---|---|---|
| Pengukuran manual mekanis pada bagian terbuka | Perlu akses langsung, sering terbatas pada area tertentu | Sedang | Bergantung operator dan akses | Terbatas untuk titik yang mudah dijangkau |
| Pemotongan / inspeksi destruktif | Merusak material atau memerlukan sampel | Lambat | Tinggi pada sampel, tetapi tidak efisien untuk banyak titik | Kurang ideal untuk aset terpasang |
| Thickness meter konvensional tanpa memori / mode lanjutan | Non-destruktif | Cepat | Cukup baik, tetapi dokumentasi lapangan lebih terbatas | Cukup, namun kurang praktis untuk trending data |
| PCE-TG 300-NO2 | Non-destruktif | Cepat, hingga 4 pembacaan per detik | Didukung kalibrasi, pilihan resolusi, dan penyimpanan data | Sesuai untuk inspeksi, verifikasi, dan monitoring berkala |
Spesifikasi Teknis
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Model | PCE-TG 300-NO2 |
| Rentang ukur perangkat | P-E: 0,65 … 600 mm / 0.025 … 23.62″ (steel); E-E: 2,50 … 100 mm / 0.098 … 2.36″ |
| Catatan rentang E-E | Hanya dengan sensor PCE-TG 300-P5EE |
| Akurasi | ±0,04 mm H[mm] (<10 mm); ±0,4 % H[mm] (>10 mm) |
| Resolusi | 0,1 mm / 0,01 mm / 0,001 mm (adjustable) |
| Material terukur | metals, plastics, ceramics, epoxy resin, glass, dan semua homogeneous materials |
| Mode kerja | Pulse-echo mode, Echo-echo mode |
| Kalibrasi | sound velocity calibration, zero calibration, two-point calibration |
| View mode | Normal Mode, Scan Mode, Difference Mode |
| Satuan | mm / inch |
| Transfer data | printing via Bluetooth / USB 2.0 |
| Memori | non-volatile memory with 100 data groups with 100 data sets each |
| Waktu operasi | continuous operation 100 h |
| Catu daya | 4 x AA battery 1.5 V |
| Display | 320 x 240 pixels TFT LCD color display with brightness adjustment |
| Kondisi operasi | 0 … +50 °C / 32 … 122 °F, ≤80 % RH non-condensing |
| Kondisi penyimpanan | -20 … +70 °C / -4 … 158 °F, ≤80 % RH non-condensing |
| Dimensi | 185 x 97 x 40 mm / 7.2 x 3.8 x 1.5″ |
| Berat | 375 g / 13.2 oz |
Spesifikasi sensor NO2
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Sensor | PCE-TG-NO2 / NO2 |
| Frekuensi | 2,5 MHz |
| Diameter | 14 mm / 0.55″ |
| Rentang ukur sensor | 3,0 … 300,0 mm / 0.118 … 11.81″ (steel) |
| Diameter minimum pipa | 30 mm / 1.18″ pada spesifikasi produk; manual seleksi probe menyebut sensor ini tidak cocok untuk material melengkung |
| Deskripsi | normal measurement pada halaman spesifikasi produk; pada manual probe NO2 dijelaskan untuk damping / scattering materials seperti plastics dan cast materials |
Tata Cara Pemakaian
Berikut versi ringkas penggunaan di lapangan:
- Siapkan alat, pasang 4 baterai AA, lalu hidupkan perangkat.
- Sambungkan probe dan pilih sensor yang sesuai pada menu alat.
- Tentukan mode kerja. Gunakan P-E untuk pengukuran umum dan kalibrasi; gunakan E-E pada benda berlapis jika memakai sensor P5EE.
- Lakukan zero calibration pada calibration disc internal. Ini dianjurkan saat alat baru dinyalakan atau setelah ganti sensor.
- Jika diperlukan, lakukan kalibrasi berdasarkan sound velocity, one-point, atau two-point sesuai material dan kebutuhan akurasi.
- Oleskan coupling gel pada permukaan benda kerja, lalu tempelkan probe secara rata dan mantap sampai pembacaan stabil.
- Simpan hasil ke memori bila diperlukan, lalu tinjau atau transfer data setelah pengukuran selesai.
Catatan penting:
- permukaan yang sangat kasar lebih cocok memakai resolusi lebih rendah
- untuk kalibrasi satu titik atau dua titik, lapisan cat atau varnish pada benda kerja perlu dihilangkan terlebih dahulu
- jika pembacaan tidak benar, periksa coupling gel, posisi probe, dan pertimbangkan mengganti sensor sesuai karakter material
Cara Kerja / Metode Pengukuran
Secara praktis, alat ini bekerja dengan mengirimkan gelombang ultrasonik ke dalam material melalui probe. Gelombang tersebut merambat di dalam benda kerja, memantul dari batas belakang material, lalu kembali ke alat. Dari waktu tempuh gelombang dan kecepatan rambat suara material, alat menghitung ketebalan. Karena kecepatan rambat suara berbeda antar material, parameter ini perlu disesuaikan atau dikalibrasi agar hasil ukur lebih tepat.
Pada mode pulse-echo, alat fokus pada pengukuran umum dan juga membantu mendeteksi fault atau cavity. Pada mode echo-echo, alat dirancang untuk “mengabaikan” lapisan permukaan seperti cat agar yang terbaca adalah ketebalan material dasar. Itu berguna ketika coating tidak ingin ikut dihitung dalam total ketebalan. Namun, batasan pentingnya adalah mode ini hanya tersedia dengan sensor P5EE, bukan seluruh sensor.
Untuk batasan material, alat ini ditujukan pada material homogen. Daftar material yang disebut meliputi logam, plastik, keramik, epoxy resin, dan kaca. Untuk kondisi material yang meredam atau menyebarkan gelombang, seperti plastik tertentu atau cast material, sensor NO2 menjadi relevan. Sementara itu, manual seleksi probe juga menandai NO2 tidak cocok untuk material melengkung, sehingga pemilihan sensor tetap harus mempertimbangkan geometri benda kerja selain jenis materialnya.
Kelengkapan Produk
Berdasarkan gambar produk yang Anda kirim, kelengkapan paket meliputi:
- 1 unit Condition Monitoring Thickness Meter PCE-TG 300-NO2
- 1 sensor PCE-TG-NO2
- 1 coupling gel 100 ml
- 1 transport case
- 4 baterai AA
- 1 user manual
Catatan: manual umum PCE-TG 300 menampilkan delivery contents untuk paket dasar dengan probe P5EE dan coupling gel 118 ml, sehingga isi paket dapat berbeda sesuai varian produk yang dipilih.
Manfaat bagi Pengguna
- Efisiensi kerja: inspeksi dapat dilakukan dari satu sisi material tanpa pemotongan
- Peningkatan kualitas: memudahkan verifikasi ketebalan terhadap nominal thickness dan batas toleransi
- Penghematan biaya: mengurangi kebutuhan pemeriksaan destruktif dan potensi rework akibat salah baca
- Pengurangan kesalahan: kalibrasi yang beragam membantu penyesuaian ke material nyata di lapangan
- Dokumentasi lebih rapi: hasil dapat disimpan, dikelompokkan, dicetak, atau dipindahkan ke PC
- Keputusan maintenance lebih cepat: mode normal, scan, dan difference memberi konteks yang lebih jelas pada hasil ukur
FAQ
Apakah alat ini bisa dipakai untuk material selain logam?
Bisa. Alat ini disebut dapat mengukur logam, plastik, keramik, epoxy resin, kaca, dan material homogen lainnya. Sensor yang dipilih perlu disesuaikan dengan karakter material.
Apakah bisa digunakan pada benda kerja yang sudah dicat?
Bisa, tetapi untuk mengabaikan ketebalan coating dibutuhkan mode echo-echo dan itu hanya berlaku dengan sensor P5EE. Untuk varian NO2, poin ini perlu diperhatikan saat merencanakan inspeksi.
Apakah alat ini perlu kalibrasi rutin?
Ya, dianjurkan melakukan zero calibration setiap alat dinyalakan ulang dan setiap kali sensor diganti. Untuk akurasi kerja, pengguna juga bisa melakukan kalibrasi berdasarkan kecepatan suara atau ketebalan referensi.
Apakah hasil ukur bisa disimpan?
Bisa. Alat memiliki memori non-volatile dengan 100 grup data dan 100 data set pada setiap grup. Hasil juga dapat ditinjau di alat, dicetak, atau dipindahkan ke PC.
Apakah sensor NO2 cocok untuk pipa melengkung?
Manual seleksi probe menunjukkan sensor NO2 tidak cocok untuk material melengkung. Jadi untuk pipa dengan kurva tertentu, pemilihan sensor perlu dipertimbangkan kembali.
Sebagai pemasok dan distributor alat laboratorium dan instrumen industri, CV. Java Multi Mandiri memahami bahwa pengukuran ketebalan material bukan hanya soal angka, tetapi bagian penting dari pengendalian mutu, integritas aset, dan efisiensi pekerjaan inspeksi. Untuk kebutuhan seperti pemantauan penipisan dinding pipa, verifikasi hasil fabrikasi, hingga pemeriksaan material homogen secara non-destruktif, instrumen seperti PCE-TG 300-NO2 dapat membantu tim teknis bekerja lebih terstruktur dan konsisten. Jika perusahaan Anda sedang mengevaluasi solusi thickness meter untuk aplikasi maintenance, QA/QC, atau condition monitoring, mari diskusikan kebutuhan perusahaan Anda bersama kami untuk menemukan solusi yang tepat.
Rekomendasi Thickness Gauge Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Ultrasonic Thickness Gauge PCE-TG 300-P5EE
Lihat Produk★★★★★ -

Ultrasonic Thickness Gauge PCE-TG 300-NO2
Lihat Produk★★★★★ -

Ultrasonic Thickness Gauges PCE-UFD 50
Lihat Produk★★★★★ -

Ultrasonic Thickness Gauge PCE-TG 300-NO7-ICA incl. ISO calibration certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Ultrasonic Thickness Gauge PCE-TG 300-NO7
Lihat Produk★★★★★ -

Ultrasonic Thickness Gauges PCE-TG 75A
Lihat Produk★★★★★ -

Ultrasonic Thickness Gauge PCE-FD 20
Lihat Produk★★★★★ -

Ultrasonic Thickness Gauges PCE-TG 150 F2.5
Lihat Produk★★★★★
Referensi
- Astuti, P., & Fahma, R. K. (2022). Pencegahan Korosi pada Beton dalam Masa Perawatan dengan Cat Anti-korosi berbasis Bituminous. Siklus: Jurnal Teknik Sipil, 8(2), 197–205. Retrieved from https://journal.unilak.ac.id/index.php/SIKLUS/article/view/9865
- Mahardika, R., Nugroho, S., & Isnaini, M. A. (2021). Analisis Laju Korosi pada Lingkungan Sungai Terhadap Material Pipa Stainless Steel 304 dan Pipa Galvanis pada Instalasi Pompa Banjir di Kota Semarang. ROTASI. Retrieved from https://ejournal.undip.ac.id/index.php/rotasi/article/download/33378/18203
- Utomo, B. (2009). Jenis Korosi dan Penanggulangannya. Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan. Retrieved from https://ejournal.undip.ac.id/index.php/kapal/article/view/2731

























