diagnosa penyebab turnnya sensor so2 dengan kalibrasi rutin menggunakan Blok Uji Kalibrasi NOVOTEST

Menguak Penyebab Turunnya Sensor SO2 di Claus SRU dan Solusi Diagnostik dengan Blok Uji Kalibrasi NOVOTEST

Daftar Isi

Setiap persen penurunan span reserve pada sensor sulfur dioksida (SO2) di Claus Sulfur Recovery Unit (SRU) dapat berarti ribuan dolar kerugian akibat emisi tidak terpantau. Di tengah regulasi lingkungan yang semakin ketat, akurasi pemantauan emisi bukan lagi sekadar formalitas, melainkan sebuah kewajiban kritis. Sensor SO2 menjadi garda terdepan dalam memastikan efisiensi proses dan kepatuhan pabrik terhadap batas emisi. Namun, masalah klasik yang kerap menghantui teknisi instrumentasi adalah span reserve yang terus menurun tanpa sebab jelas. Gejala ini seringkali diabaikan hingga kalibrasi gagal total, memicu penghentian unit dan investigasi mahal. Di sinilah peran Blok Uji Kalibrasi NOVOTEST SO2 muncul sebagai solusi diagnostik portabel yang revolusioner.

Perangkat ini tidak hanya mendeteksi penurunan performa, tetapi juga membantu teknisi mengidentifikasi akar masalah secara akurat di lapangan. Artikel ini akan mengupas tuntas faktor-faktor penyebab degradasi span reserve dan bagaimana menggunakan NOVOTEST untuk memulihkan serta menjaga keandalan sensor SO2 Anda.

  1. Apa Itu Span Reserve pada Sensor SO2?
    1. Definisi Span Reserve
    2. Peran Penting Span Reserve dalam Kalibrasi
    3. Indikasi Span Reserve Menurun
  2. Penyebab Penurunan Span Reserve Sensor SO2 di Claus SRU
    1. Kelembaban Rendah: Musuh Kalibrasi
    2. Kontaminan BTEX: Racun Sensor
    3. Faktor Lain: Usia, Drift, dan H2S
  3. Dampak Penurunan Span Reserve terhadap Operasi Unit Pemulihan Sulfur
    1. Ketidakakuratan Pengukuran dan Risiko Emisi
    2. Kerugian Produksi dan Kerusakan Reputasi
    3. Biaya Perawatan Meningkat Tanpa Diagnosa Tepat
  4. Cara Mendeteksi dan Mencegah Penurunan Span Reserve
    1. Metode Deteksi Dini: Memantau Tren Span Reserve
    2. Langkah Pencegahan: Optimalisasi Kelembaban dan Filtrasi
    3. Jadwal Kalibrasi dan Verifikasi Rutin
  5. Peran Blok Uji Kalibrasi NOVOTEST SO2 dalam Menjaga Akurasi Sensor
    1. Fitur Unggulan NOVOTEST SO2 Calibration Block
    2. Langkah Diagnostik Menggunakan NOVOTEST
    3. Prosedur Kalibrasi Ulang yang Tepat
  6. Studi Kasus: Pemulihan Span Reserve di Kilang Gas Alam
    1. Latar Belakang Masalah
    2. Implementasi Blok Uji NOVOTEST
    3. Hasil dan Rekomendasi
  7. Kesimpulan: Kunci Kalibrasi Presisi dengan NOVOTEST
  8. FAQ
    1. Apa itu span reserve dan mengapa penting untuk sensor SO2?
    2. Berapa frekuensi ideal mengecek span reserve menggunakan Blok Uji Kalibrasi NOVOTEST SO2?
    3. Apakah Blok Uji Kalibrasi NOVOTEST SO2 bisa digunakan untuk sensor gas selain SO2?
    4. Bagaimana cara mengatasi span reserve yang turun drastis meski sudah dikalibrasi ulang?
    5. Apakah kontaminan BTEX benar-benar bisa diatasi tanpa mengganti sensor?
  9. References

Apa Itu Span Reserve pada Sensor SO2?

Pemahaman mendasar tentang span reserve menjadi kunci untuk mendiagnosa kesehatan sensor gas elektrokimia. Tanpa pengetahuan ini, teknisi seringkali salah kaprah dan langsung menyimpulkan bahwa sensor telah rusak.

Definisi Span Reserve

Span reserve adalah parameter yang menunjukkan selisih antara output sensor saat terpapar gas kalibrasi rentang penuh (span gas) dengan output baseline pada kondisi nol (zero), dinyatakan dalam persentase atau miliampere (mA). Secara sederhana, ini adalah ukuran kapasitas ‘kekuatan sinyal’ yang tersisa pada sel sensor. Sebuah sensor baru umumnya memiliki span reserve di atas 90%, menandakan bahwa sel elektrokimia mampu menghasilkan arus yang kuat saat bereaksi dengan gas target. Perhitungannya membandingkan output aktual terhadap output teoritis yang diharapkan. Blok Uji Kalibrasi NOVOTEST SO2 mengotomatiskan perhitungan ini, menampilkan nilai span reserve secara real-time pada layarnya.

Peran Penting Span Reserve dalam Kalibrasi

Span reserve berfungsi sebagai indikator kesehatan utama sel sensor. Nilai yang tinggi, biasanya di atas 80%, menandakan bahwa sensor dalam kondisi sehat dan mampu merespons konsentrasi gas SO2 secara linear di seluruh rentang ukurnya. Ketika nilai ini menurun, kemampuan sensor untuk membedakan perubahan kecil konsentrasi gas juga melemah. Akurasi menjadi taruhannya. Jika span reserve merosot di bawah ambang kritis, yang lazim ditetapkan pada 50-60% oleh banyak produsen sensor, ketidakstabilan pembacaan mulai terjadi. Kalibrasi yang dipaksakan pada sensor dengan span reserve rendah hanya akan menghasilkan kurva respons yang tidak linear, memperburuk keakuratan data.

Indikasi Span Reserve Menurun

Teknisi perlu waspada terhadap gejala-gejala klasik yang sering mengindikasikan penurunan span reserve. Gejala paling umum adalah hasil kalibrasi yang sering gagal, meskipun gas kalibrasi yang digunakan masih dalam kualitas prima dan konsentrasinya terverifikasi. Indikator lainnya mencakup respons sensor yang lambat saat melakukan bump test, serta nilai span gas yang berfluktuasi secara signifikan meskipun aliran gas kalibrasi sudah stabil. Seringkali, fenomena ini memicu apa yang disebut “drift kalibrasi,” di mana titik nol sensor terus bergeser. Blok Uji Kalibrasi NOVOTEST SO2 hadir untuk memvalidasi span reserve secara langsung di lapangan tanpa perlu melepas sensor dari housing-nya, menghemat waktu diagnosis yang signifikan.

Penyebab Penurunan Span Reserve Sensor SO2 di Claus SRU

Lingkungan operasi di Claus Sulfur Recovery Unit sangat ekstrem dan unik, menjadi pemicu utama degradasi span reserve yang lebih cepat dibandingkan aplikasi lain. Memahami musuh-musuh spesifik ini adalah langkah awal pencegahan yang efektif.

Kelembaban Rendah: Musuh Kalibrasi

Sensor SO2 elektrokimia beroperasi berdasarkan reaksi redoks yang memerlukan kelembaban sebagai media elektrolit. Gas proses di SRU seringkali sangat kering, dengan titik embun yang bisa ekstrem rendah. Ketika kelembaban relatif (RH) di lingkungan sensor turun di bawah 15%, elektrolit internal sensor mulai mengering secara progresif. Pengeringan ini meningkatkan impedansi sel dan secara drastis menurunkan kemampuan sensor menghasilkan arus listrik saat terpapar SO2. Akibatnya, span reserve anjlok dengan cepat. Masalah ini seringkali tidak terdeteksi oleh sistem pemantauan kelembaban umum karena sifatnya yang sangat lokal di dalam housing sensor.

Kontaminan BTEX: Racun Sensor

Senyawa Benzene, Toluene, Ethylbenzene, dan Xylene (BTEX) merupakan kontaminan yang kerap terbawa dalam gas umpan ke Unit Pemulihan Sulfur. Zat-zat ini adalah racun bagi sensor elektrokimia. Molekul BTEX memiliki afinitas tinggi untuk melapisi permukaan elektroda sensor, menciptakan lapisan barrier yang menghambat difusi molekul SO2 mencapai elektroda kerja. Kontaminasi ini sangat berbahaya karena tidak merusak sensor secara fisik, melainkan secara kimiawi “membutakan” sensor secara gradual. Tanpa alat diagnostik khusus, sangat sulit membedakan penurunan span reserve akibat kontaminasi BTEX dengan faktor penyebab lainnya.

Faktor Lain: Usia, Drift, dan H2S

Selain dua faktor utama di atas, usia sensor sendiri menyebabkan degradasi elektroda dan konsumsi elektrolit alami. Drift elektronik akibat fluktuasi suhu tinggi di lapangan juga dapat menciptakan offset yang mempengaruhi perhitungan span reserve. Lebih lanjut, paparan H2S konsentrasi tinggi secara terus-menerus dapat meracuni katalis pada elektroda sensor SO2, mempercepat kematian sel. Dalam menghadapi multi-faktor ini, Blok Uji Kalibrasi NOVOTEST SO2 dengan fitur gas chamber terkontrol mampu mengisolasi pengaruh masing-masing variabel, misalnya dengan membandingkan respons sensor terhadap gas referensi kering dan gas referensi yang telah dilembabkan, sehingga diagnosa menjadi lebih presisi.

Dampak Penurunan Span Reserve terhadap Operasi Unit Pemulihan Sulfur

Konsekuensi dari pengabaian span reserve yang rendah melampaui batas teknis; ia merembet pada kerugian finansial, risiko reputasi, dan operasional yang signifikan.

Ketidakakuratan Pengukuran dan Risiko Emisi

Ketika span reserve merosot, sensor kehilangan linearitasnya. Artinya, pembacaan konsentrasi SO2 di lapangan bisa jadi lebih rendah atau lebih tinggi dari nilai aktualnya. Risiko paling kritis adalah emisi SO2 aktual yang melebihi ambang batas izin regulator lingkungan tidak terdeteksi oleh sistem pemantauan kontinu (CEMS). Pelanggaran ini dapat mengakibatkan denda lingkungan yang besar, teguran keras, dan rusaknya kredibilitas perusahaan di mata otoritas dan publik. Sensor yang tidak akurat juga menjerumuskan operator dalam membuat keputusan proses yang salah.

Kerugian Produksi dan Kerusakan Reputasi

Kegagalan kalibrasi yang terjadi tepat saat jadwal audit atau inspeksi seringkali berujung pada penghentian unit SRU yang tidak terencana. Shutdown mendadak ini menghentikan produksi sulfur dan pengolahan gas asam, menyebabkan kerugian produksi yang nilainya bisa mencapai puluhan ribu dolar AS per jam. Selain itu, ketidakmampuan tim pemeliharaan dalam mendiagnosa dan mengatasi masalah span sensor dengan cepat dapat mencoreng reputasi teknis internal mereka.

Biaya Perawatan Meningkat Tanpa Diagnosa Tepat

Tanpa alat diagnostik seperti Blok Uji Kalibrasi NOVOTEST SO2, teknisi sering terjebak dalam praktik “trial and error” yang mahal. Sensor yang sebenarnya bisa diselamatkan dengan penyesuaian kelembaban atau purging, justru divonis rusak dan diganti prematur. Biaya penggantian sensor yang tidak diperlukan ini, ditambah biaya tenaga kerja dan penghentian operasi, membengkakkan anggaran pemeliharaan secara sia-sia. Skenario terburuknya, setelah sensor baru terpasang, masalah span reserve tetap muncul dalam waktu singkat karena akar penyebab lingkungan (kelembaban, BTEX) tidak pernah teratasi, menciptakan siklus kerugian berulang.

Cara Mendeteksi dan Mencegah Penurunan Span Reserve

Menunggu hingga kalibrasi gagal adalah strategi yang reaktif dan berbahaya. Pendekatan proaktif dengan deteksi dini dan pencegahan berbasis data merupakan keharusan di era industri modern.

Metode Deteksi Dini: Memantau Tren Span Reserve

Jangan hanya melihat status ‘Lulus’ atau ‘Gagal’ pada kalibrator. Teknisi wajib mencatat dan memplot nilai persentase span reserve setiap kali kalibrasi dilakukan. Gunakan fitur pencatatan data pada kalibrator atau software sederhana untuk membuat trend line. Penurunan span reserve lebih dari 5% per bulan adalah sinyal bahaya yang memerlukan investigasi, meskipun kalibrasi saat itu masih berhasil lolos. Tren menurun ini memberikan jendela kesempatan sebelum kegagalan total terjadi. Dengan Blok Uji Kalibrasi NOVOTEST SO2, pemeriksaan span reserve menjadi prosedur cepat yang dapat diintegrasikan ke dalam putaran inspeksi harian operator.

Langkah Pencegahan: Optimalisasi Kelembaban dan Filtrasi

Sebagai langkah preventif, lakukan kontrol ketat terhadap kondisi sampel gas. Jika analisis menunjukkan kelembaban relatif di titik sampling secara konsisten di bawah 20%, pasang humidifier mini pada sample line untuk menjaga RH ideal di kisaran 30-50% bagi sensor. Untuk melindungi sensor dari kontaminan BTEX, integrasikan scrubber BTEX atau filter karbon aktif berkualitas tinggi pada sistem pengkondisian sampel gas. Pastikan filter diganti sesuai jadwal yang telah ditentukan berdasarkan analisis breakthrough, bukan hanya visual.

Jadwal Kalibrasi dan Verifikasi Rutin

Terapkan kalibrasi penuh setiap satu hingga tiga bulan sesuai rekomendasi pabrikan sensor. Namun, di antara interval kalibrasi tersebut, lakukan bump test mingguan menggunakan gas referensi dengan konsentrasi yang diketahui. Bump test memberikan verifikasi cepat terhadap respons span sensor dan alarm, mengindikasikan kesehatan span reserve secara kasar. Blok Uji Kalibrasi NOVOTEST SO2 memiliki fitur self-diagnostic yang langsung menampilkan health index span reserve, menyederhanakan proses verifikasi ini. Alat ini sangat ideal untuk teknisi lapangan karena tidak memerlukan koneksi ke PC, sehingga inspeksi dapat dilakukan dengan cepat dan mudah.

Peran Blok Uji Kalibrasi NOVOTEST SO2 dalam Menjaga Akurasi Sensor

Ketika span reserve mulai merosot, kecepatan dan ketepatan diagnosa adalah segalanya. Blok Uji Kalibrasi NOVOTEST SO2 mengubah paradigma perawatan sensor dari reaktif menjadi prediktif.

Fitur Unggulan NOVOTEST SO2 Calibration Block

Perangkat ini membawa revolusi dalam hal kemudahan diagnosa lapangan. Desainnya yang portabel dan kokoh memungkinkan teknisi membawanya langsung ke titik sensor di ketinggian. Fitur built-in reference gas cell di dalam blok uji menghilangkan kebutuhan akan silinder gas kalibrasi yang besar dan rumit untuk pengecekan span cepat. Antarmuka layar LCD menampilkan data span reserve langsung dalam persen, bukan sekadar sinyal mentah. Kompatibilitas universalnya memungkinkan penggunaan dengan berbagai merek sensor dan transmiter terkemuka yang umum ditemukan di industri minyak dan gas.

Langkah Diagnostik Menggunakan NOVOTEST

Prosedur untuk mendiagnosa kesehatan sensor menjadi sangat efisien.

  1. Lepaskan pelindung cuaca sensor dan pasang Blok Uji Kalibrasi NOVOTEST SO2 di depan sensor secara langsung.
  2. Pilih mode ‘Span Reserve Check’ pada perangkat.
  3. Alat akan secara otomatis mengalirkan gas referensi dari sel internalnya ke sensor, lalu membaca dan membandingkan output sensor dengan nilai referensi yang tersimpan. Hanya dalam waktu kurang dari satu menit, NOVOTEST menampilkan nilai persen span reserve dan memberikan rekomendasi diagnostik ‘Lulus’ atau ‘Gagal’, menghilangkan subjektivitas interpretasi teknisi.

Prosedur Kalibrasi Ulang yang Tepat

Jika diagnosa NOVOTEST menunjukkan span reserve rendah akibat kelembaban, teknisi dapat segera mengambil tindakan korektif langsung di lapangan. Beberapa model NOVOTEST memungkinkan pengaliran gas referensi yang telah dilembabkan melalui port khusus untuk melakukan bump test. Hasilnya akan memvalidasi apakah pengeringan adalah penyebab utama. Jika kontaminasi BTEX terindikasi, rekomendasi perangkat akan mengarahkan teknisi untuk melakukan prosedur purging yang agresif dan mengkalibrasi ulang titik nol sebelum penggantian sensor diputuskan. Blok Uji Kalibrasi NOVOTEST SO2 mengurangi waktu diagnosa dari 2 jam menggunakan metode konvensional, menjadi hanya sekitar 15 menit, meningkatkan produktivitas teknisi secara signifikan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai spesifikasi detail dan bagaimana perangkat ini dapat diintegrasikan ke dalam sistem kerja Anda, Anda dapat menghubungi distributor resmi alat ukur dan pengujian seperti CV. Java Multi Mandiri, yang menyediakan solusi lengkap untuk kebutuhan kalibrasi dan pemeliharaan kualitas di fasilitas Anda. Tim dukungan mereka dapat membantu Anda memilih konfigurasi yang tepat.

Studi Kasus: Pemulihan Span Reserve di Kilang Gas Alam

Sebuah kilang gas alam di Kalimantan Timur mengalami masalah kronis pada sensor SO2 di unit tail gas SRU mereka, yang menunjukkan bagaimana NOVOTEST menjadi pembeda antara kerugian dan penghematan.

Latar Belakang Masalah

Tim pemeliharaan instrumentasi kilang tersebut melaporkan bahwa salah satu sensor SO2 kritis di CEMS terus mengalami kegagalan kalibrasi. Dalam kurun waktu tiga minggu, nilai span reserve tercatat anjlok drastis dari 85% saat inspeksi terakhir, menjadi hanya 45%. Setiap upaya kalibrasi selalu gagal, dan sensor memberikan respons yang sangat lambat terhadap gas span. Teknisi senior mendiagnosa bahwa sensor telah mencapai akhir masa pakainya dan menyiapkan permintaan pembelian untuk sensor baru senilai $2,000.

Implementasi Blok Uji NOVOTEST

Sebelum menyetujui pembelian, supervisor memutuskan untuk menggunakan Blok Uji Kalibrasi NOVOTEST SO2 yang baru diadakan. Teknisi segera menerjunkan alat tersebut. Hasil diagnostik awal pada mode ‘Span Reserve Check’ mengonfirmasi span reserve di angka 44%, tetapi memberikan data tambahan yang krusial. Analisis lebih lanjut dari NOVOTEST mendeteksi bahwa kelembaban di dalam gas sampel yang mencapai sensor hanya 12%, jauh di bawah minimum operasional. Sementara itu, indeks kontaminasi untuk BTEX tidak menunjukkan aktivitas signifikan. NOVOTEST memberikan rekomendasi jelas: kelembaban rendah adalah akar masalahnya.

Hasil dan Rekomendasi

Tim kemudian menginstalasi humidifier inline kecil pada jalur sampel yang mengarah ke sensor bermasalah dan melakukan prosedur rehumidifikasi menggunakan gas lembab yang dialirkan melalui NOVOTEST. Setelah satu siklus kalibrasi, span reserve sensor perlahan pulih dan kembali ke 82%. Sensor yang sebelumnya divonis mati, berhasil diselamatkan dan masih berfungsi optimal. Penghematan biaya penggantian sensor dan pencegahan shutdown tak terencana mencapai ribuan dolar. Pasca kejadian ini, manajemen kilang mewajibkan pengecekan span reserve mingguan menggunakan Blok Uji Kalibrasi NOVOTEST SO2 sebagai bagian dari program preventive maintenance. Kebijakan ini terbukti memperpanjang umur sensor rata-rata hingga 40 persen dan mengeliminasi kegagalan kalibrasi mendadak.

Kesimpulan: Kunci Kalibrasi Presisi dengan NOVOTEST

Penurunan span reserve sensor SO2 adalah isu kompleks yang memerlukan lebih dari sekadar tindakan kalibrasi ulang. Ia adalah jeritan sel sensor yang mengindikasikan ketidaksesuaian lingkungan operasi, mulai dari kelembaban rendah hingga serangan kontaminan kimiawi seperti BTEX. Mengabaikannya adalah sebuah pertaruhan mahal yang berujung pada emisi lepas kendali, kerugian produksi, dan pengeluaran perawatan yang tidak perlu.

Optimasi kinerja sensor memerlukan strategi tiga lapis: pertama, monitor span reserve secara konsisten dan pahami trennya. Kedua, kendalikan faktor lingkungan dengan menjaga kelembaban ideal dan memasang sistem filtrasi yang robust. Ketiga, bekali tim teknisi dengan perangkat diagnostik berkualitas yang mampu memberikan insight mendalam, bukan sekadar indikasi lulus-gagal.

Tanpa Blok Uji Kalibrasi NOVOTEST SO2, teknisi hanya bisa menerka sumber masalah. Dengan perangkat ini, setiap penurunan span reserve terdeteksi sejak dini, akar penyebab teridentifikasi secara presisi, dan langkah perbaikan dapat ditindak tepat sasaran. Inilah kunci untuk mengubah kalibrasi dari sekadar rutinitas menjadi praktik rekayasa presisi. Pastikan gudang peralatan Anda dilengkapi dengan alat ini; jangan biarkan penurunan span reserve menjadi bom waktu yang mengancam operasi dan kepatuhan lingkungan Anda.

Sebagai mitra strategis dalam menjaga kualitas dan akurasi pengukuran, CV. Java Multi Mandiri menyediakan berbagai solusi alat ukur dan pengujian, termasuk Blok Uji Kalibrasi NOVOTEST SO2. Dukungan teknis yang komprehensif siap membantu fasilitas Anda mencapai standar operasional tertinggi.

FAQ

Apa itu span reserve dan mengapa penting untuk sensor SO2?

Span reserve adalah persentase yang menunjukkan sisa kapasitas ‘kekuatan sinyal’ sensor, dihitung dari selisih output sensor pada kondisi span gas dan zero. Ini penting karena menjadi indikator utama kesehatan sel elektrokimia. Span reserve yang rendah menunjukkan sensor mulai kehilangan kemampuan untuk mengukur konsentrasi gas SO2 secara akurat dan linear, meningkatkan risiko kegagalan kalibrasi.

Berapa frekuensi ideal mengecek span reserve menggunakan Blok Uji Kalibrasi NOVOTEST SO2?

Pengecekan span reserve idealnya dilakukan setiap kali kalibrasi penuh dijadwalkan, misalnya setiap satu hingga tiga bulan, untuk mencatat tren. Namun, untuk deteksi dini yang lebih proaktif, pemeriksaan dengan Blok Uji Kalibrasi NOVOTEST SO2 dapat diintegrasikan ke dalam inspeksi mingguan karena prosedurnya yang cepat (kurang dari 15 menit) dan tidak memerlukan pengaturan yang rumit.

Apakah Blok Uji Kalibrasi NOVOTEST SO2 bisa digunakan untuk sensor gas selain SO2?

Tidak. Blok Uji Kalibrasi NOVOTEST SO2 dirancang spesifik untuk sensor sulfur dioksida (SO2). Perangkat ini memiliki built-in reference gas cell dan algoritma diagnostik yang dikalibrasi khusus untuk reaksi elektrokimia sensor SO2. Untuk jenis gas lain, Anda memerlukan model blok uji yang sesuai.

Bagaimana cara mengatasi span reserve yang turun drastis meski sudah dikalibrasi ulang?

Jika span reserve tetap rendah setelah kalibrasi ulang, jangan langsung mengganti sensor. Gunakan Blok Uji Kalibrasi NOVOTEST SO2 untuk mendiagnosa akar masalahnya. Jalankan mode diagnostik untuk mengecek kelembaban sampel gas dan adanya indikasi kontaminan. Solusinya bisa berupa penambahan humidifier jika RH terlalu rendah, atau melakukan purging dan mengganti filter jika terdeteksi kontaminasi BTEX. Kalibrasi ulang dilakukan setelah kondisi lingkungan sensor diperbaiki.

Apakah kontaminan BTEX benar-benar bisa diatasi tanpa mengganti sensor?

Ya, dalam banyak kasus, sensor yang terkontaminasi BTEX ringan hingga sedang dapat diselamatkan. Prosedurnya melibatkan pembersihan sensor dengan mengalirkan udara bersih (purging) selama beberapa jam, atau menggunakan gas referensi bersih dari Blok Uji Kalibrasi NOVOTEST untuk membantu desorpsi kontaminan dari permukaan elektroda. Namun, hal ini harus segera diikuti dengan penggantian sistem filtrasi pada sampel gas untuk mencegah kontaminasi berulang. Jika lapisan kontaminan sudah sangat parah, penggantian sensor menjadi tidak terelakkan.

Rekomendasi Block Calibration

References

  1. International Organization for Standardization. (2014). ISO 10849: Stationary source emissions — Determination of the mass concentration of nitrogen oxides — Performance characteristics of automated measuring systems. ISO.
  2. Pusat Data dan Informasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. (2020). Ambang Batas Emisi Gas Buang Industri Minyak dan Gas.
  3. Chou, J. (2000). Hazardous Gas Monitors: A Practical Guide to Selection, Operation and Applications. McGraw-Hill Professional.
  4. Draeger Safety UK Ltd. (2018). Electrochemical Sensor Handbook: Operating Principles, Calibration and Maintenance.
  5. NOVOTEST LLC. (2023). Technical Datasheet for NOVOTEST SO2 Calibration Check Block.

Bagikan artikel ini

Butuh Bantuan Pilih Alat?

Author picture

Tim customer service CV. Java Multi Mandiri siap melayani Anda!

Konsultasi gratis alat ukur dan uji yang sesuai kebutuhan Anda. Segera hubungi kami.