Panduan Praktis Pengujian Insulation Resistance menggunakan Electrical Tester PCE-IT100: Dari Pemilihan Alat sampai Interpretasi Data
Ketika sebuah motor mulai terasa panas berlebih, MCB sering trip tanpa sebab jelas, atau instalasi kabel di area basah mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan, salah satu pemeriksaan pertama yang perlu dilakukan teknisi adalah mengukur tahanan isolasi. Bukan sekadar mencari angka di layar, melainkan menilai apakah isolasi antar penghantar atau antara penghantar dengan bumi masih cukup baik untuk mencegah arus bocor yang berbahaya. Di sinilah Electrical Tester PCE-IT100 dapat difungsikan sebagai alat bantu yang cukup lengkap: menyediakan empat pilihan tegangan uji, pengukuran hingga 4000 MΩ, dan dilengkapi fungsi tegangan serta kontinuitas dalam satu perangkat genggam.
Sebelum masuk ke detail prosedur dan parameter, ada baiknya mengenal sekilas kemampuan alat ini. PCE-IT100 termasuk dalam kategori CAT III 1000V dengan standar keamanan EN 61010-1, yang berarti aman digunakan pada instalasi tetap di sisi beban. Perangkat ini mampu mengukur tahanan isolasi dengan tegangan uji 125V, 250V, 500V, dan 1000V, masing-masing dengan rentang pengukuran 4 MΩ hingga 4000 MΩ dan akurasi yang bervariasi menurut rentang. Selain itu, tersedia pengukuran tegangan AC hingga 750V, tegangan DC hingga 1000V, serta resistansi rendah hingga 400 Ω untuk pengecekan kontinuitas. Semua fungsi itu dipilih melalui rotary knob besar, dan hasilnya terbaca pada layar ganda berpencahayaan.
Konsep Teknis
Tahanan isolasi, secara sederhana, adalah kemampuan bahan isolator untuk menahan aliran arus listrik antara dua titik penghantar yang berbeda potensial. Semakin tinggi nilai tahanannya, semakin baik kualitas isolasi tersebut dalam mencegah kebocoran arus. Pada kenyataannya, tidak ada isolator yang lebih sesuai; selalu ada arus bocor kecil yang mengalir melalui atau di permukaan isolator, dan besarnya arus inilah yang menjadi dasar penilaian kondisi isolasi.
Pengujian tahanan isolasi dilakukan dengan memberikan tegangan DC yang lebih tinggi dari tegangan kerja normal komponen yang diuji. Tujuannya adalah memberi tekanan listrik (electrical stress) yang cukup untuk mengungkap titik lemah atau kerusakan isolasi yang mungkin tidak terdeteksi pada tegangan operasi biasa. Alat ukur seperti PCE-IT100 bekerja dengan prinsip menerapkan tegangan uji konstan, kemudian mengukur arus bocor sangat kecil yang mengalir, lalu mengonversinya menjadi nilai tahanan dalam satuan Ohm. Nilai yang ditampilkan adalah hasil perhitungan berdasarkan Hukum Ohm: resistansi sama dengan tegangan dibagi arus.
Ada tiga komponen arus yang muncul saat pengujian berlangsung. Pertama, arus pengisian kapasitif yang mengalir sesaat setelah tegangan diberikan; komponen ini besar di awal dan cepat menurun. Kedua, arus absorpsi atau polarisasi yang menurun secara bertahap seiring molekul-molekul isolator menyusun diri dalam medan listrik. Ketiga, arus bocor konstan yang nilainya stabil dan justru komponen inilah yang merepresentasikan kualitas isolasi sebenarnya. Karena itulah pengukuran tidak bisa dilakukan secara instan; diperlukan waktu beberapa detik hingga menit agar arus kapasitif dan absorpsi mereda dan yang tersisa hanyalah arus bocor steady-state.
PCE-IT100 menyediakan opsi pengukuran tunggal (single measurement) maupun pengukuran kontinu (continuous measurement). Mode kontinu memungkinkan teknisi mengamati perubahan nilai tahanan isolasi dari waktu ke waktu, yang sangat berguna saat menguji peralatan berkapasitansi besar, seperti kabel panjang atau motor besar. Dengan mode kontinu, tren kenaikan tahanan isolasi dapat dipantau hingga nilainya stabil.
Parameter Pengukuran
Memahami parameter pengukuran pada PCE-IT100 membantu teknisi memilih kombinasi yang tepat untuk setiap situasi pengujian. Alat ini memiliki empat tegangan uji yang dapat dipilih sesuai dengan karakteristik perangkat atau instalasi yang diperiksa.
Tegangan uji 125V biasanya digunakan untuk peralatan tegangan rendah dan sistem telekomunikasi. Tegangan ini cukup rendah sehingga tidak merusak komponen sensitif, namun tetap mampu mendeteksi penurunan kualitas isolasi. Pada rentang pengukuran 4 MΩ, resolusi yang ditampilkan adalah 0,001 MΩ, sementara pada rentang 40 MΩ resolusinya 0,01 MΩ. Untuk rentang 400 MΩ dan 4000 MΩ, resolusinya masing-masing 0,1 MΩ dan 1 MΩ.
Tegangan uji 250V dan 500V sering menjadi pilihan untuk instalasi gedung dan peralatan rumah tangga. Keduanya memberikan tekanan listrik yang moderat namun cukup untuk mendeteksi kelembapan, kotoran, atau degradasi isolasi yang mulai terjadi. Pada tegangan 500V, akurasi spesifikasi bervariasi: pada rentang 4 MΩ dan 40 MΩ akurasinya ±(2% + 10 digit), sedangkan pada rentang 400 MΩ dan 4000 MΩ akurasinya ±(4% + 5 digit).
Tegangan uji 1000V dialokasikan untuk pengujian motor tegangan rendah dan transformator. Ini merupakan tegangan tertinggi yang disediakan PCE-IT100. Pada rentang 4 MΩ dan 40 MΩ, akurasi spesifikasinya ±(3% + 10 digit) untuk 4 MΩ dan ±(2% + 10 digit) untuk 40 MΩ. Sementara pada rentang tinggi, 400 MΩ dan 4000 MΩ, akurasinya ±(2% + 5 digit) dan ±(4% + 5 digit). Spesifikasi ini menunjukkan bahwa untuk rentang pengukuran yang lebih tinggi, pengaruh digit tambahan terhadap persentase akurasi menjadi lebih kecil, namun pengaruh persentase dasar tetap perlu diperhatikan.
Selain pengukuran tahanan isolasi, parameter lain yang tersedia meliputi tegangan AC hingga 750V pada frekuensi jala-jala dengan akurasi ±0,8% ±3 digit dan resolusi 1V. Tegangan DC terukur hingga 1000V dengan akurasi ±1,2% ±10 digit. Resistansi rendah tersedia pada rentang 40 Ω dan 400 Ω, dengan resolusi 0,01 Ω dan 0,1 Ω, serta akurasi ±1,2% ±3 digit. Fungsi kontinuitas memberikan indikasi suara jika resistansi terukur ≤35 Ω, dengan arus uji yang rendah (ratusan miliampere).
Faktor Akurasi
Akurasi pengukuran tahanan isolasi tidak semata-mata ditentukan oleh spesifikasi alat. Ada sejumlah faktor eksternal dan operasional yang dapat memengaruhi hasil, dan memahami faktor-faktor ini penting agar teknisi tidak salah menafsirkan data.
Suhu dan kelembapan lingkungan berada di baris teratas faktor yang memengaruhi tahanan isolasi. Spesifikasi PCE-IT100 menyebutkan kondisi lingkungan operasi pada 0 hingga 40°C dan kelembapan relatif dalam batas yang diizinkan (non-condensing). Di luar rentang ini, sirkuit internal alat mungkin tetap bekerja, tetapi hasil pengukuran pada objek uji bisa sangat berbeda. Bahan isolasi cenderung menunjukkan tahanan yang lebih rendah pada suhu tinggi, karena peningkatan aktivitas termal memudahkan pergerakan muatan di dalam atau di permukaan isolator. Oleh karena itu, pengujian yang dilakukan pada suhu berbeda perlu dinormalisasi ke suhu referensi jika ingin dibandingkan secara adil.
Kelembapan adalah musuh klasik isolasi. Permukaan isolator yang lembap dapat membentuk jalur konduktif yang menurunkan nilai tahanan isolasi, meskipun material di bagian dalamnya masih utuh. Inilah alasan mengapa batas nilai tahanan isolasi untuk instalasi di ruang basah atau luar ruangan ditetapkan lebih rendah: 500 Ohm per Volt tegangan operasi, dibandingkan 1000 Ohm per Volt untuk ruang kering. Saat melakukan pengukuran di lingkungan lembap, teknisi sebaiknya mempertimbangkan apakah penurunan nilai disebabkan oleh kondisi permukaan atau degradasi internal yang sebenarnya.
Kondisi lead penghubung dan koneksi ke titik uji juga menjadi faktor yang sering terabaikan. PCE-IT100 dilengkapi dengan satu set test lead dengan probe dan satu kabel dengan klem buaya sepanjang 1 meter. Lead yang kotor, tertekuk, atau memiliki isolasi retak dapat memberikan jalur bocor paralel yang mengakibatkan nilai terbaca lebih rendah dari kondisi sebenarnya. Sebelum pengujian, lakukan pengecekan dengan menghubungkan lead uji pada posisi terbuka (open circuit) dan memastikan pembacaan menunjukkan overload (OL) atau nilai yang sangat tinggi.
Prosedur zero point adjustment yang dijelaskan dalam manual PCE-IT100 juga berkontribusi pada akurasi pengukuran resistansi rendah. Dengan menghubungkan kedua ujung probe sebelum pengukuran, nilai resistansi lead dapat di-nol-kan sehingga pengukuran resistansi objek menjadi lebih representatif. Pada pengukuran tahanan isolasi, langkah ini tidak diperlukan karena nilai yang diukur sangat besar, namun memastikan lead dalam kondisi baik tetap wajib.
Waktu pengukuran menjadi pertimbangan penting. Seperti yang telah dijelaskan pada konsep teknis, arus absorpsi pada material isolasi tertentu memerlukan waktu untuk mereda. Jika pengukuran dihentikan terlalu cepat, nilai yang terbaca masih mencerminkan pengaruh arus kapasitif dan absorpsi yang besar, bukan arus bocor steady-state. Mode kontinu pada PCE-IT100 memungkinkan teknisi mengamati kapan nilai mulai stabil. Untuk pengujian yang lebih terstandarisasi, beberapa metode seperti Polarization Index (PI) atau Dielectric Absorption Ratio (DAR) memerlukan pencatatan nilai pada menit ke-1 dan ke-10, atau pada detik ke-30 dan ke-60.
Prosedur Pengujian
Prosedur pengukuran tahanan isolasi dengan PCE-IT100 terbagi dalam tiga area utama: pengujian isolasi secara umum, pengukuran motor, dan pengujian kabel. Berikut tahapan yang dapat dijadikan acuan.
Persiapan Awal
Sebelum memulai pengukuran apa pun, pastikan perangkat atau instalasi yang akan diuji benar-benar terputus dari sumber tegangan dan telah dilakukan discharge terhadap komponen kapasitif. Baterai PCE-IT100 yang terdiri dari 6 buah 1,5V AA harus dalam kondisi baik; indikator baterai lemah pada layar menandakan perlunya penggantian. Putar rotary knob ke fungsi yang diinginkan, lalu periksa tampilan layar ganda untuk memastikan tidak ada indikasi error.
Hubungkan test lead hitam ke terminal COM dan test lead merah ke terminal VΩ. Untuk pengukuran tahanan isolasi, lead hitam umumnya dihubungkan ke sisi ground atau rangka, sementara lead merah ke titik penghantar yang diuji. Jika menggunakan klem buaya, pastikan klem mencengkeram titik kontak dengan kuat dan tidak longgar.
Pengukuran Tahanan Isolasi Umum
Putar rotary knob ke salah satu posisi tegangan uji: 125V, 250V, 500V, atau 1000V. Layar akan menunjukkan skala tahanan isolasi yang dipilih. Sebelum menghubungkan lead ke objek uji, tekan tombol test untuk memastikan alat berfungsi normal dan layar menampilkan overload. Setelah itu, hubungkan lead ke titik-titik pengukuran sesuai rencana uji: antar fasa, antara fasa dan netral, atau antara fasa dan bumi.
PCE-IT100 menyediakan dua pendekatan pengukuran. Pertama, pengukuran tunggal dengan menekan tombol test hingga pembacaan stabil, lalu melepaskannya. Kedua, pengukuran kontinu dengan menekan tombol LOCK yang akan mengaktifkan mode pengukuran bebas genggam (freehand measurement). Mode ini sangat membantu saat teknisi perlu mengamati tren nilai dalam waktu yang lebih lama tanpa harus terus menekan tombol. Untuk melepas mode LOCK, tekan kembali tombol tersebut.
Setelah pengukuran selesai, lepaskan lead dari objek uji, namun perlu diingat bahwa objek yang baru diuji mungkin menyimpan muatan listrik sisa. Discharge dilakukan dengan menghubungkan objek ke ground melalui resistor yang sesuai atau menunggu beberapa saat hingga muatan mereda sendiri.
Pengukuran Motor AC dan DC
Manual PCE-IT100 secara khusus menyebutkan prosedur untuk motor AC dan DC. Untuk motor AC, pengukuran dilakukan antara belitan (winding) dan rangka motor (frame). Putar ke tegangan uji yang sesuai; untuk motor tegangan rendah, 500V atau 1000V adalah pilihan umum. Pastikan motor dalam keadaan mati dan sambungan listrik telah dilepas. Hubungkan lead hitam ke rangka motor yang bersih dari cat atau karat, dan lead merah ke terminal belitan. Amati pembacaan: nilai tahanan isolasi yang rendah antara belitan dan rangka dapat mengindikasikan kebocoran isolasi yang perlu ditindaklanjuti.
Untuk motor DC, prinsipnya serupa, namun perhatian lebih perlu diberikan pada sikat dan komutator. Pengukuran dilakukan antara terminal input dan rangka. Jika memungkinkan, angkat sikat dari komutator agar hasil pengukuran benar-benar merepresentasikan isolasi belitan, bukan jalur bocor melalui debu karbon yang menumpuk.
Pengukuran Kabel
Pengujian kabel bertujuan mendeteksi kerusakan isolasi antar inti atau antara inti dengan selubung. Lepaskan kedua ujung kabel dari semua sambungan. Hubungkan satu lead ke inti kabel yang diuji dan lead lainnya ke inti kabel lain atau ke selubung logam (armour) jika ada. Untuk kabel panjang, perlu diingat bahwa kapasitansi kabel cukup besar sehingga mode kontinu lebih cocok digunakan. Biarkan pengukuran berlangsung hingga nilai stabil sebelum dicatat.
Pengukuran Tegangan dan Kontinuitas
Meskipun fokus utama alat ini adalah tahanan isolasi, fungsi tegangan AC/DC dan kontinuitasnya dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari pemeriksaan menyeluruh. Sebelum menguji isolasi, teknisi dapat memastikan dulu bahwa tidak ada tegangan sisa pada rangkaian dengan memutar rotary knob ke posisi tegangan AC atau DC. Untuk kontinuitas, putar ke posisi resistansi atau kontinuitas, hubungkan lead ke kedua ujung penghantar, dan dengarkan bunyi beep jika resistansi ≤35 Ω. Fungsi ini membantu verifikasi integritas sambungan pembumian atau jalur proteksi.
Pengolahan atau Membaca Data
Nilai mentah yang muncul di layar PCE-IT100 perlu ditempatkan dalam konteks yang tepat agar bisa menjadi informasi yang berguna. Alat ini memiliki fungsi data-hold untuk menahan nilai terukur pada layar, fungsi MAX/MIN untuk merekam nilai tertinggi dan terendah selama sesi pengukuran tegangan atau resistansi rendah, serta mode LOCK yang telah dijelaskan. Fitur-fitur ini membantu teknisi mendokumentasikan hasil dengan lebih rapi.
Halaman produk PCE-IT100 menyertakan tabel batas nilai tahanan isolasi yang dapat dijadikan acuan interpretasi awal. Untuk instalasi baru di ruang kering, nilai minimum yang direkomendasikan adalah 1000 Ohm dikalikan tegangan operasi. Sebagai contoh, pada tegangan 230V, nilai minimalnya adalah 230 kΩ. Untuk instalasi baru di ruang basah atau luar ruangan, pengalinya 500 Ohm per Volt, sehingga pada tegangan 230V nilai minimalnya berada di kisaran seratus kilo-ohm. Peralatan dengan pembumian memerlukan 1000 Ohm per Volt, sementara perangkat berisolasi ganda (protected devices) dan perkakas listrik (power tools) minimal 2 MΩ. Alat ukur listrik mensyaratkan minimal 5 MΩ, dan tegangan ekstra rendah pengaman (protective extra-low voltage) minimal 250 kΩ.
Nilai-nilai di atas adalah batas minimum, bukan target ideal. Dalam praktiknya, instalasi baru yang baik biasanya menunjukkan nilai tahanan isolasi dalam orde puluhan hingga ratusan MΩ, bahkan melebihi 1000 MΩ. Penurunan signifikan dari nilai awal saat komisioning, meskipun masih di atas batas minimum, bisa menjadi indikasi awal degradasi yang perlu dipantau.
Salah satu pendekatan interpretasi yang lebih maju adalah membandingkan hasil pengukuran pada waktu yang berbeda secara berkala. Dengan mencatat nilai tahanan isolasi pada suhu dan kelembapan yang serupa, teknisi dapat melihat tren penurunan dari waktu ke waktu. Penurunan yang gradual biasanya wajar seiring penuaan, namun penurunan yang tiba-tiba tajam perlu dicurigai sebagai tanda kegagalan isolasi yang akan datang.
Data yang dikumpulkan dari fungsi MAX/MIN pada pengukuran tegangan juga bisa memberikan gambaran kondisi suplai listrik yang memengaruhi peralatan. Variasi tegangan yang terlalu lebar dapat mempercepat penuaan isolasi, sehingga mendokumentasikan nilai ekstrem ini bermanfaat untuk analisis akar masalah.
Perawatan Alat
PCE-IT100 adalah perangkat yang relatif sederhana dalam perawatannya, namun bukan berarti bebas dari kebutuhan pengecekan rutin. Layar ganda dengan backlight akan tetap mudah dibaca asalkan tidak tergores atau retak. Bersihkan bodi dan layar dengan kain lembut yang sedikit lembap, hindari pelarut atau bahan kimia abrasif yang dapat merusak permukaan.
Bagian yang paling perlu mendapat perhatian adalah baterai dan fuse. Alat ini menggunakan 6 baterai AA 1,5V. Ketika indikator baterai lemah muncul, segera ganti keenam baterai. Manual menyebutkan prosedur penggantian: buka kompartemen baterai, keluarkan baterai lama, dan masukkan yang baru dengan polaritas yang benar. Jangan mencampur baterai lama dan baru karena dapat menyebabkan kebocoran dan merusak terminal.
Penggantian fuse juga dijelaskan dalam manual, menandakan bahwa alat ini memiliki fuse internal sebagai proteksi. Meskipun detail spesifikasi fuse tidak disebutkan di sumber, memeriksa kondisi fuse secara berkala dan menggantinya dengan tipe yang sama persis jika putus adalah langkah yang menjaga agar fungsi pengukuran resistansi dan kontinuitas tetap berfungsi normal.
Test lead dan klem buaya adalah komponen yang paling sering mengalami keausan mekanis. Periksa isolasi lead apakah ada retakan, kupasan, atau bagian yang mengeras. Klem buaya perlu dipastikan pegasnya masih kuat dan gigi penjepitnya tidak aus. Lead yang rusak tidak hanya memengaruhi akurasi tetapi juga membahayakan keselamatan teknisi, terutama saat bekerja pada tegangan CAT III 1000V.
Auto power-off adalah fitur yang membantu menghemat baterai. Alat akan mati secara otomatis setelah periode tidak digunakan. Jika akan digunakan dalam waktu dekat, fitur ini tidak perlu dimatikan; namun jika sedang melakukan pengukuran kontinu jangka panjang, perhatikan bahwa fitur ini mungkin akan menginterupsi sesi pengukuran.
Layanan kalibrasi merupakan aspek yang tidak kalah penting. Halaman produk menyebutkan bahwa sertifikat kalibrasi ISO tersedia sebagai opsi. Untuk laboratorium atau fasilitas yang bekerja di bawah standar mutu tertentu, memiliki sertifikat kalibrasi yang masih berlaku adalah kebutuhan, bukan kemewahan. Kalibrasi memastikan bahwa seluruh rentang pengukuran dan tegangan uji masih berada dalam spesifikasi akurasi yang dijanjikan.
Standar atau SOP
Pengujian tahanan isolasi tidak berdiri sendiri; ia merupakan bagian dari rangkaian pengujian yang diatur oleh standar internasional maupun prosedur internal perusahaan. PCE-IT100 telah diuji sesuai standar internasional yang relevan dan memiliki kategori keamanan CAT III 1000V yang mengacu pada EN 61010-1. Ini berarti alat dirancang untuk digunakan pada instalasi tetap dan memiliki perlindungan terhadap transien tegangan yang mungkin muncul di titik pengukuran.
Dalam praktik di lapangan, pengujian tahanan isolasi sering kali menjadi bagian dari program pemeliharaan preventif atau inspeksi berkala. Frekuensi pengujian bisa bervariasi dari beberapa bulan untuk peralatan kritis hingga satu tahun untuk instalasi umum. SOP internal biasanya akan mencantumkan tegangan uji yang harus digunakan untuk setiap jenis peralatan, durasi minimum pengukuran, batas nilai minimum, dan tindakan yang harus diambil jika nilai berada di bawah ambang batas.
Untuk peralatan berputar seperti motor dan generator, standar yang berlaku mungkin menyarankan pengukuran Polarization Index atau Dielectric Absorption Ratio. Meskipun PCE-IT100 tidak secara otomatis menghitung rasio ini, mode LOCK dan fungsi data-hold dapat digunakan teknisi untuk mencatat manual nilai pada detik ke-30 dan ke-60, atau menit ke-1 dan ke-10, lalu menghitung rasionya.
Dokumentasi hasil pengujian adalah bagian dari SOP yang sering kali kurang diperhatikan. Sebuah formulir sederhana yang mencatat identitas peralatan, tanggal, suhu lingkungan, tegangan uji, nilai tahanan isolasi, dan nama teknisi sudah lebih dari cukup untuk ketertelusuran. Jika suatu saat terjadi kegagalan, data historis ini sangat berharga untuk investigasi.
FAQ
Kapan sebaiknya memilih tegangan uji 500V dibanding 1000V?
Tegangan uji 500V biasanya memadai untuk instalasi gedung, peralatan rumah tangga, dan kabel dengan tegangan kerja rendah hingga menengah. Tegangan uji 1000V lebih sesuai untuk motor, transformator, atau kabel daya yang memiliki tegangan kerja lebih tinggi. Pilih tegangan uji yang cukup untuk memberi tekanan pada isolasi, tetapi tidak terlalu tinggi hingga berisiko merusak peralatan yang diuji, khususnya peralatan elektronik sensitif.
Apakah fungsi MAX/MIN berfungsi pada pengukuran tahanan isolasi?
Berdasarkan spesifikasi yang tersedia, fungsi MAX/MIN pada PCE-IT100 diaktifkan untuk pengukuran tegangan dan resistansi rendah, bukan pada mode tahanan isolasi. Untuk memantau perubahan nilai tahanan isolasi, teknisi dapat menggunakan mode kontinu dan mengamati layar secara langsung atau menggunakan data-hold untuk mencatat nilai pada momen tertentu.
Apakah alat ini bisa digunakan untuk mengukur tahanan pentanahan (earth resistance)?
PCE-IT100 tidak didesain untuk mengukur tahanan pentanahan. Fungsi resistansi rendah hingga 400 Ω dan kontinuitas dapat membantu memeriksa integritas sambungan pentanahan, tetapi untuk mengukur nilai tahanan pentanahan ke bumi yang sesungguhnya, diperlukan earth tester terpisah.
Bagaimana jika nilai tahanan isolasi berfluktuasi selama pengukuran?
Fluktuasi ringan adalah normal, terutama di awal pengukuran pada objek berkapasitansi besar. Biarkan pengukuran berlangsung hingga nilai cenderung stabil. Jika fluktuasi tetap besar setelah beberapa menit, periksa kembali sambungan test lead; kontak yang longgar atau kotor dapat menyebabkan pembacaan tidak stabil.
Rekomendasi Electrical Tester Unggulan untuk Kebutuhan Anda
-

Electrical Tester PCE-CBA 20
Lihat Produk★★★★★ -

Electrical Tester PCE-830-1
Lihat Produk★★★★★ -

Electrical Tester PCE-MO 2001
Lihat Produk★★★★★ -

Electrical Tester PCE-ITM 20
Lihat Produk★★★★★ -

Electrical Tester PCE-IT 120
Lihat Produk★★★★★ -

Electrical Tester PCE-DC 50
Lihat Produk★★★★★ -

Electrical Tester PCE-DC1-ICA Incl. ISO Calibration Certificate
Lihat Produk★★★★★ -

Electrical Tester PCE-CBA 10
Lihat Produk★★★★★
Referensi
- Machdi, A. R. (2016). ANALISA KELAYAKAN SISTEM INSTALASI LISTRIK MELALUI PENGUJIAN NILAI TAHANAN ISOLASI DAN TAHANAN BUMI. Jurnal Teknik: Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK, 17(1), 1–9. Retrieved from https://journal.unpak.ac.id/index.php/jurnalteknik/article/download/910/771
- Yusniati, Y., Pelawi, Z., Armansyah, A., & Taufik, I. (2021). PENGUKURAN RESISTANSI ISOLASI INSTALASI PENERANGAN BASEMENT PADA GEDUNG RUMAH SAKIT GREND MITRA MEDIKA MEDAN. Buletin Utama Teknik, 16(3), 240–247. Retrieved from https://jurnal.uisu.ac.id/index.php/but/article/download/3788/2644
- Gunawan. (2009). ANALISA TINGKAT ISOLASI INSTALASI LISTRIK PADA KELOMPOK BEBAN PERUMAHAN (STUDI KASUS PERUMNAS SAMPANGAN SEMARANG). Media Elektrika, 2(2), 37–40. Retrieved from https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/ME/article/viewFile/486/535

























